Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI ALAT BERAT PEKERJAAN TANAH TERHADAP BIAYA ALAT OPTIMUM Sitti Safiatus Riskijah; Radhia Jatu Noviarsita Sakti; Agustin Dita Lestari
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v16i1.351

Abstract

AbstractThe normalization and widening work volume of the Kali X is huge, it needs heavy equipment for its implementation. The type of usable heavy equipment varies, whilst the greater the capacity of the used equipmen, the more expensive the cost. Therefore, research is needed to observe the effect of heavy equipment composition on its optimal cost. The data needed are plan drawings, RKS, volume of work, equipment rental prices and wages, schedules and S curves. We determine the optimal tool costs using simplex method with the LINDO application and analyse the effect using linear regression analysis with SPSS. The obtained results of the effect analysis show that the composition of heavy equipment (expressed by total tool productivity) contributes a very strong and significant influence to the optimal cost of heavy equipment with R2 = 0.967 in clearing excavation work, R2 = 0.908 in ordinary excavation work, and R2 = 0.985 on embankment work. This shows that the composition of heavy equipment with lower productivity means the cost of using the tool is getting cheaper, so the results of optimizing the cost of using the tool are focused on the composition of tools with the lowerst productivity.Keywords: Excavation work, embankment work, combination of heavy equipment, optimal cost
Pengaruh Penambahan Kait Pada Tulangan Bambu Terhadap Respon Lentur Balok Beton Bertulangan Bambu Agustin Dita Lestari; Sri Murni Dewi; Wisnumurti Wisnumurti
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.435 KB)

Abstract

Tulangan baja telah banyak digunakan untuk menahan tarik pada beton, namun perlu diingat bahwa suatu saat keberadaan baja di alam akan habis karena merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Bambu memiliki peluang untuk digunakan sebagai tulangan pada beton. Kelemahan bambu sebagai tulangan adalah memiliki lekatan yang kurang baik dengan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kait pada tulangan bambu terhadap kuat lekat antara tulangan dengan beton serta terhadap kapasitas lentur balok beton. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat cabut (pull out) dan uji lentur balok beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kait pada tulangan bambu dapat meningkatkan tegangan lekat sampai 80,39% dan meningkatkan kapasitas lentur pada balok beton sampai 32,05% terhadap tulangan bambu tanpa kait. 
Penyusunan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di TPA Madinah Maarif 10 Malang Winda Harsanti; Sugiharti; Ratih Indri Hapsari; Nain Dhaniarti Raharjo; Agustin Dita Lestari
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v8i2.75

Abstract

Madrasah Diniah Maarif 10 adalah salah satu pendidikan non formal di bidang keagamaan yang ada di Kota Malang. Dalam pelaksanaan pendidikannya saat ini, madrasah ini belum memiliki perangkat kurikulum yang menjadi acuan dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk memberi penyuluhan dan pendampingan dalam penyusunan perangkat kurikulum yang meliputi kurikulum, silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dari hasil pendampingan tersebut, tersusun kurikulum pendidikan mulai jenjang terendah (jilid 1) sampai jenjang tertinggi (Al Quran) untuk mata pelajaran utama dan muatan lokal. Pelajaran utama adalah tilawati atau Al Quran, sedangkan muatan lokal meliputi akidah akhlak, quran hadis, fikih, dan sejarah kebudayaan islam. Hasil dari penyusunan perangkat kurikulum ini bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran agar proses belajar mengajar di madrasah ini dapat terstruktur dengan baik dan tujuan pendidikan dapat tercapai. Kata kunci—kurikulum, RPP, silabus
BIMBINGAN TEKNIS PENENTUAN PROFIL TANAH DAN PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG ASRAMA SANTRI PONDOK PESANTREN ANWARUT TAUFIQ KOTA BATU Bobby Asukmajaya R.; Sugiharti; Agustin Dita Lestari; Sitti Safiatus R; Sugeng Riyanto
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v8i2.86

Abstract

Pondok Pesantren Anwarut Taufiq merupakan salah satu Pondok di Kota Batu, Jawa Timur. Pondok Anwarut Taufiq Berasaskan tiga tujuan utama, yaitu : 1. Mendapat ilmu pengetahuan syariat islam beserta alatnya, dengan rantaian sanad yang bersambung kuat kepada Rosulullah SAW. 2. Mensucikan diri dari akhlaq yang tercela dan menjadikannya berbudi pekerti yang baik dan berakhlaq mulia. 3. Menyebarkan dakwah islam, dan sunah Nabi Muhammad SAW kepada masyarakat luas. Peningkatan pelayanan terhadap santri diantaranya adalah dengan meningkatkan kualitas sarana, dan prasarana yang berupa asrama santri dan fasilitas pendukung lainnya. Kondisi asrama dan fasilitas yang memadai akan menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan sehat. Asrama santri yang akan dibangun adalah 4 lantai. Untuk membangun asrama tersebut diperlukan data penyelidikan tanah dan analisa struktur sehingga dimensi penampang kolom, balok, plat lantai dan pondasi dapat ditentukan secara aman sesuai dengan SNI 2847 – 2019. Dari hasil yang telah dilaksanakan didapatkan dua titik sondir yang masing – masing dilaksanakan pengujian sampai kedalaman 5 meter, selanjutnya dilaksanakan perencanaan struktur sesuai dari gambar desain dan juga profil tanah yang telah diujikan, didapatkan dimensi kolom yang digunakan untuk bangunan pondok 5 lantai dengan bentang balok 3 meter adalah 40 x 40 cm dengan tulangan D16 sebanyak 12 buah, sementara balok yang digunakan adalah 25 x 45 cm dengan tulangan D16, penampang tie beam dengan dimensi 20 x 30 dengan tulangan D13 dan juga penulangan plat lantai P12 – 150 mm.
ANALISIS PERAMBATAN RETAK DAN HASIL SEM PADA BETON NORMAL DENGAN SUBSTITUSI PASIR LIMBAH SUNBLASTING Qomariah; Agustin Dita Lestari
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri yang dalam proses produksinya menghasilkan limbah sunblasting, pada akhirnya akan mencemari lingkungan. Salah satu solusi untuk mengurangi limbah tersebut adalah dengan memanfaatkannya sebagai campuran pada beton normal. Penelitian ini akan menganalisis tentang hasil perambatan retak dan hasil Scanning Electron Microscope (SEM) pada beton normal dengan variasi penambahan pasir limbah sunblasting sebesar 0 persen, 30 persen, dan 40 persen. Metode perancangan beton normal dilakukan menurut SNI-03-2834-2000. Menggunakan benda uji silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm serta dilakukan pengujian tekan pada umur 7, 14,dan 28 hari dan pengujian SEM. Dengan variasi penambahan pasir sandblasting 30 persen, nilai kuat tekan beton meningkat sesuai dengan berat benda uji. Hal ini menunjukkan penggunaan limbah sandblasting meningkatkan pengikatan semen pada beton. Berdasarkan hasil kuat tekan, hasil XRF, dan SEM, maka substitusi limbah sandblasting sebesar 30 persen merupakan variasi yang paling optimal.
BIMBINGAN TEKNIS DESAIN DAN PEMBUATAN DINDING GUDANG PENYIMPANAN RT DI BANDULAN KOTA MALANG Agustin Dita Lestari; Anisah Nur Fajarwati; Agus Sugiarto; Armin Naibaho; Nawir Rasidi; Qomariah
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3707

Abstract

Suatu Rukun Tetangga (RT) pasti memiliki peralatan-peralatan dan barang inventaris yang digunakan untuk menunjang kegiatan RT. Sebagai salah satu RT yang ada di wilayah Bandulan, RT 03 RW 03 juga telah memiliki peralatan dan barang inventaris yang sering digunakan untuk acara arisan, pertemuan rutin, rapat, atau kegiatan lainnya. Agar peralatan dan barang tersebut aman, awet, dan terjaga mutunya, maka diperlukan tempat penyimpanan atau gudang yang baik. Di wilayah RT 03 RW 03 Kelurahan Bandulan sudah memiliki gudang penyimpanan, akan tetapi kondisi fisik yang ada masih kurang layak karena hanya menggunakan material-material sisa. Kondisi tersebut pasti lambat laun terkena cuaca panas dan hujan sehingga mengakibatkan kerusakan di atap dan dindingnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk memberikan desain dan bantuan teknis untuk pembuatan dinding gudang tersebut. Material dinding gudang serta penambahan dinding partisi dan tampias air hujan di tempat pertemuan RT menggunakan spandek galvalum dengan tebal 0,3 mm. Rangka dinding gudang menggunakan material baja ringan profil C75 x 0,75 mm.
PENGARUH RASIO KETIDAKBERATURAN HORIZONTAL SUDUT DALAM TERHADAP RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR ATAS GEDUNG Calvin Novianto Ramadhan Calvin; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9082

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh rasio ketidakberaturan horizontal sudut dalam terhadap rencana anggaran biaya struktur atas pada gedung 8 lantai. Analisis dilakukan menggunakan metode response spectrum sesuai SNI 1726:2019 dengan bantuan perangkat lunak ETABS. Model bangunan dibagi menjadi empat tipe, yaitu tipe A, B, C, dan D, berdasarkan rasio ketidakberaturan horizontal sudut dalam. Parameter yang dianalisis meliputi dimensi dan penulangan elemen struktur (kolom dan balok), serta perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) yang mencakup pekerjaan bekisting, pembesian, dan pengecoran dengan acuan AHSP Kota Bengkulu 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar rasio ketidakberaturan horizontal sudut dalam, semakin tinggi kebutuhan tulangan dan volume beton yang berdampak pada peningkatan biaya struktur atas. Gedung tipe B dengan rasio ketidakberaturan terbesar memiliki RAB tertinggi sebesar Rp20.718.498.378, meningkat sekitar 5,5% dibandingkan tipe A sebesar Rp19.632.565.078. Sebaliknya, tipe D yang memiliki rasio ketidakberaturan lebih kecil menunjukkan nilai RAB terendah sebesar Rp18.045.921.078. Dengan demikian, ketidakberaturan horizontal sudut dalam berpengaruh langsung terhadap efisiensi struktural dan biaya konstruksi, sehingga perlu dipertimbangkan secara matang pada tahap perencanaan bangunan tahan gempa.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG KANTOR WARINGIN MEGAH SURABAYA Yudha Adi Febianto; Agustin Dita Lestari; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.3838

Abstract

Gedung Kantor Waringin Megah merupakan salah satu gedung bertingkat yang menggunakan struktur beton bertulang dengan menggunakan atap rangka baja. Gedung ini berlokasi di Jl. Bukit Darmo Golf Blok L No.7-9, Surabaya, Jawa Timur. Perencanaan ulang struktur gedung membuat desain yang baru meliputi desain struktur atap dengan menggunakan pelat atap dak beton, mengubah dimensi dari elemen struktur balok dan kolom yang ada dan pondasi menggunakan tiang pancang. Data yang digunakan merupakan gambar kerja eksisting dan data tanah. Peraturan yang digunakan adalah SNI 1727-2020 untuk pembebanan, SNI 2847-2019 untuk analisa dan desain beton bertulang, dan SNI 1726-2019 untuk ketentuan gempa. Analisa statika menggunakan bantuan software Autodesk Robot Structural Analysis Professional 2020, dan AutoCAD 2021 untuk membuat gambar kerja hasil perencanaan. Hasil dari perencanaan diperoleh: pelat atap dengan tebal 100 mm menggunakan tulangan utama S10-200. Pelat lantai dengan tebal 120 mm menggunakan tulangan utama S10-200. Balok induk 400/550 mm tulangan tumpuan tarik 7S16 dan tekan 4S16, tulangan lapangan tarik 4S16 dan tekan 2S16, tulangan sengkang S13. Kolom 550/700 mm tulangan utama 12S25, tulangan sengkang S13. Untuk pondasi kolom utama pilecap berukuran 2400/4800 mm tebal 700 mm dengan 8 tiang pancang D450 class C.
MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG LABORATORIUM TERPADU AKADEMI KOMUNITAS NEGERI PUTRA SANG FAJAR BLITAR Ni'matul Fitri Amalia; Bobby Asukmajaya Raharjo; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3843

Abstract

Gedung Laboratorium Terpadu Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar ini berada di Jl. Soetomo 29, Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Dalam rencana ini, modifikasi bangunan dengan penambahan lantai dan perubahan struktur atap dari rangka baja menjadi pelat beton bertulang. Penulis memodifikasi struktur beton bertulang dan struktur irama untuk mendapatkan gedung yang kokoh, aman, dan sesuai dengan standar perencanaan bangunan yang tahan gempa. Data yang digunakan berupa data gambar proyek, data tanah, dan spesifikasi teknis. Pembebanan mengikuti SNI 1727-2020, ketahanan gempa mengacu pada SNI 1726-2019, dan struktur beton bertulang mengikuti SNI 2847-2019. Analisis struktur menggunakan Autodesk Robot Structural Analysis Professional (RSAP) 2021 dan desain menggunakanAutodesk AutoCAD 2018 . Hasil dari modifikasi struktur, Pelat lantai dengan ketebalan 130 mm dengan penulangan menggunakan P12 – 200. Balok induk B1 500/700 mm tulangan pada tumpuan atas 8S19 dan bawah 4S19, pada lapangan bawah 8S19 dan atas 4S19 dengan Sengkang tumpuan S13-100 dan lapangan S13 -150. Kolom K1 600/800 mm dengan tulangan utama 20S19, Sengkang pada tumpuan 4S13-100 dan lapangan 4S13-150. Untuk pengerasan kolom utama pilecap berukuran 2000/2000 dengan tebal 600 mm menggunakan 4 tiang D350 class C .
ANALISIS KETIDAKBERATURAN VERTIKAL KEKAKUAN TINGKAT LUNAK BERLEBIHAN PADA GEDUNG BERTINGKAT DENGAN METODE RESPON SPEKTRUM Rafika Anelida; Wahiddin Wahiddin; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4094

Abstract

Baru-baru ini banyak inovasi dilakukan dalam pembangunan gedung tinggi dengan ketidakberaturan vertikal tingkat lunak berlebihan untuk memenuhi tuntutan fungsional, estetika, dan ekonomi. Tujuan analisis ini adalah untuk mempelajari perilaku seismik struktur yang memiliki ketidakberaturan vertikal tingkat lunak berlebihan pada gedung bertingkat terhadap nilai kekakuan lantai, gaya geser, dan simpangan antar lantai. Analisis ini dilakukan pada struktur beraturan (A0) dan struktur dengan ketidakberaturan vertikal dimana kekakuan tingkat lunak berlebihan diletakkan pada lantai satu (A1), lantai tiga (A2), dan lantai lima (A3). Hasil analisis menunjukkan bahwa kekakuan antar lantai berkurang secara signifikan pada lantai yang memiliki ketidakberaturan vertikal yaitu pada tipe A1 sebesar 65.95% (arah X) dan 60.95% (arah Y), tipe A2 sebesar 56.18% (arah X) dan 48.34% (arah Y), serta tipe A3 sebesar 35.07% (arah X) dan 39.61% (arah Y). Pada gaya geser dasar seismik akibat ketidakberaturan vertikal tidak ada pengaruh yang signifikan, namun pada gaya geser setiap lantai mengalami penurunan meskipun tidak terlalu besar pada lantai yang memiliki ketidakberaturan vertikal dimana pada tipe A1 sebesar 13.18% (arah X) dan 28.84% (arah Y), tipe A2 sebesar 14.30% (arah X) dan 13.54% (arah Y), serta tipe A3 sebesar 52.17% (arah X) dan 32.30% (arah Y). Pada simpangan antar lantai yang terjadi pada lantai akibat ketidakberaturan vertikal mengalami loncatan yang signifikan dimana pada tipe A1 mencapai sebesar 95.43% (arah X) dan 93.70% (arah Y), tipe A2 sebesar 87.55% (arah X) dan 84.72% (arah Y), serta tipe A3 sebesar 84.62% (arah X) dan 86.87% (arah Y).