Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN VOLUME OVERBURDEN DARI DATA SURVEY DENGAN DATA RITASE DI PIT SECTION 2 TIMUR PT. BUDI GEMA GEMPITA KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN Rahmi Hasvah; Riko Maiyudi
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 22, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v22i1.480

Abstract

Sistem penambangan yang digunakan pada tambang batubara ada 2 metode yaitu menggunakan metode penambangan terbuka dan penambangan dalam. Pada penambangan terbuka metode perhitungan  volume overburden dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode pengukuran survey menggunakan total station dan Metode truck count. Dalam melakukan operasi penambangan PT. Budi Gema Gempita, terdapat perbedaaan hasil produksi antara data yang dikumpulakn oleh checker berupa data truck count dan data survey. Metode yang digunakan untuk menganalisis perbedaan hasil truck count dan survey adalah menganalisis perbedaan data truck count dan data survey. Hasil perhitungan material volume berdasarkan pada data hasil survey dan data truck count Juni 2021 di pit Section 2 terdapat selisih pada minggu pertama 12.574,22 bcm, minggu kedua 28.507,03 bcm, minggu ketiga 16.415,47 bcm dan minggu keempat 53.958,90 bcm. Hasil perhitungan simpangan overburden menggunakan data survey dan data truck count di pit Section 2 Timur` terdapat simpangan sebesar -14,66 % pada minggu pertama, -27,20 % pada minggu kedua , -18,55 % pada minggu ketiga, dan 42,38% pada minggu keempat, dengan rata-rata selisih sebesar 25,70%.  Dari hasil penelitian ini dapat dianalisis ada beberapa faktor penyebab perbedaan antara data survey dan data truck count diantara adanya area longsor yang belum diukur sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan data antara hasil survey dan truck count perminggu. Dari hasil pengolahan volume overburden di area longsor didapatkan volume sebesar 17.333,405 bcm.
Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan Riko Maiyudi; Irwan Meilano; Dina Sarsito
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1630

Abstract

ABSTRAKPulau Sumatera terletak di antara dua lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Intensitas gempa bumi sangat besar di pulau ini, terutama di sepanjang daerah pesisir barat. Pada 2002-2008 periode, banyak gempa bumi besar yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa studi tentang pola deformasi pulau Sumatera sangat diperlukan. Studi yang diperlukan adalah untuk rencana mitigasi bencana di masa depan. Pola deformasi gempa dapat diamati dengan GPS pengamatan (Global Positioning System). Data yang digunakan untuk gempa Sumatera adalah GPS Sumatera Array (SuGAr). Perangkat lunak yang digunakan untuk data Array GPS Sumatera dari pulau Sumatera adalah Gamit 10.4. Dari hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa data perpindahan koordinat stasiun dapat digunakan jika data outlier telah terhapus. Dari koordinat perpindahan stasiun bisa diperoleh vektor perpindahan semua stasiun sebelum, selama atau setelah gempa bumi. Dari perpindahan nilai-nilai vektor, nilai regangan yang terjadi di sepanjang pulau Sumatera dapat diperkirakan. Dari data regangan, nilai akumulasi regangan 2002-2008 dapat diperoleh. Sehingga dapat dianalisis wilayah yang berpotensi terjadinya gempa selanjutnya.Kata Kunci: Akumulasi Regangan , Deformasi, Kerusakan Lingkungan, ABSTRACTThe Sumatra Island is located between two tectonic plates; the Indo-Australia Plate and the Eurasian plate. The intensity of the earthquakes is very large on the island because of this, especially along the western coastal area. On the 2002 to 2008 period, many large earthquakes that caused casualties and damage to the environment. These phenomena shows that the studies of the deformation patterns of the Sumatra island is required. The studies are required for disaster mitigation plans in the future. The deformation patterns of the earthquake can be observed with GPS (Global Positioning System) observation. The data that is being used for Sumatra earthquake is the Sumatran GPS Array. The software that is used for the Sumatran GPS Array data of the Sumatra Island is the Gamit 10.4. From the data processing, it can be concluded that there are displacements of the nations can be used if the outlier data has been erased. From the station displacement coordinates, we can obtain the displacement vector of all of the station before, during or after the earthquakes. From the displacement vector values, the values of the strain that occurs along the Sumatra Island can be estimated. From the strain data, the accumulated value of strain from 2002 to 2008 can be obtained. Finally it can be predicted potential area for next earthquake.Keywords: Keywords: Deformation, Environmental Damage, Accumulated Strain. 
Kajian Produktivitas dan Keserasian Alat Gali Muat dengan Alat Angkut pada Kegiatan Coal Getting di Seam 5 Pit Granit Extend PT. Cipta Bersama Sukses Jobsite PT. Bhumi Sriwijaya Perdana Coal, Desa Beji Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan Silvia Suryanita; Riko Maiyudi
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i1.121987

Abstract

PT. Cipta Bersama Sukses merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang pertambangan batubara di Sumatera Selatan yang merupakan salah satu kontraktor yang bekerja sama dengan PT. BSPC. Salah satu permasalahannya adalah ketidaksesuaian antara excavator dan dump truck yang mengakibatkan keterlambatan pada saat operasi produksi. Untuk itu diperlukan kajian kesesuaian alat gali dan angkut agar target produksi dapat tercapai serta dilakukan perhitungan produktivitas alat gali muat dan alat angkut dalam kegiatan coal getting. Setelah dilakukan analisa data, diketahui produktivitas yang dicapai excavator CAT 330GC selama 1 jam kerja dari pengukuran aktual di lapangan adalah 156,27 MT. Sedangkan dump truck Hino FM 260JD selama 1 jam kerja dari pengukuran aktual di lapangan adalah 31,52 MT. Dalam kegiatan coal getting di PT. CBS menggunakan armada 1:3 dengan 1 excavator dan 3 dump truck. Berdasarkan pengukuran di lapangan cycle time alat gali muat adalah 19,11 detik dan cycle time alat angkut adalah 731,9 detik, sehingga diperoleh match factor sebesar 0,63 atau MF < 1 artinya excavator sedang menunggu dump truck.
Evaluasi Pengupasan Volume Overburden Menggunakan Data Truck Count Monitoring dan Joint Survey di Pit Batu Tegak PT. Andalan Artha Primanusa Jobsite PT. Budi Gema Gempita, Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan Gilang Oktafi Hendri; Riko Maiyudi; Heri Prabowo; Rudi Anarta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 2 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i2.125057

Abstract

PT. Andalan Artha Primanusa Jobsite PT. Budi Gema Gempita is a coal mining company operating in East Merapi District, Lahat Regency, South Sumatra. The mining system uses an open pit mining system with the Open Pit Mining method. In carrying out mining operations, there is a deviation from the overburden production results from the data recorded by the checkers in the form of truck count monitoring data and measurement results data from surveys in the form of joint survey data. After calculating the overburden volume, the overburden volume deviation was obtained based on survey data and truck count monitoring data at the May 2022 EOM of 17,053.99 bcm with a percentage value of 4.52% and in June 2022 there was a deviation of 21,368.58 bcm with a percentage value of 6.58%. From these results it can be seen that the deviation value obtained exceeds the standard set by the company, namely with a percentage of ± 3%. Because the results of the deviation exceed the standard set, a picking test of the load of the conveyance is carried out. Based on the results of the picking test, there is a difference in the volume of the Joint Survey data with the Truck Count Monitoring data of 5,920.58 bcm with a percentage of 1.82%. This is due to the presence of sticky overburden material on the vessel dump truck or articulated dump truck and not dredging, so that the load on the vessel is not optimal. Meanwhile, by looking at the survey measurement conditions, there are areas that have not been measured because they are still submerged in water.
Analisis Panjang Pukulan Jig Terhadap Nilai Losses pada Kapal Isap Produksi Timah 19 (KIP 19) Unit Penambangan Laut Kundur, Provinsi Kepulauan Riau Fadli Hadi; Riko Maiyudi
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.129075

Abstract

PT. Timah Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang penambangan dan pengolahan bijih timah. Pencucian bijih timah adalah bagian dari penambangan pada objek produksi. Material yang ditambang di lepas pantai (off shore) ialah material lepas dan tidak kompak, sehingga proses penambangan serta pencucian harus benar-benar dimaksimalkan untuk menghindari material yang terbuang (losses) dan menghilangkan Cassiterite pada tailing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Losses dan nilai recovery pada jig. Setelah dilakukan analisis terhadap kinerja jig pada KIP 19 maka didapatkan nilai losses pada sampling 1 sebesar 6,897 Kg/jam dengan nilai recovery sebesar 89,678% dan kerugian perbulan Rp 1,478.584,377. Pada sampling 1 banyak terdapat variabel Jig yang tidak sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan contohnya pada jumlah pukulan, panjang pukulan dan kecepatan aliran yang masih dibawah standar. Pada sampling 2 dilakukan perubahan pada jumlah pukulan, panjang pukulan dan kecepatan aliran sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Pada sampling 2 menghasilkan nilai losses sebesar 3,209 Kg/jam dengan nilai recovery 94,333% dan kerugian perbulan Rp 687.947,987. Hasil yang didapat pada sampling 2 menunjukan bahwa belum tercapai nya target nilai recovery pada KIP 19, maka dilakukan pengambilan sampling 3 yang bertujuan untuk mencari nilai optimal recovery. pada pengambilan sampling 3 nilai variabel jig yang di rubah hanya Panjang pukulan saja yang bertujuan untuk mengatahui pengaruh panjang pukulan guna mendapatkan nilai optimal losses dan recovery pada jig KIP 19. Pada sampling 3 menghasilkan nilai losses sebesar 2,805 Kg/jam dengan nilai recovery 96,287% dan kerugian Rp 601.338,144. Pengambilan sampling 4 bertujuan untuk mengetahui nilai recovery maksimal yang didapat jika variabel jig di lakukan evaluasi pada settingan maksimal SOP. Pada sampling 4 menghasilkan nilai losses sebesar 3.284 Kg/jam dengan nilai recovery 94,42% dan kerugian Rp 704.026,547. Pada data sampling 5 bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang pukulan jika kecepatan panjang pukulan di setting di atas nilai SOP yang telah ditetapkan. Pada sampling 5 menghasilkan nilai losses sebesar 3,256 Kg Sn/jam dengan nilai recovery 94,35% dan kerugian Rp 698.023.885. Dapat disimpulkan jika panjang pukulan terlalu cepat maka akan mempengaruhi hasil dari nilai losses dan nilai recovery jig dan telah didapatkan nilai optimal panjang pukulan pada sampling 3 dengan didapatnya nilai losses yang lebih sedikit , nilai recovery yang sudah ditetapkan oleh perusahaan sebesar 96% dan kerugian perusahaan Rp 601.338,144.
An Understanding of Volcanic Deposits With Two Dimensional Electrical Resistivity Imaging Survey at Talamau Mountain West Pasaman, Indonesia Caesario, Dipo; Aulia, Beni; Maiyudi, Riko; Khorniawan, Wahyu Budhi; Jayanti, Anita Galih Ringga
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol. 8 No. 1 (2024): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (June Edition)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sjdgge.v8i1.596

Abstract

Understanding the distribution and characteristics of volcanic deposits is crucial for assessing geological hazards and resource potential. This study employs a two-dimensional electrical resistivity imaging (2D ERI) survey to model the subsurface structure of volcanic deposits at Talamau Mountain in West Pasaman, Indonesia. The survey was conducted to map the spatial extent, depth, and composition of these deposits, providing insights into their geophysical properties. The 2D ERI technique, which measures the electrical resistance of subsurface materials, allowed for the differentiation between various types of volcanic deposits based on their resistivity contrasts. Results from the survey reveal distinct layers of volcanic breccia, coarse tuff, fine tuff, and lava flows which are segmented by a fault that runs northeast to southeast. It is apparent in the 3D modelling results of the inversion of three 2D cross-sectional profiles that the trend in volcaniclastic materials has changed from aggradation to progradation. The integration of 2D ERI data with 3D geological modelling and stratigraphic analysis enhances our understanding of the volcanic history and subsurface complexity of Talamau Mountain. This approach not only aids in volcanic hazard assessment but also contributes to the broader geophysical knowledge of volcanic terrains for geologists and hazard mitigation planners in Talamau volcanic regions.
Analysis of correlaton land subsidence in south semarang with geological conditions using overlay method Maiyudi, Riko
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 3 No 2 (2020): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.779 KB) | DOI: 10.24036/jptk.v3i2.1023

Abstract

Land subsidence in the city of Semarang based on the results of GPS measurements is quite significant. Land subsidence is a phenomenon that can result in losses and have a negative impact on the environment, therefore research is needed to examine the characteristics of land subsidence. One of the factors causing land subsidence is the influence of the geological conditions of the area, Semarang is a coastal city that contains alluvial deposits. Especially in northern Semarang. The phenomenon of land subsidence occurred in this region. Naturally, the area experienced a decrease in land surface due to the material nature of alluvial deposits. Therefore, the relationship of subsidence to geological conditions can be identified by the overlay method. The results of this study found a  correlation between geological conditions and subsidence in North Semarang.
Pengembangan Produksi Cabe Kenagarian Jopang Manganti Kecamatan Mungka Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat Octova, Adree; Anaperta, Yoszi Mingsi; Maiyudi, Riko; Putra, Amali; Anarta, Rudy
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22, No 1 (2022): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.02110

Abstract

Kenagarian Jopang Manganti merupakan salah satu Nagari yang terletak di Kecamatan Mungka Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat. Sekitar 10 tahun yang lalu aktivitas masyarakat kebanyakan bertani padi. Akan tetapi keadaan ini berubah semenjak harga cabe melonjak tinggi apalagi menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Banyak masyarakat yang mengubah sawah mereka menjadi ladang cabe. Terdapat puluhan KK yang menggeluti usaha ini dan menggantungkan hidup dari bertani cabe. Meningkatnya harga cabe di pasaran tidak sepenuhnya dirasakan efeknya oleh petani cabe. Keterbatasan akses dan informasi membuat petani cabe menjual hasil ladangnya biasanya ke toke dengan harga rendah. Apalagi hasil yang dijual masih dalam keadaan asli dari ladang. Padahal apabila cabe dilakukan pengolahan, akan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan upaya untuk meningkatkan nilai jual cabe dengan beberapa hasil produk olahan. Metode yang yang dilakukan dengan memberikan bimbingan teknologi, pendampingan, dan penguatan proses produksi seperti pengemasan dan proses penjualan. Hasil yang didapatkan berupa kepuasan masyarakat dalam pemahaman budidaya cabe secara menyeluruh dan meningkatnya produksi cabe yang bisa dihasilkan mencapai 40 kg dalam satu jam.
Analysis of correlaton land subsidence in south semarang with geological conditions using overlay method Maiyudi, Riko
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 3 No 2 (2020): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v3i2.1023

Abstract

Land subsidence in the city of Semarang based on the results of GPS measurements is quite significant. Land subsidence is a phenomenon that can result in losses and have a negative impact on the environment, therefore research is needed to examine the characteristics of land subsidence. One of the factors causing land subsidence is the influence of the geological conditions of the area, Semarang is a coastal city that contains alluvial deposits. Especially in northern Semarang. The phenomenon of land subsidence occurred in this region. Naturally, the area experienced a decrease in land surface due to the material nature of alluvial deposits. Therefore, the relationship of subsidence to geological conditions can be identified by the overlay method. The results of this study found a  correlation between geological conditions and subsidence in North Semarang.