Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : PROMOTOR

IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) BAGIAN PRODUKSI STAY MIRROR DI PT. ARGATAMA MULTI AGUNG 2021 Salsabilah, Nur; Fatimah, Ratih; Fathimah, Anissatul
PROMOTOR Vol 5 No 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.834 KB) | DOI: 10.32832/pro.v5i4.6976

Abstract

PT. Argatama Multi Agung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan suku cadang otomotif salah satunya yaitu Stay Mirror. Tujuan dari penelitian ini dapat mengidentifikasi potensi bahaya di bagian produksi stay mirror PT. Argatama Multi Agung agar dapat mencegah dan mengurangi resiko kecelakaan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis semi kuantitatif dari AS/NZS 4360:2004. Informan penelitian adalah 6 karyawan pada setiap area produksi stay mirror. Analisis identifikasi bahaya menggunakan form Hazard Identification, Risk Assesment and Risk Control (HIRARC), untuk menentukan tingkat risiko dengan mengkalikan nilai Probability dan Severity. Hasil dari penelitian menunjukan terdapat  33 potensi bahaya dan 34 risiko dengan rincian level risiko yaitu 23 Low, 4 Medium, dan 7 High. Pengendalian risiko yang disarankan yaitu pemberian pelatihan K3 kepada pekerja secara berkala, melakukan pengecekan kesehatan rutin minimal tiga bulan sekali, safety talk, memasang rambu-rambu K3, monitoring ketaatan penggunaan APD setiap pekerja, mengganti pijakan kursi dengan krisbow tangga lipat 3 step, mengganti box dengan troly beroda, memberikan hanging (pegangan) pada troly box, memberikan peredam bunyi atau diberikan sekat sekat pada mesin, dan melakukan rotasi kerja.
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN TERHADAP KELUHAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA BAGIAN MENJAHIT (SEWING) GARMEN PT. SAWARGI KARYA UTAMA DI KOTA BOGOR TAHUN 2020 Fatmayanti, Dwi; Fathimah, Anissatul; Asnifatima, Andi
PROMOTOR Vol 5 No 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.059 KB) | DOI: 10.32832/pro.v5i5.8483

Abstract

Menurut Suma'mur (1989) Pencahayaan merupakan masalah faktor fisik yang ada di tempat kerja. Berdasarkan data Word Health Organization (WHO) pada tahun 2014 angka kejadian Astenopia (kelelahan mata) berkisar 40% sampai 90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas pencahayaan terhadap keluhan kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit (sewing) garmen PT Sawargi Karya Utama. Peneitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan probabilty sampling dengan jumlah sempel 45 responden. Pengambilan data intensitas pencahayaan menggunakan alat Lux Meter serta penyebaran kuesioner. Analisis data penelitian menggunaan aplikasi statistik dengan menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan 13 pekerja (28,9%) mengalami kelelahan mata dan 32 pekerja (71,1%) mengalami kelelahan mata. Hasil uji statistik Ci Square Test diperoleh nilai intensitas pencahayaan ( P Value = 0,654), masa kerja (P Value = 1,000), gangguan penglihatan/ kelainan refraksi (P Value = 0,732), dan umur (P Value = 0,737) dari semua variabel tersebut tidak ada hubungan yang signifikan terhadap kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit (sewing) garmen PT. Sawargi Karya Utama. Kesimpulan dari penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas cahaya, masa kerja, gangguan penglihatan/ kelaianan refraksi, dan umur terhadap kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit (sewing) garmen PT. Sawargi Karya Utama.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SICK BUILDING SYNDROME (SBS) PADA KARYAWAN RSIA PASUTRI BOGOR TAHUN 2020 Azhar Ulfa, Vidya; Asnifatima, Andi; Fathimah, Anissatul
PROMOTOR Vol 5 No 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.043 KB) | DOI: 10.32832/pro.v5i5.8493

Abstract

Menurut WHO, 91% populasi dunia tinggal di tempat-tempat di mana level pedoman kualitas udara WHO tidak terpenuhi. Lebih dari 90% kematian akibat kualitas udara yang buruk terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di Asia dan Afrika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan dalam ruangan terhadap karyawan RSIA Pasutri Bogor dalam hubungannya dengan gangguan kesehatan yang bekerja di dalamnya untuk mengetahui apakah fenomena "Sick Building Syndrome” dialami oleh karyawan RSIA Pasutri Bogor. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional, yaitu penelitian dengan jenis kuantitatif observasional. Populasi penelitian ini adalah 157 orang. Sampel adalah sebagain yang ciri-cirinya diselidikki atau di ukur. Sampel penelitian ini adalah sebagaian karyawan tetap di gedung RSIA Pasutri Bogor yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 orang. Data penelitian yang diperoleh adalah data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian jumlah 62 karyawan yang lebih besar karyawan berisiko SBS 66,1% dinamdingkan karyawan yang tidak berisiko SBS 33,9%. Variabel hubungan signifikan adalah kelembaban  (p=0,002), pencahayaan (p=0,001), riwayat alergi (p=0,003), lama Penggunaan Komputer (p=0,000), lama bekerja (p=0,000), kebersihan ruang dan bangunan (p=0,000), ruangan ber-ac (p=0,001), Maintenance (p=0,000). Sedangkan variabel yang tidak hubungan signifikan adalah suhu (p=0,022 ), usia (p=0,017), dan jenis kelamin (p=0,013). 0,013. Disarankan kepada RSIA Pasutri Bogor Melakukan pemeriksaan bekala minimal 1 tahun sekali untuk mengetahui gangguan kesehatan awal sedini mungkin untuk pencegahan, memperhatikan design bangunan gedung atau lingkungan kerja secara berkala.