Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ONTOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN PERAN WORLDVIEW TAUHID ISLAM SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEBENARAN ILMU DISEKOLAH DASAR Dasmarni; Sri Murhayati
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi landasan ontologis dalam perspektif Islam yang berakar pada worldview Tauhid dan pengaruhnya terhadap konsep kebenaran ilmu di Sekolah Dasar (SD). Tantangan pendidikan saat ini adalah dominasi paradigma sekuler-positivistik yang memisahkan antara dimensi fisik dan metafisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka (library research) dengan analisis deskriptif-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi Islam memandang realitas sebagai kesatuan ayat-ayat Allah yang mencakup alam syahadah dan alam gaib. Worldview Tauhid berperan sebagai integrator yang meniadakan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Implikasinya pada pendidikan dasar adalah redefinisi kebenaran ilmu yang tidak hanya berhenti pada fenomena empiris, tetapi juga mengarah pada pengenalan Sang Pencipta (Ma’rifatullah). Kurikulum SD harus mengintegrasikan nilai Tauhid agar ilmu pengetahuan menjadi sarana pembentukan karakter dan keimanan siswa sejak dini.
EPISTEMOLOGI MODERN RASIONALISME VS EMPERISME DAN KRITISISME, PRAGMATISME VS POSITIVISME SERTA IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN DAN PEMBELAJARAN DI PGMI Missy Mairista; Sri Murhayati
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1890

Abstract

Epistemologi modern merupakan landasan filosofis penting dalam memahami hakikat, sumber, dan validitas pengetahuan yang berimplikasi langsung terhadap pengembangan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif aliran-aliran utama dalam epistemologi modern, yaitu rasionalisme, empirisme, kritisisme, pragmatisme, dan positivisme, serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran dalam konteks Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasionalisme menekankan peran akal sebagai sumber utama pengetahuan, empirisme menitikberatkan pengalaman indrawi, sementara kritisisme berupaya mensintesiskan keduanya. Selanjutnya, pragmatisme memandang kebenaran dari segi manfaat praktis, sedangkan positivisme menekankan verifikasi empiris melalui metode ilmiah. Implikasi epistemologi modern dalam PGMI terlihat pada pengembangan kurikulum yang holistik, tidak dogmatis, dan integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, serta pada pembelajaran yang mendorong penalaran logis, pengalaman langsung, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah nyata. Selain itu, pemahaman epistemologi modern menuntut transformasi peran guru PGMI menjadi fasilitator yang reflektif dalam membimbing siswa membangun pengetahuan secara aktif. Dengan demikian, epistemologi modern memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, relevan, dan bermakna di Madrasah Ibtidaiyah.
FENOMENOLOGI DAN HERMANEUTIKA Anusirwan Hamidi Harahap; Sri Murhayati
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1930

Abstract

Fenomenologi dan hermeneutika merupakan dua pendekatan filosofis yang berperan penting dalam memahami realitas sosial dan pengalaman manusia. Fenomenologi menekankan pada pengungkapan makna pengalaman subjektif individu sebagaimana dialami secara langsung, sedangkan hermeneutika berfokus pada proses penafsiran makna terhadap teks, bahasa, dan tindakan sosial dalam konteks historis dan kultural tertentu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, karakteristik, serta relevansi fenomenologi dan hermeneutika dalam kajian ilmu sosial dan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap karya-karya utama para tokoh fenomenologi dan hermeneutika. Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomenologi dan hermeneutika memiliki keterkaitan yang erat dan saling melengkapi dalam upaya memahami makna terdalam dari pengalaman manusia. Fenomenologi memberikan landasan deskriptif terhadap pengalaman hidup, sementara hermeneutika memperkaya pemahaman melalui proses interpretasi yang dialogis dan kontekstual. Dengan demikian, integrasi kedua pendekatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metodologi penelitian kualitatif yang berorientasi pada pemahaman makna.
Development of Artificial Intelligence Based Animated Video Learning Media on Thaharah Materials Marcel Tri Wahyudi; Sri Murhayati; Muhammad Luthfi Hamzah
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i2.516

Abstract

The purpose of this project is to create animated video learning materials for Thaharah materials (Major and Minor Hadats) using artificial intelligence (AI) and assess how well they improve students' learning outcomes.  The research and development (R&D) process employed the ADDIE paradigm, which comprises the phases of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Thirty students from SMA Negeri 5 Pekanbaru's tenth grade participated. Descriptive statistics, the Kolmogorov–Smirnov normality test, the Paired Sample t-Test, and N-Gain analysis were utilized to examine the data collected from pretest and posttest learning outcome assessments. The results showed a 2.43-point improvement from the mean pretest score of 5.50 to 7.93 in the posttest. With significant scores of 0.122 and 0.200, respectively (p > 0.05), the pretest and posttest data were both found to be normally distributed by the normality test. The Paired Sample t-Test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between students' results before and after utilizing the created medium. The N-Gain value of 0.69, which was categorized as moderate and near the high category, also demonstrated a notable learning improvement. These findings show that students' comprehension and performance in Thaharah (Major and Minor Hadats) can be improved by using AI-based animated video learning materials. The created media provides a cutting-edge, captivating, and technologically integrated educational tool that facilitates interactive teaching and satisfies the needs of education in the twenty-first century.
Analisis Implementasi Kurikulum Terintegrasi Pada Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Pesantren Di Riau Ahmad Faqihuddin; Sri Murhayati; Yuliharti Yuliharti; M. Dliyaul Abrar
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1914

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi kurikulum terintegrasi pada Sekolah Menengah Kejuruan berbasis pesantren di Provinsi Riau, yang mengombinasikan kurikulum nasional kejuruan dengan kurikulum kepesantrenan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi kurikulum didukung oleh kepemimpinan sekolah yang visioner, kultur religius pesantren, serta kolaborasi efektif antarguru. Adapun kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan tenaga pendidik berkompetensi ganda, tantangan sinkronisasi jadwal pembelajaran, dan keterbatasan sarana prasarana. Dampak implementasi kurikulum terintegrasi tercermin pada peningkatan kompetensi vokasional siswa dengan kenaikan rata-rata sebesar 12 persen, penguatan karakter religius, serta peningkatan kesiapan kerja di dunia industri. Temuan ini menegaskan urgensi pengembangan model kurikulum terintegrasi dalam pendidikan vokasional Islam sebagai upaya melahirkan lulusan yang unggul secara teknis sekaligus berkarakter Islami.
Relevansi Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka dengan Konsep Pendidikan Islam (Analisis terhadap Permendikbudristek No. 262/M/2022) Efi Parinda; Sri Murhayati
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i1.11643

Abstract

This research aims to analyze the decision of the minister of education, culture, research and technology number 262/M/2022 on the independent curriculum regarding learning principles and their relevance to the concept of Islamic education. This research method is descriptive analysis of ministerial decisions, the concept of Islamic education according to Islamic education experts guided by the messages of the Prophet, previous research which contains the principles of learning. The results of the study stated that the Regulation of the Minister of Education, Culture, Research and Technology No. 262/M/2022 contains learning and assessment. The five principles contained in Decree number 262 / M / 2022 are learning designed by considering the stage of development, level of achievement of students, lifelong learning design, encouraging self-reflection and carried out holistically. Learning is designed and implemented to build the capacity of lifelong learners by encouraging them to do holistic reflection.  
PARADIGMA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN ABAD KE-21 Muhammad Rayfansyah; Sri Murhayati
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 19 No 02 (2025): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v19i02.1354

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik, sekaligus sebagai filter nilai di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur yang relevan, seperti buku, jurnal, artikel, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI tidak cukup berfokus pada aspek kognitif semata, melainkan perlu diintegrasikan dengan keterampilan abad ke-21, yakni critical thinking, communication, collaboration, dan creativity (4C). Integrasi tersebut bertujuan membentuk peserta didik yang religius, cerdas, adaptif, serta mampu menghadapi tantangan era digital. Tantangan utama PAI abad ke-21 meliputi kesenjangan literasi digital, keterbatasan kompetensi guru, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, penguatan literasi digital, serta peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru PAI menjadi agenda penting. Dengan demikian, PAI berperan tidak hanya sebagai sarana internalisasi nilai agama, tetapi juga sebagai pilar utama dalam mencetak generasi berkarakter, berdaya saing global, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI (LITERASI, 4C, PPK DAN HOTS DALAM MATERI AQIDAH AKHLAK, DAN AL-QUR’AN HADIS) Nurhafiza Nurhafiza; Sri Murhayati
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the implementation of 21st-century competencies in Islamic Religious Education (PAI), particularly in the subjects of Aqidah Akhlak and Qur’an-Hadith. The competencies discussed include literacy, the 4Cs (critical thinking, creativity, communication, and collaboration), Character Education (PPK), and Higher Order Thinking Skills (HOTS). This research employs a library research method by reviewing various relevant books, journals, and academic studies. The findings indicate that both religious and digital literacy serve as essential foundations for students to understand and connect Islamic teachings with contemporary life challenges. The 4Cs enrich Aqidah Akhlak and Qur’an-Hadith learning by fostering critical thinking, creativity, effective communication, and collaboration. Character Education strengthens students’ moral values, while HOTS encourages them to analyze, evaluate, and create solutions to social issues based on Islamic principles. Thus, integrating 21st-century competencies into PAI not only enhances academic achievement but also nurtures students to become religious, critical, creative, and adaptive individuals in facing the demands of modern times.
ANALISIS DESAIN KOMPETENSI DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Pramadi; Sri Murhayati
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 20 No 1 (2026): Tadris: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/tmy2e525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perencanaan kompetensi dan tujuan pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) diterapkan di sekolah. Latar belakangnya adalah kenyataan bahwa banyak guru PAI masih kesulitan menyusun kompetensi dan capaian pembelajaran yang jelas, terstruktur, dan sesuai dengan kondisi siswa. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa desain kompetensi berfungsi sebagai panduan sistematis yang mencakup aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik). Sementara itu, capaian pembelajaran menjadi indikator nyata untuk menilai keberhasilan siswa dalam proses belajar. Keduanya saling mendukung dalam menciptakan pembelajaran PAI yang bermakna dan berfokus pada pembentukan karakter. Penelitian ini juga menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada kreativitas guru, dukungan kurikulum yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan, serta kesiapan siswa dalam menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.