Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SAINTIFIKA

KAJIAN PENGARUH KECEPATAN AERASI DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP KEMAMPUAN KONSORSIA BAKTERI INDIGEN DALAM MENDEGRADASI LIMBAH CAIR KULIT DI INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT KOTA MALANG Nugroho Aji Prasetiyo; Hasminar Rachman Fidiastuti
saintifika Vol 17 No 1 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.958 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk: 1) menguji pengaruh kecepatan aerasi terhadap kemampuan konsobakteri mendegradasi limbah cair kulit 2) menguji pengaruh waktu inkubasi terhadap kemampuan bakteri mendegradasi limbah cair. 3) menguji pengaruh interaksi antara kecepatan aerasi dan waktu inkubasi terhadap kemampuan bakteri mendegradasi limbah cair kulit. 4) menguji pengaruh efluen limbah cair kulit pasca perlakuan terhadap kelulushidupan ikan. Penelitian terbagi dalam beberapa tahap, yaitu penelitian pengaruh kecepatan aerasi dan waktu inkubasi terhadap kemampuan bakteri mendegradasi limbah cair kulit, pengaruh efluen limbah cair kulit pasca perlakuan terhadap kelulushidupan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kecepatan aerasi berpengaruh terhadap kemampuan bakteri mendegradasi limbah cair kulit, waktu inkubasi berpengaruh terhadap kemampuan bakteri mendegradasi limbah cair kulit, interaksi antara kecepatan aerasi dan waktu inkubasi berpengaruh terhadap kemampuan bakteri mendegradasi limbah cair kulit. Hasil uji hayati semua ikan yang diberi efluen limbah cair kulit mengalami kematian karena efluen masih berada di atas baku mutu yang ditetapkan pemerintah, sehingga disimpulkan efluen limbah cair berpengaruh terhadap kelulushidupan ikan.
POTENSI BAKTERI INDIGEN DALAM BIODEGRADASI AIR SUNGAI Hasminar Rachman Fidiastuti
saintifika Vol 16 No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.829 KB)

Abstract

Sungai Badeg merupakan salah satu sungai kecil di kota Malang yang tercemar limbah pabrik kulit. Hasil pengukuran kualitas pada sampel air sungai Badeg menunjukkan kondisi yang tidak memenuhi baku mutu air yaitu TSS sebesar 400 ppm, BOD sebesar 331 mg/L, COD sebesar 544 mg/L, DO sebesar 3,6 mg/L dan kadar lemak sebesar 280 mg/L. Lemak merupakan salah satu bahan organik yang sulit untuk diuraikan secara alamiah. Biodegradasi diharapkan dapat menjadi solusi perbaikan kondisi perairan dengan cara memanfaatkan aktivitas bakteri indigen dengan karakteristik pendegradasi lemak. Kegiatan biodegradasi dilakukan dengan cara mengintroduksi bakteri indigen (yang telah diseleksi dari proses isolasi dan memiliki potensi pendegradasi paling tinggi diantara jenis isolat lain yang ditemukan) kemudian dikultur dan diinokulasikan kembali pada sampel air sehingga proses transformasi akan berlangsung lebih optimal. Biodegradasi dilakukan secara in vitro, dan menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap perubahan kadar TSS menjadi 293,3 ppm, BOD sebesar 117,3 mg/L, COD sebesar 165,3 mg/L, DO sebesar 19 mg/L dan kadar lemak sebesar 0,02 mg/L. Biodegradasi dengan memanfaatkan bakteri indigen dapat menjadi alternatif dalam memperbaiki kualitas perairan.