Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Kerukunan Antara Umat Beragama Dengan Pembentukan Perilaku Sosial Warga Perumahan PT Djarum Singocandi Kudus Umar, Umar; Hakim, M Arif
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4898

Abstract

Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk selamat di dunia dan akhirat, yaitu sebagai manusia yang bertaqwa terhadap Tuhannya, beradab, dan manusiawi, yang berbeda dari cara-cara hidup hewan atau makhuluk lainnya.Agama sebagai sistem keyakinan dapat menjadi bagian dan inti dari sistem-sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan dan menjadi pendorong atau penggerak serta pengontrol tindakan para anggota masyarakat tersebut untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan, pranata sosial masyarakat yang bersangkutan, maka nilai pranata sosial itu terwujud sebagai simbol suci dan maknanya bersumber pada ajaran-ajaran agamanya yang menjadi kerangka acuannya.Di sebuah negara yang pluralis dalam kehidupan agama seperti Indonesia ini, pemerintah tidak bisa tinggal diam, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama didukung oleh tiga macam motif. Pertama, motif historis, bahwa menurut sejarah, bangsa Indonesia dari zaman ke zaman urusan hidup beragama menjadi urusan pemerintah pusat. Kedua, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama dalam bentuk lembaga kenegaraan dimaksud juga untuk memenuhi keingginan golongan Islam yang merupakan mayoritas dan menurut keyakinan golongan ini agama tidak bisa dipisahkan dari negara. Ketiga, motif politik, pemerintah mempunyai jaminan yng kuat bahwa dengan ikut sertanya dalam masalah ini akan dapat diciptakan kerukunan dan keamanan nasional yang merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.
PERAN PEMERINTAH DALAM MENGAWASI MEKANISME PASAR DALAM PERSPEKTIF ISLAM Hakim, M. Arif
IQTISHADIA Vol 8, No 1 (2015): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v8i1.1079

Abstract

Tulisan ini membahas tentang konsep Islam dalam hal hubungan pemerintah dan mekanisme pasar. Dalam Islam, Negara memiliki peran untuk mengatur dan mengawasi ekonomi, memastikan kompetisi di pasar berlangsung sempurna, informasi yang merata dan keadilan ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan sejarah, dapat diketahui bahwa konsep tentang mekanisme pasar sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW berdasarkan riwayat hadith. Pada masa selanjutnya, para ulama Muslim juga memberikan kontribusi pemikiran tentang mekanisme pasar secara komprehensif, seperti Abu Yusuf, Yahya bin Umar, Al-Ghazali, Ibnu Taymiyah, dan Ibnu Khaldun. Konsep tentang supply and demand dalam ekonomi Islam, menjadi salah satu faktor penentu harga. Dalam hal terjadi distorsi pasar, maka pemerintah boleh melakukan intervensi.      Kata Kunci: Pasar, Ekonomi, Intervensi  STATE’S ROLE IN CONTROLLING MARKET  MECHANISM IN ISLAMIC PERSPECTIVE This article discusses the concept of Islam about relationship between state and market mechanism. In Islam, the state has the role to control and observe the economy, to keep the market in fair competitions, to maintain clear information and economic justice. Using historical approach, it is understood that marker mechanism has been conducted since the time of Prophet Muhammad according to Tradition. In the next era, Muslim’s scholars have contributed on market mechanism discourse, such as Abu Yusuf, Yahya bin Umar, Al-Ghazali, Ibnu Taymiyah and Ibnu Khaldun. The concept of supply and demand is one factor of pricing. In case of distortion, it is possible for the state to intervene the market.         Key Words: Market, Economy, Intervention  
Gen Z dan Perilaku Menabung: Studi tentang Pendidikan, Pendapatan, dan Literasi Keuangan di Kabupaten Kudus Syukma, Gischa Adinda; Hakim, M. Arif
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jebisku.v4i2.6000

Abstract

AbstractThis research aims to examine the influence of education level, income and financial literacy on the saving behavior of Generation Z in Kudus Regency. This research uses quantitative methods with primary data obtained through distributing questionnaires. The sampling technique used purposive sampling with a total of 100 respondents. Data were analyzed using SPSS version 27. The research results for the education level variable did not have a significant effect on saving behavior with a significance value of 0.666 > 0.05. Income also has no significant effect on savings behavior with a significance value of 0.564 > 0.05. Meanwhile, financial literacy has a positive and significant effect on savings behavior with a significance value of 0.000 < 0.05. The results of this research show that understanding and ability to manage finances is an important factor in shaping Generation Z's saving behavior. It is hoped that this research can be used as material for consideration in increasing Generation Z's financial literacy to encourage saving behavior. Therefore, increasing financial literacy through applicable education and the use of digital media needs to be done to encourage savings habits.Keywords: Education Level; Income; Financial Literacy; Saving Behavior. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan, dan literasi keuangan terhadap perilaku menabung Generasi Z di Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian untuk variabel tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku menabung dengan nilai nilai signifikansi 0,666 > 0,05. Pendapatan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku menabung dengan nilai signifikansi 0,564 > 0,05. Sementara itu, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku menabung dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan kemampuan dalam mengelola keuangan menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku menabung Generasi Z. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan literasi keuangan Generasi Z guna mendorong perilaku menabung. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan melalui edukasi yang aplikatif dan pemanfaatan media digital perlu dilakukan untuk mendorong kebiasaan menabung.Kata Kunci: Tingkat Pendidikan; Pendapatan; Literasi Keuangan; Perilaku Menabung.
Analisis Strategi Differensiasi Citra Perusahaan dalam Pemasaran Sebagai Upaya Untuk Menciptakan Keunggulan Bersaing ( Studi Pada PT. Ar Tour & Travel) Hakim, Muhammad Arif; Faizah, Nur
BISNIS Vol 5, No 2 (2017): BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/bisnis.v5i2.3020

Abstract

This research is to know: (a) how the image of PT. AR Tour & Travel by service users, (b) how the efforts of PT. AR Tour & Travel in build the image as a form of differentiation marketing, (c) marketing advantages by use dimension of image done by PT. AR Tour & Travel. This research uses descriptive qualitative research method. Data source used is primary data and secondary data. Technique of collecting data with observation, interview, and documentation. Test of data validity use triangulation. The results are: First, some images that apply to the PT. AR Tour & Travel by service users, (a) PT. AR Tour & Travel has an expensive package price, (b) PT. AR Tour & Travel provides the best facilities, (c) PT. AR Tour & Travel is able to provide a manasik that is easily understood and followed by the pilgrims, (d) PT. AR Tour & Travel has a variety of packages that can be adapted to the needs of pilgrims, (e) The employees of PT. AR Tour & Travel has a friendly attitude in service. Second, the efforts made by PT. AR tours & Travel in image building are, (a) utilizing the charismatic image of the leader of the AR Foundation, (b) varying product packages, (c) applying work traditions and culture, (d) maintaining good communication with service users. Third, the advantages of marketing differentiation using image dimension is quite effective, the indication can be seen from the data of the number of service users who always show well.