Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hukum Islam dan Pengelolaan Zakat di Indonesia Andi Muh. Taqiyuddin BN; Sabri Samin; Misbahuddin M
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 10 (2023): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10072520

Abstract

Tujuan riset ini untuk mengungkap Hukum Islam dan pengelolaan zakat di Indonesia. Riset ini merupakan riset kualitatif, jenis riset  adalah library research. Metode pengumpulan data  yang digunakan adalah studi literatur. Hasil riset menunjukan bahwa; 1) Secara umum pengelolaan zakat di Indonesia telah berjalan dari tahun ke tahun dengan regulasi-regulasi yang ada. Praktik hukum Islam dalam pengelolaan zakat di Indonesia diantaranya dengan lahirnya regulasi-regulasi pengelolaan zakat yang sejalan dengan hukum Islam. Pengelolaan zakat tidak dapat dilepaskan dari praktik hukum Islam. Pengelolaan zakat harus disokong dengan hukum Islam dan hukum Positif. Bertambahnya muzakki dan berkurangnya mustahik adalah indikator penting dalam pengelolaan zakat di Indonesia yang harus sejalan dengan hukum Islam dan hukum positif. 2) Instrumen zakat dapat mengentaskan kemiskinan dan menstabilkan keuangan Negara. Untuk menciptakan keadilan sosial, instrumen zakat memberikan ruang kepada mereka yang membutuhkan. Ruang tersebut tidak hanya berupa harta saja. Melainkan juga modal yang dapat digunakan untuk memulai usaha. Selain itu, agar terciptanya optimalisasi zakat, pemerintah harus ikut dalam memaksimalkan potensi zakat.  Jadi, pada dasarnya zakat memang dipandang sebagai suatu kewajiban. Namun, pada dasarnya juga dapat membantu menanggulangi kemiskinan dengan adanya zakat produktif.
HARMONISASI SYARI’AT DAN HAKIKAT DALAM PENERAPAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA: KAJIAN FALSAFAH TASYRI Hisbullah Hisbullah; Hanaping; Misbahuddin; Sabri Samin; Andi Moh. Rezki Darma; Mulham Jaki; Sofyan
Bilancia: Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Vol. 16 No. 2 (2022): BILANCIA
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/blc.v16i2.1361

Abstract

Shari'ah and Hakikah are two sciences in Islam that are seen as conflicting sciences. The science of Shari'ah which is oriented to the deeds of human birth and the science of hakikah oriented to the inner deeds of man. Both tend to be viewed differently in their practice. However, if understood and explored, the two sciences have a very close relationship and cannot be separated from practice. Man consisting of both lahiriyah and batiniyah elements desperately need both knowledge to achieve the goal of human creation, namely worship and worship God. The science of Shari'ah as a form of embodiment of human slavery through concrete behavior, while the science of nature as the embodiment of human slavery through abstract and only known emotional and inner activities of the individual who does it. Through the fusion of shari'ah and hakikah, the application of Islamic law can be enforced in a mannered manner with law enforcement through a method of gentle approach or upholding ihsan. The enforcement of Islamic law with ihsan has been enforced since the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him), enforcement in a polite manner is expected to uphold the sharia law of Islam to all human beings around the world without any violence and compulsion.