Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Redesain Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Semanggi Di Surakarta Dengan Pendekatan Arsitektur Biophilic Rullyanto Rukmono; Dwi Ely Wardani; Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v6i2.68

Abstract

Permukiman kumuh merupakan permasalahan yang selalu ada di Kota dan Perkotaan saat ini, seperti halnya Kota Surakarta dengan jumlah penduduk 522.728 jiwa dan menempati urutan ke-tiga sebagai kota besar di Propinsi Jawa Tengah. Berdasarkan identifikasi kualitas hunian dan penetapan lokasi permukiman kumuh yang telah dilaksanakan oleh pemerintah setempat, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon menjadi fokus penanganan masalah permukiman kumuh di Kota Surakarta. Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Semanggi adalah hunian vertical yang dibangun untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan mulai berfungsi pada tahun 2010. Karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni maka dibutuhkan Redesain terhadap Rusunawa Semanggi tersebut, sehingga menjadi layak huni dan sesuai fungsi. Arsitektur Biophilic menjadi pendekatan pada tema redesain Rusunawa karena desaian biophilic menitikberatkan pada perwujudan hubungan positif antara manusia dan alam di tempat-tempat yang memiliki makna budaya dan ekologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental manusia.
Perancangan Gedung Pertunjukan Sasono Bhavana Dengan Penekanan Universal Design di Surakarta Razzaq Ananda; Dwi Ely Wardani; Diana Kesumasari
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i1.73

Abstract

Dalam perkembangan budaya di Surakarta, terdapat kebutuhan akan fasilitas yang mendukung pelestarian budaya melalui gedung pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Gedung Pertunjukan Sasono Bhavana dengan pendekatan Universal Design yang mengedepankan aksesibilitas untuk semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan analisis. Hasil desain menekankan aksesibilitas pada fasilitas publik dan pertunjukan. Kesimpulan menunjukkan penerapan Universal Design dapat memperluas partisipasi budaya secara inklusif.
Redesain Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas Kabupaten Klaten Dengan Pendekatan Arsitektur Modern Slamet; Diana Kesumasari; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i1.74

Abstract

SMP IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, adalah salah satu Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu yang berada di Kabupaten Klaten. Sebagaimana tujuan didirikannya lembaga pendidikan terpadu adalah untuk membekali peserta didik dengan ilmu agama (Islam) dan juga ilmu pengetahuan umum. Maka, untuk mendukung terwujudnya tujuan yang diharapkan tersebut, diperlukanlah upaya redesain bangunan SMP IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas. Dalam perancangan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data yang berasal dari dua jenis, yaitu primer (hasil studi lapangan dan wawancara) dan sekunder, dari berbagai literatur penunjang. Dengan redesain ini dihasilkan desain SMP IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dengan konsep arsitektur modern, yang mengutamakan fungsi, berbentuk sederhana, minim dengan ornamen, dengan prinsip fungsional dan efisien.
Perancangan Pengembangan Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta Penekanan Pada Fasilitas Sport Health and Sport Injury Centre Krisna Wahyu Adi Sidik; Dwi Ely Wardani; Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i2.76

Abstract

Rumah Sakit Ortopedi Prof. dr. R. Soeharso Surakarta merupakan rumah sakit khusus yang menyelenggarakan kegiatan rehabilitasi penderita cacat tubuh ortopedi secara medis yang meliputi operasi ortopedi, fisioterapi, okupasi terapi, dan ortotic prostetik. Berdasarkan catatan rekam medis Rumah Sakit Ortopedi kebanyakan kasus yang ada adalah cidera yang diakibatkan karena olah raga sehingga perlu mempertimbangkan perancangan Sport Health and Sport Injury Centre sebagai penunjang utuk rehabilitasi medik. Dalam proses perancangan Sport Health and Sport Injury Centre terdapat beberapa metode. Metode tersebut terbagi menjadi 4 bagian yaitu metode pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, dan konsep perancangan. Hasil yang diperoleh dalam proses perancangan Sport Health and Sport Injury Centre adalah sebuah bangunan penunjang rehabilitasi medik yang bisa memberikan solusi bagi kasus cidera olahraga sehingga bisa beraktifitas kembali dalam melakukan olahraga.
Perancangan Mal Pelayanan Publik Terpadu di Kabupaten Bombana Dengan Penekanan Arsitektur Neo–Vernakular Afdal Jaya Susvito; Dwi Ely Wardani; Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i2.79

Abstract

Perancangan Kantor Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Bombana dengan penekanan arsitektur Neo-Vernakular bertujuan untuk mewujudkan fasilitas pelayanan terpadu yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus merepresentasikan identitas budaya lokal. Metode perancangan meliputi survei lokasi, dokumentasi, studi literatur, analisis tapak, dan pengolahan data untuk menghasilkan konsep desain yang fungsional, estetis, dan kontekstual. Bentuk massa bangunan terinspirasi dari rumah adat Moronene, dengan penyesuaian proporsi serta penambahan elemen khas seperti tonto (kaki), botono (badan), dan pea (kepala) sebagai representasi struktur bangunan yang kokoh dan bermakna. Hasil perancangan diharapkan menjadi pusat pelayanan yang efisien, nyaman, mudah diakses, serta menjadi simbol kemajuan daerah yang tetap menghargai warisan budaya setempat.
Perancangan Greenhouse Building Di Boyolali Dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan Buya Raya Nada Klasica Wulakada; Dwi Ely Wardani; Diana Kesumasari
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 8, Nomor 1 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v8i1.82

Abstract

Perancangan Greenhouse Building di Kabupaten Boyolali ini diusung sebagai respon arsitektural atas krisis iklim dan eskalasi serangan hama yang mengancam produktivitas pertanian organik lokal. Mengintegrasikan pendekatan arsitektur berkelanjutan, penelitian ini bertujuan merumuskan fasilitas budidaya terproteksi yang efisien secara energi dan ramah lingkungan. Metode perancangan mencakup analisis tapak komparatif, evaluasi kebutuhan iklim mikro, serta sintesis konsep teknologi tepat guna. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan greenhouse berteknologi menengah (medium technology) yang dipadukan dengan pemanenan air hujan, sistem irigasi tetes, serta material berjejak karbon rendah mampu menjaga kestabilan mikro tanaman sekaligus menekan risiko gagal panen. Kesimpulannya, pendekatan arsitektur berkelanjutan efektif menjawab tantangan eksternal pertanian organik di kawasan agroindustri Boyolali.
Perancangan Pusat Kebudayaan Lisan Di Jayapura – Papua Penekanan Pada Arsitektur Tradisional Kariwari Yulianus Yeimo; Diana Kesumasari; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 8, Nomor 1 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v8i1.83

Abstract

Tradisi lisan merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Papua yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial menyebabkan keberadaan serta proses pewarisan budaya lisan semakin terpinggirkan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sebuah wadah yang dapat mendukung kegiatan pelestarian, pengembangan, dan pengenalan budaya lisan kepada masyarakat. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan Pusat Kebudayaan Lisan di Jayapura yang mampu mewadahi berbagai kegiatan budaya sekaligus menerapkan karakter Arsitektur Tradisional Kariwari sebagai identitas lokal. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara induktif untuk menentukan kebutuhan dan konsep perancangan. Hasil perancangan berupa Pusat Kebudayaan Lisan dengan pembagian zona publik, semi publik, privat, dan servis, serta pengaturan sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki yang disesuaikan dengan aktivitas pengguna. Penerapan Arsitektur Tradisional Kariwari dilakukan melalui transformasi bentuk atap, tata massa, pola ruang, serta penggunaan elemen dan ornamen yang terinspirasi dari karakter budaya masyarakat Tobati dan Enggros. Bangunan utama Kariwari ditempatkan sebagai pusat kawasan dan menjadi identitas visual dari Pusat Kebudayaan Lisan. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran, pengembangan, dan pelestarian budaya lisan sekaligus memperkuat identitas arsitektur lokal Jayapura.