Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KEJADIAN SICK BUILDING SYNDROME PADA KARYAWAN DI GEDUNG PERKANTORAN X KOTA BOGOR TAHUN 2019 ilma, Robbiyani; Fathimah, Anissatul; Ginanjar, Rubi
PROMOTOR Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.308 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i3.4178

Abstract

Polusi Udara Dalam Ruangan Berada Di Urutan Ketiga Faktor Lingkungan Yang Beresiko Terhadap Kesehatan Manusia, Kualitas Udara Dalam Ruangan 2-5 Kali Lebih Buruk Dibanding Udara Di Luar Ruangan .Tujuan Penelitian Mengetahui Faktor Risiko Sick Building Syndrome Pada karyawan Perkantoran PT X kota Bogor Antara Lingkungan Kerja, Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan (Suhu, Kelembaban, Pencahayaan,Umur, Jenis Kelamin, Kebiasaan Merokok, Riwayat Alergi dan lama Penggunaan Komputer .Penelitian Ini menggunakan Analisis Deskriptif Analitik Dengan Desain Cross Sectional dengan Teknik pengambilan Sampel seluruh Total Sampling populasi dengan Pengambilan sampel dilakukan 74 orang.Data Penelitian yang diperoleh adalah data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil Penelitian jumlah karyawan 74 terdapat lebih besar karyawan yang berisiko SBS 71,6 % dibandingkan karyawan tidak berisiko SBS 28,4% .variabel hubungan signifikan adalah Jenis kelamin (p= 0,027), Riwayat Alergi (p =0,000)dan Lama penggunaan komputer ( p= 0,000) sedangkan variabel tidak ada hubungan yang signifikan adalah Suhu (p= 0,078),Kelmbaban (p= 0,078), pencahayaan (p= 0,529), usia (p= 0,876)dan kebiasaan merokok (p= 0,325) disarankan kepada PT X kota Bogor untuk Melakukan Pemeriksaan berkala minimal 1 tahun sekali untuk mengatahui gangguan kesehatan awal sedini mungkin untuk pencegahan dan mengetahui kapasitas kerja dengan menilai kondisi kesehatan waktu tertentu pada karyawan yang telah bekerja dan melakukan Pemeriksaan Khusus untuk penilaian kelayakan lingkungan.
Adolescent Mental Health In The Digital Age: A Systematic Review Of Social Media Impact And Psychosocial Determinants Daka, Rohman; Rambe, Aprilia; Ilma, Robbiyani; Jatusari, Bethani Putri; Putri, Nadia; Pratiwi, Dessy; Helmi, Tri Amelia Rahmitha
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. SI2 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.ISI2.2025.201-208

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja di era digital dipengaruhi oleh media sosial dan faktor psikososial. Tujuan: Penelitian ini menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial, kondisi psikososial, dan strategi pengelolaan kesehatan mental. Metode: Systematic Literature Review (SLR). Dari 270 artikel di Google Scholar (2019–2024), 10 artikel memenuhi kriteria inklusi (remaja berusia 12–24 tahun, membahas kesehatan mental dan media sosial, diterbitkan dalam bahasa Indonesia/Inggris). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan berkorelasi dengan kecemasan, depresi, dan harga diri yang rendah. Faktor psikososial seperti pola asuh, tekanan teman sebaya, dan dinamika keluarga juga memiliki pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Strategi yang efektif untuk mengatasi hal ini meliputi intervensi keluarga, literasi digital, dan program dukungan psikologis di sekolah/masyarakat. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik untuk menjaga kesehatan mental remaja di era digital. Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Mental, Media Sosial, Psikososial, Psikologis
Pengetahuan dan Motivasi Perempuan tentang Aborsi di Jawa Timur dan DKI Jakarta tahun 2019: Studi Kualitatif Simbolon, Indriana; Anshari, Dien; Dachlia, Dini; Ilma, Robbiyani; Jatusari, Bethani Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51976

Abstract

Aborsi merupakan masalah kesehatan masyarakat dan hak asasi manusia yang krusial. Aborsi yang tidak aman merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas ibu yang dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang pengetahuan dan motivasi perempuan untuk melakukan atau mencoba melakukan aborsi. Sebagai upaya untuk mencegah aborsi yang tidak aman agar meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu di Jawa Timur dan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif dan teknik eksploratif berbasis data sekunder. Mendalami pengetahuan, motivasi aborsi pada 37 perempuan yang pernah mengalami atau berisiko mengalami aborsi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dinamika pengertian, metode dan motivasi terhadap aborsi yang kompleks dan dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan sekitar dan stigma masyarakat. Diperlukan edukasi yang komprehensif, layanan kesehatan yang inklusif terhadap perempuan, serta intervensi berbasis komunitas untuk meningkatakan pengetahuan tentang aborsi sehingga dapat mengurangi jumlah kesakitan dan kematian ibu dan anak.
The Life Experiences of Female Survivors of Intimate Partner Violence in Abortion Decisions: A Qualitative Study in DKI Jakarta and Yogyakarta 2019–2020 Jatusari, Bethani Putri; Anshari, Dien; Suparno, Heru; Simbolon, Indriana; Ilma, Robbiyani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i1.24341

Abstract

Abstrak: Studi kualitatif eksploratif ini mengeksplorasi pengalaman hidup perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terkait dengan keputusan aborsi, bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendorong KDRT dan kehamilan yang tidak diinginkan, proses pengambilan keputusan aborsi, dampak psikososial, dan kebutuhan dukungan, untuk memberikan informasi bagi intervensi berbasis bukti seperti skrining KDRT dalam layanan keluarga berencana dan pendidikan yang peka gender. Dilakukan di Jakarta dan Yogyakarta, Indonesia (2019–2020), studi ini melibatkan wawancara semi terstruktur mendalam dengan 40 perempuan usia reproduktif (21 di Jakarta, 19 di Yogyakarta) yang direkrut melalui pengambilan sampel bertujuan dan snowball. Analisis tematik mengungkapkan prevalensi KDRT yang cukup tinggi (total 12 kasus, terutama pelecehan verbal psikologis, kontrol perilaku, kemarahan berulang) dan aborsi yang diinduksi terbatas (6 kasus). Hubungan KDRT dan aborsi bersifat tidak langsung, dimediasi oleh paksaan reproduksi, penghentian kontrasepsi karena trauma atau tekanan pasangan, dan peningkatan risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Norma agama yang kuat dan stigma sosial seringkali menghalangi aborsi meskipun terjadi kekerasan. Temuan ini menyoroti kerentanan ganda perempuan terhadap kesehatan reproduksi di lingkungan yang restriktif, menekankan perlunya intervensi yang peka terhadap gender, termasuk skrining rutin kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam perencanaan keluarga dan pendidikan yang mempromosikan otonomi reproduksi.