Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Gamma

PEMANFAATAN TEPUNG AZOLLA SEBAGAI PENYUSUN PAKAN IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN DAYA CERNA IKAN NILA GIFT (OREOCHIOMIS SP) Handajani, Hany
Jurnal Gamma Vol 1, No 2 (2006): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.283 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat substitusi tepung azolla yang optimal sehingga dapat dihasilkan pertumbuhan dan daya cerna ikan Nila Gift yang maksimal. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang diulang tiga kali, dengan empat level perlakuan; Perbandingan substitusi protein tepung kedelai dengan tepung azolla P0 = 100% : 0%; P1 = 85% : 15%;  P2 = 70% : 30%; dan  P3 = 55% : 45%. Variabel utama yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, konversi pakan, dan daya cerna ikan Nila Gift (Oreochiomis sp.) Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung kedelai dan tepung azolla  memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan daya cerna ikan nila Gift. Perlakuan P1  substitusi tepung kedelai dengan tepung azolla (85% : 15%)  memberikan hasil yang terbaik dengan nilai pertumbuhan mutlak 0,81 gram,  konversi pakan 3,14 dan daya cerna 67,68%
PENINGKATAN KUALITAS SILASE LIMBAH IKAN SECARA BIOLOGIS DENGAN MEMANFAATKAN BAKTERI ASAM LAKTAT Handajani, Hany
Jurnal Gamma Vol 9, No 2 (2014): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.049 KB)

Abstract

PENINGKATAN KUALITAS SILASE LIMBAH IKAN SECARA BIOLOGIS DENGAN MEMANFAATKAN BAKTERI ASAM LAKTATQuality Improvement Silage Fish Biological Waste Using Lactic Acid BacteriaHany HandajaniJurusan Perikanan, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangEmail: hanny_handayany2005@yahoo.co.idABSTRACTThis study aims to examine the process of making silage fish waste biologically by using BAL in order to improve the quality of fish waste silage. To achieve these objectives, carried out several tests: 1) the level of molasses as a medium / nutrient BAL. 2) fermentation time required. The variables measured were: physical qualities include color and aroma, chemical quality include crude protein content, crude fat, biological quality include observations of bacterial pathogens in fish silage. The results of the study have a high protein content of silage-making biologically can use probiotics + molasses 20% with a 14-day fermentation of silage protein produced 45.76%. As for the fat content of 5.84% in the probiotic treatment + 30% molasses for 14 days. Sour and color to gray silage on silage obtained by using 30% molasses + probiotics for 7 days.Keywords: quality of chemical, physical and biological, fish waste silage, biologically.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji proses pembuatan silase limbah ikan secara biologis dengan menggunakan BAL guna meningkatkan kualitas silase limbah ikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa uji: 1) level molase sebagai media/nutrisi BAL. 2) waktu fermentasi yang dibutuhkan. Variabel yang diamati: kualitas fisik meliputi warna dan aroma, kualitas kimia meliputi kandungan protein kasar, lemak kasar, kualitas biologi meliputi pengamatan bakteri patogen yang ada pada silase ikan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan level molases dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap kualitas kimia (kadar protein dan lemak), sedangkan pada kualitas fisik (aroma dan warna) tidak berpengaruh. Untuk mendapatkan kandungan protein yang tinggi pembuatan silase secara biologis dapat menggunakan probiotik + molases 20% dengan waktu fermentasi 14 hari dihasilkan protein silase 45,76%. Sedangkan untuk kandungan lemak 5,84% pada perlakuan probiotik + molases 30% selama 14 hari. Untuk aroma asam dan warna silase abu-abu didapatkan pada silase dengan menggunakan probiotik + molases 30% selama 7 hari.Kata Kunci : kualitas kimia, fisika dan biologis, silase limbah ikan, secara biologis
Pemanfaatan Tepung Azolla Sebagai Penyusun Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan dan Daya Cerna IKan Nila GIFT (Oreochiomis sp) Hany Handajani
Jurnal Gamma Vol. 1 No. 2 (2006): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat substitusi tepung azolla yang optimal sehingga dapat dihasilkan pertumbuhan dan daya cerna ikan Nila Gift yang maksimal. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang diulang tiga kali, dengan empat level perlakuan; Perbandingan substitusi protein tepung kedelai dengan tepung azolla P0 = 100% : 0%; P1 = 85% : 15%; P2 = 70% : 30%; dan P3 = 55% : 45%. Variabel utama yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, konversi pakan, dan daya cerna ikan Nila Gift (Oreochiomis sp.) Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung kedelai dan tepung azolla memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan daya cerna ikan nila Gift. Perlakuan P1 substitusi tepung kedelai dengan tepung azolla (85% : 15%) memberikan hasil yang terbaik dengan nilai pertumbuhan mutlak 0,81 gram, konversi pakan 3,14 dan daya cerna 67,68%
KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA CONTOH AIR DAN IKAN BUDIDAYA DI PERAIRAN SITUBONDO Hany Handajani
Jurnal Gamma Vol. 6 No. 2 (2011): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hany HandajaniStaf Pengajar Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangE-mail: hanny_handayany2005@yahoo.co.idABSTRACTObservation of heavy metal content in sea water at Aquatic Situbondo was conducted inMarch-April 2010. Heavy metals studied are Pb, Cd and Hg. This observation has to do with pollutionin coastal waters Situbondo. This observation was done in peiaran Situbondo (7 stations) and samplesof farmed fish, grouper in floating net cages. Results showed the mean Pb levels in all study sitesranged between 0.0018-0.0032 ppm. The highest mean Pb levels were found near the coast that is0.0032 ppm, still in accordance with the Threshold Limit Value (NAV for the benefit of marine lifethat is at 0008 ppm. Analysis of lead content in fish flesh and gills 1.3625 ppm 0.2298 ppm. Theaverage Cd concentration in all study sites is ranged from 0.0012 to 0.0019 ppm or <2 ppb value isstill in the Threshold Limit Value (NAV) for a range of marine interests of the Cd concentration is0001 ppm or 1 ppb. Groupers are cultured in floating net cage (cage) of results analysis of Cdcontent in fish flesh ranged from 0.1113 to 0.2049 ppm and gills ranged from 0.0528 to 0.0956ppm. The average Hg concentration at all study sites is 0.001 to 0.0015 ppm. Concentration isrelatively low and not harmful to aquatic biota, especially fish. TLV is 0001 ppm Hg for marinebiota. The content of Hg in fish flesh ranged from 0.0043 to 0.0068 ppm and Grouper in the gills ofgrouper ranged 0.0019 to 0.0038 ppm. It can be concluded that the heavy metal content (Pb, Cd,and Hg) in water samples and fish in the waters Situbondo grouper aquaculture is still in accordancewith the threshold value (NAV), which ditatapkan by KNLH, 2004 for the benefit of marine life.Keywords: Heavy Metal, Water Situbondo
PENINGKATAN KUALITAS SILASE LIMBAH IKAN SECARA BIOLOGIS DENGAN MEMANFAATKAN BAKTERI ASAM LAKTAT Hany Handajani
Jurnal Gamma Vol. 9 No. 2 (2014): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENINGKATAN KUALITAS SILASE LIMBAH IKAN SECARA BIOLOGIS DENGAN MEMANFAATKAN BAKTERI ASAM LAKTATQuality Improvement Silage Fish Biological Waste Using Lactic Acid BacteriaHany HandajaniJurusan Perikanan, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangEmail: hanny_handayany2005@yahoo.co.idABSTRACTThis study aims to examine the process of making silage fish waste biologically by using BAL in order to improve the quality of fish waste silage. To achieve these objectives, carried out several tests: 1) the level of molasses as a medium / nutrient BAL. 2) fermentation time required. The variables measured were: physical qualities include color and aroma, chemical quality include crude protein content, crude fat, biological quality include observations of bacterial pathogens in fish silage. The results of the study have a high protein content of silage-making biologically can use probiotics + molasses 20% with a 14-day fermentation of silage protein produced 45.76%. As for the fat content of 5.84% in the probiotic treatment + 30% molasses for 14 days. Sour and color to gray silage on silage obtained by using 30% molasses + probiotics for 7 days.Keywords: quality of chemical, physical and biological, fish waste silage, biologically.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji proses pembuatan silase limbah ikan secara biologis dengan menggunakan BAL guna meningkatkan kualitas silase limbah ikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa uji: 1) level molase sebagai media/nutrisi BAL. 2) waktu fermentasi yang dibutuhkan. Variabel yang diamati: kualitas fisik meliputi warna dan aroma, kualitas kimia meliputi kandungan protein kasar, lemak kasar, kualitas biologi meliputi pengamatan bakteri patogen yang ada pada silase ikan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan level molases dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap kualitas kimia (kadar protein dan lemak), sedangkan pada kualitas fisik (aroma dan warna) tidak berpengaruh. Untuk mendapatkan kandungan protein yang tinggi pembuatan silase secara biologis dapat menggunakan probiotik + molases 20% dengan waktu fermentasi 14 hari dihasilkan protein silase 45,76%. Sedangkan untuk kandungan lemak 5,84% pada perlakuan probiotik + molases 30% selama 14 hari. Untuk aroma asam dan warna silase abu-abu didapatkan pada silase dengan menggunakan probiotik + molases 30% selama 7 hari.Kata Kunci : kualitas kimia, fisika dan biologis, silase limbah ikan, secara biologis