Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kinerja Bank Syariah Indonesia: Analisis Komparasi Kinerja Keuangan Sebelum dengan Setelah Merjer Supriyanto Supriyanto; Ulfa Maulidza Shafira; Wardayani Wardayani; Sisca Mediyanti; Elserra Siemin Ciamas; Dewi Anggraini
Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 10 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kaidah keuangan menyatakan bahwa kinerja perusahaan akan menjadi lebih baik pada periode setelah merjer, mengingat bahwa keuntungan perusahaan akan mengalami peningkatan apabila size perusahaan yang didukung oleh seluruh komponen sumber daya bergerak secara dinamis. BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah merjer menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki keinginan untuk memperoleh peningkatan kinerja. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan pada Bank Syariah Indonesia sebelum dan sesudah merjer. Hasil pengujian yang pada Variabel Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) diketahui bahwa ROA memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,03 (lebih kecil dari 0,05), ROE memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,01 (lebih kecil dari 0,05), serta NPM memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,023 (lebih kecil dari 0,05). Kesimpulan yang dapat diambil bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan yang dinilai berdasarkan nilai ROA, ROE, dan NPM sebelum dan sesudah terjadinya merjer
Penentuan Harga Pokok Produksi Pengolahan Es Balok Pada UD. Pangkalan Jaya Rismaja Putra; Zainal; Wardayani
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v2i3.2367

Abstract

Perusahaan industri dalam menjalankan operasional perusahaannya tentu saja membutuhkan biaya dalam proses pengolahan bahan baku sampai menjadi sebuah produk dan bagaimana produk itu sampai ke tangan konsumen akhir. Hal itu merupakan tugas sebuah manajemen perusahaan guna untuk menentukan harga jual dan kestabilan biaya maupun harga. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan harga pokok produksi dengan melihat dari unsur-unsur biaya yang sudah direalisasikan di UD. Pangkalan Jaya. Dan juga untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi UD. Pangkalan Jaya. Dalam memecahkan permasalahan yang ada, penulis menggunakan metode deskriptif, dimana teknik peninjauan yang akan digunakan adalah studi lapangan seperti observasi dan wawancara serta didukung dengan studi kepustakaan. Unsur-unsur Harga Pokok Produksi Es pada UD Pangkalan Jaya Batu Bara meliputi biaya bahan baku biaya tenaga kerja langsung dan biaya Overhead Pabrik (Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung, Biaya Kantor Produksi, Biaya Pembangkit, Biaya Pemeliharaan, Biaya Penyusutan) yang dihitung kedalam Harga Pokok Produksi yang merupakan biaya sesungguhnya, artinya biaya yang benar-benar terjadi dari awal kegiatan produksi sampai produksi selesai dikerjakan. Dalam melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi UD Pangkalan Jaya Batu Bara dengan cara membagi total biaya produksi yang dikeluarkan selama proses produksi dengan kuantitas produksi yang telah dipesan
Implementation of accounting based financial governance as an effort to improve msmes tempeh creacker Bu Erna Cindy Arfiana; Wardayani Wardayani
Enrichment : Journal of Management Vol. 13 No. 3 (2023): August: Management Science And Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/enrichment.v13i3.1493

Abstract

This research is entitled "Implementaion of Accounting Based Financial Governance as an Effort to Improve MSMEs tempeh crecker Bu Erna" which aims to help these tempeh cracker MSME actors to have good and correct financial governance. This research was conducted on MSMEs tempeh crecker Bu Erna using qualitative methods, where this study will manage data from the data obtained which will later be explained in such a way. The financial statements obtained are already good, but the management applied by MSME actors tempeh crecker Bu Erna is still not optimal.
ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM) DAN FINANCIAL TECHNOLOGY PAD AUSAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KERIPIK BAROKAH Anis Kurni; Wardayani Wardayani
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v12i2.1571

Abstract

AbstrakPada UKM untuk menumbuhkan basis pelanggan sangat sulit dilakukan hal ini dikarenakan membutuhkan perluasan kapasitas dan pengembangan modal yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan manfaat penerapan SAK EMKM untuk UKM chip Baroque di ruang fintech, tantangan yang dihadapi dalam menerapkan teknologi keuangan pada UKM Keripik Barokah, dan penerapan standar akuntansi keuangan untuk entitas mikro, kecil, dan menengah sebagai dasar untuk menyusun laporan keuangan mereka. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan dilakukan di UKM Keripik Barokah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM Keripik Barokah tidak secara akurat melaporkan status keuangannya dalam laporan keuangannya. Hambatan internal penerapan SAK EMKM di kalangan UKM Keripik Barokah, dimana beberapa pemilik usaha lebih memilih untuk mempertahankan pembukuan menggunakan praktik dan informasi yang sudah ketinggalan zaman. Hal ini disebabkan karena pemerintah dan instansi terkait kurang memantau praktik pelaporan keuangan UMKM dan memberikan dorongan eksternal yang memadai. Karena basis pelanggan UMKM Keripik Barokah sangat kecil dan terbatas pada area terdekat, perusahaan tidak memanfaatkan berbagai teknologi keuangan yang tersedia saat ini.Kata Kunci: Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Standar Akuntasi Keuangan, Financial Technology AbstractIt is very difficult for SMEs to grow their customer base because it requires large capacity expansion and capital development. This study aims to explain the benefits of implementing SAK EMKM for Baroque chip SMEs in the fintech space, the challenges faced in applying financial technology to Keripik Barokah SMEs, and the application of financial accounting standards for micro, small and medium entities as a basis for preparing their financial reports. This research used a qualitative methodology and was conducted at Keripik Barokah UKM. According to SAK EMKM, the results show that UKM Keripik Barokah does not accurately report its financial status in its financial reports. Internal barriers to implementing SAK EMKM among Keripik Barokah SMEs, where some business owners prefer to maintain bookkeeping using outdated practices and information. This is because the government and related agencies do not monitor MSME financial reporting practices and provide adequate external encouragement. Because the customer base of UMKM Keripik Barokah is very small and limited to the nearest area, the company does not take advantage of the various financial technologies currently available.Keywords: Micro Small and Medium Enterprises, Financial Accounting Standard, Financial technology
Dampak Pendapatan Side Hustle Terhadap Kemandirian Finansial Generasi Z Gabriella Siahaan; Wardayani Wardayani
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.602

Abstract

Kemandirian finansial merupakan isu mendesak bagi Generasi Z di Indonesia, mengingat besarnya proporsi generasi ini (27,94% dari populasi nasional) berhadapan dengan literasi keuangan yang masih rendah, tingkat pengangguran usia muda yang tinggi, serta perilaku utang konsumtif yang meningkat; di tengah tekanan tersebut, side hustle berkembang menjadi strategi adaptif untuk memperoleh pendapatan tambahan, namun dampaknya terhadap kemandirian finansial belum banyak dikaji secara kuantitatif sebagai variabel independen tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendapatan side hustle berpengaruh terhadap kemandirian finansial Generasi Z serta mengukur seberapa besar pengaruhnya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden Generasi Z berusia 17–28 tahun di Kota Medan yang memiliki pendapatan dari side hustle, ditentukan melalui purposive sampling, dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pendapatan side hustle berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian finansial, namun kontribusinya tergolong lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya pendapatan side hustle bukan penentu utama kemandirian finansial, melainkan perlu diiringi kemampuan pengelolaan keuangan yang baik, sehingga Generasi Z disarankan mengarahkan pendapatan side hustle ke pos-pos yang lebih produktif, khususnya tabungan dan dana darurat, dan penelitian selanjutnya disarankan mengkaji literasi keuangan atau financial self-efficacy sebagai variabel yang berpotensi lebih dominan.
Peran Financial Attitude Dalam Membentuk Perilaku Keuangan Gen Z di Era Cashless Sosiety Ermika Sahfitri Br Tarigan; Wardayani Wardayani
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.607

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji peran financial attitude dalam membentuk perilaku keuangan Generasi Z di tengah perkembangan tersebut. Financial attitude dapat dipahami sebagai sikap, pandangan, dan kecenderungan seseorang dalam menyikapi serta mengelola keuangan, yang kemudian tercermin dalam perilaku finansial sehari-hari. Generasi Z merupakan kelompok yang sejak awal telah hidup berdampingan dengan teknologi digital, sehingga memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap berbagai inovasi, termasuk layanan keuangan digital. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-Juni tahun 2026 dengan fokus penelitian pada Generasi Z yang aktif menggunakan transaksi non-tunai dalam kehidupan sehari-hari. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Generasi Z yang aktif menggunakan transaksi digital atau sistem pembayaran non-tunai dalam kehidupan sehari-hari. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, berdasarkan ketentuan tersebut, jumlah minimal sampel dihitung dengan mengalikan jumlah indikator dengan angka 5 sebagai batas minimum ukuran sampel. Maka jumlah minimal sampel yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Financial attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Keuangan.
Pengaruh Gaya Hidup Digital Dan Literasi Keuangan Terhadap Financial Well - Being Gen Z Indah Sari; Wardayani Wardayani
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.612

Abstract

Kemudahan dalam mengakses berbagai platform digital dan layanan teknologi finansial (financial technology atau fintech) memengaruhi cara individu melakukan transaksi, mengelola pengeluaran, hingga mengambil keputusan keuangan. Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijaksana. Generasi Z cenderung memiliki perilaku konsumtif, tingkat literasi keuangan yang relatif rendah, serta pengendalian diri yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Gaya Hidup Digital dan Literasi Keuangan terhadap Financial Well-Being Generasi Z, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian kuantitatif ini dilakukan di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, dengan melibat­kan 150 responden Generasi Z berusia 16–28 tahun yang dipilih meng­gu­nakan teknik purposive dan quota sampling. Data dikum­pulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menun­jukkan bahwa Gaya Hidup Digital dan Literasi Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Well-Being. Literasi Keua­ngan menjadi variabel yang paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan finansial Generasi Z dapat ditingkatkan mela­lui pemanfaatan teknologi digital yang didukung oleh literasi keua­ngan yang baik.
Pengaruh Literasi Keuangan, Risk Tolerance, dan Overconfidence Terhadap Keputusan Investasi Pada Mahasiswa Elis Wahyuni Sinurat; Wardayani Wardayani
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, risk tolerance, dan overconfidence terhadap keputusan investasi pada mahasiswa di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa yang telah atau sedang melakukan investasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 130 mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Risk tolerance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Sementara itu, overconfidence tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Secara simultan, literasi keuangan, risk tolerance, dan overconfidence berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi mahasiswa. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,617 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan keputusan investasi sebesar 61,7%, sedangkan sisanya sebesar 38,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman keuangan dan kemampuan menerima risiko merupakan faktor utama yang memengaruhi keputusan investasi mahasiswa dibandingkan faktor psikologis berupa overconfidence.