Mislinawati Mislinawati
Unknown Affiliation

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FUNGSI KOMITE SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH DI SD NEGERI 19 BANDA ACEH Sulaiman Sulaiman; Nurmasyitah Nurmasyitah; Mislinawati Mislinawati
Jurnal Pesona Dasar Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Pesona Dasar Volume 7 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pear.v7i2.14759

Abstract

This research raises the problem of how the school Committee functions in the Development and implementation of school programs at SD Negeri 19 Banda Aceh. This research aims to describe the function of the school committee in the Development and implementation of school programs in SD Negeri 19 Banda Aceh. The subject of this study is a school committee administrator who is directly involved in management. The number of research subjects is as many as 22 people. The method used is an analytical description method with a qualitative approach. Data collection is done by non-test techniques in the form of poll and data processing in the form of percentage calculations. The research results that the school Committee plays a role in determining school policies. The role of the school Committee is limited to receiving reports from the school principal. The school committee was poorly involved in taking the school's policies. The school committee is only involved when raising funds from the community. The conclusion of the research is the function of the school committee in the Development and implementation of the school program at SD Negeri 19 Banda Aceh is still small. The involvement of school committees in the development and implementation of school programs in SD Negeri 19 Banda Aceh is only 36.37%. The school committee will be fully functional involved by the school if it has to do with the school's luminescence that requires community assistance.
PELATIHAN GURU SEKOLAH DASAR PADA MODEL PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013: PRO DAN KONTRA Mislinawati Mislinawati; Suci Fitriani
Jurnal Pesona Dasar Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Pesona Dasar Volume 8 Nomor 1 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pear.v8i1.22368

Abstract

Most of teachers in Aceh have not applied innovative teaching models as suggested in the Curriculum 2013. Generally they teach without using curriculum models suggested in the 2013 curriculum. Teachers are not yet fully informed about the learning models, so teachers are difficulty and rarely apply in the learning process. Based on the problems experienced by these teachers, then the thing done to solve the problem is to provide training and mentoring activities. Subjects in this study teachers SDN Banda Aceh as many as 40 people. This study employed descriptive qualitative method. Training on the learning model based on the 2013 curriculum for two days includes: first day of theoretical training on learning model; The second day, the training to practice the learning model that will be developed. Further assistance in developing and practicing the model of learning in the classroom for four months. In the process of mentoring teachers guided from the process of making learning tools such as RPP, Media and LKS. The results showed that only 30% applied the models suggested in the curriculum 2013. Teachers' efforts in applying these models are demonstrated by the teacher's persistence from the process of making the lesson plan, it seems that the teachers who applied the models were enthusiastic in fixing model-based RPPs, looking at modules, designing the required media, and asking actively when something is poorly understood. Teachers are recommended to apply the 2013 curriculum learning models in order to have innovative classroom activities that can make the students active and enthusiastic.
The Effectiveness of Using Online Module Based on E-Learning on Elementary School Teacher Study Program at Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala Mislinawati Mislinawati; Intan Safiah; Nurmasyitah Nurmasyitah
Proceedings of AICS - Social Sciences Vol 11 (2021): the 11th AIC on Social Sciences, Syiah Kuala University
Publisher : Proceedings of AICS - Social Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many obstacles have been discovered since the implementation of online lectures, particularly in the provision of teaching materials in the form of modules, which is still very limited, even though all lecturers are required to input material in the form of modules into eLearning.unsyiah.ac.id. The availability of online-based modules is one of the significant components of online learning. The goal of this study was to see if the implemenation of online modules for PGSD students was effective. The research applieds a quantitative approach, employing a survey method with the sample of 40 students from the PGSD FKIP USK study program of FKIP USK. According to the findings, 60% of the students improved their understanding of the information offered in the module,; 55% were more disciplined in submitting assignments,; and 72% indicated that lectures were helpful and motivating using e-learning-based modules. In conclusion, the use of online modules based on e-learning for PGSD FKIP USK students was considered effective.Keywords: Effectiveness, e-learning, and online module.
PENGELOLAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA DI SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT KABUPATEN ACEH BESAR Suci Astafarina; Said Darnius; Mislinawati Mislinawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di SDN Unggul Lampeuneurut diikuti oleh 40 siswa dari kelas tinggi. Dilihat dari jumlah keseluruhan siswa kelas tinggi, hanya sedikit siswa yang berminat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan. Kemudian siswa sering terlambat  dalam mengikuti kegiatan, juga terdapat siswa yang kurang memperhatikan serta tidak berinisiatif untuk bertanya apabila kurang mengerti. Tujuan penelitian untuk menguraikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan untuk meningkatkan minat siswa di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Kabupaten Aceh Besar.Dari hasil analisis data, peneliti mendapat informasi bahwa pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan untuk meningkatkan minat siswa di SDN Unggul Lampeuneurut sebagai berikut: pengelolaan kegiatan dilaksanakan berdasarkan tujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa, membentuk sikap disiplin, berfungsi sebagai tempat meluangkan waktu untuk hal bermanfaat. Pembinaan melalui penyediaan materi, bimbingan dan melatih siswa melalui kegiatan yang dilaksanakan. Tersedianya prasarana berupa alat-alat dan tempat pelaksanaan kegiatan. Mengadakan sosialisasi, perlombaan, Persami serta kegiatan menarik lainnya untuk meningkatkan minat siswa mengikuti kegiatan kepramukaan.Simpulan penelitian ini adalah pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan untuk meningkatkan minat siswa di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar sebagian besar telah terlaksana dengan baik yang ditunjukkan dengan melaksanakan beberapa tujuan, fungsi, partisispasi siswa dalam mengikuti kegiatan serta adanya pembinaan melalui pemberian materi, bimbingan, latihan, evaluasi sertatersedianya prasarana untuk kegiatan, sehingga siswa tertarik dan terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan yang dilaksanakan. 
PENANAMAN NILAI MORAL PADA PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SD NEGERI KUTA SIMBOLING KABUPATEN ACEH SINGKIL Syarif Ahya; Mislinawati Mislinawati; Nurhaidah Nurhaidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai moral adalah kelakuan yang timbul dalam jiwa manusia akibat kebiasaan yang terpadu dengan pikiran dan hati nurani yang dikerjakan oleh seseorang mengenai perbuatan yang baik atau buruk. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) menanamkan nilai moral pada anak didik melalui pendidikan kewarganegaraan di SD Negeri Kuta Simboling Kabupaten Aceh Singkil dan (2) usaha yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai moral pada anak didik lewat pendidikan kewarganegaraan di SD Negeri Kuta Simboling Kabupaten Aceh Singkil.Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Subjek pada penelitian ini sebanyak 2 orang guru yaitu kelas IV dan V dengan 29 orang peserta didik. Tehnik pengumpulan datanya melalui observasi dan wawancara. Kemudian datanya diolah dengan cara mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya empat nilai saja yang sudah mulai dikembangkan yaitu nilai keadilan, kejujuran, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan. Kebanyakan peserta didiknya masih berprilaku yang kurang baik dilingkungan sekolah.Simpulan penelitian ini adalah nilai moral yang ditanamkan oleh guru kepada peserta didik di SD Negeri Kuta Simboling belum dilaksanakan dengan baik, karena masih ada nilai moral yang belum dikembangkan yaitu nilai religius, peduli sosial, demokrasi, dan tanggung jawab. Usaha yang diupayakan oleh guru dalam menanamkan nilai moral pada peserta didik dilakukan dengan cara membangun komunikasi yang dekat dengan wali murid serta memberikan nasehat, bimbingan, dan mencontohkan akan prilaku yang baik pada peserta didik di sekolah. 
PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA MELALUI KARYA MOZAIK DI KELAS III SD NEGERI IBOIH KABUPATEN PIDIE Resa Farina; Rosma Ely; Mislinawati Mislinawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kreativitas siswa dapat dikembangkan dengan berkreasi, sehingga siswa dapat menyalurkan bakat serta pontensinya dengan membuat karya mozaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Kreativitas Siswa Melalui Karya Mozaik di Kelas III SD Negeri Iboih Kabupaten Pidie.            Pendekatan dalam penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 guru kelas III dan 21 siswa kelas III. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Seluruh data yang diolah dengan tahap analisis data yaitu reduksii data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitiannya adalah pengembangan kreativiitas siswa melalui pembuatan karya atau kerajinan mozaik di SD Iboih Kabupaten Pidie masih kurang dalam pengembangannya. Terlihat dari cara guru menerapkan langkah-langkah pembelajaran, mulai dari persiapan mengajar, penjelasan dan pembaharuan akan materi mozaik, serta media yang digunakan guru masih belum maksimal. Hasil observasi terhadap karya 1 dan karya 2 siswa terdapat pengembangan yang baik. Pada karya pertama terdapat 1 siswa yang mendapat nilai yang baik,16 siswa yang mendapat nilai cukup dan 4 siswa yang hasilnya masih kurang.Pada observasi karya kedua terdapat 15 siswa yang mendapat nilai baik dan 6 siswa mendapat nilai  cukup. Dan dari hasil tanya jawab dengan guru di kelas tersebutdapat disimpulkan bahwa ada kekurangan dan cukup mempengaruhi pengembangan kreativitas siswa melalui karya mozaik, kurangnya materi mozaik yang terdapat dibuku tema serta kurangnya pemahaman siswa akan pentingnya karya seni rupa, serta kurangnya perhatian guru akan pentingnya karya mozaik,Dari hasil penelitian inii kita simpulkan bahwa setiap siswa meliliki kreativitas yang baik dan luar biasa, namun karena masih kurang dalam penerapannya menyebabkan kurangnya kreativitas setiap siswa dalam membuat karya mozaik di kelas III SD N Iboih Kabupaten Pidie masih kurang dan harus ditingkatkan lagi. 
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DI SD NEGERI 51 BANDA ACEH M Rizki Harisandi; Mislinawati Mislinawati; Nurmasyitah Nurmasyitah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media Audio visual merupakan alat bantu yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan ide. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana strategi dan apasaja kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual di SDN 51 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual di SDN 51 Banda Aceh, untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual di SDN 51 Banda Aceh .Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 6 orang guru kelas di SD Negeri 51 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi dalam mengembangkan media pembelajran audio visual di SDN 51 Banda Aceh, yaitu memilih media yang paling sesuai dengan materi, media yang digunakan mudah dimengerti oleh siswa, durasi video atau film singkat agar tidak menghabiskan waktu yang lebih lama dan mengkombinasikan penggunaan media audio visual dengan metode pembelajaran lainnya, seperti metode diskusi, metode tanya jawab dan juga metode ceramah maupun pendekatan saintifik yang sering digunakan dalam pembelajaran kurikulum 2013. Guru menghadapi kendala dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual seperti kesulitan dalam mendapatkan video atau film. Guru terkendala dalam mengakses video yang paling sesuai dengan materi. Siswa lebih suka menonton video atau film dari pada memperhatikan materi pelajaran. Sehingga siswa meminta guru untuk memutar kembali video atau film yang telah ditonton dan guru juga kesulitan dalam mendapatkan video yang sesuai dengan durasi yang diinginkan. Simpulan dari penelitian adalah bahwa guru menggunakan strategi dalam mengembangkan media audio visual dengan mengkombinasikannya dengan metode pembelajaran lainnya seperti diskusi, tanya jawab maupun saintifik.
Upaya Guru dalam Menerapkan Karakter Cinta Damai pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh Arifa Rizki Halim; Mislinawati Mislinawati; awaluddin Awaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter sejak usia dini merupakan bagian yang paling penting untuk membentuk karakter seseorang. Untuk mencegah siswa melakukan tindak kekerasan dan kerusuhan, maka guru akan menerapkan karakter cinta damai. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam menerapkan karakter cinta damai di Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang digunakan guru dalam menerapkan karakter cinta damai di Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh. Pendekatan yang dilakukan selama penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas sebanyak 7 guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dengan partisipasi terbatas dan wawancara mendalam. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter cinta damai di Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh dilakukan dengan cara (1) Guru menunjukkan keteladanan yang baik yang dapat diteladani oleh siswa (2) Guru melaksanakan pembelajaran yang menerapkan karakter cinta damai yang meliputi suasana kelas yang nyaman, tenteram dan harmonis, anti kekerasan, tidak bias gender, dan peduli terhadap sesama. (3) Lingkungan sekolah yang cinta damai yang dilaksanakan melalui kegiatan di sekolah. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan karakter cinta damai di Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh sudah sangat baik.
PERAN GURU DALAM PEMBERIAN PENGUATAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SDIK NURUL QURAN ACEH BESAR Meti Herawati; Mislinawati Mislinawati; Husen Affan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks peran guru dalam pemberian penguatan, guru harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan kreativitas diri dalam pembelajaran. karena dalam melaksanakan pembelajaran guru tidak cukup hanya berbekal materi pelajaran yang disampaikan melainkan harus bisa mengelola pelajaran dengan baik dan hasil belajar siswa akan meningkat melaui pemberian penguatan verbal maupun non verbal. Untuk melihat hasil belajar maka memerlukan tes supaya hasil belajar bisa diketahui Penelitian ini mengungkapkan peran guru dalam pemberian penguatan terhadap hasil belajar siswa di SDIK Nurul Quran Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran guru dalam pemberian penguatan terhadap hasil belajar siswa di SDIK Nurul Quran Aceh Besar.Pendekatan yng digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang guru kelas IV dan  kelas V, kelas IV yang berjumlah 27 siswa dan kelas V 25 siswa di SDIK nurul Quran Aceh Besar.Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi untuk melihat gambaran dari yang diteliti, wawancara agar data yang diperoleh lebih akutat dan tes dilakukan untuk melihat hasil belajar siswa .Seluruh data yang terkumpul diolah dengan tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dari seluruh data. Hasil penelitian ini dikemukakan bahwa masih ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan dan mengalami kebosan dalam proses pembelajaran, siswa  kurang semangat di dalam pembelajaran dan penguatan yang diberikan oleh guru tidak merata sehingga perlu diberikan penguatan verbal maupun non verbal supaya meningkatkan hasil belajar siswa yang afektif.Simpulan dari penelitin ini dalam pemberian penguatan terhadap hasil belajar siswa di SDIK Nurul Quran Aceh Besar, berdasarkan observasi yang dilakukan didalam kelas semakin sering guru memberikan penguatan maka hasil belajar siswa akan lebih baik.
HAMBATAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SAINTIFIK DI KELAS IV SDN UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Siti Remeja; Mislinawati Mislinawati; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul hambatan guru dalam menerapkan model-model pembelajaran berbasis saintifik di Kelas IV SDN Unggul Lampeuneurut. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah “ apa saja hambatan yang dialami guru didalam menerapkan model-model pembelajaran berbasis saintifik dikelas IV SDN Unggul lampeuneurut serta bagaimana cara guru mengatasi hambatan tersebut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan yang dialami guru dalam menerapkan model-model pembelajaran berbasis saintifik dikelas IVserta bagaimana solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini 3 orang guru kelas IV SDN Unggul Lampeuneurut Aceh Besar. Teknik yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan selanjutnya dilakukan wawancara. Sedangkan untuk menganalisis data dilakuakan denga mereduksi data,menyajikan data, dan menarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa dalam menerapkan model pembelajaran berbasis saintifik, ada beberapa hambatan yang dialami guru (1) materi yang sulit tidak sesuai dengan pengetahuan awal peserta didik, (2) peserta didik kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat.(3) guru kesulitan mengatur alokasi waktu. Cara guru untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu, (1) guru merancang media pembelajaran yang akan digunakan serta mengarahkan terlebih dahulu peserta didik apa-apa saja yang harus dilakukan, guru mencari bahan yang memadai sesuai dengan materi yang akan diajarkan, (2) guru memotivasi peserta didik agar semangat dalam bertanya dan berani menyampaikan pendapat, (3) guru melakukan perencanaan terlebih dahulu berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelajaran.            Simpulan penelitian ini adalah guru memiliki hambatan dalam menerapkan model pembelajaran berbasis saintifik, namun guru memiliki keinginan yang kuat untuk mengatasi hambatan tersebut dengan cara guru melakukan diskusi dengan teman sejawat,serta mengembangkan wawasan tentang model-model pembelajaran berbasis saintifik.