Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. E Umur 35 Tahun G4P2A1 di Desa Delik Sekar Sari Annasiyah; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mothers and children are family members who need to be prioritized in the implementation of health efforts. The success of maternal health efforts is seen from the MMR indicator, namely the number of maternal deaths during pregnancy, childbirth, and postpartum but not due to other causes such as accidents or falls in every 100,000 live births. Continuity of Care (COC) Midwifery Care is continuous midwifery care provided to mothers and babies starting from pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning, with the existence of COC care, the development of the mother's condition at all times will be monitored well, in addition, continuous care carried out by midwives can make mothers more trusting and open because they are familiar with the care provider. COC midwifery care is one of the efforts to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). The purpose of the study was to provide comprehensive midwifery care (continuity of care) to Mrs. E, 35 years old, G4P2A1 in Delik Village, Tuntang District, Semarang Regency. The type of method in continuity of care care used is a case study (Care Study). The data collection technique is that the author conducted a question and answer activity directly to the client, family and midwife with the aim of obtaining the necessary data, namely data from Mrs. E aged 35 years to obtain complete information. In this case study, observations were made during pregnancy, childbirth, postpartum, and newborn as well as physical examinations. The results of the study on Mrs. E aged 35 years G4P2A1 the pregnancy process went physiologically without any problems or complications although in TM III at 32 weeks of pregnancy there were complaints of discomfort in the mother in the form of back pain, however, yoga management for pregnant women has been carried out so that it can reduce the mother's complaints. The delivery process took place normally at the Anindita Clinic, while neonatal visits were carried out 3 times and postpartum visits were carried out 4 times and contraceptive care was carried out simultaneously with postpartum visits.   Abstrak Ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Keberhasilan upaya kesehatan ibu, dilihat dari indikator AKI, yaitu jumlah kematian ibu selama kehamilan, persalinan, dan nifas tetapi bukan karena sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup. Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan bayi dimulai pada saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana, dengan adanya asuhan COC maka perkembangan kondisi ibu setiap saat akan terpantau dengan baik, selain itu asuhan berkelanjutan yang dilakukan bidan dapat membuat ibu lebih percaya dan terbuka karena sudah mengenal pemberiasuhan. Asuhan kebidanan secara COC adalah salah satu upaya untuk menurunkan Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan penelitian yaitu  memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif (continuity of care) Ny. E umur 35 tahun G4P2A1 di Desa Delik, Kec. Tuntang, Kab. Semarang. Jenis metode dalam asuhan contuinity of care yang digunakan adalah study penelaah kasus (Care Study). Teknik pengumpulan data yaitu penulis melakukan kegiatan tanya jawab secara langsung kepada klien, keluarga dan kepada bidan yang bertujuan untuk mendapatkan data yang diperlukan, yaitu data Ny. E umur 35 tahun untuk mendapatkan informasi secara lengkap. Pada studi kasus ini melakukan observasi selama dari kehamilan, persalinan, nifas, dan bbl serta  pemeriksaan fisik. Hasil penelitian pada Ny. E umur 35 tahun G4P2A1 proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM III usia kehamilan 32 minggu ditemukan keluhan ketidaknyamanan pada ibu berupa nyeri punggung namum telah dilakukan penatalaksanaan yoga ibu hamil sehingga dapat mengurangi keeluhan ibu. Proses persalinan berlangsung normal di Klinik Anindita, sedangkan kunjungan neonatus dilakukan sebanyak 3 kali dan kunjungan nifas dilakukan sebanyak 4 kali serta asuhan kontrasepsi dilakukan bebarengan dengan kunjungan nifas. 
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. L Usia 27 Tahun G2P1A0 di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Setyowati; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain essential indicators of a nation’s health status. In Indonesia, the MMR in 2022 reached 207 per 100,000 live births, still above the Strategic Plan target of 190 per 100,000 live births. The leading causes of maternal death include hemorrhage, preeclampsia/eclampsia, infection, prolonged labor, and postpartum complications. Infant mortality is mainly caused by prematurity, asphyxia, infection, and congenital abnormalities. Efforts to reduce maternal and infant mortality continue through the Safe Motherhood Initiative and the implementation of Continuity of Care (CoC), which provides integrated and ongoing midwifery services during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. Comprehensive care facilitates early risk detection, prevents complications, and improves overall maternal and neonatal health outcomes. This study employed a descriptive case study approach involving Mrs. L, 27 years old, G2P1A0, who received comprehensive midwifery care at the Kaliwungu Health Center. The care included antenatal assessments following the 10T standard, pregnancy monitoring during the second and third trimesters, labor management using the 60 essential steps of APN, postpartum care, newborn assessment, and family planning counseling. Complementary care, such as oxytocin massage and prenatal yoga education, was provided based on the client's needs. The pregnancy, labor, postpartum period, newborn care, and family planning services proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated good understanding of pregnancy danger signs, childbirth preparation, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, and newborn care. Oxytocin massage contributed to improved breast milk production, and the newborn exhibited normal adaptation. The mother also successfully selected an appropriate postpartum contraceptive method. Comprehensive Continuity of Care midwifery services were effective in enabling early identification of risk factors, enhancing maternal knowledge, and supporting optimal maternal and neonatal health. Complementary care, such as oxytocin massage, provided additional benefits by improving breastfeeding outcomes and maternal comfort. The implementation of CoC should continue as a key strategy in supporting the reduction of maternal and infant mortality.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan suatu negara. AKI di Indonesia pada tahun 2022 tercatat sebesar 207 per 100.000 kelahiran hidup, masih di atas target Renstra 190 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu umumnya meliputi perdarahan, preeklamsia/eklamsia, infeksi, partus lama, dan komplikasi nifas. Demikian juga angka kematian bayi yang masih dipengaruhi oleh prematuritas, asfiksia, infeksi, dan kelainan bawaan. Upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood dan penerapan Continuity of Care (CoC), yaitu pelayanan kebidanan berkesinambungan mulai kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Pelayanan yang komprehensif dan terintegrasi berkontribusi dalam deteksi dini risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada Ny. L, usia 27 tahun, G2P1A0, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu. Asuhan diberikan mulai dari kehamilan trimester II dan III, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Tindakan meliputi pengkajian lengkap, pemeriksaan ANC sesuai standar 10T, pemantauan persalinan berdasarkan 60 langkah APN, perawatan nifas fisiologis, pemantauan tumbuh kembang bayi, serta konseling KB. Asuhan komplementer seperti pijat oksitosin dan edukasi prenatal yoga juga disertakan sesuai kebutuhan ibu. Seluruh proses—kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan KB—berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, pemberian ASI eksklusif, serta perawatan bayi. Produksi ASI meningkat setelah pemberian pijat oksitosin, bayi memiliki adaptasi yang baik, dan ibu memilih metode kontrasepsi sesuai kondisi pascasalin. Asuhan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif terbukti efektif dalam mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan asuhan komplementer seperti pijat oksitosin turut membantu optimalisasi pemberian ASI dan meningkatkan kenyamanan ibu. Layanan CoC perlu terus diterapkan sebagai upaya strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan AKI dan AKB.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Y Umur 29 Tahun G2P1A0 pada Usia Kehamilan 34 Minggu dengan Letak Sungsang di Puskesmas Karanganyar Suci Astriani; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates remain key indicators of a nation’s health status. Based on data from the Central Java Provincial Health Office (2022), the maternal mortality rate reached 87 per 100,000 live births, while neonatal mortality was 5.9 per 1,000 live births, with the highest causes being prematurity, asphyxia, and low birth weight. One of the conditions that increases the risk of complications during pregnancy and childbirth is breech presentation, which occurs in about 3–5% of singleton pregnancies. Breech presentation is associated with prolonged labor, early rupture of membranes, cord prolapse, and increased perinatal mortality. Efforts to reduce maternal and infant mortality have been strengthened through the Safe Motherhood Initiative and comprehensive midwifery care or Continuity of Care (CoC), covering pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning services. This study used a descriptive case study approach involving Mrs. Y, 29 years old, G2P1A0 at 34 weeks of gestation with breech presentation at Karanganyar Health Center. Comprehensive midwifery care was provided, including early detection of breech presentation, management through maternal posture exercises (knee–chest and prenatal yoga techniques), third-trimester antenatal care, labor monitoring, postpartum care, newborn assessment, and family planning counseling. The results showed that the pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, and family planning processes proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated an understanding of fetal well-being, preparation for childbirth, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, newborn care, and postpartum contraceptive options. In conclusion, comprehensive Continuity of Care midwifery services were effective in enabling early detection of risks, improving maternal knowledge, and supporting optimal maternal and neonatal health. Complementary care such as posture exercises (knee–chest and prenatal yoga) was beneficial in helping reposition the fetus and reducing discomfort during pregnancy.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (2022), AKI mencapai 87 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal sebesar 5,9 per 1.000 kelahiran hidup dengan penyebab terbanyak BBLR, prematuritas, dan asfiksia. Salah satu kondisi yang berpotensi meningkatkan komplikasi kehamilan dan persalinan adalah letak sungsang, yang terjadi pada 3–5% kehamilan tunggal dan dapat menyebabkan partus lama, ketuban pecah dini, prolaps tali pusat, serta peningkatan mortalitas perinatal. Upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood Initiative yang mencakup pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada Ny. Y, usia 29 tahun, G2P1A0 dengan usia kehamilan 34 minggu dan letak sungsang di Puskesmas Karanganyar. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif meliputi deteksi dini letak sungsang, penatalaksanaan dengan latihan posisi (knee–chest dan prenatal yoga), pemeriksaan antenatal trimester III, pemantauan persalinan, perawatan masa nifas, penilaian bayi baru lahir, serta konseling keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan KB berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memahami pentingnya pemantauan kesejahteraan janin, persiapan persalinan, perawatan diri pada masa nifas, pemberian ASI eksklusif, perawatan bayi baru lahir, serta pemilihan kontrasepsi pascasalin. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pelayanan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif efektif dalam mendeteksi dini faktor risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Asuhan komplementer berupa latihan posisi seperti knee–chest dan prenatal yoga juga bermanfaat dalam membantu mengoreksi posisi janin dan mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan.
Optimalisasi Kesehatan dan Konsentrasi Anak Melalui Kegiatan Senam Yoga di TPA KB TK Cahya Mentari Gabriella Jessica Eriesti; Risma Aliviani Putri; Rini Susanti; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood is at a crucial developmental stage that lays the foundation for many aspects of their future lives. Therefore, they require optimal and continuous stimulation. At preschool age, children often struggle to sit still and focus during learning activities because their activities are largely physical and play-based. This situation was also found at the Cahya Mentari Kindergarten TPA KB TK Cahya Mentari in West Ungaran, Semarang Regency, where initial observations indicated that some children tended to be easily distracted, lacked focus during learning, and had not received structured stimulation for concentration. Attention and focus are essential for children's cognitive development, so age-appropriate interventions are necessary. One non-pharmacological intervention that can be implemented is children's yoga, which combines physical activity, breathing techniques, and mental focus. This community service activity aims to improve children's health and enhance their learning concentration, as well as educate teachers about the application of children's yoga as an alternative concentration stimulation method. The methods used in this activity include observation and interviews with teachers to identify children's initial conditions, providing education about the benefits of children's yoga, conducting face-to-face initial yoga sessions using animated videos, and evaluation through direct observation and testimonials from teachers and children. This activity was held at the TPA KB TK Cahya Mentari, West Ungaran, Semarang Regency on Friday, October 3, 2025. The results of the activity showed that children were able to follow the yoga session well, appeared calmer, more enthusiastic, and showed increased focus and attention during learning activities. The teacher also mentioned that children's yoga is easy to implement and has the potential to become a routine activity to support the learning concentration of early childhood. Therefore, the application of children's yoga can be an effective alternative stimulation to improve learning concentration in preschool children.   Abstrak Anak-anak usia dini berada pada tahap perkembangan yang krusial yang meletakkan dasar bagi banyak aspek kehidupan mereka di masa depan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan stimulasi terbaik dan berkelanjutan. Pada usia prasekolah, anak-anak sering kesulitan duduk tenang dan fokus selama kegiatan belajar karena aktivitas mereka sebagian besar bersifat fisik dan berbasis permainan. Situasi ini juga ditemukan di TPA KB TK Cahya Mentari di Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, di mana observasi awal menunjukkan bahwa beberapa anak cenderung mudah teralihkan perhatiannya, kurang fokus selama belajar, dan belum menerima stimulasi terstruktur untuk konsentrasi. Perhatian dan fokus merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak, sehingga perlu diberikan intervensi yang sesuai dengan karakteristik usia anak. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah yoga anak, yang menggabungkan aktivitas fisik, teknik pernapasan, dan fokus mental. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak dan meningkatkan konsentrasi belajar mereka, serta mendidik guru tentang penerapan yoga anak sebagai alternatif stimulasi konsentrasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi dan wawancara dengan guru untuk mengidentifikasi kondisi awal anak, memberikan edukasi tentang manfaat yoga anak, melaksanakan sesi yoga awal menggunakan media video animasi secara tatap muka, dan evaluasi melalui observasi langsung dan testimoni dari guru dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di TPA KB TK Cahya Mentari, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada hari jumat, 3 oktober 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengikuti sesi yoga dengan baik, tampak lebih tenang, lebih antusias, dan menunjukkan peningkatan fokus dan perhatian selama kegiatan belajar. Guru juga menyebutkan bahwa yoga anak mudah dilaksanakan dan berpotensi menjadi kegiatan rutin untuk mendukung konsentrasi belajar anak usia dini. Oleh karena itu, penerapan yoga anak dapat menjadi stimulasi alternatif yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar pada anak prasekolah.
Teknik Akupresure untuk Mengurangi Dismenore pada Remaja Putri di Kelurahan Gunung Seteleng Hermin Limbu; Muliana Muliana; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore is pain during menstruation. Dismenore or menstrual pain usually occurs in the bottom, waist, even back. As many as 90% of adolescent girls worldwide experience menstrual problems and more than 50% of menstruating women experience primary dysmenorrhea with 10-20% of them experiencing severe symptoms. It is reported that 30-60% of adolescent girls who have dysmenorrhea, as many as 7-15% do not go to school or work. For this reason, it is necessary to do IEE / counseling in cases of dysmenorrhea to find out early complications of dysmenorrhea or symptoms that can arise, especially in adolescents.   (Larasati, T. A. &; Alatas, 2016). The purpose of this activity is to provide complementary acupressure therapy to young women in Gunung Seteleng village to overcome dysmenorrhea. The problem that often arises is that there are still many Young Women who do not know about how to overcome Dysmenorrhea. So when young women experience dysmenorrhea at school, many are allowed to not be able to attend lessons because they are not focused due to dysmenorrhea. Realizing this, the community service team feels that they can facilitate through counseling and demonstrations to young women to learn to understand and be able to practice and apply Acupressure Techniques when experiencing dysmenorrhea independently in their respective homes and can re-demonstrate acupressure method techniques, so that Dysminorhea in adolescents can be reduced. Community service will be carried out in 3 stages, namely: First Stage:  Selection of groups of young women in Gunung Seteleng village who are willing to be taught about acupressure, dysmenorrhea, Second Stage: Conducting acupressure socialization and training to deal with dysmenorrhea. Stage Three Evaluation of acupressure methods that have been taught to young women.     Abstrak Dismenore merupakan nyeri sewaktu haid. Dismenore atau nyeri haid biasanya terjadi di bagian bawah, pinggang, bahkan punggung . Sebanyak 90% dari remaja  wanita di seluruh dunia mengalami masalah saat haid dan lebih dari 50% dari wanita haid mengalami dismenore primer dengan 10-20% dari mereka mengalami gejala yang cukup parah. Dilaporkan 30-60% remaja wanita yang mengalami dismenore, sebanyak 7-15% tidak pergi ke sekolah atau bekerja. Untuk itu perlu dilakukan KIE/ konseling  dalam kasus dismenorhea untuk mengetahui sejak dini komplikasi dismenorhea atau gejala gejala yang dapat timbul khususnya pada remaja. (Larasati, T. A. & Alatas, 2024 Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan terapi komplementer akupresure pada Remaja putri Di Kelurahan Gunung Seteleng untuk mengatasi  dismenore. Masalah yang sering muncul adalah masih banyaknya Remaja Putri yang belum mengetahui mengenai cara mengatasi Dismenore. Sehingga saat remaja putri mengalami dismenore disekolah banyak yang ijin tidak dapat mengikuti pelajaran karena tidak fokus akibat dismenore. Menyadari hal tersebut tim pengabdian masyarakat merasa dapat memfasilitasi melalui penyuluhan dan demonstrasi kepada remaja putri agar belajar memahami dan mampu mempraktekkan serta menerapkan Tehnik Akupreasure saat mengalami dismenore secara mandiri di rumah masing- masing dan dapat mendemonstrasikan ulang teknik metode akupresur, sehingga dismenore pada remaja bisa berkurang. Pengabdian masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama Pemilihan kelompok remaja putri di Kelurahan Gunung Seteleng yang bersedia diajarkan tentang akupresur dismenore TahapKedua Melakukan sosialisasi dan pelatihan akupresure untuk menangani dismenore. Tahap ke Tiga Evalusi cara akupresur yang sudah diajarkan kepada remaja putri.