Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation pada Materi Geometri Berbantuan Geogebra Ditinjau dari Self-Efficacy Muslim Muslim; Abd. Haris
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi geometri berbantuan Geogebra ditinjau dari self-efficacy. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non equivalent group design. Penelitian ini diambil secara acak dua kelas yaitu kelas eksperimen diberikan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan Geogebra dan kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket self-efficacy. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi Geometri berbantuan Geogebra dan pembelajaran konvensional, menggunakan analisis one sample t-test pada taraf signifikan 5%. Perbedaan keefektifan diukur menggunakan two group MANOVA dengan kriteria T2 Hottelling pada taraf signifikansi 5%. Selanjutnya untuk mengetahui perbandingan keefektifan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi geometri berbantuan Geogebra dan pembelajaran Konvensional data dianalisis secara univariat dengan independent t test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi Geometri berbantuan Geogebra efektif ditinjau dari self-efficacy, (2) metode pembelajaran konvensional efektif ditinjau dari self-efficacy, dan (3) model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi Geometri berbantuan Geogebra lebih efektif dibandingkan dengan metode Konvensional ditinjau dari self-efficacy.
Pengaruh Metode Reciprocal Teaching terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Kelas X di SMA Kae Woha Tahun Pelajaran 2017/2018 Nurhayati Sarib; Mariamah Mariamah; Muslim Muslim; Fatmah Fatmah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v8i1.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Reciprocal Teaching terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X di SMA KAE Woha tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen (Eksperimen Semu). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA KAE Woha yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas X MIA/IPA-I sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA/IPA-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif adalah soal esay. Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika thitung ≥ ttabel atau nilai signifikansi lebih kecil 0,05 pada taraf sinikansi α =5%. Hasil Uji hipotesis menggunakan bantuan program SPSS 16 for window menunjukkan nilai t = 4,128 atau nilai signifikansi sebesar 0,000. Jika dikaitkan dengan nilai signifikansi 0,05 dan nilai t hitung maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode reciprocal teaching terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
Analisis Kualitatif Etnomatematika Dari Destinasi Wisata Uma Lengge M Mariamah; M Muslim; A Amrullah; Prayitno S
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 4 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.5 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i4.1985

Abstract

Destinasi wisata Uma Lengge merupakan warisan budaya masyarakat Bima yang memiliki nilai etnomatematika. Nilai etnomatematika tersebut belum banyak diaplikasikan dalam pembelajaran matematika dan mengakibatkan pembelajaran  matematika di sekolah belum dapat menampilkan konteks nyata yang berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari siswa. Tujuan tulisan ini adalah untuk menganalisis beberapa bentuk geometri apa saja yang terdapat dalam struktur Uma Lengge tersebut agar nantinya dijadikan sebagai referensi bagi guru untuk menerapakan etnomatematika dari destinasi Uma Lengge dalam pembelajaran matematika di SD. Tulisan ini dilakukan dengan penelitian deksriptif kualitatif. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi dan wawancara. Hasil dokumentasi dan wawancara akan dianalisis secara kualitatif mulai dari reduksi data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian bahwa destinasi Uma Lengge memiliki nilai etnomatematika berbentuk geometri seperti: 1) trapesium sama kaki, 2) segititiga, 3) Persegi, 4) persegipanjang dan yang terakhir adalah 5) segitiga siku-siku. Etnomatematika dari destinasi Uma Lengge dapat digunakan sebagai alat peraga dalam pembelajaran matematika Sekolah Dasar (SD) materi geometri/bangun datar dengan tujuan agar siswa mudah memahami materi yang disampaikan karena bahan ajar Uma Lengge sudah dikenal oleh siswa. Selain itu, siswa juga dapat mengenal lebih mendalam tentang destinasi Uma Lengge sebagai warisan budaya suku Bima.
Pengaruh Metode Mind Mapping Bersetting Team Game Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Muslim Muslim
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.526 KB) | DOI: 10.36312/jime.v5i1.697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Mind Mapping bersetting team game tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 palibelo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Palibelo yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen dengan pendekatan Mind Mapping bersetting team game tournament (TGT) dan kelas VIII-E sebagai kelas kontrol dengan metode pembelajaran konvensional.Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes meningkatkan prestasi belajar berupa pret-test dan post-test berbentuk uraian.Berdasarkan hasil analisis data kelas eksperimen kelas eksperimen diperoleh nilai t-hitung adalah 9.544dan signifikannya adalah 0,749 0,05 sehingga H0 ditolak  atau  pendekatan  mind mapping bersetting(TGT)  tidak berpengaruh untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Sedangkan Pada kelas kontrol pembelajaran dengan metode ceramah dengan test-value 70 diperoleh t-hitung = 1,447 dengan hasil signifikan 0,161> 0,05, maka H0 diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode ceramah tidak berpengaruh untuk meningkatkan prestasi belajar siswa
PELATIHAN BAHASA PEMROGRAMAN MAPLE UNTUK GURU MATEMATIKA DAN IPA SMA SEDERAJAT Muhammad Ghazali; Muslim Muslim; Ramdani Purnamasari
JAMAIKA: JURNAL ABDI MASYARAKAT Vol 1, No 2 (2020): JUNI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.606 KB)

Abstract

Guru yang berkualitas memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Pada saat pembelajaran, guru selalu berinteraksi dengan siswa yang mempunyai kemampuan atau potensi yang berbeda-beda. Dalam hal pembelajaran, komputer sudah menjadi alat bantu yang lazim digunakan di berbagai tingkatan sekolah. Software-software komputer untuk menyelesaikan masalah di bidang matematika juga tersedia, namun belum begitu dikenal oleh para guru maupun siswa. Kabid PTK guru-guru SMA di DIKBUDPORA Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan bahwa masih ada sebagian guru yang kemampuan komputernya kurang. Hal tersebut tergambar dari Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2019 menunjukkan bahwa rata-rata nilai UKG kecamatan Belo masih tergolong rendah dibanding kecamatan lain di Kabupaten Bima. Mengatasi hal ini, dibutuhkan sebuah strategi ataupun teknologi sebagai faktor pendukung untuk keberhasilan tujuan pendidikan, khususnya mata pelajaran Matematika. Pengabdian ini memperkenalkan bahasa pemrograman Maple kepada guru-guru Matematika dan IPA di SMA Sederajat dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam memahami dan menyelesaikan hitungan matematika dengan program tersebut. Tahapan pengabdian terdiri dari kegiatan sosialisasi, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pelatihan ini yakni adanya tanggapan dan respon yang baik serta positif dari para peserta yang menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini cukup berhasil. Dengan demikian, pelatihan bahasa pemrograman Maple dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan guru dalam memahami dan menyelesaikan hitungan matematika guru matematika dan IPA SMA Sederajat.
Exploring Polya's Problem-Solving Stages, Cognitive Components, and Role Change Dynamics in Mathematical Problem-Solving Discussions Abdul Haris; Muslim Muslim; Mutmainah Mutmainah; Adi Apriadi Adiansha
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 16, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v16i2.pp910-930

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of integrating Polya's problem-solving stages with commognitive discourse practices in collaborative learning, and to describe the associations among Polya's stages, commognitive components, and the dynamics of role change in mathematical problem-solving discussions, as well as their contributions to the development of mathematical thinking quality. A quantitative approach with a quasi-experimental Non-Equivalent Control Group Design was employed. Participants were pre-service teacher students at STKIP Taman Siswa Bima, assigned to an experimental class (n = 30) and a control class (n = 30). Data were collected using a mathematics problem-solving test based on Polya's four stages and structured observation instruments that measured cognitive components and changes in discussion roles. Data analysis included Rasch-model-based instrument quality testing, normality and homogeneity prerequisite tests, a paired-samples t-test for each class separately to assess within-group pre-post differences (df = 29 per class), an independent-samples t-test on N-Gain scores to compare treatment effectiveness between classes (df = 58), and an N-Gain analysis to assess treatment effectiveness. Instruments demonstrated strong validity (PTMEA Corr. = 0.40–0.65) and high reliability (person reliability = 0.87–0.88). The experimental class showed significantly greater improvement in mathematical problem-solving ability than the control class (posttest means: 49.5 vs. 43.7). The paired t-test confirmed a significant pre–post improvement in the experimental class [t(29) = 2.435, p = 0.021] but not in the control class [t(29) = 1.295, p = 0.206]. Observational data indicated that activation of commognitive components:  consistent use of mathematical terms, visual mediators, and justification narratives, and the emergence of dynamic role changes during discussion were associated with improvements in problem-solving quality. Mathematical problem solving develops more effectively when Polya's heuristic stages are integrated with cognitive-discursive practices that foster epistemic role changes in collaborative discussions. This integration offers an innovative framework for designing meaningful, discussion-based mathematics learning. Keywords: mathematical problem solving, Polya’s stages, commognitive, collaborative discussion, role change.
Impact of Ethnomathematics-Based Learning on Mbojo Students’ Mathematical Communication Skills in Indonesia Mariamah Mariamah; Nanang Diana; Adi Apriadi Adiansha; Muslim Muslim; Khusnul Khatimah
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i2.19875

Abstract

Mathematical communication skills are essential for enabling students to express mathematical ideas, use representations, and explain reasoning clearly. However, elementary students often experience difficulties in using mathematical symbols, interpreting visual representations, and presenting problem-solving steps systematically. This study examined students’ mathematical communication skills after the implementation of ethnomathematics-based learning using Mbojo cultural contexts. A quasi-experimental method with a one-group posttest-only design was employed. The participants were 15 fourth-grade students selected through total sampling. Data were collected using a mathematical communication skills test and analyzed using a one-sample t-test with a benchmark score of 70, based on the Minimum Mastery Criteria. The results showed that students’ mean score was 73.87, which was significantly higher than the benchmark, t(14) = 2.822, p = .015. These findings indicate that ethnomathematics-based learning using Mbojo cultural contexts can support students’ mathematical communication skills. However, due to the absence of a pretest and control group, the findings should be interpreted as evidence of students’ achievement above the benchmark rather than strong causal evidence.
Improving the Process of Understanding the Representation of Spatial Shapes Through the Problem-Based Learning Model Assisted by Ethnomathematics in Junior High School Students Sika Sika; Mohd Fakri Muda; Mohd Razmi Zainudin; Nanang Diana; Mariamah Mariamah; Syarifudin Syarifudin; Muslim Muslim
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.20774

Abstract

This study examines the comparative improvement in junior high school students’ understanding of spatial shape representation through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by Ethnomathematics. The study employed a quasi-experimental Non-Equivalent Control Group Design involving 60 seventh-grade students at a junior high school in Bima Regency, consisting of an experimental class (n=30) and a control class (n=30). The intervention was conducted over four weeks through learning activities integrating local Bima cultural contexts, such as Uma Lengge vernacular architecture, into problem-solving and group discussion activities related to spatial geometry concepts. Pretest results indicated relatively comparable initial abilities between the experimental class (M=59.53) and the control class (M=59.00), while posttest results showed higher achievement in the experimental class (M=81.03) compared to the control class (M=69.97). An independent samples t-test yielded t=4.699 with p<0.001, indicating a statistically significant difference between the two groups. N-Gain analysis showed a moderate improvement in the experimental class (0.557) and a low improvement in the control class (0.272). Furthermore, Cohen’s d effect size analysis produced a value of 1.213, indicating a large practical effect. The findings suggest that integrating ethnomathematics within the PBL framework may support students in connecting cultural representations with mathematical concepts and contribute to the development of culturally contextualized mathematics learning in junior high schools.
ANALISIS KESULITAN SISWA SMP NEGERI 3 BOLO DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI TAKSONOMI BLOOM DAN RESILIENSI MATEMATIS Nurul Ismiati; Nurrahmah Nurrahmah; Abdul Haris; Muhammad Yusuf; Arif Rahman Hakim; Muslim Muslim
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12586

Abstract

ABSTRACT Mathematical problem-solving ability in Two-Variable Linear Equation System (TVLES) word problems remains a major challenge for many students because it requires both Higher Order Thinking Skills (HOTS) and the resilience to cope with learning difficulties. This study aimed to describe students' mathematical problem-solving ability in solving TVLES word problems from the perspective of mathematical resilience. The study employed a qualitative approach with a descriptive-exploratory design. The participants consisted of three ninth-grade students from SMP Negeri 3 Bolo, who were purposively selected to represent high, moderate, and low levels of mathematical resilience. Data were collected through a mathematical problem-solving test, a mathematical resilience questionnaire, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. The findings revealed that students with high mathematical resilience were able to complete problem-solving stages more comprehensively than those with moderate and low resilience. The primary difficulties were found in Higher Order Thinking Skills (HOTS), particularly at the analyzing, evaluating, and creating levels of the revised Bloom's Taxonomy. This study concludes that mathematical resilience contributes positively to students' mathematical problem-solving ability. Furthermore, the study provides empirical evidence regarding the relationship between mathematical resilience and problem-solving stages based on the revised Bloom's Taxonomy, which may serve as a foundation for designing more adaptive and meaningful mathematics learning strategies. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah matematika pada soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) masih menjadi tantangan bagi banyak siswa karena menuntut penguasaan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta ketahanan dalam menghadapi kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari resiliensi matematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 3 Bolo yang dipilih secara purposive untuk mewakili kategori resiliensi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah, angket resiliensi matematis, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan resiliensi matematis tinggi mampu menyelesaikan tahapan pemecahan masalah secara lebih lengkap dibandingkan siswa dengan resiliensi sedang dan rendah. Hambatan utama ditemukan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, terutama pada aspek menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta sesuai Taksonomi Bloom revisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi matematis berperan dalam mendukung kemampuan pemecahan masalah matematika, sehingga penguatan aspek afektif dan kognitif perlu diintegrasikan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV secara lebih efektif dan bermakna.
Developing TaRL Audio Strategies Integrated with Bima Local Wisdom for Visual Impairment Students Ilyas Ilyas; Ahyar Ahyar; Mafrur Udif Nofaizzi; Syarifudin Syarifudin; Arif Rahman Hakim; Muslim Muslim
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 18, No 1 (2025): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mad.v18i1.37049

Abstract

Listening literacy is a fundamental skill that plays a crucial role in the cognitive development and communication skills of blind students. For blind students, listening literacy is the primary means of learning and understanding various social and cultural contexts in their environment. Their reliance on hearing makes audio media a crucial learning instrument. However, the availability of appropriate audio learning media for blind students is still very limited. In Bima, there is no audio media for children's stories containing Bima local wisdom for learning for blind students. Consequently, the Research and Development Agency of the Ministry of Education and Culture noted that more than 60% of blind elementary school students have not been able to achieve the minimum standard in listening skills for audio-based narrative and descriptive texts. This study aims to produce audio media for children's stories based on Teaching at the Right Level (TaRL) containing the Bima local wisdom of Ngaha Aina Ngoho as a means of improving listening literacy for blind students. The method used is the 4D development model (define, design, develop, disseminate). The define stage reveals the limitations of contextual media that suit students' needs. In the design stage, a story script was prepared with three levels of difficulty based on the results of the TaRL assessment. The development stage showed validation results from six experts with an average score of 90.7% (very feasible category), and a limited trial on five students obtained an average N-Gain of 0.67 (medium-high category). In the dissemination stage, the media received a positive response from teachers because it was considered practical, relevant, and interesting. This audio media for children's stories containing the local wisdom of Bima Ngaha Aina Ngoho will certainly be very useful as a learning medium for blind students in listening literacy.