Faisal Helmi
Departemen Geologi Sain, Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ALTERASI DAN MINERALISASI PADA BATUAN PORFIRI ANDESIT DAN PORFIRI GRANODIORIT DI DAERAH CIGABER DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN Prakoso, Jodi; Patonah, Aton; Helmi, Faisal
Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 1 (2016): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1715.243 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v14i1.9789

Abstract

Geographically, the study area is located in the Cihara Region, Lebak District, Banten Province. The purpose of this research is to determine alteration zone and  mineralization of porphyry andesite and porphyry granodiorite. The research method is fieldwork and laboratory analysis (petrography and minegraphy analysis). Result of research area, there are seven alteration zone; such as chlorite-sericite-quartz zone, chlorite-sericite-carbonate zone, chlorite-sericite-carbonate-quartz zone, sericite-quartz zone, chlorite-epidote-sericite zone, chlorite-epidote-sericite-carbonate zone, and chlorite-actinolit-biotite zone. Alteration type in research area is devided into three alteration type philic zone, phropilitic zone, and potasic zone. Ore mineral assemblages of research area are dominated by pyrite and calcopyrite according to type model mineral deposite the research area included of epithermal intermediete sulfidation and porphyry type. Keyword : Alteration, Mineralization, Ephitermal Intermediete Sulfidation, porphyry typeSecara Geografis daerah penelitian termasuk dalam Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tipe alterasi dan mineralisasi daerah penelitian serta sebarannya. Metode penelitian yang dilakukan adalah pemetaan geologi dan analisis laboratorium (analisis petrografi dan minegrafi). Hasil penelitian lapangan dan analisis laboratorium daerah penelitian terbagi menjadi tujuh zona alterasi yaitu zona klorit-serisit-kuarsa, zona klorit-serisit-karbonat, zona klorit-serisit-karbonat-kuarsa, zona serisit-kuarsa, zona klorit-epidot-serisit, zona klorit-epidot-serisit-karbonat, dan zona klorit-aktinolit-biotit. Tipe alterasi daerah penelitian terbagi menjadi tiga tipe alterasi yaitu tipe alterasi filik, propilitik, dan potasik. Mineral bijih yang berkembang pada daerah penelitian didominasi oleh mineral pirit dan kalkopirit menurut model endapan mineral termasuk kedalam tipe endapan epitermal sulfida menengah dan endapan porfiri.           Kata Kunci : Alterasi, Mineralisasi, Epitermal Sulfida Menengah, endapan porfiri
EVOLUSI TEKTONIK BERDASARKAN ANALISIS DATA KEKAR DAERAH BINUANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BINUANG, KABUPATEN TAPIN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Yusuf, Andi Supian; -, Ismawan; Helmi, Faisal
Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 3 (2014): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v12i3.8376

Abstract

Research area administratively located in Binuang district, Tapin Regencies, South Kalimantan Province. Geographically located in coordinate 115° 3' 40,359" East Longitude until 115° 15' 49,871" East Longitude and 3° 1' 7,068" South Latitude 3° 16' 10,038" South Latitude. Based on its physiography aspect, the research area is part of Barito Basin. The object of these research area the geological structures which is focused on the measurement of the fractures on rocks which represents each present tectonic periods, which is used for determining force and the tectonic pattern in the research area. As seen from the field data, it is known that the geological structures available in the research area are anticline, sincline, fracture, sinistral wrench fault, and reverse fault. The tectonic evolution on the research area begins during rifting which continues since Pra-tersier until Eosen with NE-SW direction, resulting the reverse faults with the fault surface estimated to be NW-SE direction, during Pliosen period reactivation of older faults happened on research area. The tectonic process changed into compression with NW-SE direction.
VALIDASI REKAHAN SEBAGAI INDIKATOR BATUAN TERUBAH DENGAN METODE KELURUSAN DAN PETROGRAFI DI DAERAH BUNGBULANG, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT Khaerani, Puspa; Taufiq, Andra; Muslim, Dicky; Helmi, Faisal; Putri, Yunitha R.I.
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11 No 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v11i3.30

Abstract

Garut Selatan menyimpan potensi sumber daya mineral berupa emas, krisopras, dan kalsedon. Di beberapa lokasi di Bungbulang ditemukan adanya batuan terubah dan tambang kalsedon tradisional yang sudah tidak beroperasi lagi yaitu di Sungai Citanggeuleuk. Batuan terubah ini memiliki ciri fisik litologi yang berbeda dengan batuan di sekitarnya seperti berwarna hitam, mengandung mineral muskovit, klorit, dan mineral lempung. Lokasi singkapan batuan terubah diperkirakan berada pada jalur rekahan sesar minor di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap adanya rekahan yang diperkuat dengan adanya batuan terubah sebagai jalur fluida hidrotermal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelurusan dan petrografi. Metode kelurusan yang digunakan berupa analisis kelurusan segmen sungai sebagai analisis dasar kelurusan yang mengindikasikan adanya anomali kelurusan pada lokasi penelitian. Metode petrografi dilakukan untuk mengidentifikasi mineral pada batuan yang menunjukkan adanya pengaruh ubahan karena rekahan. Dari kegiatan pemetaan geologi di daerah penelitian terdapat indikasi batuan terubah di beberapa tempat pada litologi batupasir dan tuf yang mengandung mineral mika putih yang melimpah, klorit, dan mineral lempung. Dari hasil analisis morfometri sungai di daerah ini, diinterpetasikan rekahan yang mempengaruhi pembentukan batuan terubah ini berarah barat-timur yang memanjang dari Sungai Citanggeuleuk sampai Sungai Cianda. Maka rekahan merupakan indikator adanya batuan terubah pada daerah Bungbulang, Garut.