Said Darnius
Unknown Affiliation

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS SISWA KELAS V SD NEGERI LAMREUNG ACEH BESAR Said Darnius
Jurnal Pesona Dasar Vol 1, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study is titled “The Ability to Write Poetry Free of Grade V Students of Elementary Schools Negeri Lamreung Aceh Besar”. The problem formulation of this study is “How the Ability to Write Poetry Free of Grade V Students of Elementary Schools Negeri Lamreung Aceh Besar?”. This study aims to determine The Ability to Write Poetry Free of Grade V Students of Elementary Schools Negeri Lamreung Aceh Besar. The hypothesis of this study is the Ability to Write Poetry Free of Grade V Students of Elementary Schools Negeri Lamreung Aceh Besar still not enough. The approach used in this approach is quantitative. The type of research is descriptive statistics that serves to describe or give an idea of the object under study through sample data or population as is, without doing analysis and make conclusions that apply to the public. The sample of this study is Grade V Students of Elementary Schools Negeri Lamreung Aceh Besar which amounted to 21 students. Data collection techniques used in this study is a test. From the data obtained, it is known that the ability of grade V students in writing poetry to reach less category with an average value of 51,381 (topography); 11,429 (diction); 11,751 (images); 9,762 (concrete words); 9,476 (style of language); and 4,905 (rhyme). Based on student learning outcomes proves that the hypothesis of this study which states that the ability to write poetry is free of grade V students of Elementary Schools Negeri Lamreung Aceh Besar acceptable.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN SISWA DI KELAS III SD NEGERI 6 SAMUDERA ACEH UTARA Rizki Yatul Yusra; Fauzi Fauzi.; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkalian merupakan suatu materi yang paling dasar dipelajari oleh siswa yang sangat menentukan kemampuan pada materi selanjutnya. Mengingat konsekuensi dari persepsi yang dibuat di kelas III SD Negeri 6 Samudera Aceh Utara masih ada siswa yang kurang mampu melakukan operasi hitung perkalian. Ini disebabkan oleh beberapa komponen termasuk model dan metode dimanfaatkan guru tidak bervariasi sehingga pembelajaran menjadi jenuh dan aktivitas siswa pasif. Penerapan teknik make a match akan memberikan lingkungan belajar yang layak untuk siswa dalam mempelajari perkalian. Sehubungan dengan masalah pada pemeriksaan ini yaitu (1) bagaimanakah gerakan siswa selama belajar operasi hitung perkalian dengan penerapan Jadikan model pembelajaran yang cocok untuk teknik make a match di kelas III SDN 6 Samudera Aceh Utara, (2) dapatkah penggunaan model pembelajaran yang bermanfaat semacam make a match meningkat kemampuan berhitung perkalian siiswa di kelas III SDN 6 Samudera Aceh Utara.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitati dan desain PTK, teknik pengumpul data dilakukan secara pengamatan dan tes hasil belajar. Tehnik analisis data hasil observasi aktivitas siswa adalah interval skor dan data kemampuan berhitung siswa secara individual.Hasil riset pemeriksaan pada siklus I, siklus II dan siklus III informasi yang menyertainya diperoleh: (1) observasi hasil pada gerakan siswa selama belajar  disetiap aspek yang diamati selama tiga siklus, mengalami peningkatan disetiap siklusnya yaitu: (a) aktivitas fisik siswa pada siklus I mencapai 89,4% katagori sangat baik, siclus II mengcapai 90% katagori sangat baik, dan siclus III mencapai 93,3 % katagori sangat baik, (b) gerakan mental siswa di siklus I mencapai 71,2% katagori baik, siklus II mencapai 72,2% katagori baik, dan siklus III mencapai 75,6% katagori baik, dan (c) aktivitas emosional siswa pada siklus I mencapai 82,4% katagori baik, siklus II mencapai 83,3% katagori baik, dan siklus III mencapai 90,6% kategori sangat baik. (2) hasil belajar siswa dalam materi perkalian mengalami peningkatan siklus I ketuntasan kelas menjadi 65% (11 tuntas) terdapat nilai rata-rata 74, selanjutnya siklus II ketuntasan kelas 56% (10 siswa tuntas) terdapat nilai rata-rata 71, serta siklus III ketuntasan kelas menjadi 89% (16 siswa tuntas) tercapai nilai rata-rata 82.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI GAYA BELAJAR SISWA DI KELAS III SD NEGERI 46 BANDA ACEH Syarifah Seha; Said Darnius; Bukhari Bukhari.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem guru dalam mengelola gaya belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, dimana di SD Negeri 46 Banda Aceh guru merencanakan metode pembelajaran yang dapat mengatasi gaya belajar siswa yang berbeda. Rencana masalah dalam ujian ini adalah bagaimana sistem instruktur dalam mengelola gaya belajar siswa kelas III SD Negeri 46 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem instruktur dalam mengelola gaya belajar siswa kelas III SD Negeri 46 Banda Aceh.“Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode subjektif. Jenis ujian yang digunakan adalah penelitian murni. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD Negeri 46 Banda Aceh. Materi yang diambil adalah 5 siswa dan 1 guru. Metode pengumpulan informasi yang digunakan dalam pengujian ini adalah pertemuan dan pertemuan dimana ilmuwan berbicara dengan pendidik kelas 1, khususnya guru kelas 3, dan memperhatikan siklus belajar guru dengan menggunakan teknik pembelajaran dan sistem pembelajaran gaya belajar siswa.Hasil jajak pendapat gaya belajar siswa kelas III SD Negeri 46 Banda Aceh menunjukkan bahwa 40% siswa menggunakan gaya belajar visual, 40% siswa menggunakan gaya belajar sensasi, dan 20% siswa menggunakan gaya belajar mendengar. Investigasi informasi tentang metodologi instruktur dalam menaklukkan gaya belajar siswa adalah: (a) membuat kelompok belajar bergantung pada (jenis kelamin), (b) memutuskan perkenalan di depan kelas dan melihat gaya belajar siswa, (c) pendidik mengadakan tanya jawab dengan siswa 
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS POWTOON PADA PEMBELAJARAN PPKN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS IV SD NEGERI 51 BANDA ACEH Femi Aulia Damayanti. M.; Intan Safiah; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan media audio visual berbasis Powtoon pada pembelajaran PPKn, untuk meningkatkan hasil belajar pesertadidik di kelas IV SD Negeri 51 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media audiovisual berbasis Powtoon pada pembelajaran PPKn. Media Powtoon dapat dijadikan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan perkembangan pada masa ini.Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan (research and  development/ RD) menggunakan model ADDIE yaitu memiliki 5 tahap pengembangan, Analysis (analisis) yaitu mengklasifikasikan permasalahan dihadapi sekolah berkaitan dengan media pembelajaran, Design (perancangan) terdiri dari perancangan desain media, Development (Pengembangan) terdiri dari pengembangan media audio visual berbasis Powtoon dan validasi oleh ahli materi dan media, Implementation(penerapan) terdiri dari uji  media terhadap  peserta didik dengan kelompok kecil dan kelompok besar, dan evaluation (evaluasi) mengukur hasil belajar dari media audio visual berbasis Powtoon. Adapun populasi seluruh siswa kelas IV  berjumlah 48 orang yang terdapat di SD Negeri 51 Banda aceh, terdiri dari IV-A dan IV-B. Sampel penlitian adalah kelas IV-A berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan angket diberikan ke ahli media dan materi dan tes hasil belajar yang berupa pilihan ganda.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual berbasis Powtoon layak digunakan pada kegiatan pembelajaran, hal ini bedasarkan hasil validasi ahli media dan validasi ahli materi dikategorikan  valid dikaji oleh ahli media dan materi. Sehingga  pengembangan media audio visualberbasis Powtoon dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas IV SD Negeri 51 Banda Aceh.
KESULITAN GURU DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN MEMBATIK JUMPUTAN UNTUK SISWA KELAS V DI SD NEGERI 71 BANDA ACEH Shafna Nabawi; Rosma Ely; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran tidak akan selalu berjalan dengan lancar pasti terdapat kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru, khususnya pada materi batik jumputan di kelas V SD Negeri 71 Banda Aceh. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah kesulitan guru dalam melaksanakan kegiatan membatik jumputan untuk siswa kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam melaksanakan kegiatan membatik jumputan untuk siswa kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh.Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah satu orang guru kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Seluruh data yang terkumpul diolah melalui tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian yang telah dilakukan tentang kesulitan guru dalam melaksanakan kegiatan membatik jumputan untuk siswa kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh menunjukkan bahwa ada beberapa kesulitan yang dialami oleh guru pada saat melaksanakan kegiatan membatik jumputan, kesulitan-kesulitan tersebut adalah sebagai berikut: (1) Keterbatasan waktu yang terlalu singkat, (2) Guru mengalami kesulitan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (3) Guru mengalami kesulitan ketika siswa tidak membawa alat dan bahan untuk kegiatan membatik jumputan di karenakan dapat menyebabkan terhalangnya keberlangsungan kegiatan membatik jumputan, (4) Guru mengalami kesulitan ketika mengkondisikan kelas di karenakan siswa tidak tertib dan kurang disiplin, dan (5) Guru merasa sulit ketika mengajarkan materi batik jumputan di karenakan rendahnya kapasitas intelektual siswa pada proses pembuatan motif dan pencelupan batik jumputan.