Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS ANGGOTA KELOMPOK PETANI PRODUSEN GARAM BAHARI MEUGAHNA Baihaqi Baihaqi; Syifa Saputra; Aidil Amar; Afkar Afkar; Faizin Faizin; Fina Meilinar
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Rambideun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v7i2.2413

Abstract

The main focus of implementing this community service activity is to increase the human resource capacity of Salt Farmers in Bluka Teubai Village which aimed to provide knowledge and skills in the form of training in business management, marketing, packaging and improving product quality. After the activities were carried out, it is hoped that the salt farmer group will be able to develop their business more effectively and efficiently, increase productivity and business competitiveness, and improve the economic welfare of the group and the surrounding community. Based on the results of the PKM activities that have been implemented, it can be seen that there has been an increase in the capacity and skills of the Meugahna Marine Salt Farmers Group's human resources in various aspects related to marine salt farming, such as business management, marketing and improving product quality. Apart from that, developing entrepreneurship in the salt farming sector can also help increase income, thereby encouraging local economic development and the welfare of the surrounding community.
Pelatihan Pengolahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Tridama Mulya Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan Baihaqi Baihaqi; Asrul Asrul; Windayani Windayani; Harmiati Bahar; Ade Putra; Abdi Juryan Ladianto; Amniar Ati; Muhammad Saleh Qadri
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i1.244

Abstract

Desa Tridama Mulya terletak di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki potensi kelapa yang sangat melimpah. Namun, pemanfaatan oleh masyarakat masih terbatas, karena sebagian besar hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga atau dijual dalam kondisi mentah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan warga desa dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), sebuah produk bernilai ekonomi tinggi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Pelatihan ini diselenggarakan dengan menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung yang mengedepankan pendekatan partisipatif. Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kalangan pemuda, dan anggota kelompok tani. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan dalam pembuatan VCO, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar rata-rata 81,9%. Dari enam kelompok peserta, lima diantaranya berhasil memproduksi VCO dengan kualitas yang baik. Mayoritas peserta peserta juga memperlihatkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan usaha pengolahan VCO secara individu maupun kelompok. Namun beberapa tantangan masih dihadapi seperti keterbatasan peralatan, minimnya pengalaman dalam pemasaran, serta belum terbentuknya kelembagaan usaha. Oleh karena itu, dibutuhkan tindak lanjut berupa pelatihan kewirausahaan, pembekalan strategi pemasaran, dan pengembangan kelembagaan lokal.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Mahasiswa dalam Menyusun Proposal Penelitian Skripsi Universitas Halu Oleo Amniar Ati; Andrias Andrias; Septianto Aldiansyah; Fitriyani Saudi; Nur Hasanah; Andi Sulia Sudirman; Baihaqi Baihaqi; Asrul Asrul; La Ode Nursalam
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i2.319

Abstract

Keterbatasan pemahaman mahasiswa terhadap konsep penelitian dan teknik penyusunan proposal menyebabkan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Geografi, Administrasi Bisnis, dan Teknologi Pangan mengalami kesulitan dalam menyusun proposal skripsi secara mandiri. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian skripsi dan; 2) memberikan pelatihan peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian skripsi Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa semester VII dan VIII dari tiga jurusan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam beberapa sesi yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penyusunan proposal, serta sesi konsultasi individu. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa hambatan utama mahasiswa bersifat internal meliputi: (1) kesulitan merumuskan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian; (2) keterbatasan dalam memahami konsep dasar metodologi penelitian; dan (3) ketidakmampuan menentukan pendekatan penelitian yang sesuai dengan topik kajian. Selain itu, kemampuan penulisan ilmiah mahasiswa yang masih rendah juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyusun latar belakang, tinjauan pustaka, dan kerangka teoritis secara runtut dan logis. Sedangkan hambatan eksternalnya mencakup keterbatasan akses terhadap referensi ilmiah terbaru seperti jurnal terakreditasi dan buku-referensi sehingga menghambat penyusunan landasan teori dan kajian pustaka. Meskipun demikian, selama proses pelatihan, mahasiswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam pemaparan materi dan diskusi, yang berdampak pada peningkatan pemahaman konseptual serta keterampilan teknis dalam menyusun proposal skripsi. Ke depan, program pelatihan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat budaya riset di kalangan mahasiswa.
Analisis Kimia Kopi Cherry Arabika (Coffea arabica) dengan Kajian Kadar Alkohol, Kadar Kafein, Total Padatan Terlarut dan Total Asam Pada Limbah Hasil Fermentasi Anaerobik Syahirman Hakim; Irwnsyah Irwnsyah; Risky Widayat; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v9i2.868

Abstract

This study aimed to determine the quantitative measurements of alcohol concentration, caffeine content, total dissolved solids, and total acid. This study used an experimental design with a non-factorial, Completely Randomized Design (CRD) that included three treatment levels, each replicated three times. The study consists of the following treatment levels: H5 represents the fermentation of cherry Arabica coffee for five days, H10 for ten days, and H15 for 15 days. The collected data underwent analysis of variance (ANOVA) using SPSS version 22. The Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) was used at a 5% significance level to determine the differences in the effects of each therapy. The study showed that the length of anaerobic fermentation of Arabica coffee cherries significantly affected the concentrations of alcohol, caffeine, total dissolved solids, and total acid (p<0.05). With longer fermentation, alcohol concentration, caffeine content, and total acid levels increase while the total dissolved solids content decreases. The most effective treatment in this study was noted on the 5th day of fermentation, showing an average alcohol content of 11.93%, caffeine content of 3.36%, total dissolved solids of 4.83oBrix, and total acid of 1.62%.
Analisis Warna, TSS dan Kekerasan Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada Tingkat Kematangan Berbeda Baihaqi Baihaqi; Dyah Fridayati
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kematangan terhadap karakteristik kualitas tomat, meliputi warna, kekerasan, dan kandungan total padatan terlarut (TPT). Penelitian dilakukan pada tiga tingkat kematangan tomat: matang hijau (M1), matang oranye (M2), dan matang merah (M3). Parameter yang diamati mencakup kekerasan, warna (koordinat L*, a*, b*), dan TPT (°Brix). Analisis data dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan uji lanjut Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan berpengaruh signifikan terhadap kekerasan dan parameter warna (L*, a*), namun tidak memengaruhi nilai TPT dan parameter warna b*. Kekerasan tomat menurun seiring peningkatan kematangan, dengan M1 memiliki kekerasan tertinggi (2,80±0,21 kgf) dibandingkan M2 (1,92±0,20 kgf) dan M3 (1,81±0,08 kgf). Nilai L* menurun dari M1 (53,10±1,32) ke M3 (43,29±1,29), sedangkan nilai a* meningkat dari M1 (-9,87±0,66) ke M3 (20,36±6,13), mencerminkan pergeseran warna dari hijau ke merah. TPT tertinggi ditemukan pada M3 (4,73±0,32 °Brix), namun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Penurunan kekerasan dan perubahan warna disebabkan oleh degradasi klorofil, sintesis pigmen likopen, dan aktivitas enzim seperti pektin esterase. Hasil ini mengindikasikan bahwa tingkat kematangan memengaruhi kualitas fisik dan penampilan tomat, dengan implikasi pada pemilihan tahap panen untuk kebutuhan pasar dan penyimpanan
Pemanfaatan Big Data Analytics dalam Proses Manajemen Teknologi untuk Prediksi Permintaan Pasar Asrul Asrul; Windayani Windayani; Ade Putra; Harmiaty Bahar; Baihaqi Baihaqi; Abdi Juryan Ladianto; Hera Pebrianti; Muhammad Saleh Qadri
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14516

Abstract

Pemanfaatan teknologi Big Data Analytics (BDA) telah menjadi kunci dalam mendukung pengambilan keputusan strategis, khususnya dalam memprediksi permintaan pasar yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BDA dalam proses manajemen teknologi untuk meningkatkan akurasi prediksi permintaan pasar. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data sekunder yang diperoleh dari perusahaan yang telah menerapkan BDA dalam operasionalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan BDA tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi tetapi juga membantu organisasi mengidentifikasi pola perilaku konsumen, tren pasar, dan peluang bisnis baru secara lebih efisien. Selain itu, penerapan BDA mendukung pengelolaan teknologi yang lebih adaptif melalui integrasi data real-time dengan sistem manajemen operasional perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat literatur terkait manajemen teknologi berbasis data, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi untuk perusahaan dalam mengoptimalkan implementasi BDA untuk pengambilan keputusan strategis. Temuan ini menegaskan bahwa adopsi BDA merupakan langkah krusial dalam menciptakan keunggulan kompetitif, terutama di era disrupsi digital saat ini.
Bioteknologi Pangan Berbasis Mikroorganisme Rekayasa Genetika: Tren dan Tantangan Global Nurchalisah Rustan M; Sri Wahyuni; Baihaqi Baihaqi; Wa Ode Nafilawati; Minggu Lestari Ningsih; Febryansyah Febryansyah
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14532

Abstract

Bioteknologi pangan berbasis mikroorganisme rekayasa genetik telah menjadi inovasi kunci dalam meningkatkan efisiensi fermentasi, memperkaya kandungan nutrisi, meningkatkan kualitas pangan fungsional, serta memproduksi protein pangan alternatif. Proses fermentasi yang lebih efisien dapat dicapai dengan memodifikasi mikroorganisme agar memiliki kemampuan metabolisme yang lebih optimal, sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai penelitian pada Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum yang meningkatkan produksi bioetanol dan asam laktat. Namun, meskipun banyak manfaatnya, penerapan teknologi ini menghadapi berbagai tantangan, seperti risiko lingkungan akibat kontaminasi silang, potensi toksisitas atau reaksi alergi pada konsumen, dan biaya tinggi dalam produksi skala besar. Selain itu, perbedaan regulasi antarnegara juga memperlambat penerimaan produk berbasis rekayasa genetik di pasar global. Meskipun demikian, prospek masa depan bioteknologi pangan berbasis mikroorganisme rekayasa genetik sangat cerah, dengan peluang untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengurangi pemborosan makanan, dan meningkatkan keberlanjutan. Dengan kemajuan teknologi seperti CRISPR-Cas9, optimasi jalur metabolisme mikroorganisme dapat dilakukan lebih presisi, menjadikan inovasi ini sebagai solusi strategis dalam pengembangan pangan fungsional dan berkelanjutan di masa depan. Untuk itu, diperlukan pengembangan teknologi yang lebih efisien dan murah serta regulasi internasional yang lebih komprehensif untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan teknologi ini. Dengan pendekatan yang tepat, bioteknologi pangan dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan sistem pangan global yang lebih aman, bergizi, dan ramah lingkungan di masa depan.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK EVALUASI PENUTUPAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI LASOLO Davik Davik; Baihaqi Baihaqi; La Baco Sudia; Kahirun Kahirun; Muhammad Rahmad Ramadhan
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14558

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari unsur fisik, biologi, dan sosial yang saling berinteraksi dalam siklus hidrologi. Tutupan lahan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi DAS dengan mempengaruhi infiltrasi air, limpasan permukaan, serta risiko erosi dan sedimentasi. Perubahan tutupan lahan yang tidak terkendali dapat menyebabkan degradasi lingkungan dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi alat yang efektif dalam memantau dan mengevaluasi perubahan penutupan lahan secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan penutupan lahan di DAS Lasolo menggunakan pendekatan SIG dan metode Maximum Likelihood Classification (MLC) pada citra Landsat tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat klasifikasi utama tutupan lahan, yaitu hutan (572,81 ha), pertanian lahan kering (103,46 ha), pemukiman (84,70 ha), dan lahan terbuka (3,06 ha). Analisis akurasi menggunakan uji Kappa menunjukkan tingkat keandalan klasifikasi yang tinggi dengan nilai 87,38%, yang mengindikasikan tingkat kesesuaian yang sangat baik antara hasil klasifikasi dan kondisi lapangan. Selain itu, hasil analisis Persentase Penutupan Vegetasi (PPV) menunjukkan nilai 88,5%, yang dikategorikan sangat baik yang mencerminkan bahwa DAS Lasolo masih memiliki tingkat vegetasi yang tinggi. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa meskipun tutupan lahan yang sangat baik dalam wilayah DAS, faktanya daerah pemukiman bagian hilir selalu mengalami banjir. Oleh karena itu masih perlu dilakukan kajian variabel lainya di DAS Lasolo.
Analisis Tren Konsumsi Ikan di Kalangan Generasi Z dan Milenial sebagai Dasar Pengembangan Program Edukasi Pangan Sehat Venny Agustin; Willy Wijayanti; Ilham Wahyu Pamungkas; Abraham Horisanto; Andi Dahlan; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.14925

Abstract

Ikan merupakan salah satu sumber protein utama yang memiliki kontribusi besar sebagai sumber pangan bagi masyarakat indonesia. Hal ini dikarenakan harga yang murah serta memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Meskipun ikan memliki banyak manfaat akan tetapi berbanding terbalik dengan minat konsumsi ikan oleh masyarakat terutama Generasi Z dan Milenial yang masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat minat konsumsi ikan pada kedua generasi tersebut sehingga dapat menjadi dasar dalam merancang program edukasi pangan sehat yang tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan kuesioner terhadap 104 responden dari Generasi Z dan Milenial. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 78,8 % responden dari Generasi Z dan Milenial menyukai ikan dengan frekuensi konsumsi aktual masih rendah, yaitu sebesar 52,9% responden yang mengkonsumsi ikan 1–2 kali per minggu. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa sebagian besar responden yang menyukai ikan didominasi Generasi Z dengan mayoritas oleh perempuan yang berstatus sebagai pekerja. Faktor penghambat utama konsumsi ikan meliputi aroma amis, kepraktisan pengolahan, dan keterbatasan informasi gizi. Di sisi lain, mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap nilai gizi ikan dan menunjukkan minat tinggi terhadap produk olahan ikan. Media sosial seperti Instagram dan TikTok memiliki potensi besar dalam membentuk persepsi makanan di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, strategi edukasi yang interaktif, berbasis visual, dan sesuai dengan gaya hidup digital dinilai efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan minat konsumsi ikan.
Review Artikel : Mikroba, Tanaman dan Teknologi sebagai Integrasi Bioteknologi Mikrobial dalam Pertanian Modern Sri Wahyuni Basoka; Eko Aprianto Johan; Nurchalisah Rustan M; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.15137

Abstract

Pertanian modern menghadapi tantangan serius seperti penurunan kesuburan tanah, ketergantungan pada bahan kimia sintetis, dan dampak perubahan iklim terhadap produktivitas dan ketahanan pangan. Dalam upaya mencari solusi berkelanjutan, bioteknologi mikrobial muncul sebagai pendekatan potensial melalui pemanfaatan mikroorganisme yang bermanfaat dalam sistem pertanian. Mikroba seperti bakteri penambat nitrogen, pelarut fosfat, dan fungi mikoriza berperan dalam meningkatkan efisiensi pemupukan, pertumbuhan tanaman, dan kesuburan tanah. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kimia dan mikroba tertentu dapat mengurangi kebutuhan input sintetis tanpa menurunkan hasil panen. Selain itu, mikroorganisme seperti Plant Growth Promoting Bacteria (PGPR) berkontribusi pada ketersediaan hara dan kesehatan tanaman. Kemajuan bioteknologi juga mempermudah proses inokulasi serta identifikasi mikroorganisme unggul yang efektif sebagai pupuk hayati. Dengan pendekatan ini, pertanian berpotensi bergerak menuju sistem yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.