Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ONTOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN PERAN WORLDVIEW TAUHID ISLAM SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEBENARAN ILMU DISEKOLAH DASAR Dasmarni; Sri Murhayati
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi landasan ontologis dalam perspektif Islam yang berakar pada worldview Tauhid dan pengaruhnya terhadap konsep kebenaran ilmu di Sekolah Dasar (SD). Tantangan pendidikan saat ini adalah dominasi paradigma sekuler-positivistik yang memisahkan antara dimensi fisik dan metafisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka (library research) dengan analisis deskriptif-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi Islam memandang realitas sebagai kesatuan ayat-ayat Allah yang mencakup alam syahadah dan alam gaib. Worldview Tauhid berperan sebagai integrator yang meniadakan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Implikasinya pada pendidikan dasar adalah redefinisi kebenaran ilmu yang tidak hanya berhenti pada fenomena empiris, tetapi juga mengarah pada pengenalan Sang Pencipta (Ma’rifatullah). Kurikulum SD harus mengintegrasikan nilai Tauhid agar ilmu pengetahuan menjadi sarana pembentukan karakter dan keimanan siswa sejak dini.
EPISTEMOLOGI MODERN RASIONALISME VS EMPERISME DAN KRITISISME, PRAGMATISME VS POSITIVISME SERTA IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN DAN PEMBELAJARAN DI PGMI Missy Mairista; Sri Murhayati
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1890

Abstract

Epistemologi modern merupakan landasan filosofis penting dalam memahami hakikat, sumber, dan validitas pengetahuan yang berimplikasi langsung terhadap pengembangan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif aliran-aliran utama dalam epistemologi modern, yaitu rasionalisme, empirisme, kritisisme, pragmatisme, dan positivisme, serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran dalam konteks Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasionalisme menekankan peran akal sebagai sumber utama pengetahuan, empirisme menitikberatkan pengalaman indrawi, sementara kritisisme berupaya mensintesiskan keduanya. Selanjutnya, pragmatisme memandang kebenaran dari segi manfaat praktis, sedangkan positivisme menekankan verifikasi empiris melalui metode ilmiah. Implikasi epistemologi modern dalam PGMI terlihat pada pengembangan kurikulum yang holistik, tidak dogmatis, dan integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, serta pada pembelajaran yang mendorong penalaran logis, pengalaman langsung, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah nyata. Selain itu, pemahaman epistemologi modern menuntut transformasi peran guru PGMI menjadi fasilitator yang reflektif dalam membimbing siswa membangun pengetahuan secara aktif. Dengan demikian, epistemologi modern memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, relevan, dan bermakna di Madrasah Ibtidaiyah.
FENOMENOLOGI DAN HERMANEUTIKA Anusirwan Hamidi Harahap; Sri Murhayati
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1930

Abstract

Fenomenologi dan hermeneutika merupakan dua pendekatan filosofis yang berperan penting dalam memahami realitas sosial dan pengalaman manusia. Fenomenologi menekankan pada pengungkapan makna pengalaman subjektif individu sebagaimana dialami secara langsung, sedangkan hermeneutika berfokus pada proses penafsiran makna terhadap teks, bahasa, dan tindakan sosial dalam konteks historis dan kultural tertentu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, karakteristik, serta relevansi fenomenologi dan hermeneutika dalam kajian ilmu sosial dan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap karya-karya utama para tokoh fenomenologi dan hermeneutika. Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomenologi dan hermeneutika memiliki keterkaitan yang erat dan saling melengkapi dalam upaya memahami makna terdalam dari pengalaman manusia. Fenomenologi memberikan landasan deskriptif terhadap pengalaman hidup, sementara hermeneutika memperkaya pemahaman melalui proses interpretasi yang dialogis dan kontekstual. Dengan demikian, integrasi kedua pendekatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metodologi penelitian kualitatif yang berorientasi pada pemahaman makna.