Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gabus (Channa striata) yang Diberi Pakan Komersial dan Bekicot (Achatina fulica) Iskandar Iskandar; Heti Herawati; Kiki Haetami; Ferri Satya Darmawan
Akuatika Indonesia Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v8i1.45015

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gabus (Channa striata) yang diberi pakan komersial dan bekicot (Achatina fulica). Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari tiga perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian pakan komersial (A), pemberian 50% pakan bekicot dan 50% pakan komersial (B), pemberian pakan bekicot (Achatina fulica) (C). Benih ikan uji yang digunakan adalah benih ikan gabus dengan ukuran relatif sama yaitu berkisar 3 - 4cm yang di dapat dari pembudidaya di kota Cilacap, Jawa Tengah. Benih yang dipersiapkan sebanyak 25 ekor/akuarium. Masing-masing wadah berukuran 40 x 25 x 28 cm diisi air yang bersumber dari sumur. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan feeding rate (FR) yaitu sebesar 5% dari biomassa ikan yang dilakukan setiap 3 kali sehari dan disesuaikan dengan pertumbuhannya setiap sepuluh hari sekali. Kualitas air selama pemeliharaan (40 hari) diamati setiap tujuh hari sekali, sedangkan kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian dan rasio konversi pakan diamati setiap sepuluhhari sekali. Hasil riset yang menunjukkan laju pertumbuhan paling baik yaitu perlakuan C (menggunakan pakan bekicot) memiliki pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,55 g, LPH sebesar 1,5% dan FCR sebesar 2,406. Nilai SR yang paling baik terdapat pada perlakuan A (menggunakan pakan komersial) yaitu sebesar 80%.
DISTRIBUSI KAWASAN MANGROVE DI PULAU POTO KABUPATEN BINTAN MELALUI PENGINDERAAN JAUH Mochamad Candra Wirawan Arief; Iwang Gumilar; Zahidah; Heti Herawati; Perdana Putra Kelana; Sri Een Hartatik
Bioma Vol. 19 No. 2 (2023): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma19(2).4

Abstract

Mangrove is a unique vegetation type growing along the coastline and estuarine in tropical and subtropical countries. Mangroves in Indonesia are distributed in all major islands and small islands from Aceh on westside stretched to Papua on the east. This study is to monitor the mangrove area in Poto island a small island part of Kabupaten Bintan, Province of Riau Kepulauan. The difference in spatial resolution of remote sensing data Sentinel 2A and Pleiades were used to classify the land use including the mangrove area. The supervised classification by maximum likelihood classification showed the high-resolution image using Pleiades has higher accuracy for mangroves 81.99% and overall accuracy 90% (kappa 0.86) compared to Sentinel 2A for mangrove 72,34% and overall accuracy 80% (kappa 0.73). The mangrove area approximately 257 ha is strip-lining along the coastline with the largest mangrove area located on the southside of the island. Further research is to identify the mangroves’ formation and the serial condition of mangroves on the different times.