Sendayu, Fendahapsari Singgih
Program Studi BK, FKIP, Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN RESPECTFUL MIND BAGI MAHASISWA Pangestie, Esty Pan; Sendayu, Fendahapsari Singgih
Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2016): Edisi Januari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan & Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik atau kekhasan tiap individu menjadi sumber perbedaan yang ada diantara manusia dan sekaligus yang menciptakan keanekaragaman dalam hidup. Universitas sebagai salah satu komunitas kecil yang merupakan miniatur masyarakat menjadi sebuah bukti dari keanekaragaman tersebut. Mahasiswa yang beranekaragam, berarti memiliki pola perilaku yang berbeda dan semua perbedaan ini bukan hal yang mudah untuk bisa diterima, sehingga sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan sangat dibutuhkan. Salah satu modal agar dapat hidup di tengah keberagaman adalah harus memiliki pikiran merespek (respectful mind). Subjek penelitian adalah mahasiswa semester genap Prodi BK UNPAR tahun ajaran 2014/2015. Desain penelitian menggunakan rancangan eksperimen pretest-posttest control group design. Teknik analisis data menggunakan statistic nonparametrik dengan mengukur perbedaan antara pretest dan posttest dengan teknik analisis wilcoxon. Hasil dari penelitian yaitu metode experiential learning efektif untuk meningkatkan pikiran merespek (respectful mind) mahasiswa.
Internalization of Huma Betang Cultural Values through Narrative Counseling for Elementary Education Students Sunaryo Alidha Sunaryo; Fendahapsari Singgih Sendayu; Aldo Redho Syam
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 6, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jin.v6i1.3435

Abstract

The Dayak people in the city of Palangka Raya have made the philosophy of “huma betang” culture as a cultural value that regulates life together with the community with the understanding “where the earth is set, the sky is upheld there”. This “huma betang” culture also gives meaning to the Dayak people to be able to respect the customs that apply in their environment, so that it is hoped that it can create a safe and peaceful condition in the city of Palangka Raya without division and conflict. This study uses a qualitative research method with a gadamerian hermeneutic approach to interpreting the internalization of the values of “huma betang” cultural through narrative counseling, both symbolic, linguistic and non-linguistic for basic education students in the city of Palangka Raya. This study resulted in the finding that the internalization of “huma betang” cultural values through a narrative counseling approach for primary education students in Palangka Raya city consists of values of honesty, togetherness, kinship, mutual cooperation, and tolerance. The internalization of “huma betang” cultural values that have been carried out by counselors for basic education students in the city of Palangka Raya has been able to help students experience changes in self-understanding and openness through the use of students’ language or the actions they take to solve the problems they experience.
Cultural intelligence model based on value “pintar tuntang harati” for growing peace in senior high school students in Palangka Raya City Fendahapsari Singgih Sendayu; Sunaryo Alidha Sunaryo
AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education Vol 4, No 2 (2020): Januari-Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.836 KB) | DOI: 10.24269/ajbe.v4i2.2616

Abstract

Cultural intelligence is built on the ability of self to cultivate awareness in accommodating cultural experiences encountered in everyday life as a counterweight of cognitive intelligence that can be applied in certain attitudes in everyday life. Cultural intelligence occurs when there is interaction among a group of individuals, both social interaction and cultural interaction. Implementation of local cultural values in the development of the educational process becomes very important in an effort to strengthen the character of the nation. The value of the culture of local wisdom about "Pintar Tuntang Harati" which contains meaning related to attitude, the person said to be a person who has good attitude, praised, intelligent, tenacious, tough, able to control his emotions, know when to talk and when silent, responsible, respectful, skilled at putting himself environmentally, humbly and peace loving. The value of culture " Pintar Tuntang Harati " is the value of cultural intelligence of ancestral heritage that is important to be empowered in fostering peace education that is able to form the character of student peace in the form of attitude and behavior that shows love,affection, mutual respect,appreciate, and friendship on himself  or to someone else different from him.
Identification of Perceived Self-Efficacy to Predict Student’s Awareness in Career Readiness: Array Alfaiz Alfaiz; Hendra Hidayat; Hengki Yandri; Aprilia Tina Lidya Sari; Fendahapsari Singgih Sendayu; Septya Suarja; Arjoni Arjoni
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/igcj.v4i1.933

Abstract

Research found that self-efficacy has an important role in the development of students’ career cognitive skills. Besides, there still needs further research in self-efficacy, particularly in career readiness. The authors conduct this continuing study is to determine the effect of understanding perceived self-efficacy on student’s awareness in career readiness (mastery experience, vicarious experience, social persuasion, and emotional arousal). Data collected using a self-report of the Self-Efficacy Scale in Career Readiness (SESCR), semi-structured interview, and observation of student’s behavior between both participants with the high and low level of self-efficacy. In the current study, 100 students involved based on their convenience. Results showed that 66% of participants have a high mastery experience, 69% with high vicarious experience, 76% have a high percentage in social persuasion, and 70% have a high level of emotional arousal to understanding their career readiness. The results also showed perceived self-efficacy predicts student’s awareness of career readiness based on gender.
Pengembangan Panduan Pelatihan Dengan Teknik Biblioterapi Untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial (Social Intelligence) Siswa SMK Fendahapsari Singgih Sendayu
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 3 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.8 KB)

Abstract

Tugas konselor selain memperhatikan perkembangan kemampuan akademis siswa juga harus mengembangkan sosio-emosional siswa yang terangkum dalam pengembangan pribadi dan kecerdasan personal-sosial. Salah satu sikap yang menunjukkan individu cerdas secara personal-sosial dapat terlihat dalam bentuk kasih sayang, peduli sekitarnya, mampu mebawa diri, jujur, empati, menolong, menghargai, dan perhatian terhadap orang lain maupun kondisi sosial lingkungan sekitar.Kecerdasan sosial merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang siswa karena bertujuan membentuk pribadi siswa supaya menjadi manusia, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Salah satu teknik bimbingan yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kecerdasan sosial bagi siswa SMK yaitu melalui “Teknik Biblioterapi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan satu Panduan Pelatihan Kecerdasan Sosial (Social Intelligence) dengan menerapkan teknik biblioterapi yang efektif meningkatkan Kecerdasan Sosial.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan pendekatan Single Subject Research (SSR). Penelitian jenis ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan perilaku kecerdasan sosial siswa dan melihat ada tidaknya perbedaan sebelum dan setelah pemberian intervensi. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK yang memiliki kecerdasan sosial rendah dan sedang yaitu sebanyak 7 orang siswa. Biblioterapi ini menggunakan media cerpen dalam perlakuan. Data dianalisis menggunakanuji efektifitas pada kelompok terbatas dengan rancangan singgle subject design model A-B. Hasil perhitungan data penelitian dapat disimpulkan bahwa biblioterapi efektif untuk meningkatkan kemampuan, pemahaman, sikap, dan tingkah-laku kecerdasan sosial siswa SMK. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi konselor untuk menggunakan media ini dalam kegiatan bimbingan untuk pengembangan pribadi dan kecerdasan personal-sosial salah satunya adalah kecerdasan sosial.
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Stress Mahasiswa dalam Menyusun Skripsi di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Iain Bukittinggi Syawaluddin Syawaluddin; Halida Halida; Nurfarida Deliani; Fendahapsari Singgih Sendayu
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10251

Abstract

Salah satu yang mempengaruhi stress mahasiswa dalam menyusun skripsi adalah dukungan sosial yang diterima mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Stress Mahasiswa dalam Menyusun Skripsi di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi yang sedang menjalani proses penyusunan skripsi berjumlah 224 mahasiswa. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportional Random Sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 144 mahasiswa. Skala yang digunakan adalah skala dukungan sosial, hardiness dan stress yang disusun dan dikembangkan sendiri oleh peneliti. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif menggunakan mean hipotetic; untuk uji hipotesis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh negatif dan signifikan dari variabel dukungan sosial (X) terhadap stress (Y) mahasiswa dalam menyusun skripsi dengan nilai signifikan sebesar 0.02 < 0.05 dan nilai koefesien standardized coefficient (Beta) sebesar -0.270.
Modul Bimbingan Konseling Anti Squad Untuk Menegaskan Sikap Anti Kekerasan Seksual dan Keseteraan Gender Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Ryan Hidayar Rafiola; Mudafiatun Isriyah; Hastiani Hastiani; Fendahapsari Singgih Sendayu
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5641

Abstract

Fenomena kekerasan seksual pada remaja awal jenjang sekolah menengah pertama juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rendahnya pengetahuan remaja tentang seksualitas, kurangnya pengawasan dari orang tua dan sekolah, serta budaya patriarki yang memandang rendah dan menguatkan perempuan. perilaku kekerasan. Hasil penyebaran angket kepada siswa SMP dan guru BK di Kalimantan Tengah, Pontianak, Gorontalo dan Jawa Timur menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan dan sikap tentang kekerasan seksual pada remaja awal tingkat SMP masih perlu ditingkatkan. . Oleh karena itu, perlu adanya upaya komprehensif untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual pada remaja awal di tingkat sekolah menengah pertama agar tercipta kehidupan yang aman, adil dan bermartabat bagi semua kelompok, termasuk remaja. Fakta menunjukkan bahwa kekerasan seksual terhadap remaja merupakan masalah yang sangat serius dan berdampak pada kesejahteraan fisik dan mental remaja. Selain itu, gender dan kesetaraan gender juga menjadi isu yang sangat penting dan mempengaruhi kehidupan remaja sehari-hari. Modul BK “Pasukan Anti-KS” bertujuan untuk menekankan sikap anti kekerasan seksual dan kesetaraan gender di kalangan siswa SMP. Modul ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kekerasan seksual dan dampaknya, menghapuskan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, termasuk kekerasan seksual, dan mendorong kesetaraan gender di kalangan siswa. Oleh karena itu, diperlukan Modul BK “Pasukan Anti-KS” bagi remaja awal tingkat sekolah menengah pertama untuk memastikan remaja mendapatkan pendidikan dan dukungan yang tepat untuk mencegah kekerasan seksual dan mencapai tujuan pembangunan. berkelanjutan nomor 5. Modul ini juga dapat membantu mengurangi risiko kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.