Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERTUMBUHAN OKULASI JERUK KEPROK BRASTEPU (Citrus nobilis Var. Brastepu) MENGGUNAKAN JERUK ASAM SEBAGAI BA TANG BA WAH Nurwahyuni, Isnaini; Napitupulu, Justin A; ., Rosmayati; Harahap, Fauziah
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 12, No 1 (2012): MARET 2012
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of Citrus nobilis Var. Brastepu budding that is free fromCitrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) is explained. The method is conductedby taking of bud stick from a selected healthy citrus Brastepu plant and is thengrafted into a sour orange (Citrus auraniium) as mother trees via budding method.The research is conduted in Desa Bukit, Brastagi North Sumatra, Indonesia.Optimum conditions on the budding technique have been obtained to produce goodqualih; seedling of Citrus nobilis Var. Brastepu. Growth characteristics of the plantin various treatment conditions have been studied based on the growth leaves, stem,and branches. Analysis of the DNA using RAPD-PCR method has confirmed thatall new seedling produced in the propagation method are free from CVPD.
Kesiapan dalam Menghadapi Bencana Alam Gunung Meletus Sembiring, Zamaluddin; Ahmad, Cut Mutia; Harahap, Fauziah; Nabila, Wita Aura; Dhari, Widya; Amalia, Zaskia Tri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menghadapi erupsi Gunung Merapi, yang merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan siklus letusan yang cukup singkat. Kesiapsiagaan di sini dipahami sebagai serangkaian upaya sistematis yang mencakup pemetaan wilayah yang rentan terhadap bencana, pengembangan sistem peringatan dini, serta pelaksanaan program mitigasi seperti Sekolah Siaga Bencana dan Desa Tangguh Bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis tindakan dan program yang dilaksanakan oleh BPBD DIY dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana, agar mereka dapat merespons dengan cepat dan tepat saat erupsi terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem dan program yang diterapkan cukup efektif, masih terdapat tantangan dalam distribusi sistem peringatan dini yang belum merata.
Penentuan Jenis Kelamin Ayam Kampung dan Ayam Pama (Gallus gallus) melalui Pendekatan Kualitatif Deskriptif Berdasarkan Karakter Morfologi dan Perilaku Apriliani, Indah Rizka; Pribadi, Koko; Harahap, Fauziah; Edi, Syahmi; Silitonga, Melva
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5555

Abstract

Ayam kampung dan ayam pama (Gallus gallus) merupakan unggas lokal yang banyak dipelihara masyarakat karena memiliki nilai ekonomi serta potensi sebagai sumber pangan hewani. Dalam pemeliharaan unggas, penentuan jenis kelamin sering menjadi kendala karena tidak selalu dapat dilakukan secara cepat tanpa metode khusus, padahal informasi tersebut penting untuk manajemen reproduksi dan seleksi indukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penentuan jenis kelamin ayam kampung dan ayam Pama melalui pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan pengamatan karakter morfologi dan perilaku. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap ayam jantan dan betina yang dipelihara secara tradisional dengan mengamati ukuran dan bentuk tubuh, perkembangan jengger, warna dan struktur bulu, bentuk ekor, serta perilaku harian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan morfologi dan perilaku yang jelas antara ayam jantan dan betina. Ayam jantan umumnya memiliki tubuh lebih besar dan tegap, jengger lebih menonjol, warna bulu lebih kontras, ekor lebih panjang dan melengkung, serta perilaku lebih agresif. Sebaliknya, ayam betina memiliki tubuh lebih kecil, jengger lebih kecil, warna bulu lebih sederhana, ekor lebih pendek, dan perilaku lebih tenang. Selain itu, ayam Pama jantan menunjukkan karakter fisik dan agresivitas yang lebih dominan dibandingkan ayam kampung jantan. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya dimorfisme seksual yang dipengaruhi faktor genetik dan hormonal. Penentuan jenis kelamin ayam dapat dilakukan secara praktis melalui pengamatan morfologi eksternal dan perilaku sehingga dapat membantu peternak dalam mengidentifikasi jenis kelamin ayam secara lebih mudah.