Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Audit Challenges dalam Industri Fintech dan Cryptocurrency: Perspektif Regulatory Compliance dan Technology Risks Bulan Karima Nurani
Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (JEMA) Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2022): Periode Agustus 2022 - JEMA
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of financial technology (fintech) and cryptocurrency creates new complexities in audit practices. This research analyzes audit problems in fintech companies focusing on regulatory compliance and technology risks, audit procedures for crypto assets and blockchain-based transactions, and audit methodology for peer-to-peer lending platforms. The study uses a qualitative approach with literature analysis and case studies of 15 fintech companies in Indonesia for the period 2020-2024. Results show that auditors face difficulties in understanding blockchain technology (78% of respondents), crypto asset validation (65%), and cyber risk assessment (82%). Peer-to-peer lending platforms require specific procedures in assessing credit quality and loss reserves. The research recommends developing specific audit standards for the fintech industry and improving auditor competence in digital technology. Abstrak Perkembangan pesat teknologi finansial dan mata uang kripto menciptakan kompleksitas baru dalam praktik audit. Penelitian ini menganalisis problematika audit pada perusahaan teknologi finansial dengan fokus pada kepatuhan regulasi dan risiko teknologi, prosedur audit untuk aset kripto dan transaksi berbasis rantai blok, serta metodologi audit platform pinjam meminjam berbasis teknologi. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus pada 15 perusahaan teknologi finansial di Indonesia periode 2020-2024. Hasil menunjukkan bahwa auditor menghadapi kesulitan dalam memahami teknologi rantai blok (78% responden), validasi aset kripto (65%), dan penilaian risiko siber (82%). Platform pinjam meminjam berbasis teknologi memerlukan prosedur khusus dalam menilai kualitas kredit dan cadangan kerugian. Penelitian merekomendasikan pengembangan standar audit spesifik untuk industri teknologi finansial dan peningkatan kompetensi auditor dalam teknologi digital.
PENERAPAN PSAK 101 PADA LAPORAN KEUANGAN BPRS DIBAWAH PENGAWASAN OJK REGIONAL 3 Aqil, Nur Ilham; Jayanti, Fitri Dwi; Indarto, Bambang Ahmad; Nurani, Bulan Karima
Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan Vol 14 No 2 (2025): Vol. 14 No. 2 2025
Publisher : Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dakp.v14i2.10057

Abstract

PSAK 101 merupakaan standar akuntansi yang digunakan sebagai pedoman akuntan untuk mempermudah entitas syariah dalam penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan yang mudah dipahami dan juga dapat membandingkan antara laporan keuangan entitas syariah periode sebelumnya. Berdasarkan PSAK 101 laporan keuangan yang lengkap terdiri dari : laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil, laporan sumber dan penyaluran dana zakat, laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan, catatan atas laporan keuangan. Penelitian ini dilakukan pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang diawasi oleh OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyajian laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi BPRS di Provinsi Jawa Tengah telah sesuai dengan PSAK No. 101?. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik studi literatur adalah suatu metode pengumpulan data melalui pemeriksaan atau peninjauan terhadap dokumen-dokumen yang terdiri langsung dari buku-buku, surat-surat, catatan harian, laporan-laporan, dan kajian terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari penelitian yang penulis lakukan adalah BPRS di Provinsi Jawa Tengah sudah menerapkan PSAK secara penuh dalam pembuatan laporan keuangan, hanya saja masih terdapat perbedaan istilah dalam komponen-komponen laporan keuangannya.
Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon, Eco-Efficiency, dan Inovasi Hijau Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Sektor Energi di Indonesia Tantra, Arda Raditya; Nurani, Bulan Karima; Ani, Dewi Ari
Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan Vol 15 No 1 (2026): Vol. 15 No. 1 2026
Publisher : Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dakp.v15i1.10399

Abstract

This study examines the impact of carbon emission disclosure, eco-efficiency, and green innovation on firm value among energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2022-2024. Using purposive sampling, 26 companies were selected based on specific criteria, resulting in 78 observations over the three-year period. The research employs panel data regression analysis with fixed effect model, using Tobin's Q as the proxy for firm value. Carbon emission disclosure is measured using the CDP framework with 18 disclosure items, eco-efficiency is assessed through ISO 14001 certification ownership, and green innovation is evaluated using four indicators based on the OECD framework. The results reveal that green innovation has a significant positive effect on firm value, indicating that Indonesian capital market investors place premium valuations on companies investing in environmental innovation. However, carbon emission and eco-efficiency show no significant impact on firm value. These findings suggest that while sustainability disclosure remains voluntary in Indonesia and lacks standardized frameworks, market participants are more responsive to tangible innovations that demonstrate competitive advantages and regulatory risk mitigation. Simultaneously, all three variables significantly influence firm value, confirming the relevance of comprehensive sustainability practices in value creation.
Analysis of the Impact of Tax Incentives on Corporate In-vestment: An Empirical Study of Tax Holiday and Tax Al-lowance Policies in Indonesia for the 2022-2026 Period Arda Raditya Tantra; Bulan Karima Nurani; Rina Setyowati
Proceeding International Collaborative Conference on Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2026): June : ICCMS (Proceeding International Collaborative Conference on Multidiscipl
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/iccms.v3i1.262

Abstract

This study examines the impact of tax incentive policies, specifically tax holidays and tax allowances, on corporate investment realization in Indonesia during the 2022-2026 period. Using a descriptive quantitative approach with secondary data from the Ministry of Investment and Downstream Industry/BKPM, the Fiscal Policy Agency of the Ministry of Finance, and the Central Statistics Agency (BPS), this research analyzes the relationship between tax expenditure and investment growth. The analysis reveals that investment realization grew from IDR 1,207.2 trillion in 2022 to IDR 1,931.2 trillion in 2025, representing an increase of 59.9 percent over three years. In the first quarter of 2026, investment realization reached IDR 498.8 trillion, growing 7.2 percent year-on-year, against an annual target of IDR 2,041.3 trillion. During the same period, tax expenditure directed at improving the investment climate rose from IDR 54.8 trillion to an estimated IDR 95.0 trillion. Tax holidays proved effective in attracting investors to mineral downstream sectors and special economic zones, while tax allowances contributed to labor-intensive and technology-driven investment. The study concludes that tax incentives positively contribute to corporate investment growth, though effectiveness is also shaped by legal certainty, infrastructure quality, and the implementation of the 15 percent global minimum tax from January 2025.
PELATIHAN FASHIONPRENEURSHIP BERBASIS GREEN SUSTAINABILITY: PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL DAN PENERAPAN AKUNTANSI KEUANGAN UNTUK KEMANDIRIAN WIRAUSAHA SISWA Noor Laila Ramadhani; Bulan Karima Nurani; Kristanti
Jurnal Bakti Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jbh.v6i1.5338

Abstract

Industri fashion merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, namun di sisi lain menghasilkan limbah tekstil yang terus meningkat. Kondisi tersebut memerlukan upaya edukasi kepada generasi muda agar mampu mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui pendekatan kewirausahaan berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam mengolah limbah tekstil menjadi produk fashion kreatif sekaligus membekali mereka dengan kemampuan pengelolaan keuangan usaha sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Peserta memperoleh pelatihan mengenai konsep green sustainability, pengolahan limbah tekstil, penyusunan harga pokok produksi, penentuan harga jual, pencatatan transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Pelaksanaan program menghasilkan peningkatan kompetensi peserta dalam mengolah limbah tekstil menjadi produk fesyen bernilai ekonomi serta meningkatkan kemampuan menyusun pembukuan usaha sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan teknis dan literasi keuangan mampu memperkuat kesiapan berwirausaha siswa. Model pelatihan yang mengintegrasikan aspek kreativitas, keberlanjutan lingkungan, dan literasi keuangan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran kewirausahaan pada pendidikan vokasi.