Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONTRIBUSI SERAT LIMBAH BAN BEKAS KENDARAAN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON Muhajir Muhajir; Imransyah Idroes; Bunyamin Bunyamin
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v8i1.4588

Abstract

In today's modern era, technological developments are needed to increase development in all fields. to provide flexibility and to prevent cracks in the concrete due to loading, because used tire fibers have a fairly high elastic modulus of 0.77 - 1.13 MPa, and a low density ranging from 1.08 - 1.27 tons/m3, and waste tires taken from PT. Kharindo Prakarsa, Sidoarjo Regency, East Java. The methods used are ACI 211.1-91 and ASTM C-33. The test object used is a cylinder with dimensions of 15 cm x 30 cm with a total of 20 specimens and a design FAS of 0.50. The test will be carried out until the concrete is 28 days old in an immersion bath. The results obtained from this study are the compressive strength of the control test object produced is 29.78 Mpa, and the value of the split tensile strength of concrete using the addition of used tire fibers with percentages of 0%, 0.5%, 1.0% and 1.5%. namely 3.88, 3.93, 3.96, and 4.07 MPa. Meanwhile, the determinant value (K) using linear regression analysis is 0.87, 0.81, 0.92, and 0.94, and the planned quality correlation (fct) with the test results obtained using correlation (fctcorrelation) is obtained values of 4.75, 4.44, 5.04 and 5.13, so that the difference between the correlation fct minus the 2013 fctSNI is 1.27, 2.02, and 4.67, then the comparison of fctSNI2013 testing fct correlation fct is obtained, so the correlation value is of all the percentages of fiber addition used tires are categorized as high, namely 0.81-0.99
Kuat Tekan Beton Normal Menggunakan Butiran Halus Ban Bekas Kendaraan sebagai Substitusi Agregat Halus dan Tambahan Serat Ban Bekas Kendaraan Muhammad Iqbal; Imransyah Idroes; Munirul Hady
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i1.2848

Abstract

Limbah ban bekas merupakan salah satu penyumbang limbah terbanyak. Oleh karena itu perlunya penelitian terhadap campuran beton dengan menggunakan limbah ban bekas sebagai bahan substitusi maupun bahan tambah. Serat limbah ban bekas digunakan sebagai bahan tambah dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap berat semen serta butiran halus ban bekas kendaraan yang digunakan sebagai subsitusi pasir halus dengan variasi 0%, 5% dari berat pasir halus. Hasil dari penelitian ini ialah dengan variasi beton normal dan dengan menggunakan butiran halus ban bekas kendaraan sebagai subsitusi agregat halus dan tambahan serat ban bekas kendaraan 0% menghasilkan kuat tekan sebesar 17,10 MPa. Sedangkan variasi 5% dan 10% serta 15% mengalami penurunan yaitu sebesar 15,48 Mpa, 13,10 Mpa dan 9,44 Mpa, penurunan tersebut disebabkan kurangnya daya ikatan antar material campuran, sedangkan untuk perbandingan berat volume beton dengan variasi 0% sebesar 2465,6 Kg/m3, serta berat volume beton pada variasi 5%, 10%, dan 15% ialah sebesar 2392,4 Kg/m3, 2329,4 Kg/m3 dan 2293,8 Kg/m3.
Pengaruh Serat Ban Bekas dan Abu Batu Bara Terhadap Kuat Tarik Beton Bunyamin Bunyamin; Imransyah Idroes; Reska Wahyu Fauzha
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v9i1.7092

Abstract

In today's modern era, technological developments are needed to increase development in all fields. The manufacture of concrete can use partial cement substitution materials through the use of industrial by-products such as fly ash and fiber waste from used tires. The benefit of this research is to develop knowledge about concrete technology. The method used in this research is the ACI 211.1-91 (American Concrete Institute) and ASTM (American Society for Testing and Materials) methods with variations in the addition of used tire fiber by 0%, 5%, 10%, 15%, and 5% addition of fly ash from the weight of cement in each variation. The test object used is a cylinder with dimensions of 15 cm x 30 cm with a total of 20 test objects, the planned concrete quality is 17.00 MPa. The tensile strength of concrete test was carried out at the age of 28 days. The results of this study are that concrete with a variation of 0% produces a tensile strength of 2.32 MPa; while the tensile strength with variations of 5%, 10% and 15% were 2.71 MPa, 2.50 MPa and 2.41 MPa. The tensile strength of concrete using tire fiber waste and fly ash increases compared to normal concrete.
Evaluasi Substitusi Limbah Beton pada Agregat Kasar Terhadap Performa Tarik Lentur Beton (5%, 10%, 15%) T.Agung Wiendi Saputra; Imransyah Idroes; Azzaki Mubarak
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 11, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v11i2.13133

Abstract

Pemanfaatan limbah sebagai substitusi atau bahan tambahan dalam campuran beton dapat menurunkan tingkat pencemaran lingkungan. Limbah beton menjadi salah satu kontributor limbah terbesar. Pada penelitian terdahulu dengan mensubtitusi limbah beton sebagai pengganti agregat kasar dapat mengetahui kuat tarik lentur beton terjadi penurunan pada mutu tinggi diatas 25 MPa. Pengujian dilaksanakan di Laboratorium Kontruksi Bahan Bangunan prodi teknik sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Kuat tekan beton rencana adalah f'c 15 MPa. Penelitian ini dilakukan pada 12 buah benda uji  berukuran 15 x 15 x 60 cm 9 buah benda uji  menggunakan  5%, 10%, 15% limbah beton sebagai pengganti agregat kasar, sedangkan untuk pembanding digunakan 3 buah benda uji beton normal. Pengambilan Limbah beton diambil dari hasil penelitian kuat tekan di Universitas Syiah Kuala dengan mutu 25 MPa. Masing-masing variasi sebanyak 3 buah benda uji, serta perawatan benda uji dengan perendaman dalam bak dan  pengujian akan dilakukan sampai beton berumur 28 hari. Hasil dari penelitian ini akan dibandingkan beton normal dengan menggunakan Limbah beton sebagai pengganti agregat kasar dengan variasi 5%,10% dan 15%. Kuat tarik lentur beton normal sebesar 3,011 MPa Sedangkan variasi 5% dan 10% serta 15% mengalami penurunan yaitu sebesar 2,663 MPa, 2,696 MPa dan 2,666 MPa, Penurunan tersebut disebabkan masih dikategorikan stabil karena penurunan tersebut dikontrol dengan hasil kuat tekan tidak mencapai 1 MPa, sehinggga dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar pada pengujian kuat tarik lentur beton tidak bisa digunakan pada beton struktural tetapi bisa digunakan paa beton non-struktural