Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Distribution analysis of coral reefs for development of marine tourism in Weh Island, Aceh, Indonesia Tumiar Sidauruk; M Taufik Rahmadi; Sugiharto Sugiharto; Ayu Suciani; Rima Meilita Sari; Eni Yuniastuti
Depik Vol 11, No 2 (2022): August 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.2.25919

Abstract

One of the most attractive ecosystems to be used as tourist destinations is coral reefs. The coral reef ecosystem on Weh Island, Aceh, Indonesia is one of the coastal ecosystems that have a strategic role in ecological and economic development. One of the ecological and economic development efforts can be done through marine tourism. This study aims to analyze the distribution of coral reefs to develop marine tourism in Weh Island. This study uses Landsat 8 OLI image data and field observations. The technique used in this research is the image data analysis technique using multispectral classification. The results showed that the coral reefs on Weh Island in 2020 amounted to 13,136,000 Ha. Therefore, the development of marine tourism must create tourism zones to maintain the sustainability of coral reef ecosystems.
Analisis Laju Deforestasi Hutan Manggrove Menggunakan GIS di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Elfayetti Elfayetti; Rosni Rosni; Novida Yenny; M Taufik Rahmadi; Herdi Herdi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.565-570

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran penting dalam ekologi dan sosial ekonomi. Namun ekosistem mangrove terus mengalami deforestasi. Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu kecamatan yang juga mengalami deforestasi akibat konversi lahan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi laju deforestasi mangrove secara spasial dan menganalisis factor penyebabnya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interpretasi citra multi-temporal Landsat 8, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis spasial dengan SIG dan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan deforestasi terjadi pada Desa Percut dan Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan. Laju deforestasi mangrove tertinggi terdapat pada Desa Percut. Faktor antropogenik atau aktivitas manusia menjadi penyebab utama deforestasi mangrove di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang meliputi aktivitas perikanan khususnya tambak. Kelompok nelayan memiliki perizinan untuk membuka lahan mangrove untuk dijadikan pertambakan. Bahkan ada kepemilikan lahan mangrove secara pribadi di Desa Percut dan Desa Tanjung Rejo. Sedangkan faktor alam tidak terlalu berpengaruh pada kerusakan ekosistem mangrove di Kecamatan Percut Sei Tuan. Usaha konservasi dan rehabilitasi mangrove di Kecamatan Percut Sei Tuan sudah dilaksanakan. Namun tingginya angka konservasi lahan tidak mampu mengimbangi program konservasi, sehingga luasan hutan mangrove terus mengalami penurunan sepanjang tahun.
Kompleksitas Efek Domino dari Tren Pernikahan Dini yang Mendarah Daging Alvin Pratama; M Taufik Rahmadi; Sugiharto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i1.73225

Abstract

Pernikahan dini dinilai sebagai problematika sosial yang mengakar kuat di berbagai kehidupan negara di dunia, termasuk Indonesia. Pernikahan dini memberikan konsekuensi yang buruk dan membahayakan terhadap keberlanjutan generasi penerus selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek domino dari kasus pernikahan dini yang sering terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan studi literatur tentang fenomena pernikahan dini yang terjadi di 10 wilayah Indonesia dengan memakai teknik traditional review (tidak sistematis) pada 10 jurnal nasional terkait pernikahan dini dari tahun 2020 hingga 2023. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa terdapat berbagai macam dampak yang ditimbulkan dari maraknya kasus pernikahan dini, baik di perdesaan atau perkotaan. Dampak tersebut dikategorikan yang mencakup dampak terhadap diri sendiri (pasangan muda yang menikah), dampak terhadap keluarga, serta dampak terhadap masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya strategi intensif yang harus dilakukan untuk menghadapi dan mengatasi pernikahan dini tersebut. Meski perkembangan zaman melalui era globalisasi menghampiri Indonesia, kasus pernikahan dini belum sepenuhnya mengalami penurunan yang signifikan bahkan menjadi problematika yang sulit untuk dihilangkan.