Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HASIL OKRA DENGAN PEMBERIAN ABU TEMPURUNG KELAPA PADA MEDIA GAMBUT Surachman; Elly Mustamir
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.999 KB) | DOI: 10.55180/agi.v2i2.35

Abstract

The research aims to find out the best doses of coconut kneecap ash to the growth and yield of okra plant on peat soil. This study was conducted at the experimental sites of The Agricultural Faculty, Tanjungpura University, Pontianak from March 27th to May 24th 2017. The location lies on about 2 meters above sea level. This research used the completely randomize design (CRD) with 5 treatments and 5 replications. Each experiment unit consisted of 4 sample plants. The treatments were the coconut kneecap ash with 5 doses levels e.i. a1 = 1240 g/polybag, a2 = 1260 g/polybag, a3 = 1280 g/polybag, a4 = 1300 g/polybag, a5 = 1320 g/polybag. The result shows that the ash doses significantly influence the growth and yield of okra plant on the peat soil. The dose of the 1300 g/polybag is the best treatment on the shoot weight (4,75 g), the root volume (15,99 ml), the total leaf area per plant (37,49 cm2 ), flowering period (34,13 days), the number of fruit per plant (11,73 fruit) and the weight of fruits per plant (256,60 g). Keywords : Coconut kneecap ash, peat soil, okra plants.
RESPON TANAMAN TERUNG TERHADAP PEMBERIAN AMELIORAN PADA TANAH GAMBUT Darussalam; Elly Mustamir
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/agi.v3i1.44

Abstract

Eggplant is one of holticulture most widely used as edible fruit and also as vegetable. Furthermore, eggplants have delicious taste, the price per kg is relatively cheap and high levels of nutrition such as protein, carbohydrate, and vitamins. The aims of the research were to determine the effect of residue of 5 ameliorants on growth and yield of eggplant growth on peat soil. The five residu of ameliorants used as lime of dolomites, ash of coconute fibre, ash of bivalve shell, ash of empty bunch of palm oil and ash of sawmill waste. Design of experimental was used Random Complate Block Design with 5 treatments and 5 replication per block and 3 eggplant as samples. Parameters of research were leaves areas (cm2), root volume (ml), shoot dry weight (g), number of fruits per eggplant (fruits), weight of fruits per eggplant (g), length of fruits per eggplant (cm), fruit diameter per eggplant (cm). The result indicated that residue of dolomites (7,99 tons/ha equal to 2,5 kg/ block), showed that the residue effect were the lowest and residue ash of sawmill waste indicate the best effect on character of leaves area, weight of fruits, fruits diameter and number of fruits per eggplant. Keyword: eggplant, peat soil, ameliorant, residue
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA JENIS ARANG AKTIF DAN TANAMAN AKUMULATOR LOGAM PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN EMAS Dwi Raharjo; Elly Mustamir; Uray Edi Suryadi
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.626 KB) | DOI: 10.26418/plt.v2i2.3485

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas jenis arang aktif yang berasal dari bahan baku tempurung kelapa, tempurung kelapa sawit dan sekam padi serta tanaman akumulator sawi hijau, sawi huma dan sawi pahit dalam menyerap logam berat Cu (Tembaga) dan Hg (Merkuri). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, dengan faktor jenis arang aktif dan faktor jenis sawi. Faktor jenis arang aktif (A) terdiri dari: arang aktif sekam padi (a1), tempurung kelapa sawit (a2) dan tempurung kelapa dalam (a3). Sedangkan sebagai faktor jenis sawi (S) adalah (s1) sawi huma (Brassica juncea), (s2) sawi pahit (Brassica juncea L) dan (s3) sawi hijau (Brassica rapa). Sehingga perlakuan penelitian sebanyak 27 perlakuan. Hasil yang diperoleh adalah arang aktif yang berasal dari bahan baku sekam padi menyerap Cu 6,95 ppm (setelah inkubasi), 4,85 ppm (tanah saat panen sawi), tempurung kelapa sawit menyerap Cu 7,08 ppm (setelah inkubasi), 4,77 ppm (tanah saat panen sawi), dan tempurung kelapa menyerap Cu 5,45 ppm (setelah inkubasi) sawi hijau lebih efektif menyerap logam berat Cu dan Hg yang terakumulasi ke daun tanaman masing-masing sebanyak 0,64 ppm dan 5,96 ppb, sawi huma menyerap Cu sebanyak 5,97 ppm (saat panen), 0,42 ppm (dalam akar) dan menyerap Hg sebanyak 16,64 ppb (saat panen), 6,64 ppb (dalam akar), sedangkan sawi pahit menyerap logam berat Cu sebanyak 4,67 ppm (saat panen), 0,53 ppm (dalam akar), Hg 14,19 (saat panen), 3,43 (dalam akar), tidak adanya interaksi antara jenis arang aktif dan tanaman akumulator dalam menyerap logam berat Hg dan Cu. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa arang aktif yang berasal dari bahan baku sekam padi dan tempurung kelapa sawit lebih efektif untuk menyerap logam berat Hg dan Cu, sawi hijau lebih efektif menyerap logam berat Cu dan Hg yang terakumulasi ke daun tanaman, sedangkan sawi huma dan sawi pahit lebih efektif menyerap logam berat Hg dan Cu yang tersimpan di akar tanaman, tidak adanya interaksi antara jenis arang aktif dan tanaman akumulator dalam menyerap logam berat Hg dan Cu. Kata kunci : Arang aktif, tanaman akumulator, Cu, Hg, dan sawi
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN NENAS DI LAHAN GAMBUT Maulidi Maulidi; Elly Mustamir
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.869 KB) | DOI: 10.26418/plt.v2i2.3505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan dalam peningkatan produksi tanaman nenas di lahan gambut. Upaya tersebut adalah dengan mengkombinasikan antara jarak tanam danaplikasi pupuk N, P dan K. Penelitian menggunakan metode Analisis antar lokasi dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jarak tanam dan pemupukan N, P dan K. Perlakuan yang dimaksud adalah (1). Faktor jarak tanam dengan 2 aras yaitu : J1 = 60 cm x 60 cm dan J2 = 60 cm x 90 cm. (2). Faktor pemupukan terdiri dari 3 aras yaitu P0 = Tanpa pemupukan, P1 = 175 kg urea +125 kg SP-36 + 200 Kg KCl per Ha,P2 =350 kg urea + 250 kg SP-36 + 400 kg KCl per Ha dan P3 = 525 kg urea + 375 kg SP-36 +600 kg KCl per Ha. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan terhadap Serapan Hara K pada Jaringan Tanaman, Bobot Kering Tajuk, Indeks Panen, Berat Buah segar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian pada taraf 5%. Jika memberikan pengaruh yang nyata, analisis dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran pemupukan pada perlakuan P2 (350kg urea + 250 kg Sp-36 + 400 kgKCl) per ha merupakan upaya yang terbaik dalam peningkatan hasil tanaman nenas di lahan gambut. Terdapat interaksi antara jarak tanam dan pemupukan terhadap bobot segar buah dan Indeks panen. Kata kunci : nenas, gambut