Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SELF- CARE PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LALANG TAHUN 2022 Idu, Derfina Maria Bahagia; Ningsih, Oliva Suyen; Ndorang, Theofilus Acai
Wawasan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik perawatan diri (self-care) pada pasien hipertensi sangat penting untuk pengendalian tekanan darah dan pengurangan komplikasi hipertensi. Penilaian perilaku perawatan diri hipertensi individu dapat memberikan informasi penting kepada tenaga kesehatan mengenai cara mereka mengontrol hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku self-care pada pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas Lalang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian cross- sectional. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampel dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Uji bivariat dengan menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,010), self-efficacy (p=0,001) dan dukungan keluarga (p=0,003) terhadap perilaku perawatan diri pasien hipertensi di Puskesmas Lalang
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF-CARE PADA PASIEN STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA RUTENG TAHUN 2022 Mihen, Epifania Lestari; Ningsih, Oliva Suyen; Ndorang, Theofilus Acai
Wawasan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan keluarga sangat berpengaruh penting dalam fase pemulihan pada penderita stroke dan melakukan self-care untuk mempertahankan kesehatan baik fisik maupun psikologis. Stroke dapat mempengaruhi kualitas tidur, gangguan penglihatan, pendengaran,kesulitan komunikasi, dan gangguan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan self-care pada pasien stroke di Puskesmas Kota Ruteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non-probability sampling dengan jenis purposive sampling dan jumlah responden 30 orang. Hasil uji statistik menggunakan chi-square, menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan self-care pada pasien stroke di Puskesmas Kota Ruteng p-value =0,002. Diharapkan kepada keluarga memberikan dukungan keluarga dengan baik sehingga pasien stroke dapat menjalankan self-care (perawatan diri) dengan baik untuk mempertahankan kesehatan fisik, maupun psikologis
Teologi Kerbau dan Tanggapannya (Telaah Atas Model Teologi Kontekstual Ala Kosuke Koyama) Ndorang, Theofilus Acai
Jurnal Masalah Pastoral Vol 7 No 1 (2019): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v7i1.88

Abstract

Dalam perkembangannya, teologi bukan hanya sekedar berbicara tentang Tuhan dengan segala seluk beluknya, melainkan juga bagaimana seseorang mendengarkan Tuhan berbicara dalam situasi dan pengalaman hidup harianya. Inilah suatu bentuk perkembangan baru berkaitan dengan teologi yang sesungguhnya dalam kehidupan Gereja. Dengan demikian muncul beberapa teolog yang mulai merefleksikan teologi secara baru sesuai dengan konteks dimana ia berteologi. Kozuke Koyama, salah seorang teolog dari Thailand memunculkan sebuah model teologi kontekstual yang dikenal dengan sebutan teologi kerbau (Water Buffalo Theology). Kerbau-kerbau itu mengsiyaratkan kepadanya tentang bentuk pewartaan yang sederhana, menggunakan bahasa dan cara berpikir yang sederhana. Selain itu kerbau-kerbau itu mengisyaratkan ia untuk menghindarkan segala pikiran yang abstrak dan menggunakan hal-hal nyata. Namun keabsahan model teologi kontekstual perlu dikritisi melalui lima kriteria ortodoksi. Dan berdasarkan lima kriteria tersebut, secara umum teologi kerbau sejalan dengan kriteria-kriteria tersebut.
Analysis the Implementation of Communicative Language Teaching and Classroom Interaction in the Effort to Increase Learners Speaking Skills Daar, Gabriel Fredi; Ndorang, Theofilus Acai
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 12 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i12.2969

Abstract

Communicative language teaching (CLT) is a set of principles about the goals of language teaching, how learners learn a language, the kinds of classroom activities that best facilitate learning, and the roles of teachers and learners in the classroom (Richard, 2006:2). Classroom interaction occurs in the process of applying CLT which requires the participation of both learners and teacher. The study aims at finding out how CLT and classroom interaction implemented collaboratively in the effort to increase learners speaking skill at private senior high schools in Ruteng, Flores. Its mixed method research combining the use of descriptive quantitative and qualitative study design with phenomenological approach. For the purpose of quantitative study, its chosen 123 students by using cluster random sampling, meanwhile for the purpose of qualitative data, its chosen 12 students and three English teachers by using purposive sampling. The research result showed that CLT characteristics (82=66.7%) and teachers role (98=79.7%) were mostly categorized as high level of CLT implementation. Meanwhile, material, media and learners role were mostly categorized as medium level. English teachers always involve their students in the productive activities. However, they mostly used book or hand out as the media to deliver materials. Integrating technology into classroom, using games as one of method to cheer up the students boredom hardly ever undertaken. Regarding the implementation of classroom interaction; initiation was mostly in the category of low level (76=61.8%). Students mostly do the activities of learning English designed by teacher. They are not engaged with learning autonomy that leads them to have self learning habit. Consequently, students are only able to accomplish the simple tasks
OPTIMALISASI KEIKUTSERTAAN PASANGAN SUAMI ISTRI SEBAGAI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA SENUDIN, PUTRIATRI KRIMASUSINI; Fariday Dewi, Claudia; Demang, Fransiska Y.; Ndorang, Theofilus Acai; Golo, Tarsianus; Masri, Eugenius Rada
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.548 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v6i1.943

Abstract

Di Indonesia saat ini menerapkan pengendalian penduduk, yang dikenal dengan program Keluarga Berencana, program ini bersifat persuasive dan dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia. Data Riset Kesehatan Nasional 2018 menunjukan bahwa wanita usia subur yang bersia 15-49 tahun sebagian besar 59,3% menggunakan metode kontrasepsi modern sedangkan sekitar 0,4% wanita menggunakan metode kontrasepsi tradisional dan sekitar 24,7% pernah menggunakan Metode kontrasepsi tetapi karena alasan tertentu maka tidak menggunakan lagi serta terdapat 15,5% tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi. Berdasarkan pengkajian bahwa sebagian besar pasangan usia subur di Desa Rai memiliki anak lebih dari empat orang dengan jarak persalinan yaitu kurang dari dua tahun sebanyak 70% dan pada umumnya tidak menggunakan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, dilakukan upaya optimalisasi fungsi keluarga dalam keikutsertaan suami atau istri sebagai akseptor keluarga berencana dengan melakukan pendekatan dari prespektif gizi keluarga budaya masyarakat agama serta kesehatan ibu dan keluarga. Kagiatan ini telah dilakukan di desa Rai pada tanggal 18-20 November 2021 yang dikuti oleh 37 pasangan usia subur. Kegiatan ini mendapatkan hasil yang positif karena terjadi perubahan pemahaman peserta dari berbagai prespektif tentang keluarga berencana. Namun, masih terdapat peserta yang belum mengalami perubahan pemahaman sehingga perlu ditindaklanjuti oleh kader dan bidan desa.