Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kelayakan Finansial Budidaya Cacing Tanah Lumbricus Rubellus dengan Pakan Ampas Tahu Pratopo, Lukito Hasta; Thoriq, Ahmad; Ciptaningtyas, Drupadi; Achsyan, Dimas Habibie
AGRIEKSTENSIA Vol 22 No 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.2966

Abstract

Cacing tanah Lumbricus rubellus memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan dengan jenis cacing lainnya menyebabkan permintaan pasar tinggi dan banyak peternak yang melakukan budidaya cacing Lumbricus rubellus. Pada proses budidaya cacing Lumbricus rubellus banyak pakan dari limbah organik yang dapat diberikan namun cacing lebih menyukai pakan yang berukuran halus salah satunya adalah ampas tahu. Pemberian ampas tahu untuk pakan cacing Lumbricus rubellus memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan pakan lainnya antara lain berukuran halus, tidak berbau, protein terjaga dan mudah dalam pemberian pakan. Namun demikian analisis finansial diperlukan untuk mengetahui kelayakan usaha berdasarkan kapasitas produksi dan faktor lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Data dikumpulkan melelui pengamatan dan wawancara langsung. Analisis finansial dihitung untuk mendapatkan nilai Biaya Produksi (BP), Harga Pokok Produksi (HPP), Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan, pada kapasitas produksi 1.080 kg cacing per musim diperoleh nilai BP sebesar sebesar Rp66.727.705,00 dan HPP sebesar Rp61.785,00 per kg pada musim pertama sedangkan pada musim kedua hingga musi ke-20 diperoleh nilai BP sebesar Rp54.727.705,00 dan HPP sebesar Rp50.674,00 per kg. Apabila cacing hasil produksi dijual dengan harga Rp100.000,00 per kg maka akan diperoleh NPV sebesar Rp432.265.321,00, BCR sebesar 1,60, nilai IRR sebesar 41,31% dan modal kembali pada musim ke tiga.
Model Prediksi Kadar Air Media Tanam Menggunakan Algoritma Regresi Decision Tree, Support Vector Machine, dan Random Forest (Studi Kasus Greenhouse Cabai Rawit di Kebun Edukasi Eptilu Mitra Habibi Garden) Abdulazizi Cahyadi, Hasani; Ciptaningtyas, Drupadi; Hasta Pratopo, Lukito; Thoriq, Ahmad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 8 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i8.841

Abstract

Tanaman cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang umum ditemukan di Indonesia. Data BPS (2022) menunjukkan produksi cabai rawit mengalami peningkatan dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, dengan laju pertumbuhan sebesar 15%. Produksi cabai rawit yang meningkat tidak menandakan permintaan pasar di Indonesia telah terpenuhi. Indonesia pada tahun 2022 bulan Januari sampai dengan September masih melakukan impor komoditas cabai dengan jumlah 35.962 ton. Permintaan pasar untuk komoditas cabai rawit masih belum terpenuh dapat terjadi karena produksi cabai rawit masih belum maksimal. Tanaman cabai rawit rentan terhadap kekurangan air, di mana kekurangan air dapat menyebabkan melambatnya laju pertumbuhan tanamn cabai rawit dan penurunan dalam jumlah buah yang dihasilkan saat panen. Salah satu produsen tanaman cabai rawit adalah Kebun Edukasi Eptilu. Greenhouse cabai rawit di Kebun Edukasi Eptilu dapat mengalami penundaan penyiraman akibat sumber air sedang digunakan untuk menyirami kebun lain. Penundaan penyiraman dapat menyebabkan tanaman cabai rawit mengalami kekurangan air. Solusi yang dapat dikembangkan adalah membuat beberapa model algoritma prediksi kadar air tanah menggunakan machine learning dan membandingkan nilai akurasi dari masing-masing algoritma. Algoritma yang dibuat merupakan algoritma decision tree, support vector machine, dan random forest. Variabel bebas adalah suhu lingkungan (°C), kelembapan lingkungan (%), suhu tanah (°C), dan kadar air tanah (%). Variabel terikat adalah kadar air tanah (%) satu jam ke depan. Model dengan nilai akurasi tertinggi adalah model dengan algoritma Support Vector Regression (SVR) dengan kernel linear dan nilai epsilon (e) 0.1, dengan nilai akurasi sebesar 0.938 pada data uji dan 0.958 pada data baru
Optimization of Nata de Coco Industrial Liquid Waste Processing Using Membrane-Based Ultrafine Bubble Diffuser Lukito, Lukito Hasta Pratopo; Thoriq, Ahmad; Ciptaningtyas, Drupadi; Rifaldhy, Muhammad
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.012.1.117-127

Abstract

Industri nata de coco menghasilkan limbah cair yang apabila langsung dibuang ke badan air (sungai) tanpa pengolahan terlebih dahulu akan berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa parameter BOD 1145 mg/L, COD 1737 mg/L, dan TSS 206 mg/l jauh berada diatas ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi optimum perlakuan fine bubble dan micro bubble terhadap limbah cair nata de coco dalam menurunkan nilai karakteristik limbah cair nata de coco. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode ekperimental dengan ampel uji sebanyak 40 liter dan 60 liter. Data yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung antara lain DO, TDS, pH, Suhu yang diukur setipa 2 jam sekali sedangkan data yang dikumpulkan melalui pengujian dilaboratorium BOD, COD, dan TSS yang diuji setiap 12 jam dan 24 jam. Data selanjutnya diolah menggunakan metode Taguchi dengan tujuan memperolah optimasi perlakukan fine bubble terhadap perubahan kharakteristik limbah cair nata de coco. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum terdapat pada perlakuan fine bubble dengan lama aerasi 24 jam dan volume 40 liter. Penurunan BOD didapatkan persentase penurunan terbaik sebesar 94% atau menjadi 68 mg/L. Penurunan COD didapatkan persentase penurunan terbaik sebesar 93% dan atau menjadi 121 mg/L dan TSS didapatkan persentase penurunan terbaik sebesar 69% atau menjadi 77 mg/L. Hasil tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah.
Estimating the Shelf Life of Instant Tempe in Various Packaging and Storage Temperature using the Arrhenius Model Thoriq, Ahmad; Khoiris, Daffa; Ciptaningtyas, Drupadi; Pratopo, Lukito Hasta
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.1.132-146

Abstract

Tempe is a nutritious food that is popular with many people. The problem is that tempe has a short shelf life and must be consumed immediately. Instant tempe is one of the innovative tempe products with a longer shelf life. This research aims to analyze the shelf life of instant tempe in various packages and at different storage temperatures using the Arrhenius model. The method used in this research was laboratory experimental, using 378 samples of instant tempe which were packaged in vacuum packaging, non-vacuum packaging, and cup packaging, and stored at cold temperature (12°C), room temperature (27°C), and hot temperature. (35°C). There are nine treatment combinations regarding the relationship between packaging and temperature, each treatment is carried out 3 times. Measurements for each treatment are carried out until the instant tempe cannot ferment to become tempe ready for consumption. This shows that the fungus Rhizopus oligosporus has died. The research results show that the CIE L* value of instant tempe decreases as the storage period for instant tempe increases. The shelf life of estimation results using the Arrhenius model for vacuum packaging and storage temperatures of 12°C, 27°C, and 35°C respectively is 36.98 days, 6.88 days, and 3.00 days. The use of non-vacuum packaging and storage temperatures of 12°C, 27°C, and 35°C were respectively 15.84 days, 5.63 days, and 2.38 days. In comparison, the use of cup packaging and storage temperatures of 12°C, 27 °C, and 35°C respectively are 17.62 days, 6.31 days, and 2.80 days.
Software Development of Palm Oil Seed Authentication System Based on Ultrasonic Waves Pratopo, Lukito Hasta; Thoriq, Ahmad; Ciptaningtyas, Drupadi; Nanda, Muhammad Achirul; Fahrizi, Ahmad Luthfi; Hidayat, Darmawan; Masrukan; Maskromo, Ismail
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.1.115-131

Abstract

Fake palm oil seeds pose a substantial economic threat, which makes their authentication crucial. However, distinguishing between genuine and fake seeds remains a challenge. This study explored the potential of ultrasonic technology to measure shell thickness as a distinguishing factor based on the reported variations between the two types. Ultrasonic wave measurement software was developed using Arduino Uno to facilitate the analysis. The results highlight the complexity of accurately measuring the seed shell thickness owing to high attenuation. Micro-CT imaging confirmed the presence of pores within the seed structure, which significantly scattered and absorbed ultrasonic waves, limiting the penetration depth and accuracy. Despite these obstacles, the developed software exhibited promising capabilities, accurately determining the thickness or propagation speed with a high-resolution time-of-flight measurement of up to 62.5 nanoseconds. Additionally, the software is capable of sampling ultrasonic signals at frequencies up to 178 kHz. Although the software performs well under specific conditions, further advancements in ultrasonic technology are necessary to mitigate porosity-related limitations and enhance the effectiveness of seed authentication methods, particularly in transducer selection and measurement techniques such as Harmonic or QSC testing.
Physicochemical and Organoleptic Properties of Crackers From Native and Heat Moisture Treatment (HMT) of Breadfruit Flour Ciptaningtyas, Drupadi; Putri, Cyrille Nailah Rifda; Thoriq, Ahmad; Yulni, Tri
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 17, No 2 (2025): Vol. (17) No. 2, Oktober 2025
Publisher : Agriculture Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crackers are one of the biscuit are made through a fermentation process with yeast, thin in shape, salty taste, crunchy texture, and if broken the cross-section of the pieces is layered. The main ingredient of crackers is flour. The purpose of this study was to determine the effect of varying concentrations of native and HMT modification of breadfruit flour on the physicochemical and organoleptic composition of crackers and to obtain the selected concentrations. This research was conducted experimentally using a completely randomized design with six treatments and three replications. The treatment for this study were SK1 (50% native breadfruit flour), SK2 (75% native breadfruit flour), SK3 (75% native breadfruit flour), SK4 (50% modified breadfruit flour), SK5 (75% modified breadfruit flour), and SK6 (100% modified breadfruit flour). Flour physical test data were analyzed using the T-test, while the physical test data of crackers and organoleptic assessment were ANOVA and continued with duncan's multiple range test (DMRT) at the 5% level. The results showed that the percentage of native breadfruit flour and modified breadfruit flour had a significant effect on bake loss, crispness, and sensory assessment. The best treatment in this study was SK4 with bake loss value of 18.27 g, crispness of 2.13kgF, moisture content of 7.42%, ash 2.76%, protein 7.85%, fat 13.40%, carbohydrate 68.57%, and fiber 3.05%. Hedonic sensory assessment with color score 4.06 (like), aroma 3.71 (like), taste 3.74 (like), crispness 3.78 (like), and overall assessment 3.79 (like).
PEMILIHAN TATA LETAK OPTIMAL GUDANG PENYIMPANAN BENIH PADI PADA GUDANG PT. X DI SUBANG, JAWA BARAT Ciptaningtyas, Drupadi; Nurima, Pradilla Alfa; Thoriq, Ahmad
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.187-200

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang berfokus pada produksi benih padi, dengan salah satu fasilitas penyimpanannya adalah gudang OECF-B. Saat ini, sistem penyimpanan di gudang tersebut menggunakan metode random storage, yaitu penempatan pallet benih pada area penyimpanan yang tersedia secara fleksibel tanpa pola atau aturan tertentu. Meskipun sistem ini memberikan keleluasaan dalam penempatan, penerapannya cenderung menyebabkan pemanfaatan ruang yang kurang optimal serta menurunkan efisiensi operasional gudang. Permasalahan tersebut diatasi dengan melakukan perancangan ulang tata letak gudang yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyimpanan. Penelitian ini difokuskan pada optimalisasi tata letak gudang OECF-B dengan membandingkan tiga metode penyimpanan, yaitu random storage, class-based storage, dan shared storage. Evaluasi dilakukan berdasarkan beberapa parameter utama, meliputi tingkat utilitas ruang, kapasitas penyimpanan, serta jarak tempuh material handling. Melalui analisis komparatif, setiap metode dinilai untuk memperoleh konfigurasi tata letak yang paling efisien dalam aspek pemanfaatan ruang dan operasional gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode class-based storage memberikan kinerja tata letak paling efisien dibandingkan dua metode lainnya. Metode ini menghasilkan tingkat utilitas sebesar 133%, kapasitas penyimpanan 580 palet, dan jarak tempuh material handling sebesar 29.525,686 meter. Sehingga, penerapan class-based storage dinilai mampu meningkatkan efisiensi ruang, mengurangi jarak perpindahan material, serta mendukung peningkatan produktivitas dan efektivitas sistem penyimpanan benih padi di gudang OECF-B.
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Kopi Monokultur dan Agroforestri (Studi Kasus Kelompok Tani Bina Bakti, Sub-DAS Cikamiri, Jawa Barat) Ciptaningtyas, Drupadi; Abdurrahman, Muhammad Zhafir; Thoriq, Ahmad; Asdak, Chay
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.1

Abstract

Kecamatan Samarang merupakan salah satu daerah penghasil kopi di Kabupaten Garut yang menghadapi ancaman ekologis berupa degradasi lahan akibat konversi hutan menjadi perkebunan kopi, terutama pada usahatani kopi pola monokultur. Pola agroforestri yang mengintegrasikan prinsip konservasi lahan menjadi alternatif yang potensial untuk menyelesaikan permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial usahatani kopi pola monokultur dan agroforestri di Kecamatan Samarang berdasarkan kriteria kelayakan investasi yaitu Net Present Value (NPV), net Benefit-Cost Ratio (net B/C), Internal Rate of Return (IRR), dan payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pola usahatani tersebut layak secara finansial. Dengan discount factor sebesar 14%, usahatani kopi pola monokultur menghasilkan NPV sebesar Rp28.851.760, net B/C 1,54, dan IRR 23,13%, dengan pengembalian modal pada tahun ke-7. Sementara itu, usahatani kopi pola agroforestri menghasilkan NPV sebesar Rp197.310.592, net B/C 4,54, dan IRR 47,48%, dengan pengembalian modal pada tahun ke-6. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola agroforestri tidak hanya lebih menguntungkan secara finansial tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem, sehingga diharapkan dapat menjadi pendekatan alternatif bagi petani dalam mengelola usahatani kopi di Kecamatan Samarang.