Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Identifikasi Hama di Rumah Bibit dan Kawasan Rehabilitasi Mangrove Gampong Baro, Kabupaten Aceh Jaya Rabiatul Adhewiyah Berutu; Mai Suriani; Ika Kusumawati
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v4i1.4924

Abstract

Hama merupakan salah satu organisme perusak yang dianggap merugikan pada suatu ekosistem. Biota seperti kepiting, tritip, ulat, tiram, dan serangga yang sifatnya sebagai organisme perusak sangat banyak di temukan di lingkungan hutan  mangrove. Dalam pertumbuhan mangrove memiliki masa darurat, oleh karena itu memerlukan pemeliharaan dari penyakit sejak tahapan persemaian propagul, pembibitan dan ke tingkat anakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, jumlah dan tanda serangan hama yang ditemukan pada wilayah rehabilitasi dan rumah bibit. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dan random sampling. Hasil kegiatan penelitian identifikasi hama di kawasan rehabilitasi ditemukan 12 organisme perusak dan di rumah bibit ditemukan 8 jenis hama organisme perusak. Nilai intensitas serangan hama terbesar diperoleh pada substasiun 1 di kawasan rehabilitasi sebesar 13,80% dan nilai insidensi serangan berjumlah 27,58% tergolong ke dalam katergori sedang, dan kadar nilai intensitas serangan hama yang paling rendah di peroleh dari rumah bibit berjumlah 7,9% dengan frekuensi serangan rata-rata 13,27% tergolong ke dalam kategori ringan.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK PENGEMBANGAN LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Euchema cottonii )DI PERAIRAN LHOK BUBON KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT Fitria Rahmayanti; Farah Diana; Ika Kusumawati
JURNAL AKUAKULTURA Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.239 KB) | DOI: 10.35308/ja.v2i1.773

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas budidaya laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Upaya mengembangkan budidaya rumput laut diperlukan untuk meningkatkan produksi serta meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Keberhasilan budidaya rumput laut sangat dipengaruhi oleh faktor kualitas perairan yang mendukung dan sesuai untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian perairan Lhok Bubon untuk pengembangan budidaya rumput laut Euchema cottonii. Parameter fisika dan kimia yang diukur selama penelitian adalah kecerahan air, kedalaman, ketinggian gelombang, kecepatan arus, suhu, pH dan salinitas. Hasil penelitian  menunjukkan perairan Lhok Bubon termasuk dalam kategori tidak sesuai hingga kurang sesuai untuk dikembangkan sebagai lokasi budidaya rumput laut.Kata kunci: Kualitas air, Lhok Bubon, rumput laut.
STUDI KUALITAS AIR BUDIDAYA LATOH (Caulerpa racemosa) DI PERAIRAN LHOK BUBON KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT Ika Kusumawati; Farah Diana; Lahmi Humaira
JURNAL AKUAKULTURA Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.205 KB) | DOI: 10.35308/ja.v2i1.781

Abstract

Latoh (Caulerpa racemosa) merupakan salah satu spesies dari Chlorophyceae (ganggang hijau) yang cukup berpotensi untuk dibudidayakan karena telah terkenal dan digemari oleh masyarakat pesisir pantai yang sering dimanfaatkan sebagai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di kawasan perairan Lhok Bubon untuk budidaya Latoh (Caulerpa racemosa). Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2016.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Survey. Penentuan titik lokasi sampling dilakukan dengan metode Purposive sampling. Penelitian ini meliputi empat titik stasiun dengan empat pengulangan pengambilan sampel, masing-masing stasiun berjarak 500 meter. Koordinat pengambilan sampel dengan menggunakan global positioning system (GPS). Nilai rata-rata parameter fisika dan kimia pada semua stasiun pengambilan sampel didapatkan tingkat kedalaman berkisar antara 2 - 3 m, gelombang berkisar 0,33– 0.60 m, suhu berkisar 20 0C – 31 0C, kecerahan air berkisar  1,3 – 1.5 m, kecepatan arus berkisar 0,11 – 0.20 m/detik,  salinitas 30 – 35  ppt , pH berkisar 7 – 7.9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua pengulangan  sampel memiliki kriteria cukup sesuai hingga tidak sesuai untuk melakukan kegiatan budidaya, karena memiliki 10 pengulangan yang cukup sesuai dan 6 pengulangan yang tidak sesuai untuk budidaya Latoh (caulerpa racemosa).Kata kunci: Caulerpa racemosa, kualitas Air, Lhok Bubon
DISTRIBUSI DAN KOMPOSISI SAMPAH LAUT PESISIR DI KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Ika - Kusumawati; Muhammad Arif Nasution; Alamsyah - Alamsyah
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.756 KB) | DOI: 10.35308/jlaot.v1i1.1073

Abstract

Penelitian tentang distribusi dan komposisi sampah laut pesisir di Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya yang di lakukan pada bulan Juli s/d Agustus tahun 2017 bertujuan untuk mengetahui distribusi dan komposisi sampah laut di pesisir yang terdapat di Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakandua titik lokasi penelitian antara lain lokasi pertama pantai peunaga permai tempat wisata dan lokasi kedua pantai seunagan tempat pemancingan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif yaitu metode pengamatan secara langsung untuk mengidentifikasi semua jenis sampah pesisir yang terdapat di ketiga stasiun pada dua titik lokasi penelitian. Hasil penelitian pada bulan Juli 2017 selama 28 hari jumlah sampah yang terdapat dipesisir laut pada dua lokasi penelitian sebanyak 6 jenis sampah antara lain sampah plastik, logam, kaca, karet, kayu olahan dan sampah kain-kain. Komposisi jenis sampah yang tertinggi terdapat pada lokasi pertama yaitu kawasan tempat wisata dengan jumlah total 15,931 dan jumlah persentase (75 %) sedangkan jumlah yang paling terkecil terdapat pada lokasi ke 2 yaitu pada kawasan pemancingan dengan jumlah total sampah 5.287 dan persentase (25 %). Jadi dampak pencemaran sampah tertinggi terdapat pada kawasan peunaga permai dengan jumlah rata-rata sampah 569 dan kawasan pemancingan dengan jumlah rata-rata sampah 192. Jenis sampah yang paling banyak pencemarannya padadua lokasi penelitian yaitu jenis sampah plastik sedangkan sampah kaca paling sedikit pencemarannya.
Teknik Penanganan dan Identifikasi Mamalia Laut Terdampar di Pantai Ujung Seukee, Aceh Besar Raudhatul Husna; Ika Kusumawati
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v4i2.5288

Abstract

Mamalia laut merupakan spesies yang sensitif terhadap sekitar, sedikit gangguan dapat menyebabkan disorientasi hingga terdampar. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melakukan penangan dan identifikasi dari terdamparnya mamalia laut. Penelitian dilakukan pada tanggal 10 November 2022 tepat di lokasi mamalia laut terdampar yaitu di pantai Pasie Ujong Seukee, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif, data dikumpulkan melalui analisis visual untuk identifikasi jenis mamalia laut, serta observasi lapangan. Teknik penanganan mamalia laut terdampar dilakukan sesuai pedoman buku “Penanganan Mamalia Laut di Indonesia”. Mamalia laut yang ditemukan terdampar diberikan keterangan kode 2 dengan kategori terdampar tunggal. Setelah melakukan penanganan di lokasi terdampar, maka dilakukan proses identifikasi. Hasil menunjukkan bahwa mamalia laut yang terdampar merupakan spesies Lumba – Lumba Hidung Botol (Tursiops truncatus) dan berjenis kelamin betina. Tubuh dari lumba –lumba didapati banyak luka – luka. Lumba-lumba yang sudah dalam kondisi mati direlokasi ke Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala untuk pengamatan luka fisik. Kemudian dibawa ke cold storage Lampulo milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh untuk menunggu penerbitan izin nekropsi dari BKSDA Provinsi Aceh.
Analysis Of Mangrove Vegetation Condition Using Hemispherical Photography Method In Simeulue District Mai Suriani; Opinda Sakbania Ulma; Ika Kusumawati
Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i2.36308

Abstract

Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove adalah sebuah program yang dibentuk oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan bertujuan untuk merehabilitasi ekosistem mangrove yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya serta menjaga dan memelihara ekosistem mangrove dengan dijadikannya tempat sarana edukasi, penelitian maupun wisata. Penelitian dilakukan pada tahun 2022 di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove Kabupaten Simeulue. Parameter yang diamati yaitu kerapatan mangrove, persentase tutupan kanopi dan tinggi pohon mangrove. Analisis data foto hemisphere menggunakan aplikasi Image J untuk mendapatkan nilai persentase tutupan kanopi, Pengukuran tinggi pohon menggunakan aplikasi protractor. Hasil penelitian menunjukkan  kerapatan pohon mangrove tergolong dalam kategori sedang dan jarang dengan status baik dan rusak. Berdasarkan persentase tutupan kanopi tergolong status baik dengan persentase tutupan kanopi kategori sedang. Distribusi tinggi pohon mangrove terbagi ke dalam 7 kelas dimana setiap stasiun didominasi oleh kelas ketinggian yang berbeda-beda. The Mangrove Restoration and Learning Center is a program established by the Ministry of Marine Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia and aims to rehabilitate mangrove ecosystems that involve the community in their management and maintain and maintain mangrove ecosystems by making them a place for education, research, and tourism. The research was conducted in 2022 at the Mangrove Restoration and Learning Center, Simeulue Regency. Parameters observed were mangrove density, percentage of canopy cover, and mangrove tree height. Hemispheric photo data analysis used the Image J application to get the percentage value of canopy cover, tree height measurements were made using the protractor application. Based on the percentage of canopy cover, it is classified as good status with the percentage of canopy cover being in the medium category. The distribution of mangrove tree height is divided into 7 classes where different altitude classes dominate each station.