Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MODEL PERIODIK DAN STOKASTIK DATA PASANG SURUT JAM-JAMAN DARI PELABUHAN PANJANG Ahmad Zakaria
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 19, No 1 (2015): Edisi April 2015
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study are intended to compare periodic and stochastic tide models generated by using FFT frequencies and astronomic frequencies. The Fourier series are used to simulated peri- odic model, and the autoregressive method is employed to simulate stochastic model. 253 domi- nant FFT frequencies and 9 astronomic frequencies are used as constituent frequencies to simulate periodic models. 512 hours of data are used for the model. Results of this study present that the periodic and stochastic models using the FFT frequencies give more accurate results than periodic and stochastic models by using the astronomic frequen - cies.
Correlation of BMKG with TRMM for daily and monthly rainfall series in Banten region Ahmad Zakaria; Sumiharni Sumiharni
Journal of Engineering and Scientific Research Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Lampung Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, Indonesia 35141

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.154 KB) | DOI: 10.23960/jesr.v4i1.78

Abstract

Daily and monthly rainfall data series are necessary data for planning purposes in Civil Engineering and other fields. Incomplete rainfall data often occurs, so that rainfall data must be estimated based on rainfall data from several other nearby locations. The addition of rainfall data can lead to inaccurate planning. Rainfall data used for planning in the civil engineering sector is usually taken from the BMKG station. This data is taken from the rainfall station above the ground. Besides, that can also produce rainfall data from TRMM. Can take rainfall data from TRMM at all locations according to a coordinate of location. This rainfall data denotes an average rainfall taken from the satellite approximately 250 meters above the ground surface. An equation will be obtained by comparing the daily and monthly rainfall data from the two data sources. Based on TRMM rainfall, we can use the equation to estimate ground rainfall in a location. In this study, daily rainfall, monthly rainfall, the spectrum of daily and monthly rainfall data from BMKG are compared with rainfall and the spectrum of daily and monthly rainfall data from TRMM. The analysis results show that the monthly rainfall data from TRMM and BMKG correlate better than daily rainfall data.
Analisis Penentuan Lokasi Optimal Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dan Keterjangkauannya Menggunakan Pendekatan Sistem Informasi Geografis dan Machine Learning di Kota Bandar Lampung Aulia Ade Rahayu; Ahmad Zakaria; Rahma Anisa
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat, namun ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih terbatas. Di Kota Bandar Lampung hanya terdapat 10 SPKLU yang sebagian besar terkonsentrasi di pusat kota, sehingga wilayah pinggiran belum terlayani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal pembangunan SPKLU serta mengevaluasi keterjangkauan layanannya melalui analisis spasial. Metode penelitian menggabungkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan algoritma Multi-Layer Perceptron (MLP). Analisis mempertimbangkan tiga parameter utama, yaitu kedekatan dengan permukiman (shared residential), jalan utama (en-route), dan pusat aktivitas (destination). Model MLP menghasilkan peta area optimal di wilayah pusat maupun luar kota, sedangkan analisis buffer digunakan untuk menilai jangkauan pelayanan SPKLU eksisting. Hasil penelitian menunjukkan dua keluaran utama, yaitu peta sebaran lokasi optimal dan 51 titik SPKLU baru yang direkomendasikan di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung. Sebaran tersebut menunjukkan pemerataan infrastruktur dengan minimal dua titik di setiap kecamatan, mencakup area permukiman padat, kawasan pendidikan, jalur transportasi utama, serta zona kegiatan ekonomi. Analisis buffer memperlihatkan bahwa jangkauan pelayanan SPKLU optimal telah mencakup hampir seluruh wilayah dengan radius rata-rata di bawah 2,5 km, sehingga akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian daya meningkat secara signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemerataan infrastruktur energi bersih untuk mendukung transisi menuju sistem transportasi rendah emisi di perkotaan.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN LINGKUNGAN DI PROVINSI LAMPUNG Redhinansyah Kurniawan Jaya; Rahayu Sulistiyorini; Masdar Helmi; Ahmad Herizon; Ahmad Zakaria
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5223

Abstract

Jalan lingkungan merupakan sarana transportasi utama di kawasan permukiman yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kegiatan sosial ekonomi. Kondisi jalan yang baik dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi transportasi di lingkungan perumahan. Sebaliknya, kerusakan jalan dapat menghambat aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan jalan lingkungan di lima kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Jalan Kelurahan Bumi Kedamaian (Bandar Lampung), Jalan Kelurahan Banjar Agung (Lampung Selatan), Jalan Desa Candi Mas (Lampung Utara), Jalan Kelurahan Teluk Dalam (Lampung Tengah), dan Jalan Desa Banjar Agung (Tulang Bawang). Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan metode persentase tingkat kerusakan, yang dikategorikan menjadi tiga klasifikasi, yaitu rusak ringan (10–25%), rusak sedang (25–55%), dan rusak berat (>55%). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh variasi tingkat kerusakan di setiap lokasi penelitian. Nilai tertinggi sebesar 100% ditemukan di Jalan Kelurahan Banjar Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang menunjukkan kondisi rusak berat dan memerlukan perbaikan segera. Sementara itu, tingkat kerusakan terendah sebesar 5% ditemukan di Jalan Desa Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, yang masih tergolong baik dan layak digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kerusakan jalan lingkungan di Provinsi Lampung bervariasi antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan strategi perbaikan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, meliputi perbaikan lapisan permukaan (overlay) pada jalan rusak ringan, penambalan (patching) dan perbaikan drainase pada jalan rusak sedang, serta rekonstruksi total pada jalan rusak berat
Merancang Pemodelan Gerusan Lokal pada Pilar Jembatan Menggunakan Metode HEC-18 Berbasis Python Ahmad Herison; Fathan Naufal Ahsan; Yuda Romdania; Ahmad Zakaria
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1276

Abstract

Abstrak   Gerusan lokal mengancam kestabilan pilar jembatan saat banjir, sementara perhitungan manual metode HEC-18 lambat dan rentan kesalahan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan arus sungai deras. Penelitian bertujuan mengembangkan model perhitungan gerusan berbasis metode HEC-18 untuk mendukung analisis yang lebih cepat dan akurat. Metode ini diterapkan dalam pengembangan aplikasi berbasis Python yang dilengkapi dengan visualisasi 2D dan potongan, sehingga mempermudah analisis dampak gerusan terhadap jembatan secara lebih intuitif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak hanya mempercepat proses perhitungan dibandingkan metode manual, tetapi juga secara signifikan mengurangi potensi kesalahan manusia serta memberikan solusi yang lebih efektif dan akurat dalam menjaga keberlanjutan jembatan. Kesimpulnya adalah penelitian ini berhasil mengembangkan model perhitungan gerusan berbasis metode HEC-18 dalam bentuk aplikasi untuk mendukung analisis yang lebih cepat dan akurat.   Kata kunci: simulasi numerik, pemodelan hidraulika, keamanan jembatan, analisis aliran sungai, analisis fondasi jembatan.     Abstract   Local scour threatens the stability of bridge piers during floods, while manual calculation using the HEC-18 method is slow and prone to errors, especially in areas with high rainfall and strong river currents. This research aims to develop a scour calculation model based on the HEC-18 method to support faster and more accurate analysis. This method is implemented in a Python-based application equipped with 2D and cross-sectional visualizations, making it easier to analyze the impact of scour on bridges more intuitively. The results show that this application not only accelerates the calculation process compared to the manual method but also significantly reduces the potential for human error and provides a more effective and accurate solution in maintaining bridge sustainability. The conclusion is that this research successfully develops a scour calculation model based on the HEC-18 method in the form of an application to support faster and more accurate analysis.   Keywords: numerical simulation, hydraulic modeling, bridge safety, river flow analysis, bridge foundation analysis.
Analisis Perbandingan Metode Penentuan NFR Berbasis Data Empiris dan Pengukuran Aktual untuk Optimasi Jaringan Irigasi eko widarsono; Yuda Romdania; Ofik Purwadi; Ahmad Zakaria; Ahmad Herison
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1301

Abstract

Debit saluran Way Gemol III Kanan adalah 0,056 m3/det dengan luas layanan 28 Ha dan koefisien efisiensi saluran primer 0,65, sehingga apabila dilakukan analisis secara empiris, maka didapat NFR sebesar 1,33 L/detik/ha. Analisis NFR empiris sudah sering dilakukan, tetapi belum pernah dilakukan perbandingan dengan pengukuran aktual yang dapat merepresentasikan kondisi langsung lapangan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan metode empiris dengan pengukuran aktual dalam mempengaruhi efisiensi desain dan distribusi jaringan irigasi Way Gemol. Metode yang diterapkan menggunakan metode empiris FAO (Penman) dan pengukuran aktual yang dilakukan selama 6 hari pada lahan demplot dengan cara pemberian air intermittent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka NFR metode empiris FAO (Penman) didapat sebesar 11,49 mm/hari atau 1,33 L/det/Ha dan angka NFR metode pengukuran aktual sebesar 14,83 mm/hari atau 1,72 L/det/Ha. Jika dibandingkan, terlihat bahwa adanya perbedaan angka NFR dari kedua metode yang menunjukkan bahwa NFR aktual lebih besar 0,39 L/det/Ha daripada NFR empiris. Perbedaan angka NFR metode empiris dan metode aktual dipengaruhi beberapa faktor penyebab antara lain: jenis tanah, data hidroklimatologi yang tidak representatif, serta waktu dan durasi penelitian yang singkat. Kesimpulan adalah, jika hasil pengukuran aktual menunjukkan angka NFR lebih tinggi dibandingkan metode empiris, maka penggunaan nilai tertinggi dari keduanya menjadi pendekatan konservatif yang lebih aman dan rasional dalam mendesain saluran irigasi.
Pola Curah Hujan di Provinsi Indonesia Saat El-Nino dan La-Nina: Analisis Periodogram FFT dan Lomb Melly Nugraheni; Ahmad Zakaria; Endro Prasetyo Wahono; Dyah Indriana Kusumastuti; Ahmad Herison
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 2 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i2.65646

Abstract

Indonesia is a country affected by the El Nino and La Nina climate anomalies. The provinces of Aceh, Central Kalimantan, and Maluku are three regions representing parts of Indonesia that have a variety of rainfall distribution and climatic conditions. This research was conducted to determine the influence of the El Nino and La Nina climate anomalies on these three regions by looking at the areas that have a dominant influence due to these climate anomalies. The research used BMKG Indonesia rainfall data with a total of 16 rainfall stations and a data range of 22 years. The methods used for modeling are the Fast Fourier Transform (FFT) and Lomb Periodogram to obtain rainfall spectrum data. Then, the amplitude value was obtained, and a comparison of the data from the two methods was carried out to determine the recurrence value and the area with the highest impact due to climate anomalies. The results of data analysis according to the FFT and Lomb Periodogram showed that the highest affected area was the eastern part of Indonesia, namely Maluku Province, with the dominant frequency according to the FFT method being 5.61 years with a PSD of 7.67 mm2 and the Lomb Periodogram 6.06 years with a PSD of 18.64 mm2. Based on the average PSD value, using both FFT and Lomb Periodograms, it also shows that the influence of El Nino and La Nina is greatest in the eastern part of Indonesia; as you move towards the west, this influence decreases. The smallest influence occurred in western Indonesia. This shows that the influence of ENSO is more dominant than the influence of IODM.