Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN PENGETAHUAN KADER DENGAN KEAKTIFAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU SIAGA MATERNAL PERINATAL: KEAKTIFAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU SIAGA MATERNAL PERINATAL Elis Megalia; Sri Dinengsih
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.668

Abstract

Latar Beakang: Berdasarkan evaluasi Sustainable Development Goal’s (SDG’s) pada tahun 2015 angka kematian ibu di Indonesia mencapai 305/100.000 KH sedangkan angka kematian neonatal pada tahun 2017 mencapai 15/1000 KH. Salah satu upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi adalah dengan melakukan pemeliharaan kesehatannya. Mendasari permasalahan dalam bidang kesehatan, berbagai upaya telah di lakukan pemerintah, termasuk dengan penyelenggaraan posyandu, sebagai organisasi kesehatan yang melayani layanan kesehatan di tengah masyarakat. Posyandu dengan konsep siaga maternal dan perinatal mefokuskan pada layanan kesehatan ibu dan anak. Khususnya pada layanan pemeriksaan kehamilan dan persalinan.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kompensasi dan pengetahuan kader dengan keaktifan dalam pelaksanaan posyandu siaga maternal perinatal di Desa Mekarsari Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu seluruh kader posyandu di Desa Mekarsari Kabupaten Garut sebanyak 35 orang. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan model pertanyaan tertutup. Kuesioner ini telah di uji validitas dan reliabilitas dengan hasil uji dinyatakan valid dan reliabel dengan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa terdapat hubungan anatar variabel pengetahuan dengan niali p-value sebesar 0,009 dan variabel kompensasi dengan nilai p-value sebesar 0,003 terhadap Keaktifan dalam pelaksanaan posyandu siaga maternal perinatal. Kesimpulan dan saran: bahwa terdapat hubungan kompensasi dan pengetahuan kader dengan keaktifan dalam pelaksanaan posyandu siaga maternal perinatal. Diharapkan masyarakat khususnya ketua PKK agar terlibat dalam pengajuan anggaran dana desa pada waktu musrembangdes untuk pengajuan insentif atau kompensasi bagi kader sehingga kesejahteraannya meningkat
HUBUNGAN PERAN KADER DAN PERAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN KELAS IBU HAMIL : PERAN KADER DAN PERAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN KELAS IBU HAMIL Sri Dinengsih; Nia Dewi Kania
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.669

Abstract

Latar Beakang: Kabupaten Garut tahun 2018 jumlah kelas ibu hamil 1939 dari 67 puskesmas, jumlah peserta sebanyak 49.677 (79,5%) orang dari sasaran 62.514 dan jumlah fasilitator sebanyak 825 orang. Puskesmas Malangbong tahun 2017 jumlah kelas ibu hamil sebanyak 51 kelas, jumlah peserta sebanyak 234 dari sasaran 1447 orang dengan jumlah fasilitator sebanyak 11 orang. Sedangkan pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 56 kelas, jumlah peserta sebanyak 451 dari sasaran 1624 orang dengan jumlah fasilitator sebanyak 11, namun hal ini baru mencapai 27,8% dan masih dibawah target yaitu sebanyak 100%.Tujuan; untuk mengetahui hubungan peran kader dan peran suami dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil di Desa Cisitu Wilayah Kerja Puskesmas Malangbong Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang hamil sebanyak 46 orang pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan model pertanyaan tertutup dan telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bersifat univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: bahwa terdapat hubungan antara peran kader dengan niali p-value sebesar 0,013 dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil sedangkan peran suami tidak berhubungan dengan nilai p-value sebesar 0,503.Simpulan dan saran: bahwa peran kader memiliki hubungan dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil. Diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dalam pemanfaatan kelas ibu hamil supaya ibu lebih mengetahui manfaatnya sehingga ibu lebih termotivasi
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI: ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI Dila Gunarti; Sri Dinengsih
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.670

Abstract

Latar Beakang: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada bayi merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. PMT pada bayi di Kabupaten Garut tahun 2016 dengan sasaran 69.662 orang yang diberikan PMT dini sebanyak 66,72%, PMT pada bayi adalah pemberian makanan atau minuman yang mengandung zat gizi pada bayi uisa 6-12 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi setelah pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Tujuan; untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian makanan tambahan pada bayi di Desa Mulyajaya Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi usia lebih dari 6 bulan sampai 11 bulan sebanyak 124 orang, teknik sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bersifat univariat yaitu mendeskripsikan karakteristik setiap variable dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara independent dengan variabel dependen. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan dengan niali p-value 0,000, peran bidan dengan nilai p-value 0,023, motivasi dengan nilai p-value 0,000 dan dukungan keluarga dengan nilai p-value 0,024 terhadap PMT pada bayi. Kesimpulan dan saran: bahwa ada hubungan antara pengetahuan, peran bidan, dukungan keluarga dan motivasi dengan PMT pada bayi. Diharapkan puskesmas lebih giat lagi memberikan PMT penyuluhan dalam kegiatan pelaksanaan posyandu dengan melibatkan ibu bayi sehingga pengalaman tersebut dapat meningkatkan motivasi ibu untuk mempraktekkan dan memberikan PMT