Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH FOOT MASSAGE DENGAN MENDENGARKLAN MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG ICU RSUD SAYANG CIANJUR Emy Salmiyah; Sri Wahyuni; Neng Salmah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2019): januari 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur berkualitas merupakan keadaan dimana tidur yang dijalani seorang individu yang menghasilkan kesegaran dan kebugaran disaat terbangun dan dapat mempengaruhi kesehatan menjadi lebih baik. Upaya untuk memperbaiki kualitas tidur pasien di ruang ICU yang rata-rata memiliki kualitas buruk salah satunya dengan memberikan foot massage sambil mendengarkan murottal Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap kualitas tidur pasien di ruang ICU RSUD Sayang Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu yang didesain secara Non equivalent Control Group Design.Sampel yang digunakan sebanyak 15 pasien di ruang ICUsebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah uji dependent sample T-Test dengan software SPSS. Hasil dari pengujian yang didapatkan dari total keseluruhan 15 responden yang mengalami kualitas tidur buruk yaitu 9 responden (60%), dan hampir setengahnya mengalami kualitas tidur baik yaitu 6 responden (40%). Hasil yang didapat yaitu nilai p sebesar 0,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap kualitas tidur pasien. Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukan bagi rumah sakit untuk mengadakan pendidikan kesehatan, workshop dan menetapkan SOP mengenai pemberian foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an. Kata Kunci : Foot Massage, Murottal Al-Qur’an, Kualitas Tidur, ICU
PENGARUH FLUSHING NACL 0,9% TERHADAP KEJADIAN FLEBITIS PADA PASIEN YANG TERPASANG KATETER INTRAVENA PERIFER DI RUANG ZAMZAM RSUD AL IHSAN PROVINSI JAWA BARAT Mohammad Anwar; Emmy Salmiyah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian flebitis menjadi indikator mutu pelayanan minimal rumah sakit dengan standar kejadian < 1,5%. Angka kejadian flebitis di Ruang Zamzam RSUD Al Ihsan tahun 2017 adalah 3,06%. Kejadian flebitis dapat dicegah dengan cara mematuhi standar prosedur tindakan keperawatan yang berlaku diantaranya hand hygiene, teknik septik-aseptik, penggunaan APD, pemilihan kateter intravena yang optimal, menggunakan dressing transparant, mengganti perangkat infus setiap 96 jam dan melakukan flushing NaCl 0,9%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh flushing NaCl 0,9% terhadap kejadian flebitis pada pasien yang terpasang kateter intravena perifer. Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain non randomize control group pretest posttest design. Sampel penelitian ini pasien yang terpasang kateter intravena perifer berjumlah 46 responden yang terdiri dari 23 responden kelompok intervensi dan 23 responden kelompok kontrol. Hasil uji Independen T test pada kedua kelompok responden diperoleh nilai p (0,001) < α (0,05) yang menggambarkan adanya pengaruh flushing NaCl 0,9% terhadap kejadian flebitis. Oleh karena itu disarankan untuk menetapkan standar prosedur operasional flushing dalam upaya pencegahan kejadian flebitis. Kata Kunci : Flushing NaCl 0,9%, kejadian flebitis, kateter  intravena perifer
PENGARUH METODE THERAPY BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH SEHAT NUR SUNDA GUS MUS THERAPY CIANJUR Emy Salmiyah; Sada Ukur Barus; Muhamad Reza
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah, dimana sistolik ≥140 dan diastolik 90 mmHg. Lansia merupakan usia yang beresiko terhadap penyakit degenerative seperti hipertensi. Proses penuaan mempengaruhi perubahan fisik dan mental yang mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh. Pengobatan atau terapi non farmakologis yang bisa digunakan sebagai alternative pengobatan refleksi tubuh adalah bekam. Salah satunya bekam basah merupakan pengobatan dengan membekam titik – titik dipermukaan kulit, yang berupa titik akupuntur, akupresur, refleksi, dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode therapy bekam basah terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Rumah Sehat Nur Sunda Gus Mus Therapy Cianjur. Desain penelitian adalah one group pre and post test desain. Jumlah sample pada penelitian 20 responden. Uji statistik yang  digunakan adalah uji Paired t-test. Hasil penelitian adanya pengaruh dengan nilai p value (0,0001) < α (0,0005) untuk tekanan darah sistol dan p value (0,0002) < α (0,0005) untuk tekanan darah diastol. Kesimpulan bahwa therapy bekam basah merupakan salah satu terapi non farmakologi yang berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Saran therapy bekam salah satu alternative pengobatan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Bekam basah 
Kejadian Infeksi Luka Operasi pada Pasien Post Operasi Apendiktomi Atira Atira; Emy Salmiyah; Dede Puri Purwandi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.734 KB) | DOI: 10.33846/ghs6301

Abstract

The incidence of appendicitis at the Cimacan Hospital, West Java within a period of six months in 2019 was 43 cases. The incidence of appendicitis generally experiences surgical wound infections (ILO) in every month, but the number of ILO incidences is not known. The purpose of this study was to determine the profile of ILO cases in post-operative appendectomy patients at the Surgical Clinic at Cimacan Hospital in 2020. The research method used was the Descriptive Survey Method with data collection using a Guttman scale questionnaire sheet in appendicectomy patients. The sample used was 30 respondents with a sampling technique using purposive sampling. The results showed that based on the Univariate Analysis Test, the results obtained were from as many as 30 respondents there were 17 (56.7%) who had surgical wound infections (ILO) in appendectomy patients and 13 (43.3%) respondents did not experience ILO. Suggestion: it is necessary to promote health regarding the importance of knowledge about wound care in appendectomy patients to the medical team and family so that the prevention of surgical wound infection (ILO) can be avoided. Keywords: surgical wound infection; appendectomy patient ABSTRAK Angka kejadian apendisitis di RSUD Cimacan, Jawa Barat dalam kurung waktu enam bulan pada tahun 2019 terdapat 43 kasus. Kejadian apendisitas umumnya mengalami infeksi luka operasi (ILO) dalam tiap bulan, namun belum diketahui jumlah angka kejadian ILO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kasus ILO pada pasien Post Operasi Apendiktomi di Poli Bedah RSUD Cimacan tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu Metode Survei Deskriptif dengan pengambilan data menggunakan lembar kuesioner skala guttman pada pasien Apendiktomi. Sampel yang digunakan sebesar 30 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Uji Analisis Univariat didapatkan hasil yaitu dari sebanyak 30 responden terdapat 17 (56,7%) yang mengalami infeksi luka operasi (ILO) pada pasien apendiktomi dan lainnya sebesar 13 (43,3%) responden tidak mengalami ILO. Saran: perlu dilakukan promosi kesehatan mengenai pentingnya ilmu pengetahuan tentang perawatan luka pada pasien apendiktomi pada tim medis dan keluarga agar pencegahan infeksi luka operasi (ILO) dapat terhindarkan. Kata kunci: infeksi luka operasi; pasien apendiktomi
PENGARUH METODE TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Tampubolon, Briefman; Barus, Sada Ukur; Emy Salmiah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 16 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v16i1.287

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah, dimana sistolik ≥140 dan diastolik 90 mmHg. Lansia merupakan usia yang beresiko terhadap penyakit degenerative seperti hipertensi. Proses penuaan mempengaruhi perubahan fisik dan mental yang mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh. Pengobatan atau terapi non farmakologis yang bisa digunakan sebagai alternative pengobatan refleksi tubuh adalah bekam. Salah satunya bekam basah merupakan pengobatan dengan membekam titik - titik dipermukaan kulit, yang berupa titik akupuntur, akupresur, refleksi, dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode therapy bekam basah terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Rumah Sehat Nur Sunda Gus Mus Therapy Cianjur. Desain penelitian adalah one group pre and post test desain. Jumlah sample pada penelitian 20 responden. Uji statistik yang  digunakan adalah uji Paired t-test. Hasil penelitian adanya pengaruh dengan nilai p value (0,0001) < α (0,0005) untuk tekanan darah sistol dan p value (0,0002) < α (0,0005) untuk tekanan darah diastol. Kesimpulan bahwa therapy bekam basah merupakan salah satu terapi non farmakologi yang berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Saran therapy bekam salah satu alternative pengobatan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kata Kunci     : Hipertensi Lansia, Bekam basah, Pengobatan Refleksi Tubuh Kepustakaan : 22 Buku, 5 Media internet dan 7 Penelitian dari tahun 2009-2018
PENGARUH METODE THERAPY BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH SEHAT NUR SUNDA GUS MUS THERAPY CIANJUR Salmiyah, Emy; Barus, Sada Ukur; Reza, Muhamad
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v14i1.138

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah, dimana sistolik ≥140 dan diastolik 90 mmHg. Lansia merupakan usia yang beresiko terhadap penyakit degenerative seperti hipertensi. Proses penuaan mempengaruhi perubahan fisik dan mental yang mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh. Pengobatan atau terapi non farmakologis yang bisa digunakan sebagai alternative pengobatan refleksi tubuh adalah bekam. Salah satunya bekam basah merupakan pengobatan dengan membekam titik – titik dipermukaan kulit, yang berupa titik akupuntur, akupresur, refleksi, dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode therapy bekam basah terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Rumah Sehat Nur Sunda Gus Mus Therapy Cianjur. Desain penelitian adalah one group pre and post test desain. Jumlah sample pada penelitian 20 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired t-test. Hasil penelitian adanya pengaruh dengan nilai p value(0,0001) < α (0,0005) untuk tekanan darah sistol dan p value (0,0002) < α (0,0005) untuk tekanan darah diastol. Kesimpulan bahwa therapy bekam basah merupakan salah satu terapi non farmakologi yang berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Saran therapy bekam salah satu alternative pengobatan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Bekam basah
Penerapan Kompres Hangat dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Gastritis Iis Rostika; Emy Salmiyah; halimatusyadiah halimatusyadiah; Ratna Wulan Hardian
Health Idea Vol 2, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2207

Abstract

Gastritis adalah penyakit  peradangan pada mukosa lambung yang disebabkan oleh iritasi dan infeksi pada lambung serta pola makanan yang tidak teratur. Salah satu gejala yang sering terjadi pada penderita gastritis adalah nyeri, keluhan nyeri menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan teknik Farmakologi dan non-farmakologi salah satuya dengan menggunakan Kompres Hangat. Tujuan : Penerapan Kompres Hangat dapat membantu pasien gastritis dalam menurunkan skala nyeri, mengurangi kecemasan dan memberikan rasa nyaman. Metode : metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah Studi Kasus. Alat ukur yang digunakan penulis adalah pengkajian, wawancara, observasi, untuk mengukur skala nyeri Numeric Rating Scale dan Standar Oerasional Prosedur. Hasil: Hasil Studi Kasus menunjukan setelah pemberian Kompres Hangat 2x sehari selama 3 hari dalam waktu 15 menit skala nyeri menurun, yaitu sebelum dilakukan kompres hangat skala nyeri 6 dan setelah dilakukan kompres hangat skala nyeri menjadi 3. Simpulan dan Saran : pemberian kompres hangat ini dapat diberikan kepada pasien dengan penderita gastritis, tidak hanya mengurangi nyeri pada pasien tetapi dapat memberikan rasa nyaman setelah diberikan kompres hangat.
The Effect of Bay Leaf Decoction on Blood Pressure Reduction in Patients with Hypertension Budi Rianto; Atira; Emy Salmiyah; Nirmala Aqmarina Shabahati
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i1.482

Abstract

Hypertension affects approximately 1.28 billion people worldwide and remains a major contributor to morbidity and mortality, particularly in Indonesia. Conventional pharmacological management often leads to poor adherence, highlighting the need for complementary therapies. This study aimed to examine the effect of bay leaf (Syzygium polyanthum) decoction on reducing blood pressure in patients with hypertension in Cibeunying, Bandung. This quantitative study employed a quasi-experimental design. A total of 30 hypertensive patients were selected using a non-probability purposive sampling technique and divided into an intervention group and a control group. Blood pressure was measured using a digital sphygmomanometer following standard operating procedures. The intervention group received bay leaf decoction for five consecutive days. Before the intervention, 60.0% of participants in the intervention group were classified as having stage 1 hypertension. After the intervention, only 20.0% remained in stage 1 hypertension, while most participants shifted to the pre-hypertension category. Statistical analysis using the Marginal Homogeneity test showed a significant reduction in blood pressure (p = 0.02; α = 0.05). The findings indicate that bay leaf decoction has a significant effect on lowering blood pressure in patients with hypertension. Therefore, bay leaf decoction may be considered as a complementary non-pharmacological therapy for blood pressure management.
Music Movement Therapy for Improving Muscle Strength in a Non-Hemorrhagic Stroke Patient: A Case Study at Bayu Asih Hospital Ratna Wulan Hardian Noviani; Agus Mardiansyah; Emmy Salmiyah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 18 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v18i2.435

Abstract

Stroke is a cerebrovascular disease that causes neurological and motor impairments, often leading to reduced muscle strength. Music Movement Therapy (MMT) is a non-pharmacological intervention combining music and range-of-motion (ROM) exercises, which may improve muscle strength and support rehabilitation in stroke patients. This case study was conducted from 13–19 March 2024 on a non-hemorrhagic stroke patient (Mrs. M) at the Teratai Room of Bayu Asih Hospital, Purwakarta. The patient received MMT sessions for 15 minutes daily over three consecutive days. Muscle strength was measured before and after the intervention using Manual Muscle Testing (MMT scale). Muscle strength improved from grade 2 (full joint motion without resistance) on day 1 to grade 4 (able to resist light to moderate resistance) on day 3 after the intervention. MMT effectively increased upper-extremity muscle strength in this non-hemorrhagic stroke patient. Health professionals may consider MMT as a complementary non-pharmacological intervention to enhance motor function in stroke rehabilitation.
Effect of Video Education on Dengue Knowledge in Adolescents Agnes Siti Kusminah; Atira; Budi Rianto; Emy Salmiyah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.507

Abstract

Dengue hemorrhagic fever remains a significant public health problem, particularly in endemic areas where adolescents are also at risk of exposure. Limited knowledge regarding transmission, symptoms, and prevention may contribute to inadequate preventive behavior. Educational media that are attractive and easy to understand are needed to improve adolescent knowledge, including video-based health education. This study aimed to determine the effect of video media on improving adolescents’ knowledge about dengue hemorrhagic fever. This quasi-experimental study used a one-group pretest-posttest design. The participants were 100 students in grades VII-IX at MTs Darussalam, Melong, Cimahi, recruited through total sampling. A five-minute dengue education video was shown three times during the intervention session. Knowledge was assessed immediately before and after the intervention using an 11-item study-specific questionnaire. Data were summarized descriptively and analyzed using the Marginal Homogeneity test. Before the intervention, most respondents had poor knowledge (64.0%), while only 15.0% had good knowledge. After the intervention, the proportion with good knowledge increased to 54.0%, while poor knowledge decreased to 17.0%. The Marginal Homogeneity test indicated a statistically significant change in knowledge level (p < 0.001). Video-based health education was associated with a significant improvement in adolescents' dengue knowledge. This medium may be considered as an accessible health-promotion strategy for school-age populations.