Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farmaka

Potensi Penggunaan Fitokonstituen Tanaman Indonesia sebagai Bahan Aktif Tabir Surya: Review SHEILA PRATIWI; Patihul Husni
Farmaka Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.656 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i4.14581

Abstract

Radiasi sinar ultra violet (UV) terpapar pada kulit manusia setiap harinya, hanya saja paparan tersebut tidak dapat terukur ataupun terlihat secara kasat mata. Paparan sinar UV berlebih dapat menyebabkan banyak penyakit kulit seperti sunburn, eritema, bahkan sampai terjadinya kanker kulit. Tabir surya menjadi salah satu sediaan yang ditawarkan industri farmasi untuk menghalau ataupun mengurangi penyerapan sinar UV pada kulit. Dewasa ini, banyak pengembangan sediaan dari bahan alam karena dianggap lebih aman dan memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan sintetik. Dalam review ini dibahas mengenai beberapa fitokonstituen dari bahan alam yang memiliki potensi untuk kemudian dapat dikembangkan menjadi bahan aktif sediaan tabir surya.Kata Kunci: fitokonstituen, ultra violet, tabir surya, herbal
SMART INSULIN PATCH: INOVASI SISTEM PENGHANTARAN INSULIN TRANSDERMAL ASTRI SULASTRI; Patihul Husni
Farmaka Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.554 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i4.14638

Abstract

Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Sebagian besar pasien diabetes diresepkan insulin dengan alasan karena tubuh mereka tidak mampu memproduksi insulin (diabetes tipe 1) atau insulin yang dihasilkan tidak sensitif (diabetes tipe 2). Masalah pada terapi insulin timbul akibat injeksi berulang setiap hari dan pengambilan sampel darah yang mengakibatkan rasa sakit serta timbul trauma atau kerusakan pada kulit sehingga sulit untuk mencapai rejimen pengobatan yang optimal. Kepatuhan terhadap rejimen pengobatan cenderung lebih tinggi jika prosedurnya sederhana dan tidak menimbulkan rasa sakit. Olehkarena itu, dikembangkan smart insulin patch sebagai alternatif strategi pengobatan pada pasien diabetes dengan menerapkan teknologi microneedle untuk meningkatkan penghantaran insulin transdermal dan mengoptimalkan efek terapi. Teknologi microneedle menjadi pilihan yang memungkinkan untuk meningkatkan kontrol glikemik karena prosedurnya sederhana, tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap rejimen pengobatan.Kata kunci: diabetes mellitus, microneedle, smart insulin patch