Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN PENANGGULANGAN DAN PENATALAKSANAAN PENYAKIT KUSTA DI PESISIR PULAU MAHANGETANG KABUPATEN SANGIHE TAHUN 2019 Detty Jeane Kalengkongan; Yeanneke Liesbeth Tinungki
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Imiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v5i1.371

Abstract

Penyakit kusta bila tidak ditangani dengan cermat, dapat menyebabkan masalah yang kompleks, baik dari segi medis yaitu cacat fisik, juga sampai pada masalah sosial budaya dan keamanan. Untuk mencapai eliminasi kusta pemerintah melakukan upaya menurunkan beban kusta dan memutuskan transisi kusta melalui pencegahan dengan upaya pemberian kemoprofilaksis Rifampisin dosis tunggal pada setiap orang yang hidup bersama serta berinteraksi dengan pasien kusta. Pulau Mahangetang merupakan salah satu kampung project demonstrasi (pilot) kegiatan pemberian kemoprofilaksis tahun 2019 oleh karena ditemui kasus kusta dengan jumlah 22 orang. Tujuan penelitian mengevaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Penanggulangan dan Penatalaksanaan kusta di pesisir pulau Mahangetang. Metode penelitian deskritif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner, wawancara secara mendalam serta observasi langsung. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan 10 informan yang ditentukan oleh peneliti sendiri. Hasil penelitian ini menemukan, Kebijakan dan strategi Input evaluasi pelaksanaan pencegahan penanggulangan dan penatalaksanaan penyakit kusta belum berjalan secara optimal. Proses evaluasi program berjalan sesuai perencanaan, walaupun hasilnya belum maksimal. Output evaluasi pelaksanaan program dengan cakupan 215 orang (43,39 persen). Kesimpulan Input pelaksanaan belum berjalan secara optimal. Proses dan output pelaksanaan berjalan baik sesuai dengan perencanaan dengan cakupan 43,39 persen. Saran dalam melaksanakan program, sebaiknya melakukan advokasi kepada pihak penentu kebijakan, agar dalam pelaksanaan program dapat berjalan baik sehingga penularan kusta dapat ditekan. If not handled carefully, leprosy can cause complex problems, both from a medical perspective, namely physical disabilities, as well as socio-cultural and security issues. To achieve the elimination of leprosy, the government has made efforts to reduce the burden of leprosy and decide the transition to leprosy through prevention by administering a single dose of chemoprophylaxis Rifampicin to everyone who lives together and interacts with leprosy patients. Mahangetang Island was one of the villages for the demonstration project (pilot) for the provision of chemoprophylaxis in 2019 because 22 cases of leprosy were found.The purpose of this research is to evaluate the implementation of the Prevention and Management Program of leprosy on the coast of Mahangetang Island. Qualitative descriptive research method with a phenomenological approach. Data collection obtained through questionnaires, in-depth interviews and direct observation. The sampling technique was purposive sampling with 10 informants who were determined by the researchers themselves. The results of this study found that the policies and input strategies for evaluating the implementation of leprosy prevention and management have not been running optimally. The program evaluation process goes according to plan, although the results were not optimal. The output of program implementation evaluation covered 215 people (43.39 percent). In conclusion, the implementation input has not run optimally. The implementation process and output went well in accordance with the planning with a coverage of 43.39 percent. Suggestions in implementing the program, it was better to carry out advocacy to policy makers, so that program implementation can run well so that the transmission of leprosy can be suppressed.
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN Yeanneke Liesbeth Tinungki; Santi Dainga; Gracia Christy Tooy
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 6 No 1 (2022): Jurnal IlmiahSesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v6i1.428

Abstract

Pada tahun 2018, di Sulawesi Utara angka kematian ibu sebanyak 49 kasus, data di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada angka kematian ibu tahun 2017 sebanyak 2 orang. Kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga dalam mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan akan menyebabkan keterlambatan dalam mencapai akses pelayanan kesehatan, sehingga menyebabkan kematian pada ibu. Tujuan penelitian diketahuinya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tahuna timur. Penelitian menggunakan rancangan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah seorang ibu hamil usia kehamilan 31 – 36 minggu, di wilayah kerja Puskesmas Tahuna timur. Instrumen penelitian menggunakan format pengkajian maternitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien Ny. J. B berusia 35 tahun dengan masa gestasi 31 minggu. Mengalami deficit pengetahuan karena hanya mengetahui satu tanda bahaya kehamilan yaitu perdarahan dari 3 tanda bahaya kehamilan yakni perdarahan pervaginam, mual dan muntah yang parah, kontraksi rahim. Diagnosis keperawatan sesuai adalah defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Intervensi keperawatan yang muncul adalah 2 buah tindakan observasi, 3 buah tindakan terapeutik, 3 buah tindakan edukasi. Implementasi keperawatan dilaksanakan selama 2 hari dan sesuai dengan rencana tindakan yang ditegakkan. Evaluasi keperawatan bahwa semua masalah telah teratasi. Kesimpulan penelitian adalah Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan yang kurang dapat diatasi dengan adanya pemberian informasi kesehatan. Saran sebaiknya ibu hamil dapat menambah informasi lewat petugas kesehatan atau media lainnya agar pengetahuan yang kurang tentang bahaya kehamilan dapat diatasi. More than half a million women aged 15-49 years die from causes related to pregnancy and childbirth, and it is the leading cause of death for women in that age group. In North Sulawesi in 2018, the maternal mortality rate was 49 cases, and data in Sangihe Island Regency on the 2017 maternal mortality rate were 2 people. Lack of knowledge of the mother and their families in recognizing dangerous signs of pregnancy will causes delays in reaching access to health services, leading to maternal death. The research objective was to find out a deficit of knowledge among pregnant women about the danger signs in the health center in Tahuna Timur. The Method of research uses a case study design with nursing care. The type of research is descriptive research, the research only describes the phenomena found. The research subject was 1 pregnant woman gestational aged 31-36 weeks, in the work area of the east Tahuna Health Center. The research instrument used a maternity assessment format. The research location was in the work area of East Tahuna in April 2021. The result showed that the patient in NY. J. B is 35 years old and a freelance worker at TK Pertiwi Tahuna, currently, the patient is pregnant with a gestation period of 31 weeks. Experience a knowledge deficit because they only know one danger sign of pregnancy, namely bleeding. The intervention of nursing according to the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (SDKI) is the deficit of knowledge related to a lack of exposure to information. Nursing interventions that appear in accordance with the Indonesian Nursing Intervention Standards (SIKI) are 2 observation actions, 3 therapeutic actions, and 3 educational actions. Nursing implementation was carried out for 2 days and is in accordance with the action plan that was enforced. The nursing evaluation was carried out on Thursday, April 29, 2021, and all problems had been resolved. The conclusion of this study is the knowledge of pregnant women about the dangerous signs of pregnancy that cannot be overcome by providing health information. Suggestions that pregnant women should be able to add information through health workers or other media so that the lack of knowledge about the dangers of pregnancy can be overcome.
TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN ADL (ACTIVITY DAILY OF LIVING) DENGAN METODE BARTHEL INDEKS DI POSYANDU LANSIA KECAMATAN TAMAKO KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Yeanneke Liesbeth Tinungki; Detty Jeane Kalengkongan; Mareike Doherty Patras
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v6i2.477

Abstract

Kemandirian lansia dalam ADL (Activity Daily Living) didefinisikan sebagai kemandirian seseorang dalam melakukan aktivitas dan fungsi –fungsi kehidupan sehari-hariyang dilakukan oleh manusia secara rutin dan universal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian lansia dalam pemenuhan ADL (Activity Daily Living) dengan metode Barthel Indeks di Posyandu Lansia Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskritif kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan April – September 2021 di Kampung Nagha 1, Kampung Pokole, Kampung Balane, Kampung Binala Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe. Teknik analisa data merupakan cara mengelolah data dengan Editting, Coding, dan Data Entri. Penelitian tentang tingkat kemandirian lansia dalam pemenuhan ADL dengan Metode Barthel Indeks di Posyandu Lansia Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berada pada kategori mandiri (tidak ketergantungan). Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi tentang status tingkat kemandirian lansia dalam pemenuhan ADL di Wilayah Kerja Puskesmas Tamako dan diharapkan lebih giat meningkatkan kualitas pelayanan pada lansia agar tingkat kemandirian ini tetap dijaga. Hasil penelitian ini juga menambah literatur dan wawasan bagi pembaca khususnya keperawatan gerontik sehingga memudahkan pembaca untuk dijadikan referensi tambahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Elderly independence in ADL (Activity Daily Living) is defined as a person's independence in carrying out activities and functions of daily life carried out by humans routinely and universally. This study aims to determine the level of independence of the elderly in fulfilling ADL (Activity Daily Living) with the Barthel Index method at the Elderly Posyandu, Tamako District, Sangihe Islands Regency. The research design used is descriptive quantitative research with a survey method. This research was carried out from April to September 2021 in Nagha 1 Village, Pokole Village, Balane Village, Binala Village, Tamako District, Sangihe Islands Regency. The data analysis technique is a way of managing data with Editing, Coding, and Data Entry. Research on the level of independence of the elderly in fulfilling ADL with the Barthel Index Method at the Elderly Posyandu, Tamako District, Sangihe Islands Regency shows that most of the elderly are in the independent category (not dependent). The results of this study can be used as information about the status of the level of independence of the elderly in fulfilling ADL in the Tamako Health Center Work Area, and it is hoped that they will be more active in improving the quality of services for the elderly so that this level of independence is maintained. The results of this study also add to the literature and insight for readers, especially in gerontic nursing, making it easier for readers to be used as additional references that can be used to improve knowledge.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM PADA PASIEN GOUT ARTRITIS Brygita Chicilia Rumouw; Yeanneke Liesbeth Tinungki; Melanthon Junaedi Umboh
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i1.427

Abstract

Peningkatan kejadian gout artritis sering terjadi di belahan dunia terutama di Negara maju sperti Amerika dengan jumlah 34,2 persen. Tidak saja di negara maju, namun meningkatnya kejadian gout artritis menyerang Negara berkembang diantaranya adalah di Negara Indonesia. Cara mengurangi nyeri karena gout artritis adalah menggunakan teknik relaksasi napas dalam yang bertujuan agar sendi-sendi lebih rileks sehingga perasaan nyeri dapat berkurang. Tujuan penelitian mengetahui penerapan teknik relaksasi napas dalam pada pasien gout artritis. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus deskritif, yakni peneliti mendeskripsikan penemuan fenomena yang telah ada. Subjek penelitian adalah seorang pasien berusia 36 tahun yang mengalami gout artritis yang memiliki fungsi kognitif baik dan dapat berkomunikasi. Pemilihan subjek dilakukan dengan melakukan pemeriksaan gout artritis dengan menggunakan alat pemeriksaan Laboratorium. Apabila Urid Acid lebih dari lebih dari 8 ,0 mg/dl maka dipilih menjadi subjek penelitian. Instrumen penelitian menggunakan format pengkajian asuhan keperawatan keluarga dan skala pengukuran nyeri numerik. Pengumpulan akan dianalisa dengan analisis deskriptif. Hasil pengkajian pada penelitian ini bahwa pasien mengeluh nyeri pada kedua lutut dan di pergelangan tangan, nyeri bertambah saat melakukan aktivitas, hasil urid acid 8,07 mg/dl serta ketidakmampuan keluarga merawat pasien yang menderita gout artritis. Diagnosis Keperawatan pada pasien Tn. M. W adalah nyeri akut berhubungan dengan kurangya kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Tindakan Intervensi Keperawatan pada penelitian ini meliputi 5 tindakan observasi, 2 tindakan terapeutik, 5 tindakan edukasi dan 1 tindakan kolaborasi. Kesimpulan penelitian bahwa penerapan teknik relaksasi napas dalam dapat mengurangi nyeri pada pasien gout artritis. The prevalence of gout arthritis in the world is 34,2 percent and often occurs in a developed countries such as America. The increase in the incidence of gout arthritis does not only occurs in developed countries but also in developing countries one of which is Indonesia. The way to reduce pain due to gout arthritis is to use deep breathing relaxation techniques that relax the joints so that the feeling of pain can be reduced. The research purpose is to know to apply the application of deep breath relaxation techniques to a patient with gout arthritis. Method of research use method descriptive case study method, The researcher a description of to phenomena found. The subject of research is a patient 36-year-old experiencing gout arthritis have good cognitive function and communication. The selection of research subjects was carried out by examining gout arthritis using laboratory examination equipment. If uric acid is more than 8.0 mg/dl then chosen as a subject of research. The research instrument used a family nursing care assessment format and a numerical pain measurement scale. The collecting method was analyzed with descriptive analysis. The result of the assessment in this research shows that patient Tn. M. W complains of pain in both knees and the wrist, pain increases with activity, the result of uric acid 8.07 percent mg/dl, and the inability of family care member sick. Diagnosis of Care inpatient Tn M. W is acute pain related to the inability of family care to a member sick. Nursing intervention action has already been taken in this research about 5 action observations, 2 action therapeutics, 5 action educations, and 1 action collaboration. Conclusion of research that application of deep breath relaxation techniques can relieve pain in patients of gout arthritis.
PEMAHAMAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS DI KALANGAN MASYARAKAT PULAU KAWALUSO Yeanneke Liesbeth Tinungki; Detty Jeane Kalengkongan
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i2.532

Abstract

Diabetes Mellitus DM merupakan masalah kesehatan global yang berhubungan erat dengan penyakit metabolic dan kardiovaskuler sehingga sampai saat ini DM masih menjadi masalah kesehatan dunia termasuk di Indonesia. Tingginya prevalensi dan persentase kematian akibat DM menyebabkan perlunya penelusuran mengenai pemahaman dan perilaku masyarakat tentang cara mencegah terjadinya DM. Pencegahan DM sangat diperlukan untuk mencegah timbulnya DM dan komplikasinya. Kendala utama saat ini adalah kurangnya pemahaman masyarakat di Pulau Kawaluso untuk mengikuti pola hidup sehat sehingga mempengaruhi perilaku manajemen kesehatan masyarakat tidak cukup baik. Permasalahan ini menjadi tantangan dalam mencegah adanya peningkatan kasus DM. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemahaman dan perilaku masyarakat di Pulau Kawaluso untuk mencegah terjadinya DM. Penelitian ini adalah penelitian deskritif kuantitatif dengan metode survei. Dilaksanakan sejak bulan Juli sampai dengan Oktober 2022 di Pulau kawaluso Kecamatan Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan jumlah populasi 643 orang. Pengambilan sampel menggunakan non probality sampling dengan teknik purposive sampling maka setelah mengadakan perhitungan sampel didapatkan besar sampel berjumlah 96 subjek atau responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Pulau Kawaluso tentang pencegahan DM berada pada kategori kurang atau 79.17 persen. Hasil penelitian tentang Perilaku pencegahan DM menunjukkan masyarakat berperilaku negatif atau 58.33 persen. Kesimpulan penelitian ini adalah pemahaman masyarakat tentang pencegahan DM di Pulau Kawaluso berada pada kategori kurang dan perilaku masyakat untuk mencegah DM sebagian besar masyarakat berperilaku negatif. Saran bagi petugas kesehatan agar lebih meningkatkan promosi kesehatan berkaitan dengan pencegahan DM dan bagi masyarakat agar senantiasa menjaga lifestyle supaya terhindar dari penyakit DM Diabetes Mellitus is a global health problem that is closely related to metabolic and cardiovascular disease, so Diabetes Mellitus DM remains a worldwide health concern, including in Indonesia. The high prevalence and percentage of deaths caused by DM emphasize the need to investigate the understanding and behavior of the community to prevent DM. Preventing DM is crucial to avoid the onset of diabetes and its complications. The primary challenge at present is the Kawaluso community's lack of understanding in adopting a healthy lifestyle, which impacts the effectiveness of public health management. This issue presents a challenge in curbing the rise of DM cases. The research aims to understand the behavior and attitudes of the communities on Kawaluso Island, Kendahe District, Sangihe Island Regency, which has a population of 643 people. The sampling method involves non-probability sampling with a purposive sampling technique, resulting in a sample size of 96 subjects or respondents. The research results indicate that the community's understanding on DM prevention in Kawaluso Island falls within the lower category, at 79.17 percent. The research findings regarding behavior for preventing DM reveal that the community exhibits negative behavior at a rate of 58.33 percent. In conclusion, this research reveals that the understanding of communities about preventing DM in Kawaluso Island falls within the lower category, and the community's behavior for DM prevention indicates a predominant negative trend. Recommendations for health workers include enhancing health promotion efforts related to DM prevention. Additionally, the community is advised to consistently maintain a healthy lifestyle to prevent the occurrence of DM