Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Video Animasi 3D Sebagai Media Promosi Wisata di Kabupaten Siak Sri Indrapura dengan Metode MDLC Didik Siswanto; Zamzami Zamzami; Lasri Nijal; Febrizal Alfarasy Syam
Jurnal Pustaka AI (Pusat Akses Kajian Teknologi Artificial Intelligence) Vol 3 No 1 (2023): Pustaka AI (Pusat Akses Kajian Teknologi Artificial Intelligence)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakaai.v3i1.462

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam sektor pariwisata cukup besar dan penting, karena dapat memudahkan para wisatawan untuk mengetahui lebih mudah tentang tempat-tempat wisata yang ada sekalipun didaerah terpencil sekaligus. KabupatenSiak merupakan salah satu Kabupaten dengan ibu kota nya “Siak Sri Indrapura” yang ada di Provinsi Riau. Kabupaten ini mempunyai potensi wisata yang cukup bagus terdapat obyek wisata alam maupun budaya dan sejarah. Salah satu nya yaitu Istana Asseraiyah Hasyimiah. Istana Asseraiyah Hasyimiah merupakan salah satu bangunan peninggalan bersejarah yang ada di Riau terletak di sri indrapura, Kp. Dalam, Kec Kabupaten Siak. Namun promosi yang dilakukan saat ini belum efektif oleh karena itu penulis mengusulkan untuk membuat promosi dengan konsep lain yaitu dengan menggunakan animasi 3D dengan menggunakan pemodelan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahap yaitu concept (pengonsepan), design (perancangan), material collecting (pengumpulan materi), assembly (pembuatan), testing (pengujian), dan distribution (pendistribusian). Pembuatan video animasi menggunakan Blender 3.0. Sedangkan untuk proses pengujian video animasi penulis menggunakan metode Black Box Testing dimana setiap scene dites apakah berhasil bekerja dengan baik. Hasil dari penelitian ini berupa video animasi 3D yang membantu memberikan promosi mengenai wisata bersejarah Istana Asseraiyah Hasyimiah. Diharapkan dengan video animasi 3D ini akan lebih dikenal masyarakat luas dan menarik pengunjung untuk berwisata di Istana Asseraiyah Hasyimiah.
APRIORI ALGORITMA DALAM MENENTUKAN POLA PRODUKSI DENGAN PENERAPAN COUPLING DAN COHESION Didik Siswanto; Lasri Nijal; Bayu Febriadi; Zamzami Zamzami; Agusviyanda Agusviyanda
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4002

Abstract

Abstract: Efficient production planning is key to increasing the profitability of manufacturing companies. One of the biggest challenges is understanding the relationships between products that are frequently produced together. This study proposes the application of the Apriori Algorithm to discover association patterns (association rules) from historical production data. The primary goal is to identify the most frequently co-occurring product itemsets, thereby aiding production schedule planning, inventory management, and bundling strategies. Uniquely, this study also introduces the application of software engineering concepts, namely Coupling and Cohesion, as metrics to evaluate the quality and strength of the association patterns discovered. Coupling is used to measure the strength of the dependencies between items in a pattern, while Cohesion is used to measure the close relationship of items within an itemset. Using hypothetical production transaction data, the algorithm successfully identified association rules with significant support, confidence, and lift values. The analysis using Coupling and Cohesion provides a new perspective in validating the business relevance of the formed rules, demonstrating that patterns with high coupling and high cohesion are the most stable and reliable production patterns. Keywords: Apriori Algorithm, Data Mining, Production Pattern, Association Rules,                 Coupling, Cohesion, Production Planning. Abstrak: Perencanaan produksi yang efisien merupakan kunci utama dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan manufaktur. Salah satu tantangan terbesar adalah memahami hubungan antar produk yang sering diproduksi bersamaan. Penelitian ini mengusulkan penerapan Algoritma Apriori untuk menemukan pola asosiasi (association rules) dari data historis produksi. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi itemset produk yang paling sering muncul bersamaan, sehingga dapat membantu dalam perencanaan jadwal produksi, manajemen inventaris, dan strategi bundling. Uniknya, penelitian ini juga memperkenalkan penerapan konsep rekayasa perangkat lunak, yaitu Coupling (keterkaitan) dan Cohesion (kepaduan), sebagai metrik untuk mengevaluasi kualitas dan kekuatan pola asosiasi yang ditemukan. Coupling digunakan untuk mengukur seberapa kuat ketergantungan antar item dalam suatu pola, sedangkan Cohesion digunakan untuk mengukur seberapa erat hubungan item di dalam sebuah itemset. Dengan menggunakan data transaksi produksi hipotetis, algoritma berhasil mengidentifikasi aturan asosiasi dengan nilai support, confidence, dan lift yang signifikan. Analisis menggunakan Coupling dan Cohesion memberikan perspektif baru dalam memvalidasi relevansi bisnis dari aturan yang terbentuk, menunjukkan bahwa pola dengan high coupling dan high cohesion adalah pola produksi yang paling stabil dan dapat diandalkan. Kata kunci: Algoritma Apriori, Data Mining, Pola Produksi, Aturan Asosiasi, Coupling, Cohesion, Perencanaan Produksi.
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI HUKUM WARIS ISLAM DI KALANGAN MAHASISWA MUSLIM UNIVERSITAS LANCANG KUNING RIAU: STUDI KUANTITATIF BERBASIS SURVEI GOOGLE FORM Lasri Nijal; Zamzami Zamzami; Didik Siswanto
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.7004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman dan implementasi hukum waris Islam di kalangan mahasiswa Muslim Universitas Lancang Kuning Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui Google Form. Responden penelitian berjumlah 26 mahasiswa Muslim Universitas Lancang Kuning yang dipilih secara sukarela melalui penyebaran kuesioner daring. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima poin yang terdiri atas indikator pemahaman hukum waris Islam dan indikator implementasi atau sikap terhadap penerapan hukum waris Islam. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan kecenderungan jawaban responden pada setiap indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap hukum waris Islam berada pada kategori baik, dengan nilai rata-rata seluruh indikator berada di atas 3,80 dari skala lima. Indikator dengan skor tertinggi adalah pengetahuan mengenai dasar hukum waris Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis (4,42), sedangkan indikator terendah adalah keyakinan responden terhadap tingkat pemahaman mereka sendiri mengenai hukum waris Islam (3,85). Pada aspek implementasi, mahasiswa menunjukkan kategori sangat baik. Dukungan terhadap pembagian warisan berdasarkan syariat Islam memperoleh nilai rata-rata tertinggi (4,50), diikuti kesediaan menerapkan hukum waris Islam dalam keluarga (4,46). Hasil pertanyaan terbuka menunjukkan bahwa kendala utama dalam memahami hukum waris Islam adalah kompleksitas perhitungan bagian ahli waris, minimnya pembelajaran praktis, dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Mayoritas responden juga mengharapkan adanya seminar, pelatihan, pembelajaran berbasis studi kasus, serta integrasi materi mawaris dalam kegiatan akademik Universitas Lancang Kuning
PENDAMPINGAN PERHITUNGAN MAWARIS DENGAN APLIKASI ANDROID PADA PENGURUS DAN JAMAAH MASJID PARIPURNA AL MUHAJIRIN PEKANBARU Guntoro Guntoro; Lasri Nijal
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v4i1.10845

Abstract

AbstrakMasjid selain tempat untuk ibadah juga berfungsi untuk menimba ilmu dengan para ustad maupun ustazah dengan dijadwalkan oleh pengurus masjid. Masjid al muharin yang terletak di jalan Umban sari atas Kecamatan Rumbai termasuk masjid paripurna yang dinilai sangat baik oleh pemerintah kota pekanbaru. Diantara permasalahan yang banyak terjadi adalah berkenaan dengan hak waris, rasa ego dan nafsu manusia membuat banyak anggota keluarga gelap mata tanpa perdulikan perasaan kekeluargaan. Mengatasi permasalahan tersebut perlunya melakukan pendampingan pelatihan mawaris dengan menggunakan aplikasi Android bagi pengurus dan jamaah Masjid paripurna Al Muhajirin Pekanbaru. Adapun tahapan pendampingan ini adalah melakukan pretest, pelatihan, evaluasi dan posttest. Hasil dari pendampingan yang telah dilakukan menunjukkan, bahwa tingkat pemahaman masyarakat tentang penghjitungan mawaris masih rendah yaitu sebesar 17.0%, Setelah mengikuti pendampingan,  terjadi kenaikan pemahaman peserta dalam melakukan pelatihan sebesar 76.0 % , sehingga tingkat pemahaman peserta meningkat sebesar 93.0 %, AbstractApart from being a place of worship, the mosque also functions to gain knowledge of ustads and ustazahs, which are planned by the management of the mosque. Al Muharin Mosque, located on Umban Sari Street above the Rumbai District, is a complete mosque considered very good by the Pekanbar City Government. Among the problems that often occur are with regard to inheritance rights, the sense of ego and human desire makes many family members have dark eyes regardless of family feelings. Overcoming these problems, Mawaris training assistance must be provided through the use of an Android application for the Al Muhajirin Pekanbaru Mosque administrators and congregations. The stages of this assistance shall be pre-test, training, evaluation and post-test. The results of the assistance provided show that the level of understanding of the community in calculating the Mawaris  is still low at 17%. After participating in mentoring, the level of understanding of the participants increased to 93% and because the level of understanding of the participants in training increased 76%. Â