Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI AKUPUNKTUR DAN AKUPRESUR TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROL DI DUWETAN NGUNUT JUMANTONO Ros Endah Happy Patriyani; Imrok Atus Sholihah; Wahyu Eka Hastuti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/sv6c6n25

Abstract

Individu dengan kadar kolesterol tinggi memiliki peningkatan risiko hipertensi, dengan rasio relatif sekitar 1,09–1,16. Terapi non-farmakologis seperti akupunktur dan akupresur semakin diminati karena tidak menimbulkan efek samping. Menilai efektivitas terapi akupunktur dan akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hiperkolesterol. Penelitian ini bersifat kuasi-eksperimental dengan rancangan Pretest–Posttest Two Group. Populasi meliputi seluruh warga terdiagnosis hiperkolesterolemia dan berusia ≥ 30 tahun di Duwetan Ngunut Jumantono, Karanganyar. Total sampling menghasilkan 30 responden, kemudian dibagi ke dalam dua kelompok masing-masing 15 orang: satu kelompok menerima akupunktur, kelompok lainnya akupresur. Variabel dependen adalah tekanan darah (sistolik dan diastolik), sedangkan intervensi (variabel independen) berupa terapi akupunktur dan akupresur. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah tiap intervensi. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji secara statistik menggunakan uji t-test. Uji t menunjukkan perbedaan bermakna antara tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p = 0,0000 untuk tekanan sistolik; p = 0,0000 untuk tekanan diastolik; p < 0,05), menandakan efektivitas akupunktur maupun akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hiperkolesterol. Terapi akupunktur dan akupresur terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hiperkolesterol di Duwetan Ngunut Jumantono, Karanganyar. Disarankan agar masyarakat mempertimbangkan kedua metode ini sebagai alternatif non-farmakologis untuk pengelolaan tekanan darah, karena efektivitasnya yang tinggi dan minim efek samping selama terapi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN HIPERKOLESTEROL MELALUI PELATIHAN AKUPRESUR DI DUKUH DUWETAN KELURAHAN NGUNUT KECAMATAN JUMANTONO Imrok Atus Sholihah; Ros Endah Happy Patriyani
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/0vz88p29

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan kondisi meningkatnya kadar kolesterol darah yang melebihi batas normal akibat gangguan metabolisme lemak, termasuk defisiensi enzim lipoprotein lipase, kelainan reseptor LDL, faktor genetik, serta penurunan kemampuan hati dalam mengeliminasi kolesterol. Berbagai faktor seperti pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan faktor keturunan dapat memperburuk kondisi tersebut. Upaya non-farmakologis, termasuk modifikasi gaya hidup melalui Therapeutic Lifestyle Changes (TLC), serta intervensi komplementer seperti akupunktur dan akupresur, berpotensi mendukung pengendalian kadar kolesterol. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, pelatihan akupresur, dan sesi tanya jawab. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, penyuluhan mengenai pencegahan hiperkolesterolemia/dislipidemia, pelatihan praktik akupresur, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui follow-up pemeriksaan kadar kolesterol satu minggu setelah intervensi dan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan awal. Masyarakat di Dusun Duwetan, Ngunut, Jumantono menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen pencegahan hiperkolesterolemia melalui praktik akupresur. Temuan ini relevan mengingat tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular dan kadar kolesterol yang meningkat pada masyarakat setempat. Program penyuluhan dan pelatihan akupresur mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dan kader kesehatan dalam melakukan pencegahan dan penatalaksanaan non-farmakologis hiperkolesterolemia secara mandiri.