Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Glukosa pada Pengencer Masa Kriopreservasi Nuralamsyah, M.; Mansur, Musdalifa; M., Armayani
Jurnal Peternakan Lokal Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v6i1.2064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi glukosa dalam pengencer andromed terhadap kualitas spermatozoa sapi limosin selama masa kriopreservasi dan untuk mengetahui konsentrasi glukosa yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa sapi limousine selama masa kriopreservasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu, 0%, 0,125%, 0,25%, 0,5%, dan 1%. Parameter yang diamati yaitu Motilitas Spermatozoa, Viabilitas Spermatozoa, Abnormalitas Spermatozoa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan glukosa berpengaruh sangat nyata terhadap Motilitas Spermatozoa, Perlakuan dengan penambahan glukosa 1% menghasilkan Motilitas yang lebih tinggi, Hasil penelitian ini menun jukkan bahwa perlakuan penanbahan glukosa berpengaruh sangat nyata terhadap Viabilitas Spermatozoa. Perlakuan dengan penambahan glukosa 1% menghasilkan Viabilitas yang lebih tinggi, Penambahan glukosa tidak berpengaruh nyata terhadap Abnormalitas Spermatozoa setelah masa kriopreservasi, Disimpulkan bahwa: Suplementasi glukosa dalam pengencer andromed berpengaruh terhadap viabilitas dan motilitas setelah masa kriopreservasi namun tidak berpengaruh terhadap abnormalitas setelah masa kriopreservasi, Dan Presentase glukosa yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa sapi limousine selama kriopreservasi adalah penambahan glukosa 1%.
Analisis Cemaran Mikroba Pada Bakso Yang Beredar Di Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang Sriwahyuni. M; Muh. Irwan; Musdalifa Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5318

Abstract

Bakso merupakan salah satu pangan olahan daging yang banyak dikonsumsi masyarakat karena mudah ditemukan, memilikicita rasa yang disukai, serta harga yang terjangkau. Namun demikian, bakso termasuk pangan yang mudah terkontaminasimikroba patogen apabila pengolahan dan penyajiannya tidak memenuhi standar sanitasi yang baik. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui keberadaan dan jumlah cemaran mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp.pada bakso yang beredar di Kecamatan Pancarijang Kabupaten Sidenreng Rappang, serta membandingkannya denganStandar Nasional Indonesia (SNI) 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 13 sampel bakso yang diambil secara simple random sampling daripedagang bakso di Kecamatan Pancarijang. Pengujian dilakukan di Laboratorium Pengujian Mutu Produk Peternakan(PMPP) Makassar menggunakan media selektif: Brilliance E. coli untuk E. coli, Baird Parker Agar untuk S. aureus, dan HE,XLD, serta BSA untuk Salmonella sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Salmonella sp. tidak terdeteksi pada seluruhsampel, dan Staphylococcus aureus berada di bawah ambang batas (<10 CFU/g) sehingga memenuhi standar SNI. Namun,lima dari tiga belas sampel positif mengandung E. coli dengan jumlah melebihi ambang batas yang diperbolehkan (<3CFU/g), yaitu antara 1,4 × 10⁴ hingga 6,5 × 10⁴ CFU/gr. Dapat disimpulkan bahwa sebagian bakso yang beredar diKecamatan Pancarijang belum memenuhi standar keamanan pangan, khususnya terkait cemaran Escherichia coli. Hal inimengindikasikan masih kurangnya penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi, penyimpanan, dan penyajianbakso. Pengawasan berkala dan edukasi keamanan pangan sangat diperlukan untuk melindungi kesehatan konsumen.