Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Falsafah Dalam Budaya Minang Dan Implementasinya Terhadap Kepemimpinan Di Indonesia Azhari, Muhammad; Apriliani, Indah Rizka; Harahap, Fauziyah; Hasairin, Ashar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12203

Abstract

Penelitian ini menelusuri makna falsafah kepemimpinan dalam budaya Minangkabau dan relevansinya bagi praktik kepemimpinan di Indonesia masa kini. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan dukungan kuantitatif korelasional, melalui wawancara mendalam dan penyebaran angket kepada informan terpilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara tingkat pemahaman terhadap nilai-nilai kepemimpinan adat dan sikap penerapannya dalam konteks nasional. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemahaman responden terhadap nilai-nilai kepemimpinan Minangkabau tergolong sangat tinggi (rata-rata skor 4,87 dari 5), sedangkan nilai korelasi r = 0,97 menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel tersebut. Temuan ini membuktikan bahwa semakin mendalam pemahaman seseorang terhadap nilai-nilai seperti adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, bajanjang naik batanggo turun, serta duduak samo randah tagak samo tinggi, semakin bijak pula sikap kepemimpinannya. Nilai-nilai falsafah Minangkabau ini terbukti tetap relevan sebagai pedoman moral dan etis untuk membentuk karakter pemimpin yang adil, berintegritas, serta demokratis di Indonesia
Perbandingan Morfologi Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata) pada Kondisi Terang dan Gelap Ujung, Siti Nuraisah Asma; Apriliani, Indah Rizka; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan morfologi pertumbuhan awal kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) saat diletakkan di tempat terang dan di tempat gelap total. Peneliti fokus mengamati empat ciri utama: panjang batang, jumlah daun sejati, vigoritas, dan perubahan warna daun. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menempatkan benih kacang hijau dalam dua kondisi berbeda selama 6 hari: tiga polybag di tempat terang (terkena matahari) dan tiga polybag di tempat gelap total (dimasukkan dalam kardus). Data pertumbuhan, seperti tinggi batang dan jumlah daun, dicatat setiap hari melalui pengamatan langsung dan pengukuran fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya adalah faktor yang sangat penting dalam mengatur pertumbuhan kacang hijau. Awalnya, kecambah di tempat gelap mengalami pemanjangan batang yang sangat cepat (etiolasi) sebagai usaha untuk mencari cahaya, tetapi pertumbuhan ini terhambat dan terhenti karena kehabisan cadangan makanan biji dan tidak bisa berfotosintesis. Sebaliknya, kecambah di tempat terang tumbuh lebih lambat di awal, tetapi kemudian menghasilkan batang yang lebih kokoh dan lebih panjang pada akhir pengamatan karena memiliki energi berkelanjutan dari fotosintesis. Selain itu, ada perbedaan warna daun yang mencolok: daun di tempat terang berwarna hijau tua karena produksi klorofil yang optimal, sedangkan daun di tempat gelap tampak kuning pucat dan layu karena gagal membentuk klorofil, meskipun jumlah daun yang muncul sama.
Respons Fisiologis Manusia terhadap Penurunan Suhu Inti pada Kejadian Hipotermia: Suatu Studi Literatur Ujung, Siti Nuraisah A; Azhari, Muhammad; Tambunan, Diana Putri K; Amanda, Putri; Pribadi, Koko; Apriliani, Indah Rizka; Silitonga, Melva
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13219

Abstract

Hipotermia merupakan kondisi penurunan suhu inti tubuh yang dapat menimbulkan risiko fisiologis serius. Pemahaman tentang respons fisiologis manusia terhadap hipotermia penting untuk pencegahan dan manajemen klinis. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur mengenai mekanisme fisiologis yang terjadi pada tubuh manusia akibat penurunan suhu inti. Penelitian ini menggunakan metode, dengan meninjau publikasi ilmiah terbaru terkait respons fisiologis terhadap hipotermia, termasuk mekanisme termoregulasi, metabolisme energi, habituasi terhadap dingin, dan adaptasi jaringan adiposa. Berdasarkan studi literatur, tubuh manusia merespons penurunan suhu inti melalui mekanisme vasokonstriksi perifer, menggigil, peningkatan kapasitas non-shivering thermogenesis melalui adiposit cokelat dan beige, serta habituasi terhadap paparan dingin berulang. Mekanisme ini membantu mempertahankan homeostasis internal dan melindungi organ vital. Namun, paparan dingin yang ekstrem atau tidak terkontrol dapat memicu respons maladaptif, termasuk gangguan koagulasi, infeksi luka, dan inflamasi berlebihan setelah pemanasan ulang.literatur menunjukkan bahwa respons fisiologis manusia terhadap hipotermia bersifat kompleks dan melibatkan berbagai mekanisme adaptif. Pemahaman mendalam terhadap mekanisme ini penting untuk strategi pencegahan dan manajemen klinis pada individu yang mengalami hipotermia.