Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ABDIMAS SILIWANGI

PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERAGA PAPAN BERPAKU BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PANGALENGAN Tina Rosyana; Adi Nurjaman; Gida Kadarisma
Abdimas Siliwangi Vol 3, No 1: Januari, 2020
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v3i1p%p.3391

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini, berdasarkan hasil observasi kami dilapangan, hasil belajar matematika siswa di Sekolah Dasar Masih rendah, padahal pada jenjang ini sangat menentukan keberhasilan belajar pada jenjang selanjutnya. Rendahnya hasil belajar siswa SD pada mata pelajaran matematika dikarenakan siswa menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit, mereka merasakan kesulitan dalam matematika karena pada jenjang Sekolah Dasar siswa masih belum bisa berpikir abstrak, padahal matematika adalah ilmu yang abstrak. Oleh karena itu pada jenjang sekolah dasar dibutuhkan media berupa alatperga yang dapat membantu siswa membayangkan atau mengilustrasikan konsep-konsep matematika agar konsep matematika lebih mudah dipahami. Keterbatasan alat peraga menjadi salah satu hambatan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, selain itu keterbatasan pengetahuan guru mengenai alat peraga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan.  Berdasarkan pemaparan tersebut, kami bermaksud untuk melakukan penyuluhan kepada guru-guru di beberapa SD di Kecamatan Pangalengan dalam penggunaan alat peraga khususnya pada matapelajaran matematika, diharapkan dengan adanya penyuluhan tersebut pengetahuan guru mengenai alat peraga semakin meningkat yang berimplikasi pada meningkatnya hasil belajar siswa pada matapelajaran matematikaKata Kunci : Alat Peraga, Matematika, Sekolah Dasar ABSTRACTThis dedication, based on our observations in the field, mathematics learning outcomes of students in elementary schools are still low, even though at this level it will determine the success of learning at the next level. The low learning outcomes of elementary school students in mathematics because students consider mathematics a difficult subject, they feel difficulties in mathematics because at the elementary school level students are still unable to think abstractly, even though mathematics is an abstract science. Therefore at the elementary school level media needed in the form of tools that can help students imagine or illustrate mathematical concepts so that mathematical concepts are more easily understood. The limitation of teaching aids is one of the obstacles in learning mathematics in elementary schools, besides the limited knowledge of teachers about teaching aids is one thing that must be considered. Based on this explanation, we intend to conduct counseling for teachers in several elementary schools in Pangalengan District in the use of teaching aids especially in mathematics, it is expected that with this education the teacher's knowledge about teaching aids will increase which has implications for increasing student learning outcomes in mathematics.Keywords: Teaching Aids, Mathematics, Elementary School
Pelatihan penyusunan rencana pembelajaran daring dengan problem based learning, HOTS, dan kemampuan literasi Muhammad Afrilianto; Tina Rosyana
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i3.11036

Abstract

Pada kegiatan pembelajaran daring perlu memperhatikan unsur-unsur pembelajaran terbaru sebagai esensi dari pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif merupakan suatu proses belajar mengajar yang merealisasikam unsur pembelajaran abad 21 salah satunya dengan problem based learning dan berliterasi. Tujuan pengabdian ini ialah memberikan pelatihan dan bimbingan dalam penyusunan rencana pembelajaran daring dengan problem based learning, HOTS, dan kemampuan literasi bagi guru-guru di wilayah Kabupaten Pangandaran baik guru SD, SMP, maupun SMA sederajat. Jumlah peserta sebanyak 100 guru. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu tahap perencanaan/identifikasi, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Bapak dan ibu guru dibantu secara langsung dalam penyusunan RPP memuat indikator pencapaian kompetensi (IPK), tujuan pembelajaran, pemilihan strategi/metode/pendekatan, langkah pembelajaran, media/sumber belajar, dan penilaian. Hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik Problem Based Learning, HOTS, dan kemampuan literasi. Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan instansi sekolah dapat mengimplementasikan strategi Problem Based Learning pada pembelajaran daring sebagai tuntutan kompetensi Abad 21 dengan unsur peningkatan kemampuan literasi dan Higher order Thinking Skills (HOTS).