Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisa Ketersediaan Ruang Terbuka Publik di Lingkungan Fakultas Teknik UHO: Tinjauan Fungsi Sosial dan Estetika Wisdha Ahdiyani; Astri Puspita; Azzahra Miftahul Firdausah; Wa Ode Nartin Hamundu; Weko Indira Romanti Aulia; Abdi Juryan Ladianto
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i1.173

Abstract

Ruang terbuka publik (RTP) merupakan bagian penting dalam perencanaan kampus yang berfungsi tidak hanya sebagai elemen ekologis, tetapi juga sosial dan estetis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan, distribusi, serta fungsi sosial dan estetika RTP di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, observasi lapangan, dokumentasi visual, dan pemetaan spasial. Hasil studi menunjukkan bahwa RTP seperti plaza, taman, selasar, gazebo, dan area kantin dimanfaatkan secara aktif oleh mahasiswa untuk kegiatan sosial, diskusi akademik, makan bersama, serta ekspresi seni. Dari sisi estetika, unsur vegetasi, tata letak ruang yang harmonis, serta pencahayaan alami menciptakan suasana yang nyaman, sejuk, dan mendukung citra kampus hijau. Namun demikian, masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu dibenahi, terutama dalam hal pencahayaan buatan, keberadaan papan informasi atau signage, serta perawatan fasilitas pendukung seperti bangku taman. Temuan ini menegaskan pentingnya penyediaan dan pengelolaan RTP yang lebih terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan agar dapat terus mendukung keberlanjutan lingkungan, interaksi sosial, dan kualitas kehidupan kampus yang lebih baik di masa mendatang.
Pelatihan Pengolahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Tridama Mulya Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan Baihaqi Baihaqi; Asrul Asrul; Windayani Windayani; Harmiati Bahar; Ade Putra; Abdi Juryan Ladianto; Amniar Ati; Muhammad Saleh Qadri
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i1.244

Abstract

Desa Tridama Mulya terletak di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki potensi kelapa yang sangat melimpah. Namun, pemanfaatan oleh masyarakat masih terbatas, karena sebagian besar hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga atau dijual dalam kondisi mentah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan warga desa dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), sebuah produk bernilai ekonomi tinggi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Pelatihan ini diselenggarakan dengan menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung yang mengedepankan pendekatan partisipatif. Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kalangan pemuda, dan anggota kelompok tani. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan dalam pembuatan VCO, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar rata-rata 81,9%. Dari enam kelompok peserta, lima diantaranya berhasil memproduksi VCO dengan kualitas yang baik. Mayoritas peserta peserta juga memperlihatkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan usaha pengolahan VCO secara individu maupun kelompok. Namun beberapa tantangan masih dihadapi seperti keterbatasan peralatan, minimnya pengalaman dalam pemasaran, serta belum terbentuknya kelembagaan usaha. Oleh karena itu, dibutuhkan tindak lanjut berupa pelatihan kewirausahaan, pembekalan strategi pemasaran, dan pengembangan kelembagaan lokal.
Strategi Pengembangan Daerah Berbasis Smart Economy: Analisis Kesiapan dan Analisis Gap di Kabupaten Kolaka Timur Riyan Abdillah Takdir; Adris A Putra; Muammar Makmur; Abdi Juryan Ladianto
SemanTIK : Teknik Informasi Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 (2025): SemanTIK Teknik Informasi
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/semantik.v11i1.153

Abstract

Kabupaten Kolaka Timur menghadapi tantangan dalam pembangunan ekonomi yang masih bergantung pada sektor primer, minimnya diversifikasi usaha, serta rendahnya adopsi teknologi digital. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi berjalan kurang optimal dan belum inklusif. Penerapan konsep smart economy dipandang sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesiapan daerah dalam mengadopsi teknologi digital, dengan menganalisis Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), potensi UMKM, dan infrastruktur pendukung. Hasil menunjukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi PDRB, sementara UMKM didominasi oleh usaha mikro dan kecil. Tantangan utama meliputi infrastruktur digital yang belum merata, rendahnya literasi teknologi, serta perizinan yang kompleks. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi digitalisasi pemasaran UMKM, peningkatan akses transportasi, serta pelatihan keterampilan digital. Implementasi smart economy diharapkan memberikan manfaat nyata, seperti efisiensi pelayanan publik, perluasan akses pasar UMKM, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja baru berbasis teknologi. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan terintegrasi, Kolaka Timur memiliki peluang besar untuk menjadi contoh sukses penerapan inovasi digital dalam pembangunan daerah.  East Kolaka Regency faces economic development challenges due to its reliance on the primary sector, limited business diversification, and low adoption of digital technology. These conditions hinder optimal and inclusive economic growth. The implementation of a smart economy is viewed as a strategic solution to enhance efficiency, innovation, and local economic competitiveness. This study aims to assess the region's readiness for digital transformation by analyzing the Gross Regional Domestic Product (GRDP), the potential of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), and supporting infrastructure. Findings indicate that agriculture, forestry, and fisheries still dominate the GRDP, while MSMEs are mostly composed of micro and small enterprises. Major challenges include uneven digital infrastructure, low technological literacy, and complex licensing processes. Recommended development strategies include digital marketing for MSMEs, improved transportation access, and digital skills training. The implementation of a smart economy is expected to generate tangible benefits, such as more efficient public services, broader market access for MSMEs, increased community welfare, and the creation of technology-based job opportunities. Through a collaborative and integrated approach, East Kolaka has the potential to become a successful model for leveraging digital innovation in regional development
Pemanfaatan Big Data Analytics dalam Proses Manajemen Teknologi untuk Prediksi Permintaan Pasar Asrul Asrul; Windayani Windayani; Ade Putra; Harmiaty Bahar; Baihaqi Baihaqi; Abdi Juryan Ladianto; Hera Pebrianti; Muhammad Saleh Qadri
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14516

Abstract

Pemanfaatan teknologi Big Data Analytics (BDA) telah menjadi kunci dalam mendukung pengambilan keputusan strategis, khususnya dalam memprediksi permintaan pasar yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BDA dalam proses manajemen teknologi untuk meningkatkan akurasi prediksi permintaan pasar. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data sekunder yang diperoleh dari perusahaan yang telah menerapkan BDA dalam operasionalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan BDA tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi tetapi juga membantu organisasi mengidentifikasi pola perilaku konsumen, tren pasar, dan peluang bisnis baru secara lebih efisien. Selain itu, penerapan BDA mendukung pengelolaan teknologi yang lebih adaptif melalui integrasi data real-time dengan sistem manajemen operasional perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat literatur terkait manajemen teknologi berbasis data, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi untuk perusahaan dalam mengoptimalkan implementasi BDA untuk pengambilan keputusan strategis. Temuan ini menegaskan bahwa adopsi BDA merupakan langkah krusial dalam menciptakan keunggulan kompetitif, terutama di era disrupsi digital saat ini.
Pelatihan Pengolahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Tridama Mulya Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan Baihaqi Baihaqi; Asrul Asrul; Windayani Windayani; Harmiati Bahar; Ade Putra; Abdi Juryan Ladianto; Amniar Ati; Muhammad Saleh Qadri
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i1.244

Abstract

Desa Tridama Mulya terletak di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki potensi kelapa yang sangat melimpah. Namun, pemanfaatan oleh masyarakat masih terbatas, karena sebagian besar hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga atau dijual dalam kondisi mentah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan warga desa dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), sebuah produk bernilai ekonomi tinggi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Pelatihan ini diselenggarakan dengan menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung yang mengedepankan pendekatan partisipatif. Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kalangan pemuda, dan anggota kelompok tani. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan dalam pembuatan VCO, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar rata-rata 81,9%. Dari enam kelompok peserta, lima diantaranya berhasil memproduksi VCO dengan kualitas yang baik. Mayoritas peserta peserta juga memperlihatkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan usaha pengolahan VCO secara individu maupun kelompok. Namun beberapa tantangan masih dihadapi seperti keterbatasan peralatan, minimnya pengalaman dalam pemasaran, serta belum terbentuknya kelembagaan usaha. Oleh karena itu, dibutuhkan tindak lanjut berupa pelatihan kewirausahaan, pembekalan strategi pemasaran, dan pengembangan kelembagaan lokal.