Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EMPOWERING LEADERSHIP WOMEN DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MENURUT PERSPEKTIF MUHAMMADIYAH PADA ERA NEW NORMAL DI KOTA PALANGKA RAYA: EMPOWERING LEADERSHIP OF WOMEN IN IMPROVING THE ECONOMY ACCORDING TO THE PERSPECTIVE OF MUHAMMADIYAH IN THE NEW NORMAL ERA IN THE CITY OF PALANGKA RAYA Ainun Jariah; Laksminarti Laksminarti
Anterior Jurnal Vol. 22 No. Special-1 (2023): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v22iSpecial-1.5336

Abstract

Pemberdayaan perempuan dianalogikan pada masa silam, Islam sering dituduh telah memberi legitimasi terhadap penyempitan peran perempuan hingga kekerasan terhadap perempuan. Pergerakan ‘Aisyiyah haruslah terintegrasi dan komprehensif, dengan mengembangkan orientasi gerakannya bukan sekadar menciptakan kader-kader perempuan yang shalihah secara ritual (fiqhiyyah), namun tidak bisa menganalisa ketertinggalan perempuan ataupun hegemoni tradisi dan tafsir agama yang tekstual (skripturalis) sehingga mengungkung cara berpikir dan bertindak sebagian besar perempuan Islam. ‘Aisyiyah perlu melakukan reorientasi organisasi yang selanjutnya dikuti dengan penguatan dan optimalisasi praksis sosial, dengan dilandasi teologi al Ma’un, sebagai inspirasi dasar gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Reorientasi ini harus diikuti dengan menciptakan kader-kader yang mampu menciptakan perempuan-perempuan yang shalihah sebagai ulama perempuan yang memahami Al-Qur’an yang mampu mensinergikannya dengan kondisi kekinian. Dalam kondisi kini, gerakan perempuan ‘Aisyiyah masih sangat dibutuhkan dan dikembangkan keberadaanya khususnya di Indonesia, dengan melihat tantangan dan kondisi sosial politik yang ada saat ini. Dalam konteks Muhammadiyah penguatan gerakan perempuan dalam Persyarikatan melekat dengan misi dan dinamika gerakan Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Revitalisasi gerakan perempuan muslim juga sejalan dengan misi Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi kemuliaan perempuan dan kemanusiaan untuk menjadi kholifah dimuka bumi ini dan sebagai perwujudan risalah rahamatan lil’alamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif yang mana menggambarkan tentang kondisi empowering leadership women dalam meningkatkan ekonomi dalam sudut pandang organisasi Muhammadiyah di Kota Palangka Raya pada situasi dan kondisi era new normal
PENGELOLAAN DUKUH BETUNG SEBAGAI WISATA LOCAL CULTURE MASYARAKAT DAYAK KABUPATEN KATINGAN Jariah, Ainun; Laksminarti, Laksminarti; Yusuf, M.
JURNAL DARMA AGUNG Vol 30 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i2.2977

Abstract

Kabupaten Katingan dengan ragam kebudayaan yang dimiliki, menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk menjadi pemasukan daerah, sehingga pemerintah daerah menjadikan salah satu dukuh untuk dijadikan sebagai objek wisata budaya. Meskipun memiliki potensi yang cukup besar pada pengembangan pariwisata kebudayaan berkelanjutan, namun dalam proses dinamika pembangunan tentu memiliki berbagai hambatan yang dialami, dimana diantaranya terkait pemahaman masyarakat yang masih minim dalam perannya untuk berpartisipasi sehingga menyebabkan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses tersebut.Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Dukuh Betung sebagai Pusat Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Katingan dan apa saja yang menjadi factor penghambat dalam Pengelolaan Dukuh Betung sebagai Pusat Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Katingan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Adapun jenis pendekatan penelitian ini adalah deskriptif Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data. Modal atraksi yang menarikkedatangan pengunjung ada tiga yaitu: 1. Modal dan Potensi Alam, 2. Modal dan Potensi Kebudayaannya, 3. Modal dan Potensi Manusia. Ada beberaapa faktor yang mempegaruhi pembangunan wisata dukuh betung, antara lain : 1. Perekrutan SDM yang kompeten, 2. Kehadiran para investor, 3. Peran Pemerintah dan MasyarakatSekitar, 4. peningkatan kualitas sarana dan prasarana, 5. Promosi. Belum adanya pihak ketiga yangmenawarkan kerjasama denganpemerintah Kabupaten Katingan dalammengembangkan pariwisata di daerah.Hal ini menjadi kendala karena jikaadanya kerjasama akan membantu dalammasalah dana karena dana merupakan salah satu faktoryang mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan program-program. Dana yang di peroleh dari pihak ketiga dapat di gunakan dalam pengembangan tempat wisata dengan cara menyediakan sarana seperti gazebo/tempat berteduh, toiletserta lapak penjual (makanan dan kerajinan tangan khas masyarakat setempat) di sekitar lokasi tempat wisata tersebut
Peran Pemerintah Kota Palangka Raya dalam Pengembangan Objek Wisata Sei Batu Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya Laksminarti, Laksminarti; Priskilla, Priskilla
Anterior Jurnal Vol. 23 No. 1 (2024): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v23i1.6598

Abstract

Peran pemerintah adalah segala tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya, dalam hal ini adalah segala tindakan dan kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya dalam menyelenggarakan ketertiban dan ketentraman masyarakat di daerahnya sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui dan mendeskripsi Peran Pemerintah Kota Palangka Raya Dalam Pengembangan Objek Wisata Sei Batu Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangkaraya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Peran Pemerintah Kota Palangka Raya dalam Pengembangan Objek Wisata Sei Batu Di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya sudah mencapai hasil yang baik. Hal ini dilandasi 3 indikator Pemerintah Kota Palangka Raya yaitu motivator, fasilitator dan dinamisator. Tiga indikator tersebut berjalan dengan baik, namun belum bisa dikatakan maksimal untuk Pengembangan Objek Wisata Sei Batu Di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Adapun saran dalam penelitian ini yaitu Pemerintah Kota Palangka Raya harus mengamati kembali perannya agar tiga indikator tersebut berjalan maksimal sesuai dilandasi dengan tiga indikator yaitu motivator, fasilitator dan dinamisator.
Implementasi Undang-Undang ITE Nomor 19 Tahun 2016 dalam Penyelesaian Masalah Ancaman Pemerasan Melalui VCS di Media Sosial: Studi Kasus Palangka Raya: Implementation of ITE Law Number 19 of 2016 in Solving the Problem of Extortion Threats via VCS on Social Media: A Case Study of Palangka Raya Laksminarti, Laksminarti; Putri, Oktariskila Duany
Anterior Jurnal Vol. 24 No. 2 (2025): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v24i2.8536

Abstract

Nowadays, it is tough to discard the existence of technology in human life. It also affects the sexual lives of its users. One of the social phenomena that attacks the morals of Internet users is Video Call Sex (VCS). The problem arises when this activity is no longer supposed to be private but is spread to the public through social media. The recordings made into the personal collection then turned into a threat, even a tool for extortion. One real form of technological progress is the Internet. It also affects the sexual lives of its users. One of the social phenomena that attacks the morals of Internet users is Video Call Sex (VCS). The problem arises when this activity is no longer something that is supposed to be private but is spread to the public through social media. The recordings made into the personal collection then turned into a threat, even a tool for extortion. The ITE Act is expected to be the one that can address the threat of the spread of Video Call Sex (VCS) content. This study aims to see how the implementation of the ITE Law will solve the problem of extortion of threats by the distribution of video call sex content on social media in the City of Palangka Raya. The research uses qualitative descriptive methods. Data is obtained with observation and interview techniques and analyzed using Miles and Huberman models. Validation of research through credibility tests with source triangulation techniques.
Penyuluhan Peraturan Menteri Agama (PMA) mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual & Pemberian Motivasi Belajar untuk Siswa di Madrasah Aliyah 1 Pulang Pisau Munandar, Haris; Nirmalasari, Ridha; Laksminarti, Laksminarti; Setyawan , Dedy
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v2i1.7442

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) serta memberikan motivasi belajar kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang PPKS dan mendorong semangat belajar mereka. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam dua aspek utama. Pertama, penyuluhan PPKS berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang isu tersebut. Kedua, sesi motivasi belajar mampu meningkatkan antusiasme siswa terhadap pendidikan lanjutan. Namun, kegiatan ini juga mengidentifikasi beberapa area yang memerlukan perhatian lebih lanjut, terutama terkait kebutuhan informasi yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pengaduan PPKS dan pilihan perguruan tinggi di Kalimantan Tengah. Kesimpulannya, program ini efektif dalam mencapai tujuannya, namun masih ada ruang untuk pengembangan dan perbaikan di masa mendatang.