Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PROFIL PENYAKIT DIFTERI, PENGETAHUAN, USIA, DAN RIWAYAT IMUNISASI PADA MASYARAKAT atira, atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKasus difteri pada tahun 2018 kembali lagi ditemukan di Kabupaten Cianjur. Kejadian difteri tersebut dianggap suatu kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) karena ditemukan sejumlah masyarakat  yang terkena difteri. Namun belum diketahui profil masyakarat  yang dinyatakan difetri dan profil demografi yang meliputi pengetahuan dan usia serta riwayat imunisasi masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil penyakit difteri, pengetahuan, usia, dan riwayat imunisasi pada masyarakat di RT 09/02 Kampung Cipatat, Kabupten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan survei deskriptif. Besaran populasi 40 responden dengan teknik sampling menggunakan Total sampling. Hasil penelitian ini berdasarkan Analisis Univariat menunjukkan bahwa dari 40 responden ditemukan sebanyak 6 (15,0%) responden mengalami kejadian difteri, sebanyak 28 (70,0%) responden berpengetahuan  cukup, sebanyak 35 (87,5%) responden kartegori usia dewasa tengah, dan sebanyak dan 25 (62,5%) responden tidak mendapatkan imunisasi.  Simpulan: Profil kejadian difteri sebanyak 6 (15,0%) responden, Profil pengetahuan masyarakat sebanyak 28 (70,0%) responden berpengetahuan  cukup, dan Profil usia masyarakat sebanyak 35 (87,5%) responden kartegori usia dewasa tengah, dan 25 (62,5%) responden tidak mendapatkan imunisasi. Saran, hasil penelitian ini diharapkan dilakukan uji lanjut untuk mendapatkan faktor penyebab terjadinya difteri terutama pada masyarakat Desa Sukamulya agar kejadian difteri pada masyarakat dapat tereliminasi.Kata kunci: difteri, pengetahuan, status imunisasi, usia.        PROFILE OF DISEASE, KNOWLEDGE, AGE, AND IMMUNIZATION HISTORY IN COMMUNITIES Abstrack Diphtheria cases in 2018 were again found in Cianjur Regency. The diphtheria incident is considered a case of Extraordinary Events (KLB) because it was found a number of people affected by diphtheria. However, it is not yet known which profiles of people are stated as diffetrices and demographic profiles which include knowledge and age and the history of community immunization. The purpose of this study was to determine the profile of diphtheria and demographic disease and the history of community immunization in RT 09/02 Cipatat Village, Cianjur Regency. The research method used is descriptive survey. The population size of 40 respondents using a total sampling technique. The results of this study based on Univariate Analysis showed that out of 40 respondents found as many as 6 (15.0%) respondents experienced diphtheria events, as many as 28 (70.0%) respondents were knowledgeable enough, as many as 35 (87.5%) middle-aged middle-aged respondents in the middle category , and as many as 25 (62.5%) respondents did not get immunizations. Conclusions: Profile of diphtheria events were 6 (15.0%) respondents, community knowledge profiles were 28 (70.0%) respondents were well-informed, and community age profiles were 35 (87.5%) middle age adult respondents, and 25 (62.5%) respondents did not get immunizations. Suggestions, the results of this study are expected to be carried out further tests to get the factors causing diphtheria, especially in the community of Sukamulya Village so that the incidence of diphtheria in the community can be eliminated. Keywords: diphtheria, knowledge, immunization status, age.
Nutrition Status and Immunization as Determinant of Acute Respiratory Infection on Toddlers Atira Atira
Health Notions Vol 1, No 3 (2017): July-September
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.278 KB) | DOI: 10.33846/hn.v1i3.59

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of infectious disease that is caused by micro bacteria or virus that can cause death to children in Indonesia in which the nutrition status and immunization become risk determinant factor. This research aimed to attain information about the nutrition status and immunization as a determinant of Acute Respiratory Infection (ARI) among toddlers (1-4 years old) in Bandung District, West Java, Indonesia. Analytical correlational survey was used in this research by using cross sectional scheme. Incidental sampling by having 94 respondents was used in this research. The data was analyzed by using univariate and bivariate along with Chi Square statistical test. The result showed that the nutrition status as a determinant of Acute Respiratory Infection (ARI) among toddlers with p-value 0.029, so Ho was rejected. Meanwhile, the status of immunization as a determinant of Acute Respiratory Infection (ARI) with p-value 0.005, so Ho was rejected. The nutrition status and immunization were determinant factors that caused Acute Respiratory Infection (ARI) among toddlers. Suggestion: health workers needed to improve preventive and promotive efforts in dealing with the demand of good nutrition status and the importance of complete immunization for infants so that toddlers were avoided from Acute Respiratory Infection (ARI), thus, they could grow well and normal. Keywords: Nutrition status, Immunization, ARI, Toddlers
INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN atira atira; Ari Aryanto; Megalina Sari Mutiara Sandi
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di provinsi Jawa Barat tahun 2017 terdapat 328.150 kasus. Di Puskesmas Majalaya pada tahun 2020 kasusu ISPA terdapat 1.291kasus pada anak usia 1-5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian ISPA di Puskesmas Majalaya tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan survei analitik korelasional melalui pendekatan Kolmogorof-Smirnov. Sampel pada peneltian ini sebanyak 46 responden. Analisis data yang digunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 46 responden terdapat 25 (54.3%) balita mengalami ISPA dan 21 (45.7%) balita tidak mengalami ISPA. Saran: diperlukan pelayanan Kesehatan pengetahuan mengenai ISPA pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Majalaya agar angka kejadian ISPA pada balita dapat menurun.
PENGETAHUAN PASIEN TENTANG TUBERKULOSIS Atira Atira; Rina Rosalia
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian tuberkulosis oleh Mycobacterium tuberculosis bakteri masih cukup tinggi khususnya pada wilayah kerja Poliklinik Paru RSAU Dr. M Salamun yaitu sekitar 1994 orang pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan pasien tentang tuberkulosis pada pasien tuberkulosi. Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif. Analisa data menggunakan univariat. Populasi pada penelitian ini yaitu semua pasien rawat jalan di Poliklinik Paru RSAU Dr. M Salamun dengan  besaran sampel 84 responden. Teknik yang digunakan yaitu teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian didapatkan data pengetahuan yaitu sebagian kecil atau 16 (19.05%) responden memiliki pengetahuan baik, dan 23 (27.38%) responden memiliki pengetahuan cukup, serta 45 (53.57%) responden memiliki pengetahuan kurang. Simpulan pengetahuan pasien tentang tuberkulosis kategori kurang.  Saran bahwa perlu diberikan penyuluhan tentang pengetahun tentang tuberkuosis pada pasien agar penyakit tuberkulosis dapat dicegah. Kata Kunci: pengetahuan, tuberkulosis, Mycobacterium tuberculosis
PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT Atira Atira; Vera Legina Sukmarahayu; Rima Phytriyani
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena dapat menyerang seluruh kelompok umur dan sering menimbulkan kematian. Angka kesakitan di wilayah Kabupaten Cianjur pada tahun 2018 yaitu terdapat 361 kasus DBD yang tersebar di wilayah kerja dinas kesehatan Cianjur dengan angka kesakitan sebanyak 1543 per 100.000 penduduk dan angka kematian 0,28% per 100.000 penduduk. Salah satu faktor penyebab adalah perilaku pencegahan masyarakat yang kurang baik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan perilaku pencegahan terhadap kejadian DBD pada masyarakat. Metode penelitian menggunakan survei Analitik Cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Stratified Random Sampling dengan perolehan sampel 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 100 responden ditemukan berperilaku baik melakukan pencegahan DBD sebanyak 82 (82%) responden, sedangkan 18 (18%) responden yang berperilaku buruk tidak melakukan pencegahan DBD. Responden yang ditemukan terjangkit DBD sebanyak 28 (28%) responden, sedangkan responden yang tidak terjangkit DBD sebanyak 72 (72%) responden. Saran: Tim Kesehatan perlu meningkatkan pengetahuan promotif dan preventif yang berkaitan dengan perilaku 3M Plus pada masyarakat agar terbebas dari DBD. Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, perilaku pencegahan 
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KUSTA Atira atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita kusta di Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu kasus penyakitmencapai sekitar 1.749 kasus. Penderita kusta tertinggi ditemukan di KabupatenPurwakarta tahun 2014 dengan jumlah sekitar 284 penderita kusta. Hal tersebutdiduga pengetahuan masyarakat tentang faktor peyebab kusta rendah. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang kusta dengankejadian kusta pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal WaruKabupaten Purwakarta Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalahSurvei Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayahkerja Puskesmas Tegal Waru Kabupaten Purwakarta dengan teknik desainpurposive Random Sampling diperoleh 100 sampel. Pengumpulan datamenggunakan angket dan rekam medis kemudian dianalisis secara univariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 100 responden terdapat sebagianbesar responden yang berpengetahuan cukup yaitu 51%, dan hampirsetengahnya responden yang berpengetahuan baik yaitu 42%, serta hanyasebagian kecil yaitu 7% responden yang berpengetahuan kurang. Saran hasilpenelitian yaitu dapat dijadikan sebagai informasi dalam pemberian pelayanankesehatan berupa penyuluhan sebagai tindakan preventif dan promotif dalammencegah penyebaran penyakit kusta
Hubungan Kebiasaan Merokok dan Perilaku Pencegahan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Pasien Tuberkulosis Atira Atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB) adalah penyakit infeksi menular yang masih ditemukan di Indonesia.  TB tersebut diduga di sebabkan oleh kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan dengan kejadian tuberkulosis paru. Metode penelitian ini menggunakan Survei Analitik dengan rancangan penelitian “Cross Sectional”. Besaran sampel 84 responden dengan Teknik sampling Accidental sampling. Hasil penelitian dengan uji univariat didapatkan 46 (54,8%) responden tidak mempunyai kebiasaan merokok dan 38 (45,2%) responden mempunyai kebiasaan merokok. Sebagian besar yaitu 44 (52,4%) responden berperilaku baik, dan hampir setengahnya yaitu 40  (47,6%) responden  berperilalu buruk. Kejadian tuberculosis paru yaitu 52 (61,9%) responden tidak mengalami tuberkulosis paru dan hampir setengahnya 32 (38,1%) responden mengalami tubekulosis paru. Berdasarkan uji Analisis bivariat menggunakan teknik Chi-Square diperoleh nilai p=0, 748 > α (0.05), maka Ho diterima. Berdasarkan uji statistic dengan uji teknik Chi-Square diperoleh nilai p=0, 748 > α (0.05), maka Ho diterima. Simpulan: tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok pasien TB dengan kejadian tuberkulosis paru. Tidak terdapat hubungan antara perilaku pencegahan dengan kejadian tuberkulosis paru. Saran: penelitian selanjutnya diperlukan survei terhadap lingkungan pemukiman agar menemukan variabel yang diduga penyebab kejadian Tuber kulosis. Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan
PROFIL PENYAKIT DIFTERI, PENGETAHUAN, USIA, DAN RIWAYAT IMUNISASI PADA MASYARAKAT atira atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKasus difteri pada tahun 2018 kembali lagi ditemukan di Kabupaten Cianjur. Kejadian difteri tersebut dianggap suatu kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) karena ditemukan sejumlah masyarakat  yang terkena difteri. Namun belum diketahui profil masyakarat  yang dinyatakan difetri dan profil demografi yang meliputi pengetahuan dan usia serta riwayat imunisasi masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil penyakit difteri, pengetahuan, usia, dan riwayat imunisasi pada masyarakat di RT 09/02 Kampung Cipatat, Kabupten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan survei deskriptif. Besaran populasi 40 responden dengan teknik sampling menggunakan Total sampling. Hasil penelitian ini berdasarkan Analisis Univariat menunjukkan bahwa dari 40 responden ditemukan sebanyak 6 (15,0%) responden mengalami kejadian difteri, sebanyak 28 (70,0%) responden berpengetahuan  cukup, sebanyak 35 (87,5%) responden kartegori usia dewasa tengah, dan sebanyak dan 25 (62,5%) responden tidak mendapatkan imunisasi.  Simpulan: Profil kejadian difteri sebanyak 6 (15,0%) responden, Profil pengetahuan masyarakat sebanyak 28 (70,0%) responden berpengetahuan  cukup, dan Profil usia masyarakat sebanyak 35 (87,5%) responden kartegori usia dewasa tengah, dan 25 (62,5%) responden tidak mendapatkan imunisasi. Saran, hasil penelitian ini diharapkan dilakukan uji lanjut untuk mendapatkan faktor penyebab terjadinya difteri terutama pada masyarakat Desa Sukamulya agar kejadian difteri pada masyarakat dapat tereliminasi.Kata kunci: difteri, pengetahuan, status imunisasi, usia.        PROFILE OF DISEASE, KNOWLEDGE, AGE, AND IMMUNIZATION HISTORY IN COMMUNITIES Abstrack Diphtheria cases in 2018 were again found in Cianjur Regency. The diphtheria incident is considered a case of Extraordinary Events (KLB) because it was found a number of people affected by diphtheria. However, it is not yet known which profiles of people are stated as diffetrices and demographic profiles which include knowledge and age and the history of community immunization. The purpose of this study was to determine the profile of diphtheria and demographic disease and the history of community immunization in RT 09/02 Cipatat Village, Cianjur Regency. The research method used is descriptive survey. The population size of 40 respondents using a total sampling technique. The results of this study based on Univariate Analysis showed that out of 40 respondents found as many as 6 (15.0%) respondents experienced diphtheria events, as many as 28 (70.0%) respondents were knowledgeable enough, as many as 35 (87.5%) middle-aged middle-aged respondents in the middle category , and as many as 25 (62.5%) respondents did not get immunizations. Conclusions: Profile of diphtheria events were 6 (15.0%) respondents, community knowledge profiles were 28 (70.0%) respondents were well-informed, and community age profiles were 35 (87.5%) middle age adult respondents, and 25 (62.5%) respondents did not get immunizations. Suggestions, the results of this study are expected to be carried out further tests to get the factors causing diphtheria, especially in the community of Sukamulya Village so that the incidence of diphtheria in the community can be eliminated. Keywords: diphtheria, knowledge, immunization status, age.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN PERILAKU PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN TUBERKULOSIS atira atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTuberkulosis Paru (TB) adalah penyakit infeksi menular yang masih ditemukan di Indonesia.  TB tersebut diduga di sebabkan oleh kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan dengan kejadian tuberkulosis paru. Metode penelitian ini menggunakan Survei Analitik dengan rancangan penelitian “Cross Sectional”. Besaran sampel 84 responden dengan Teknik sampling Accidental sampling. Hasil penelitian dengan uji univariat didapatkan 46 (54,8%) responden tidak mempunyai kebiasaan merokok dan 38 (45,2%) responden mempunyai kebiasaan merokok. Sebagian besar yaitu 44 (52,4%) responden berperilaku baik, dan hampir setengahnya yaitu 40  (47,6%) responden  berperilalu buruk. Kejadian tuberculosis paru yaitu 52 (61,9%) responden tidak mengalami tuberkulosis paru dan hampir setengahnya 32 (38,1%) responden mengalami tubekulosis paru. Berdasarkan uji Analisis bivariat menggunakan teknik Chi-Square diperoleh nilai p=0, 748 > α (0.05), maka Ho diterima. Berdasarkan uji statistic dengan uji teknik Chi-Square diperoleh nilai p=0, 748 > α (0.05), maka Ho diterima. Simpulan: tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok pasien TB dengan kejadian tuberkulosis paru. Tidak terdapat hubungan antara perilaku pencegahan dengan kejadian tuberkulosis paru. Saran: penelitian selanjutnya diperlukan survei terhadap lingkungan pemukiman agar menemukan variabel yang diduga penyebab kejadian Tuber kulosis.Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan 
PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA (1-5 TAHUN) Atira atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus diare merupakan salah satu kasus kejadia luar biasa di Jawa Barat yang menyebabkan kematian anak balita sekitar sebesar 2,3%. Faktor yang mempengaruhi tingginya angka kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) diduga antara lain personal hygiene ibu balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) di Rumah Sakit Dustira Cimahi. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan Pendekatan Cross Sectional. Besaran populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita (usia 1-5 tahun) yang dirawat di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Dustira Cimahi yaitu sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis univariat, dari 90 responden, ditemukan responden yang memiliki perilaku personal hygiene yang baik sebesar 54 (60%) dan sedangkan anak balita yang mengalami diare sebesara 53 (58,9%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) dengan nilai p (0,013) < α (0,05). Kesimpulan ada hubungan personal hygiene ibu balita dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun). Saran yaitu perlu dilakukan Pendidikan Kesehatan tentang diare pada ibu balita, sehingga ibu balita dapat menambah pengetahuannya tentang diare, agar kejadian diare pada anak balita dapat tereliminasi.Kata Kunci: personal hygiene, ibu, balita, diare.