Articles
Perilaku Cybersex pada Remaja
Anggreiny, Nila;
Sarry, Septi Mayang
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.904 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v14i2.1404
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran perilaku cybersex pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Alat ukur dalam penelitian ini adalah adaptasi dari skala Internet Sex Screening Test (ISST) berdasarkan teori Delmonico (1999) dan juga menggunakan kuesioner terbuka. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja pengguna cybersex sebanyak 496 orang di Kota Padang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berada pada kategori beresiko. Hal ini berarti bahwa remaja yang berada dalam kategori beresiko pada dasarnya tidak memiliki masalah seksual, namun jika aktifitas sexual online dilakukan dengan intens, maka remaja tersebut berpotensi menjadi pecandu. Berdasarkan jumlah respon terbanyak, hal mendorong remaja untuk melakukan aktivitas seksual online adalah karna dorongan seksual. Selain itu, jumlah respon terbanyak dalam melakukan aktivitas seksual online adalah membuka situs porno, melihat video porno, membaca cerita porno, dan mengikuti chat sex.
COPING SELF EFFICACY AND RESPONSE TO UNCERTAINTY IN THE COVID-19 PANDEMIC
Sarry, Septi Mayang;
Anggreiny, Nila;
Mafaza, Mafaza;
Adilbayeva, Ulzhalgas Bikenovna
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 23 No. 2: Agustus 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/psikologi.v23i2.1495
The COVID-19 pandemic creates uncertainty in various aspects of people's lives, especially when they enter adulthood with more complex roles and responsibilities. This study aims to measure the relationship of coping self-efficacy and individual responses in facing uncertainty. This study was conducted on 204 participants in the range of early adulthood (M = 27 years) which were taken based on quota sampling technique. The instrument used in this research is The Uncertainty Response Scale and Coping Self - Efficacy Scale. Based on the results of the analysis, Pearson Product Moment, it is found that there was a significant relationship between the response to uncertainty and coping self-efficacy. The relationship between the two variables is explained based on the three dimensions of the response to uncertainty: there is a significant negative relationship between the response to emotional uncertainty and coping self-efficacy; there is a significant positive relationship between cognitive uncertainty and desire for change and coping self - efficacy. The dimension of cognitive uncertainty showed stronger relationships while the dimension of desire for change showed weak relationships with coping self efficacy.
Perasaan kompeten sebagai orang tua: Pengalaman ibu dari remaja pelaku kekerasan seksual
Mafaza Mafaza;
Nila Anggreiny;
Septi Mayang Sarry;
Agung Rachmad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 10 No. 1 (2022): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.578 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v10i1.16399
Juveniles are also involved in behaviors that violate the law, such as in cases of sexual violence. This study aims to describe the experiences of mothers whose children are perpetrators of sexual violence. The study used a qualitative phenomenological method. Five mothers of a sexual offender charged by the juvenile court participated in this study. They were interviewed about their parenting experiences using in-depth interviews. The data were analyzed using interpretative phenomenological analysis (IPA). Thirteen subordinate themes were found and grouped into three superordinate themes, including (1) feeling like a mother, (2) role of mothers, (3) maternal sense of competence. The mothers of juvenile sexual offenders perceived that they had failed as parents and that parenting competence was lacking. They considered peer influence and uninvolved partners in parenting practice as the source of difficulties in managing their child’s problematic behavior.
Kebersyukuran pada orang tua anak berkebutuhan khusus
Aulia Rahman Putra;
Nila Anggreiny;
Septi Mayang Sarry
JURNAL SPIRITS Vol 10 No 1 (2019): Konflik dan Kesejahteraan Psikologis
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1558.093 KB)
|
DOI: 10.30738/spirits.v10i1.6532
Abstrak. Orang tua yang memiliki lebih dari satu anak berkebutuhan khusus mengalami berbagai permasalahan yang lebih instens. Orang tua juga dituntut untuk mengusahakan yang terbaik dengan keterbatasan yang dimiliki oleh anak mereka tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengusahakan yang terbaik bagi anak, dibalik permasalahan yang mereka alami adalah dengan bersyukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebersyukuran pada orang tua yang memiliki lebih dari satu anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Partisipan penelitian berjumlah empat orang yang terdiri dari dua orang tua yang memiliki lebih dari satu anak berkebutuhan khusus. Prosedur analisa data menggunakan metode Moustakas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua yang bersyukur ketika memiliki lebih dari satu anak berkebutuhan khusus, akan selalu mendoakan anak sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, menerima keadaan anak, mengusahakan yang terbaik untuk anak, memiliki afek yang positif dan merasakan kepuasan hidup, memiliki sifat prososial, mengalami peningkatan dari segi ibadah, mengambil hikmah dari kondisi anak dan mengikuti acara yang berhubungan dengan keterbatasan anak. Selain itu, orang tua juga akan belajar dari pengalaman pengasuhan terhadap anak yang berkebutuhan khusus sebelumnya. Kebersyukuran pada orang tua dipengaruhi oleh faktor religiusitas, dukungan sosial dan kondisi anak.Kata kunci : Anak berkebutuhan khusus, Kebersyukuran, Orang tua
Perilaku Cybersex pada Remaja
Nila Anggreiny;
Septi Mayang Sarry
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v14i2.1404
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran perilaku cybersex pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Alat ukur dalam penelitian ini adalah adaptasi dari skala Internet Sex Screening Test (ISST) berdasarkan teori Delmonico (1999) dan juga menggunakan kuesioner terbuka. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja pengguna cybersex sebanyak 496 orang di Kota Padang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berada pada kategori beresiko. Hal ini berarti bahwa remaja yang berada dalam kategori beresiko pada dasarnya tidak memiliki masalah seksual, namun jika aktifitas sexual online dilakukan dengan intens, maka remaja tersebut berpotensi menjadi pecandu. Berdasarkan jumlah respon terbanyak, hal mendorong remaja untuk melakukan aktivitas seksual online adalah karna dorongan seksual. Selain itu, jumlah respon terbanyak dalam melakukan aktivitas seksual online adalah membuka situs porno, melihat video porno, membaca cerita porno, dan mengikuti chat sex.
Emotional Regulation Ability in Early Childhood: Role of Coparenting and Mindful Parenting
Mafaza Mafaza;
Septi Mayang Sarry
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2022): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Islamic Psychology Department, Dakwah Faculty of Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/psi.v7i1.2000
Most of the demands and tasks necessary during the development of early childhood center around children’s emotional regulation ability. At this time, parents have an important role in socializing the emotional development to children during parenting practices. This study aimed to determine the role of mindful parenting and coparenting competence simultaneously towards emotional regulation ability in early childhood. 370 parents of children in early childhood participated in this study (173 fathers and 197 mothers) chosen using a purposive sampling method. Parents completed the emotional regulation skill questionnaire, Bangor mindful parenting scale, and coparenting competence scale. The results of multiple linear regression analysis indicated that mindful parenting and coparenting competence have a significant role in predicting children’s emotional regulation competence simultaneously (R2 = 0.121, F (2.369) = 23.01, p < .001). This indicates that improving children’s emotional regulation ability in early childhood is related to the children’s internal factors and the ability of parents to carry out parenting practices and form a good family emotional climate.
The Personal growth on adolescent sexual abuse offender who have passed the detention period: Gambaran personal growth pada remaja pelaku kekerasan seksual
Ira Wahyuni;
Nila Anggreiny;
Septi Mayang Sarry
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 18 No. 1 (2023): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/psikologia.v18i1.10154
Adolescents who believe that they can change are more open to learning, willing to confront challenges, and able to rise from failing, which means personal growth. This research aims to know the process of personal growth in adolescent sexual abuse offenders. The method that was used is qualitative with a phenomenology approach and using the interview as a data collection method. The result of this research describes the personal growth of adolescent sexual abuse offenders marked with three themes of personal growth starting the change, feeling the dissonance, and reorganizing the experience. The personal growth that surfaced is influenced by family, experience, and spiritual factors.
Gambaran Identitas Moral Pada Donatur Rutin Situs Donasi Online Selama Pandemi Covid-19
Kania Lathifah Rusyda;
Rani Armalita;
Septi Mayang Sarry
Psycho Idea Vol 21, No 1 (2023): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.78 KB)
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v21i1.15331
Berbagai pembatasan yang diterapkan selama pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif khususnya pada sisi ekonomi masyarakat Indonesia. Namun, kenyataannya ditemukan bahwa perilaku berdonasi masyarakat Indonesia meningkat selama pandemi meskipun persentase penurunan pendapatan dan PHK masyarakat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran identitas moral pada donatur rutin di situs kitabisa.com selama pandemi COVID-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara yang selanjutnya di analisis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini dilakukan kepada tiga orang partisipan yang merupakan donatur rutin di situs kitabisa.com selama pandemi COVID-19, dengan prosedur pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menggambarkan identitas moral yang dimiliki donatur rutin situs kitabisa.com, yang ditandai dengan beberapa temuan pada ketiga partisipan. Temuan tersebut diantaranya perasaaan bersyukur dengan keadaan yang dimiliki, bisa memahami perasaan orang lain yang kesulitan, keinginan untuk bermanfaat bagi orang lain, meyakini pentingnya saling tolong-menolong, meyakini di dalam rezeki yang dimiliki ada rezeki orang lain, menyisihkan sebagian uang meski mengalami penurunan pendapatan, serta melakukan pemberian donasi secara rutin.
Emotional Regulation Ability in Early Childhood: Role of Coparenting and Mindful Parenting
Mafaza Mafaza;
Septi Mayang Sarry
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2022): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/psi.v7i1.2000
Most of the demands and tasks necessary during the development of early childhood center around children’s emotional regulation ability. At this time, parents have an important role in socializing the emotional development to children during parenting practices. This study aimed to determine the role of mindful parenting and coparenting competence simultaneously towards emotional regulation ability in early childhood. 370 parents of children in early childhood participated in this study (173 fathers and 197 mothers) chosen using a purposive sampling method. Parents completed the emotional regulation skill questionnaire, Bangor mindful parenting scale, and coparenting competence scale. The results of multiple linear regression analysis indicated that mindful parenting and coparenting competence have a significant role in predicting children’s emotional regulation competence simultaneously (R2 = 0.121, F (2.369) = 23.01, p < .001). This indicates that improving children’s emotional regulation ability in early childhood is related to the children’s internal factors and the ability of parents to carry out parenting practices and form a good family emotional climate.
Teachers’ Beliefs : Kompetensi Emosional dan Sosialisasi Emosi pada Anak Usia Dini
Mafaza Mafaza;
Septi Mayang Sarry
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jip.7.2.182-201.2023
Teachers' beliefs about emotions can provide an overview of how teachers support the development of emotional competence in early childhood. This study aimed to investigate preschool teachers’ beliefs about emotional competence and emotion socialization. A sample of 194 preschool teachers from 22 Kindergartens completed the Teachers' Emotion Beliefs Scale (TEBS) and open questionnaires. The data were analyzed using descriptive statistical techniques and thematic analysis. The research results showed that 67% of teachers had developmentally appropriate beliefs, while 33% of teachers had beliefs that were not appropriate to children's emotional development. The developmentally appropriate belief explains the importance of the teacher's role in facilitating children's emotional competence. On the other hand, unappropriateness is explained by teachers' beliefs regarding children's expressions of negative emotions (such as sadness and anger), which according to teachers, young children do not need to express these emotions for certain reasons. Furthermore, the results of the open-ended questionnaire showed several teacher limitations regarding conceptual understanding of children's emotional competence, as well as in using appropriate strategies for emotional socialization (especially in helping children manage negative emotions). The way teachers socialize emotions is based on their beliefs regarding children's emotional competence.