Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI MATA PELAJARAN BAHASA JEPANG MATERI TEMA KEHIDUPAN KELUARGA UNTUK KELAS XI DI SMA NEGERI 1 MOJOSARI MOJOKERTO FARA ZENI PUTRI, ALWINDA; HADI SUSARNO, LAMIJAN
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 10, No 16 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah (1) Menghasilkan suatu produk yaitu media pembelajaran video animasi materi pokok ???(kazoku) anggota keluarga dan ciri-ciri fisik serta penampilan pada mata pelajaran bahasa Jepang kelas XI di SMA Negeri 1 Mojosari yang layak. (2) Mengetahui efektif atau tidaknya sebuah produk yaitu media pembelajaran video animasi materi pokok ???(kazoku) anggota keluarga dan ciri-ciri fisik serta penampilan pada mata pelajaran bahasa Jepang kelas XI di SMA Negeri 1 Mojosari. Model pengembangan yang digunakan metode ADDIE. Tahap pengembangan ADDIE ialah analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Teknik analisis data menggunakan angket, wawancara terstruktur dan tes untuk mengetahui kelayakan media. Untuk analisis data kelayakan media, menggunakan teknik penilaian likert. Sedangkan untuk mengetahui tingkat keefektifan media menggunakan teknik analisis rumus uji t. Dari hasil analisa data yang dilakukan, ahli desain pembelajaran memberikan penilaian kelayakan sebesar 88% yang masuk ke dalam kategori ?Sangat Baik?. Ahli materi 1 mendapatkan penilaian sebesar 90% masuk kedalam kategori ?Sangat Baik?. Ahli materi 2 mendapatkan penilaian sebesar 92% masuk kedalam kategori ?Sangat Baik?. Ahli media 1 mendapatkan penilaian dengan sebesar 96% untuk media pembelajaran dan 97% untuk bahan penyerta masuk kedalam kategori ?Sangat Baik?. Ahli media 2 mendapatkan penilaian sebesar 100% untuk media pembelajaran dan 96% untuk bahan penyerta masuk kedalam kategori ?Sangat Baik?. Dalam uji coba perorangan mendapat 96%, ?Sangat Baik?. Dalam uji coba kelompok kecil mendapat 98% yang berarti ?Sangat Baik?. Dan dalam uji coba kelompok besar mendapat 98% ?Sangat Baik?. Media pembelajaran video animasi ini juga memiliki kelebihan yaitu (1) memuat materi yang sudah disesuaikan dengan materi terbaru. (2) Cocok digunakan untuk peserta didik kelas XI terutama untuk jurusan selain jurusan bahasa dan (3) Video animasi ini menggambarkan karakter atau animasi yang juga disesuaikan dengan materi. Dari semua penilaian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video animasi materi pokok ???(kazoku) anggota keluarga dan ciri-ciri fisik serta penampilan pada mata pelajaran bahasa Jepang kelas XI di SMA Negeri 1 Mojosari layak untuk digunakan oleh peserta didik. Sedangkan uji keefektifan yang menggunakan Uji T, dalam analisis datanya, dengan taraf signifikan 5%, db= N-1 =60-1 =59 diperoleh = 1,67109 maka thitung > ttabel (3,80 > 1,67109) sehingga terjadi perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test dan dapat disimpulkan bahwa media video animasi efektif digunakan pada materi pokok ???(kazoku) anggota keluarga dan ciri-ciri fisik serta penampilan pada mata pelajaran bahasa Jepang kelas XI di SMA Negeri 1 Mojosari. Kata Kunci : Pengembangan, video animasi, Kosa kata, Bahasa Jepang
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATERI POKOK PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS VII DI SMPN 2 SURABAYA HOTIMAH, HUSNUL; HADI SUSARNO, LAMIJAN
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 10, No 27 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan multimedia interaktif untuk materi Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan kategori layak digunakan dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R & D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation). Pengembangan multimedia interaktif ini dimaksudkan sebagai alternatif sumber belajar demi meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas VII di SMPN 2 Surabaya. Media ini dapat digunakan pada komputer atau laptop yang dirancang secara interaktif dan menarik dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar memudahkan peserta didik dalam memahami materi ini. Dilengkapi dengan bahan penyerta sebagai pedoman untuk mempermudah peserta didik mengoperasikan media ini secara mandiri. Teknik analisis data kelayakan pengembangan media menggunakan rumus presentase dari Arikunto. Hasil analisis data dari ahli materi dan ahli media dideskripsikan berdasarkan saran dan masukan pada materi dan media. Dengan presentasi kelayakan produk RPP oleh Ahli Desain Pembelajaran 100%, kelayakan materi oleh Ahli Materi 90.59%, kelayakan materi oleh Guru Mata Pelajaran 100%, kelayakan produk media pembelajaran oleh Ahli Media 100%, dan kelayakan produk Bahan Penyerta Media Pembelajaran oleh Ahli Media 100%.Kata Kunci: multimedia interaktif, persebaran flora dan fauna di Indonesia, sekolah menengah pertama.
ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) PADA KURIKULUM MERDEKA Favian Avila Syahmi; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.291

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan model pembelajaran yaitu Project Based Learning (PBL) dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis 15 artikel yang dipilih dari 30 artikel yang terkait yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2024. Hasil kajian yang diperoleh menunjukkan bahwa model Project Based Learning dapat meningkatkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Project Based Learning juga terbukti relevan dalam membangun dalam membangun karakter siswa yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila, meningkatkan keterampilan komunikasi matematis, dan mengurangi learning loss akibat tantangan pembelajaran. Implementasi Project Based Learning yang berpusat pada siswa memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata dengan menyelesaikan proyek yang bermakna, sehingga menghasilkan produk yang relevan. Kesimpulannya, Project Based Learning efektif dalam mendukung fleksibilitaws Kurikulum Merdeka, baik bagi guru sebagai fasilitator pembelajaran maupun bagi siswa sebagai pembelajar mandiri.
PERAN KURIKULUM MERDEKA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI ABAD 21 DI SEKOLAH MENENGAH Enny Zarvianti; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.364

Abstract

The Independent Curriculum implemented in Indonesia aims to prepare students to face the global challenges of the 21st century, by placing emphasis on the development of critical, creative, collaborative, and effective communication skills. The curriculum is designed to equip students with relevant competencies in an ever-changing world, while developing the positive character and attitudes needed in society. This article aims to examine the role of the Independent Curriculum in the development of 21st century competencies at the high school level through a literature review approach. Based on a review of various relevant literature, it was found that the Independent Curriculum provides opportunities for students to develop core competencies in the 21st century, such as critical thinking, creativity, collaboration, and having effective communication skills. This can be achieved through the application of a project-based learning approach that encourages students to learn through direct experience, authentic assessments that better describe the achievement of student competencies in real contexts, and strengthening the Pancasila student profile which is the foundation of student character. The Pancasila student profile itself prioritizes attitudes such as diversity, independence, and social responsibility, which are very relevant to the needs of the increasingly complex world of work and global society. The results of this study show that the implementation of the Independent Curriculum can strengthen students' skills that are indispensable to face the challenges of the dynamic world of work and prepare them to become active and adaptive citizens in a global society. Thus, the Independent Curriculum has an important role in shaping the young generation who not only have knowledge, but also skills and attitudes that are in accordance with the demands of the times.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Wilayah Pesisir Febrianto, Priyono Tri Febrianto; Syaiful Bachri, Bachtiar; Hadi Susarno, Lamijan
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 6 No 2 (2022): Oktober, 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v6i2.5246

Abstract

Merdeka belajar merupakan program yang dicanangkan dan diluncurkan di era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Makarim. Program ini memberikan pilihan bebas kepada siswa sehingga bakat, minat dan karakter siswa dapat dikembangkan melalui merdeka belajar. Selama ini terdapat berbagai variasi model pembelajaran yang diterapkan guru. Ada yang menerapkan metode konvensional dan ada pula yang telah menerapkan inovasi pembelajaran yang lebih modern. Studi ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa tentang implementasi kurikulum Merdeka belajar di Sekolah Dasar di wilayah pesisir. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Jumlah responden sebanyak 129 responden. Studi ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa Merdeka belajar relevan untuk diimplementasikan di SD wilayah pesisir. Kebijakan ini merupakan langkah untuk mentransformasikan pendidikan Indonesia, guna mewujudkan sumber daya manusia unggul. Kurikulum Merdeka Belajar diharapkan mampu meningkatkan kecerdasan siswa di pesisir, Merdeka belajar mampu mengubah nasib anak pesisir. Merdeka Belajar mampu meningkatkan kecerdasan siswa di pesisir. Merdeka Belajar mampu meningkatkan kecerdasan siswa di pesisir, Merdeka belajar mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi nelayan, Merdeka belajar mampu mengubah nasib anak pesisir Keywords: Merdeka belajar, implementasi kurikulum, siswa Sekolah Dasar, wilayah pesisir
Kurikulum Merdeka dan Deep Learning: Menata Ulang Strategi Pembelajaran Di Sekolah Dasar Vivi Rulviana; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/guruku.v3i4.1262

Abstract

Kurikulum Merdeka seeks to reform the Indonesian education system by emphasizing flexibility, differentiation, and strengthening student competencies. Implementing this curriculum in primary education requires more significant, student-centered learning strategies. Deep learning, a learning approach that encourages creativity, critical thinking, conceptual understanding, and in-depth problem-solving skills, is one relevant approach. This article discusses how the independent curriculum can be combined with deep learning principles as a way to reimagine education in primary schools. This research, through literature analysis and conceptual review, found that contextual, project-based, and collaborative learning activities can help implement the Independent Curriculum. Teachers also play a crucial role in creating a learning environment that encourages students to explore, think, and learn independently. It is hoped that the integration of these two methods will improve the quality of education and develop a consistent Pancasila-based student profile