Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI Ferita Yumaeroh; Dwi Susanti
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 8 No 3 (2019): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v8i3.337

Abstract

Background: : The behavior of hygiene during menstruation period is crucial to be conducted by women as it aims to maintain self-cleanliness and self-health both physically and mentally. Women having low personal hygiene behavior consider that cleanliness is trivial. Objective: It aims to find out the influence of health education through video toward the adolescent’s knowledge level on personal hygiene during menstruation period. Methods: This research applied pre-experimental research method with one group pretest-posttest design. There were 125 female students already having menstruation selected as the respondents, the sample collection technique used stratified random sampling. The data analysis used Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The adolescent’s knowledge level of female students on personal hygiene during menstruation period before given health education was categorized in low category. Meanwhile, the adolescent’s knowledge level of female students on personal hygiene after given health education was categorized in good category. Hence, there is an influence of health education on the adolescent’s knowledge level on personal hygiene during menstruation period in SMP N 1 Gamping. Conclusion: There is an influence of health education toward the adolescent’s knowledge level on personal hygiene during menstruation period in SMP N 1 Gamping.
Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah di Tk Islam Sunan Gunung Jati Latifah Susilowati; Dwi Susanti; Afi Lutfiyati; Masta Hutasoit
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.697

Abstract

Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak, bahkan gangguan menetap. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas di perlukan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Sebagai upaya untuk mencegah adanya keterlambatan pada perkembangan dan masalah pertumbuhan maka perlu adanya deteksi dini. Deteksi dini pertumbuhan berdasarkan buku panduan SDIDTK menggunakan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan. Sedangkan deteksi dini perkembangan dapat dilakukan dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan deteksi dini dapat dilaksanakan melalui pengabdian masyarakat dengan alur sebagai berikut pengabdi melakukan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan selanjutnya menentukan status gizi. Pemeriksaan perkembangan dilakukan kepada peserta menggunakan KPSP untuk mengetahui apakah peserta mengalami keterlambatan dalam perkembangannya dan diinterpretasikan hasilnya. Tahap terakhir adalah konsultasi hasil pemeriksaan oleh pengabdi. Hasil pengabdian masyarakat adalah peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 60,9% dan 39,1% berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar peserta berusia 6 tahun yaitu sebanyak 47,83% diikuti usia 5 tahun sebanyak 39,13% dan usia 4 tahun sebanyak 13,04%. Sebagian besar peserta memiliki status gizi baik yaitu sebesar 87% sedangkan peserta yang berisiko gizi lebih sebanyak 8,7% dan obesitas sebanyak 4,3%. Perkembangan peserta sesuai umur sebanyak 95,7% sedangkan peserta dengan perkembangan meragukan sebesar 4,3%. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah anak usia pra sekolah masih ada yang mengalami masalah keterlambatan perkembangan dan memiliki status gizi beresiko gizi berlebih serta obesitas.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PARENTING SELF EFFICACY PADA IBU POSTPARTUM DI KABUPATEN BANTUL Yanita Trisetiyaningsih; Dwi Susanti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.805 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i2.303

Abstract

The Corelation Between Family Support with Parenting Self Efficacy In Postpartum Mother In Bantul RegencyBackground: the postpartum a period of crisis for a mother husband and family so arious changes physically, psychologically and family structure. The process is related to parenting self-efficacy. Parenting self-efficacy is self-confidence and the mother’s ability to caring the baby. Several factors influence the mother’s parenting self-efficacy in caring for her baby, one of which is family support. Objective: this study aims to determine the relationship between family support and parenting self-efficacy of postpartum mothers in Bantul Regency. Methods: this study is a correlation quantitative analytic study with a cross sectional approach with a total sample of 46 respondents taken by accidental sampling technique. Data analyze using Kendall Tau test. Results: most (63%) families support postpartum mothers and most (76,1 %) Postpartum mothers have parenting self-efficacy in the sufficient category. The Kendall Tau result showed a P-value of 0,478. Conclusion: there no relationship between family support and parenting self-efficacy in postpartum mothers in Bantul Regency.
Pemeriksaan Hemoglobin sebagai Evaluasi Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Di SMA N 1 Godean Sleman Yogyakarta Afi Lutfiyati; Khristin Dias Utami; Dwi Susanti
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.754

Abstract

Kejadian anemia pada ibu hamil mengalami peningkatan pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2013. Pada tahun 2013 kejadian ibu hamil dengan anemia sebanyak 37,1% dan pada tahun 2018 sebesar 48,9%. Kondisi tersebut disebabkan karena tingginya kejadian anemia pada remaja putri yaitu sebesar 25% dan 17% pada wanita usia subur. Anemia pada remaja dapat mengakibatkan gangguan perkembangan psikomotor, merusak kinerja kognitif serta berdasarkan siklus kehidupan wanita, anemia pada remaja yang tidak tertangani dengan baik dapat mengakibatkan kehamilan dengan anemia. Pemberian tablet tambah darah (TTD) adalah salah satu cara yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Tablet tambah darah yang dikonsumsi dengan rutin dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Berdasarkan data menunjukkan 80,9% remaja mendapatkan TTD di sekolah, 80,9% tersebut konsumsi TTD remaja putri > 52 butir hanya 1,4%, sedangkan < 52 butir sebesar 98,6%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih rendahnya kesadaran remaja putri akan pentingnya konsumsi TTD sebagai langkah untuk pencegahan anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi program pemberian tablet tambah darah pada siswi dengan cara melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin pada siswi SMA N 1 Godean Yogyakarta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada tanggal 16-17 Juli 2022 dan diikuti oleh 81 siswi kelas X dan XI SMA N 1 Godean. Hasil pengabdian kepada masyarakat adalah mayoritas siswi berusia 16 tahun sebanyak 48,1%, siswi mayoritas memiliki indeks masa tubuh normal sebanyak 58%, usia menarche paling banyak 12 tahun 38,3%, siklus menstruasi paling banyak adalah normal 72,8%. Mayoritas siswi memiliki kebiasaan sarapan sebanyak 87,7% dan jarang makan makanan junkfood sebanyak 54,3%. Mayoritas siswi tidak mengalami anemia sebesar 43 (53,1%) dan sebagian besar siswi tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah yaitu sebesar 68 (83,9%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA : THE CORRELATION BETWEEN THE ADOLESECENT’S KNOWLEDGE ABOUT ANEMIA AND THE INCIDENCE OF ANEMIA IN FEMALE STUDENTS Dwi Susanti; Ellita Alifia Nadiawati
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.313 KB)

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah kondisi jumlah haemoglobin kurang dari normal. Pada remaja putri masa pubertas berisiko tinggi anemia karena kehilangan zat besi saat haid. Remaja putri yang mengalami anemia dapat terbawa saat kehamilan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan perdarahan saat kehamilan, persalinan dan berat badan lahir rendah. Pengetahuan tentang anemia perlu dimiliki oleh remaja putri dalam upaya pencegahan kejadian anemia. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam pembentukan tindakan seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Godean. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik cross sectional. Sampel penelitian ini siswi SMA Negeri 1 Godean sebanyak 81 sampel yang diambil menggunakan dua teknik yaitu purposive sampling dan probability sampling. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang anemia dan alat pengukur hemoglobin. Analisis data menggunakan Uji Statistik Somers’d. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan anemia remaja pada siswi di SMA Negeri 1 Godean mempunyai pengetahuan baik sebanyak 71 orang (87,7%).  Siswi di SMA Negeri 1 Godean didominasi oleh siswi yang tidak mengalami anemia yaitu sebanyak 43 orang (53,1%).  Berdasarkan hasil analisis Somers’d diperoleh nilai p=0,779 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang anemia remaja dengan kejadian anemia pada siswi di SMA Negeri 1 Godean.   Background: Anemia is a condition where the amount of hemoglobin is less than normal. Puberty has a high risk of anemia due to iron loss during menstruation. Young women who experience anemia can suffer from it later in their pregnancy. This condition can cause bleeding during delivery. Knowledge about anemia needs to be possessed by young women as an effort to prevent the incidence of anemia. Knowledge is a very important domain in shaping one's actions. Objective: This research aims to find out the correlation between the knowledge about anemia and the incidence of anemia in adolescent girls at SMA (Senior High School) Negeri 1 Godean. Method: This quantitative research was conducted using cross-sectional analytical research design. The sample of this research was 81 students of SMA Negeri 1 Godean taken using two sampling techniques, namely purposive sampling and probability sampling. Data analysis using Somers'd statistical test. Results: The results show that the knowledge of the adolescent about anemia in the students at SMA Negeri 1 Godean has been good amounted to 71 people (87.7%). The students at SMA Negeri 1 Godean are dominated by those who do not experience anemia as many as 43 people (53.1%). Based on the results of Somers'd analysis, the value of p = 0.779 (p > 0.05). Conclusion: There is no correlation between the knowledge of the adolescent about anemia and the incidence of anemia in female students at SMA Negeri 1 Godean.
Hubungan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi Di SMPN 1 Sleman Yogyakarta Dwi Susanti Susanti; Afi Lutfiyati
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.185 KB) | DOI: 10.30644/rik.v10i1.514

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan pengeluaran darah, lendir, dan jaringan sel yang hancur dari uterus dengan siklus rata-rata 28 hari. Siklus menstruasi biasanya akan teratur setiap bulan dengan rentang waktu 21-35 hari. Keadaan ini menjelaskan bahwa organ reproduksi perempuan dalam keadaan baik dan tidak ada masalah. Seorang perempuan dengan siklus menstruasi yang teratur akan mudah mendapatkan kehamilan, menata aktivitas, dan menghitung masa subur. Gangguan siklus menstruasi merupakan gangguan dari pola perdarahan menstruasi seperti adanya amenorrhea (tidak adanya menstruasi selama 3 bulan), polimenorhea (siklus menstruasi dengan jangka pendek <21 hari), dan oligomenorhea (siklus menstruasi dengan jangka waktu lama >35 hari). Gangguan siklus menstruasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, anemia, dan sulit hamil yang disebabkan karena tidak terjadinya ovulasi.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi. Metode Penelitian: Desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kohort prospektif. Sampel diambil dengan teknik quota sampling yaitu 62 siswi kelas VIII di SMPN 1 Sleman. Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada bulan Mei dan Juli 2019. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian: Pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 14 tahun sejumlah 49 orang (79%) dengan aktifitas fisik sebagian besar pada kategori sedang sejumlah 48 orang (77,4%). Dilihat dari variabel status gizi, sebagian besar siswi berada pada kategori normal sebanyak 35 orang (56,5%). Sedangkan pada variabel gangguan siklus menstruasi sebagian besar siswi berada pada kategori ada gangguan sebanyak 32 orang (51,6%). Hasil uji Kendall’s Tau diperoleh nilai p=0,108 (>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan gangguan siklus menstruasi.
Gambaran kecemasan pada ibu postpartum sectio caesarea di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Dwi Susanti; Dwi Yati
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v9i2.462

Abstract

Latar Belakang: Sectio Caesarea (SC) merupakan sebuah proses persalinan dengan metode pembedahan untuk mengeluarkan bayi dengan irisan yang dilakukan di perut ibu atau dengan laparotomy. Persalinan SC dapat memberikan dampak berupa nyeri, rasa takut dan cemas. Kecemasan yang terjadi pada ibu post SC dapat mengakibatkan banyak masalah salah satunya adalah produksi ASI tidak lancar dan proses menyusui terganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada ibu postpartum sectio caesarea di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Agustus-Oktober 2020 di Ruang Nifas RSUD Panembahan Senopati Bantul. Sampel dalam penelitian adalah ibu postportum sectio ceesarea sebanyak 30 responden, diambil dengan teknik consecutive sampling. Alat pengumpulan data adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden berpendidikan menengah sebanyak (60.0%), alasan melahirkan secara sectio caesarea karena masalah yang terjadi pada ibu sebanyak (50.0%), tidak memiliki riwayat sectio caesarea sebanyak (76.75). Sedangkan untuk gambaran tingkat kecemasan responden sebagian besar dalam kategori ringan sebanyak (63.3%) dan kecemasan sedang sebanyak (36.7%). Kesimpulan: Ibu postpartum sectio caesarea di RSUD Panembahan Senopati Bantul mengalami kecemasan dalam ketegori ringan. Kata kunci: Ibu, Postpartum, Sectio Caesarea, Cemas
The Effect of Health Education about Labor Pain Management on the Knowledge Level of Pregnant Women at Sewon II Health Center, Bantul Yogyakarta Arika Nur Fadzillah; Dwi Susanti
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 6, No 3 (2023): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v6i3.7743

Abstract

Labor is the expulsion of the conception product which is marked by the release of the fetus, placenta, and amniotic membranes. Labor pain is a condition whereby almost all pregnant women experience physiological discomfort, especially in the last trimester. Therefore, reducing labor pain can be done by, one of the ways, increasing the knowledge of pregnant women about non-pharmacological labor pain management. The study aimed at determining whether there is any effect of health education about labor pain management on the level of knowledge of pregnant women at Puskesmas (Community Health Center) Sewon II Bantul, Yogyakarta. The design of the study was the Quasy-Experimental Design method with the pretest and posttest one-group design. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 37 respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results of the study showed that the knowledge level of pregnant women before being given health education about non-pharmacological labor pain management was in the sufficient category with 20 respondents (54.1%) and the knowledge level of pregnant women after being given health education about non-pharmacological labor pain management was in the good category with 36 respondents (97.3%). There is an effect on the difference in the knowledge level of pregnant women before and after being given health education about non-pharmacological labor pain management.
Analysis of factors related to unmet need for family planning in Bantul, D.I. Yogyakarta Afi Lutfiyati; Dwi Susanti
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i1.1344

Abstract

Background: Unmet need for family planning refers to women who wish to delay or limit births but didn’t use contraceptive methods to achieve them. Factors related were marital status, place of residence, and access to health services. Occupational factors, sources of information, husband’s support for family planning, and discussions about family planning with husbands were also related to unmet need. Objective: To identify that most influence unmet need for family planning in Bantul District, D.I. Yogyakarta.Methods: Research design using a cross-sectional approach with a cluster random sampling technique, namely 331 couples of reproductive age in Wonokromo I and Wonokromo II villages. The research instrument was a questionnaire. The results were analyzed using Chi-square test and multivariate with logistic regression.Results: Chi-square test on variables of knowledge about family planning p=0.406, access to family planning services with p-value=0.005, sources of information p=0.001, discussion of family planning with husbands p=0.001, and husband’s support in family planning with p=0.001. The OR value of discussing contraception with the husband were 6.3.Conclusion: The most dominant factor related to unmet need for family planning in Bantul district, D.I. Yogyakarta were a discussion of family planning with husbands