Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FUNGSI MANTRA KEKUATAN DALAM JANGJAWOKAN: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Aulia Pebrianti Wardani; Nani Darmayanti; Agus Nero Sofyan
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai “ Fungsi Mantra Kekuatan dalam Buku “Jangjawokan Inventarisasi Puisi Mantra Sunda”: Analisis Etnolinguistik”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode yang disejajarkan dengan metode observasi. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik catat. Mantra kekuatan yang dianalisis sebanyak tiga data. Berdasarkan hasil analisis data, ke tiga mantra tersebut memiliki sugesti bagi masyarakat penuturnya. Masyarakat penutur percaya bahwa mantra tersebut benar-benar memiliki kekuatan. Fungsi dari ketiga mantra kekuatan tersebut adalah fungsi sosial. Selain itu mantra tersebut dalam fungsinya dalam masyarakat memiliki dua fungsi yaitu sebagai media pengungkapan ekspresi diri dan sebagai religi. Kata kunci: mantra kekuatan, Jangjawokan, fungsi, etnolinguistik
PEMBELAJARAN DAN PELATIHAN SENI TARI TUNGGUL KAWUNG DI KOTA BOGOR SEBAGAI PELESTARIAN BUDAYA SUNDA Agus Nero Sofyan; R.Yudi Permadi; Ace Fahrullah; Tubagus Chaeru nugraha
Midang Vol 1, No 3 (2023): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v1i3.50427

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Pembelajaran dan Pelatihan Seni Tari Tunggul Kawung di Kota Bogor Sebagai Pelestarian Budaya Sunda”. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai pengetahuan seni tari tradisional di Kota Bogor dalam melestarikan budaya Sunda, khususnya di kalangan pelajar dan kelompok pemuda. Pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dengan menggunakan metode penyuluhan seni tari Tunggul Kawung di Kota Bogor. Dalam implementasinya, pengabdian ini bekerja sama dengan karang taruna dan pemerintah setempat. Adapun format ceramah dan tanya jawab merupakan pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini. Seni tradisional leluhur masyarakat Kota Bogor yaitu seni tari Tunggul Kawung menjadi materi yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini. Sumber data utama dan sekunder dalam penelitian ini meliputi tinjauan pustaka dan sumber otoritatif pada pokok bahasan seni tari Tunggul Kawung. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kota Bogor dapat terus mengamalkan dan melestarikan seni tari Tunggul Kawung, sehingga mampu menjadi kebanggaan masyarakat dan menjadi ikonik seni budaya tari tradisional warisan leluhur yang lahir serta berkembang di Kota Bogor.
AKRONIM DALAM MEDIA SOSIAL: SUATU KAJIAN MORFOLOGIS Agus Nero Sofyan; Tajudin Nur; Eka Kurnia
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 2, No 2 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i2.50973

Abstract

Penelitian ini berjudul, “ Akronim dalam Media Sosial: Suatu Kajian Morfologis”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Sumber data yang digunakan adalah surat kabar yang ada di media sosial, yaitu Kompas, Republika, Tempo, dan Pikiran Rakyat. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih) dengan pendekatan morfologis. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah morfem, silabel, akronim, dan proses morfologis. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah pendeskripsian dan proses morfologis akronim nama makanan, nama perilaku, nama perguruan tinggi, dan nama tempat tujuan berkendara dalam media sosial. Berdasarkan analisis data, ditemukan akronim nama makanan sebanyak 5, akronim nama perilaku, 5, akronim nama perguruan tinggi 5, dan akronim nama tempat tujuan berkendara 4. Akronim nama-nama tersebut dapat terbentuk dari paduan fonem awal, paduan silabel pertama, paduan silabel pertama dan kedua, paduan silabel pertama dan ketiga, paduan silabel pertama dengan mengekalkan tiga fonem pada silabel kedua, paduan silabel pertama dengan penghilangan fonem, paduan silabel pertama, kedua, dan ketiga. Morfem yang hadir dalam akronim tersebut dapat berupa paduan morfem tunggal dan paduan morfem tunggal dengan morfem kompleks.
Kerajinan Payung Geulis sebagai Kearifan Lokal Tasikmalaya Agus Nero Sofyan; Kunto Sofianto; Maman Sutirman; Dadang Suganda
PANGGUNG Vol 28 No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i4.708

Abstract

ABSTRACTThis study entitled " The Payung Geulis Craft as a Local Wisdom of Tasikmalaya" aims to obtain data on a local wisdom as ancestral culture of Tasikmalaya. The method employed is a descriptive-analytical approach, which is used to describe phenomena taking place in the present or the past. Data collection techniques in this study are interviews, direct observations, and written sources from the community and a local government. The problems addressed in this study are to find the historical, economic, and aesthetic values existed at the Tasikmalaya craft; and how does the umbrella craft pass down from the older generation to the younger generation. The outcome of this research are, first, a Geulis umbrella  is a product based on local knowledge that characterisize a Tasikmalaya society; the Geulis umbrella crafthas cultural, economic, and aestheticsignificances; and the existence of Geulis umbrella today isnearly extinct.Keywords: local wisdom, indigenous crafts, geulis umbrellas, Tasikmalaya. ABSTRAKPenelitian berjudul “Kerajinan Payung Geulissebagai Kearifan Lokal Tasikmalaya”ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang kearifan lokal Payung Geulis sebagai budaya leluhur Tasikmalaya.Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitik, yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan secara langsung, dan pengambilan sumber-sumber tertulis dari masyarakat dan pemerintah setempat. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai historis, ekonomis, dan estetis yang ada pada kerajinan Payung Geulis Tasikmalaya; dan bagimana regenerasi kerajinan Payung Geulis itu dari generasi tua kepada generasi muda. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah kerajinan Payung GeulisTasikmalaya merupakan kearifan lokal yang menjadi ciri dari masyarakat Tasikmalaya; kerajinan Payung Geulismemiliki nilai kultural, ekonomis, dan estetis yang cukup tinggi; eksistensi dan keberadaan Payung Geulis dewasa ini sudah semakin sulit ditemukan.Kata Kunci: kearifan lokal, kerajinan lokal, Payung Geulis, budaya, Tasikmalaya.
INTERJEKSI DALAM KOMENTAR TERHADAP CUITAN AKUN TWITTER @ASKNONYM: KAJIAN MORFOLOGI Rima Rismaya; Agus Nero Sofyan
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i2.354

Abstract

Interjeksi sebagai bagian dari kata tugas bahasa Indonesia digunakan dalam media sosial, salah satunya Twitter. Namun, interjeksi yang digunakan lebih bervariasi karena pengguna Twitter terkesan bebas menggunakan kata apapun untuk mengekspresikan cuitannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi interjeksi yang terdapat dalam Twitter. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat sebagai teknik pengumpulan data. Adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan metode agih yaitu teknik bagi unsur langsung (BUL) sebagai teknik dasar dan teknik lesap sebagai teknik lanjutan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat lima jenis interjeksi yang digunakan dalam komentar terhadap cuitan akun Twitter @asknonym, antara lain: (1) interjeksi kekesalan; (2) interjeksi kekagetan; (3) interjeksi kejijikan; (4) interjeksi keheranan; dan (5) interjeksi ajakan.