Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

REVIEW: ISOLASI SENYAWA TURUNAN BETALAIN DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI SENYAWA BETANIN DARI TANAMAN Rivina humilis L. Franatalia Sinaga; Rezsitta Oknine Husein; Maryam Hasymia Ishmatullah; Rania Aisha Nuralisa; Nisa Amalia; Bagas Adi Prasetya Nugraha; Ade Zuhrotun
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.33069

Abstract

Bahan herbal telah mengalami peningkatan dalam pemanfaatannya dalam pengobatan. Salah satu tanaman yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengobatan adalah Rivina humilis L. Betanin merupakan senyawa yang terkandung dalam buah dan daun tanaman Rivina Humilis L. yang merupakan pigmen warna dasar merah hingga merah tua. Senyawa ini memiliki aktivitas utama sebagai antioksidan dan memiliki aktivitas sebagai penghambat toksisitas hati yang telah teruji secara praklinik. Aktivitas yang telah teruji klinik adalah sebagai alternatif terapi suplemen dalam mengatasi stress oksidasi, inflamasi, menurunkan kadar gula darah dan penyakit yang berhubungan tentang penuaan. Metode yang digunakan dalam tinjauan artikel ini adalah dengan studi literatur pada mesin pencarian serta laman jurnal nasional maupun internasional lainnya dengan kata kunci “betanin”, “betanin isolation from Rivina humilis fruit” “getih-getihan”, “betanin identification”, dan “pharmacology activity of betanin”. Tujuan dari penulisan review artikel ini adalah untuk menguraikan alur isolasi senyawa turunan betalain dari tumbuhan Rivina humilis L. sampai dengan purifikasi betasianin dan betaxanthin sebagai turunan betalain untuk digunakan dalam uji bioaktivitas.
Pengaruh Berpuasa Terhadap Kadar Bilirubin Total dengan Metode Kolorimetri (DIAZO) dan DCA Dinda Meviansyah; Rania Aisha Nuralisa; Adham Rizki Ananda; Nadira Hasna Putri; Firda Riska Rahayu; Gabriella Livia Amanda; Riana Kamer; Rano Kurnia Sinuraya; Dika Pramita Destiani; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.25574

Abstract

Bilirubin merupakan salah satu metabolit berupa pigmen kuning yang berasal dari perombakan heme pada hemoglobin. Bilirubin dibawa oleh darah menuju hati untuk dapat dikonjugasi dan diekskresikan. Adanya aktivitas berpuasa menyebabkan adanya kenaikan kadar bilirubin dalam darah oleh karena penurunan kapasitas pengikatan bilirubin oleh albumin untuk dapat dibawa menuju hati. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar bilirubin sebelum berpuasa dan setelah berpuasa selama 12 jam pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran angkatan 2017. Penelitian dilakukan dengan metode pengukuran kadar bilirubin sebelum dan sesudah intervensi yang kemudian hasilnya diuji dengan menggunakan uji Paired T-Test untuk mengetahui ada atau tidaknya efek puasa terhadap kadar bilirubin pria dan wanita dan uji Independent T-Test untuk membandingkan perbedaan kadar bilirubin pria dengan wanita. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai korelasi pada pria sebesar 0,001 dan nilai signifikansi 0,000, pada wanita didapatkan nilai korelasi 0,000 dan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil penelitian didapatkan nilai  rata-rata kenaikan bilirubin pria sebesar 0,7638 dan rata-rata kenaikan bilirubin wanita  sebesar 0,2395 dengan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat kenaikan kadar bilirubin yang signifikan pada pria dan wanita dan ada perbedaan yang signifikan pada kenaikan kadar bilirubin pria dan wanita.Kata Kunci : bilirubin, kenaikan kadar bilirubin, berpuasa, kolorimetri
Analisis Kapabilitas Proses Produk Farmasi X dengan Pendekatan Six Sigma di PT Y Rania Aisha Nuralisa; Ida Musfiroh
Majalah Farmasetika Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i5.40370

Abstract

Kualitas merupakan parameter penting dalam pengambilan keputusan konsumen. Oleh karena itu setiap industri harus berlomba-lomba untuk membuat produk dengan kualitas terbaik. Untuk mempertahankan kualitas produk perlu dilakukan pengendalian kualitas dengan menggunakan metode six sigma. Metode six sigma merupakan metode yang berfokus untuk meminimalisir jumlah variasi atau cacat yang ada menggunakan 5 tahapan DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengendalian kualitas dari produk farmasi X menggunakan metode six sigma. Hasil penelitian menunjukan bahwa data memenuhi rentang control limit tetapi didapatkan Indeks Kapabilitas Proses Cp dan Cpk < 1.00. Hal ini menunjukan bahwa proses tidak mampu berjalan secara baik dan proses menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah variasi kurva . Berdasarkan penelitian ini, rekomendasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan capaian kualitas adalah melakukan pelatihan secara berkala pada personil, membenahi peralatan, dan melakukan pengawasan yang lebih ketat pada tiap proses. 
Review Artikel : Studi Kompatibilitas Obat - Eksipien dengan Analisis Termal Rania Aisha Nuralisa; Neily Zakiyah
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.27862

Abstract

ABSTRAKStudi kompatibilitas antara obat dengan eksipien mempunyai peranan penting dalam pengembangan suatu formula obat. Hal tersebut dikarenakan interaksi antara obat dengan eksipien dapat mempengaruhi stabilitas, sifat fisikokimia, keamanan, dan efikasi terapeutik dari obat. Berbagai macam metode digunakan untuk mendeteksi inkompatibilitas, salah satunya adalah analisis termal yang meliputi differential scanning calorimetry (DSC) ,thermogravimetry (TG), hot stage microscopy (HSM) dan isothermal microcalorimetry. Analisis termal menggunakan fungsi suhu dan waktu dalam mendeteksi inkompatibilitas antara obat dengan eksipien. Tujuan dilakukan review ini yaitu untuk mengetahui penggunaan analisis termal pada studi kompatibilitas antara obat dengan eksipien. Metode yang digunakan pada review jurnal ini adalah studi literatur. Dari hasil penelusuran literatur menunjukan bahwa analisis termal cukup efektif dalam mendeteksi inkompatibilitas.Kata Kunci : Studi Kompatibilitas, Obat, Eksipien, Analisis Termal.