Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENDIRIAN INKUBATOR BISNIS – TEKNOLOGI UNPAR Orpha Jane; Budi Husodo Bisowarno; Ceicalia Tesavrita; Maria Widyarini
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.754 KB)

Abstract

UNPAR, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, aktif ambil bagian dalam pemberdayaan kewirausahaan, melalui pendirian Center of Excellence (COE) Small and Medium Enterprises (SME) yang bertujuan menfasilitasi berbagai upaya pengembangan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Selain pendirian COE SME, pada dasarnya kontribusi UNPAR tercermin dari penyelenggaraan mata kuliah Kewirausahaan, Teknopreneurship dan Simulasi Bisnis di beberapa Jurusan yaitu Administrasi Bisnis, Manajemen, Teknik Kimia dan Teknik Industri. Melalui kuliah-kuliah tersebut terlahir pelaku usaha muda di berbagai bidang. Selama ini, orientasi mata kuliah tersebut hanya semata-mata berorientasi pada pengetahuan, sehingga kesinambungan bisnis yang sudah digagas dari para peserta tidak disiapkan secara terstruktur. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah wadah untuk membantu mahasiswa yang betul-betul ingin menjalankan bisnisnya secara terstruktur dan profesional. Wadah ini disebut dengan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT). Berbagai kegiatan dalam rangka pendirian IBT di tingkat universitas sudah dilakukan, dan diperoleh hasil berupa pendirian IBT di awal tahun 2016. Sebagai salah satu tindak lanjut dari program pengabdian ini adalah, pengajuan Proposal untuk Hibah Pengabdian kepada Masyarakat DIkti tahun 2016 guna mendukung operasional dari IBT yang dimaksud. Pengajuan co-worker space sebagai salah satu syarat pelaksanaan IBT akan diajukan kepada pihak universitas di awal tahun 2016. Perlunya sinergi antar program studi, terutama yang menyelenggarakan mata kuliah kewirausahaan mulai dilakukan lewat diskusi bersama dengan prodi yang dimaksud.
EMPLOYEE ENGAGEMENT: PERBANDINGAN ANTARA PERUSAHAAN JASA DAN MANUFAKTUR Ceicalia Tesavrita; Sandria Sarim; Yela Cathcy Grace; Devi Theodora Napitupulu
Management and Entrepreneurship Journal Vol 2 No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Nurtanio Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini melakukan studi komparasi faktor-faktor yang berpengaruh pada employee engagement di dua perusahaan, dimana satu perusahaan bergerak di bidang manufaktur dan satu lagi bergerak di bidang jasa. Employee engagement didefinisikan sebagai keterikatan, baik secara perilaku ataupun psikologikal, yang dirasakan oleh seseorang terhadap perusahaan dimana ia bekerja. Pegawai dengan tingkat employee engagement yang tinggi secara umum akan menunjukkan performansi lebih tinggi yang secara langsung akan berdampak positif pada kinerja perusahaan. Dalam penelitian ini, diidentifikasi empat faktor yang berpengaruh terhadap tingkat employee engagement yaitu karakteristik pekerjaan, sistem penghargaan, dukungan supervisor, dan karakteristik organisasi. Model penelitian akan diukur dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan pada 2 perusahaan, satu perusahaan di bidang jasa dengan jumlah data 76 dan satu perusahaan di bidang manufaktur dengan jumlah data 60 orang. Data yang didapatkan diolah dengan menggunakan bantuan perangkat lunak PLS-SEM. Dari perbandingan model yang terbentuk dapat terlihat bahwa employee engagement pada kedua perusahaan tersebut dipengaruhi oleh faktor- faktor yang berbeda. Kata kunci: employee engagement, PLS-SEM, perusahaan manufaktur, perusahaan jasa.  
PENGEMBANGAN MODEL BISNIS UKM BATIK X DENGAN MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) Ceicalia Tesavrita
Management and Entrepreneurship Journal Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Nurtanio Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Model bisnis merupakan salah satu cara sebuah usaha untuk bisa memetakan bagaimana usaha tersebut dapat mengantarkan value yang dihasilkan kepada konsumen. Business Model Canvass (BMC) merupakan salah satu kerangka yang dapat digunakan untuk memetakan sebuah model bisnis, yang terdiri dari 9 blok yaitu: customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, dan cost structure. UKM X merupakan sebuah usaha batik yang berada di Cirebon, Jawa Barat. Dari hasil pemetaan model bisnis awal, didapatkan bahwa kurang terlihat keselarasan dalam model bisnis yang dijalankan oleh UKM X sehingga diidentifikasikan bahwa UKM ini belum menjalankan usahanya dengan baik. Dilakukan analisis pasar, internal dan eksternal perusahaan untuk memetakan model bisnis yang baru. Pada model bisnis yang baru, ditetapkan target segmen yang lebih spesifik, dan dirancang beberapa usulan perbaikan yang dapat dilakukan UKM X.Kata kunci: Model bisnis, BMC, UKM Batik
STRATEGI PEMASARAN PRE-SCHOOL ”X” BERDASARKAN PADA ANALISIS PERILAKU KONSUMEN Tesavrita, Ceicalia; Damayanti, Kristiana Asih
Jurnal Telematika Vol. 5 No. 1 (2009)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v5i1.36

Abstract

Strategi pemasaran yang dirancanga denganmemperhitungkan faktor perilaku dari konsumennya, akanmenghasilkan rancangan strategi yang lebih baik. Perilakukonsumen, pada umumnya dapat dibedakan menjadi faktorinternal dan faktor eksternal. Faktor internal dapat berupamotivasi, sikap, sumber daya konsumen, dan pengetahuansedangkan faktor eksternal yaitu rekomendasi, budaya, kelassosial dan situasi.Objek penelitian ini adalah salah satu produk jasayaitu preschool. Pada penelitian ini diuji suatu model penelitian,untuk mengetahui apakah variabel Motivasi, Sikap, SumberDaya Konsumen, Pengetahuan, Rekomendasi, Budaya, KelasSosial, dan variabel Situasi tersebut mempengaruhi variabelKeputusan Pemilihan Preschool. Berdasarkan hasil pengolahandata menggunakan AMOS ver 6.0, didapatkan urutan variabelyang memiliki pengaruh mulai yang terbesar terhadap variabelKeputusan Pemilihan Preschool adalah variabel Rekomendasi,Pengetahuan, Motivasi, Sikap, Budaya, dan Sumber DayaKonsumen.Berdasarkan variabel-variabel yang berpengaruhtersebut, dirancang suatu usulan strategi pemasaran denganmenggunakan bauran pemasaran 7P, yaitu : Place, Price,Promotion, Product, People, Physical Evidence, dan Process.Strategi pemasaran yang diusulkan adalah : personnel selling,advertising, sponsorship (Promotion); pemakaian seragam untukseluruh staff, lingkungan sekolah yang bersih, bangunan yangdidesain sesuai karakter anak-anak, brosur yangmenggambarkan karakteristik jasa (Physical evidence);kemudahan akses informasi melalui nonlocational place yaitulayanan telepon atau internet (Place); fasilitas-fasilitastambahan, kurikulum yang berhubungan dengan nilai-nilaiagama (Product); sikap setiap staff yang ramah ketikaberinteraksi dengan konsumen (People); kemudahan prosedurpendaftaran (Process).
ENHANCING ORGANIZATIONAL STRUCTURE IN ELECTRONICS SERVICE COMPANIES: A CASE STUDY OF COMPANY X RECOMMENDATION USING HIERARCHICAL CLUSTER ANALYSIS Darmawan, Calvienus Darrend; Tesavrita, Ceicalia
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 8, No 4 (2024): IJEBAR, VOL. 08 ISSUE 04, DECEMBER 2024
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v8i4.15290

Abstract

Company X is an electronics repair company with over 20 years of experience, based in Jakarta and Bekasi. In addition to repairs, Company X also engages in maintenance processes and the buying and selling of goods to both direct consumers and business clients. During the execution of work activities, several issues have arisen due to the lack of a proper internal management system. These issues are evident in the management aspects of POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling). Examples of these problems include the dual roles of an Owner, the absence of a standardized organizational structure, and the lack of clear job descriptions for all employees. To address these issues, a solution will be implemented using the Hierarchical Cluster Analysis method to produce a proposed organizational structure. The creation of this organizational structure will involve direct observation and interviews with Company X employees to gather data. Using the Hierarchical Cluster Analysis method, the selected dendrogram was the average linkage dendrogram. This dendrogram will serve as one of the bases for creating the proposed organizational structure, which will consist of five work departments. In addition to the proposed organizational structure, clear job descriptions will be defined in a job description table that outlines the duties, authorities, and responsibilities of each employee. Standard operating procedures will also be developed to standardize the newly proposed work activities. The overall output is expected to address the issues facing Company X and improve company performance.
ENHANCING ORGANIZATIONAL STRUCTURE IN ELECTRONICS SERVICE COMPANIES: A CASE STUDY OF COMPANY X RECOMMENDATION USING HIERARCHICAL CLUSTER ANALYSIS Darmawan, Calvienus Darrend; Tesavrita, Ceicalia
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 8 No 4 (2024): IJEBAR, VOL. 08 ISSUE 04, DECEMBER 2024
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v8i4.15290

Abstract

Company X is an electronics repair company with over 20 years of experience, based in Jakarta and Bekasi. In addition to repairs, Company X also engages in maintenance processes and the buying and selling of goods to both direct consumers and business clients. During the execution of work activities, several issues have arisen due to the lack of a proper internal management system. These issues are evident in the management aspects of POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling). Examples of these problems include the dual roles of an Owner, the absence of a standardized organizational structure, and the lack of clear job descriptions for all employees. To address these issues, a solution will be implemented using the Hierarchical Cluster Analysis method to produce a proposed organizational structure. The creation of this organizational structure will involve direct observation and interviews with Company X employees to gather data. Using the Hierarchical Cluster Analysis method, the selected dendrogram was the average linkage dendrogram. This dendrogram will serve as one of the bases for creating the proposed organizational structure, which will consist of five work departments. In addition to the proposed organizational structure, clear job descriptions will be defined in a job description table that outlines the duties, authorities, and responsibilities of each employee. Standard operating procedures will also be developed to standardize the newly proposed work activities. The overall output is expected to address the issues facing Company X and improve company performance.