Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR KEBERHASILAN PROGRAM KESEHATAN JIWA DI UPTD PUSKESMAS GUNUNG TUA KECAMATAN PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2022 Irwandi, Syahlis; Harahap, Syarifah
Deli Medical and Health Science Journal Vol 2 No 1 (2024): Deli Medical And Health Science Journal (JDMHC)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jdmhc.v2i1.2188

Abstract

The Gunung Tua number one medical institution is one of the fitness centers that has not succeeded in reaching the goal for the ODGJ indicator of getting offerings in step with 2021 standards with an achievement of 65.38%. The PIS-PK effects of human beings with PLWI taking everyday medicinal drug were 64.10 (%) with a healthy family index (IKS) of zero.14.This form of research is blend-method which objectives to investigate the success elements of enforcing a intellectual health program on the UPTD Gunung Tua health facility, Panyabungan District, Mandailing Natal Regency. Retrieval_ of informants using purposive sampling method as many as 10 human beings. statistics collection changed into performed using interviews and report assessment. Triangulation became finished inside the shape of triangulation of sources, methods and statistics.The results showed that the achievement of the intellectual fitness application had no longer reached the countrywide target of sixty five.38%. The success of a mental fitness software can not be achieved beginning from the context, enter, system, product which might be interconnected with each other.facilities and infrastructure within the mental fitness program ought to be completed with the resource of the health facility with the aid of coordinating with the fitness workplace so that during wearing out the usual of products can be met.
EDUKASI TENTANG NON STIGMA DAN DISKRIMINATIF ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) BAGI PETUGAS KESEHATAN DI KLINIK UTAMA ATLANTIS KOMPLEKS MMTC DELI SERDANG Syarifah Harahap
Pengabdian Deli Sumatera Vol 1 No 1 (2022): Artikel pengabdian Volume 1 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS bisa terjadi pada siapa saja, penyakit ini lebih rentan terjadi pada orang yangmelakukan seks tanpa kondom, menggunakan jarum suntik yang tidak steril, dan anak yangmemiliki ibu dengan status HIV positif. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) membutuhkanpenatalaksanaan berkelanjutan. Hingga saat ini ODHA dalam memperoleh layanan kesehatandihadapkan pad perilaku stigma dan diskriminasi termasuk oleh petugas kesehatan. Kurangnyainformasi dan kesalahan dalam menpersepsikan informasi merupakan faktor terjadina perilakuStigma dan Diskrimitaf dilayanan kesehatan. Untuk itu kepada para petugas kesehatan dilakukanedukasi yang diharapkan dapat merubah perilakunya ke arah yang positip dan terwujudnya nonstigma dan diskriminatif ODHA khusunya di Klinik Utama Atlantis Komplek MMTC Deli Serdang. Keywords: ODHA, Stigma, Diskriminatif dan Petugas Kesehatan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEMULUNG SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) DESA TERJUN KABUPATEN DELI SERDANG, 2025: ANALYSIS OF FACTORS INCLUDING IRRITATOR CONTACT DERMATITIS IN WASTE PICKERS AT THE FINAL DISPOSAL SITE (TPA) IN TERJUN VILLAGE, DELI SERDANG REGENCY, 2025 Alvi Faundra; Bambang Susanto; Syarifah Harahap; Anna Yusria
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1101

Abstract

Irritant Contact Dermatitis (ICD) is a skin health problem often experienced by scavengers due to continuous exposure to irritant substances without adequate protection. This condition can disrupt work activities and have long-term health impacts. This study aims to determine the risk factors for irritant contact dermatitis in scavengers in Terjun Village. The study used a descriptive method with a cross-sectional approach and was conducted in Terjun Village, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, North Sumatra, from November 2024–January 2025. The sampling technique used total sampling with a total of 58 respondents. Data analysis was performed univariately. The results showed that most respondents were aged <45 years (50%), male (58.6%), and had low education (51.7%). The majority of respondents did not comply with using personal protective equipment (PPE) (65.5%) and had poor personal hygiene (63.8%). The incidence of irritant contact dermatitis was found in 65.5% of respondents. The conclusion of this study shows that the high incidence of DKI in scavengers is related to low compliance with the use of PPE and poor personal hygiene. AbstrakDermatitis Kontak Iritan (DKI) merupakan masalah kesehatan kulit yang sering dialami pemulung akibat paparan zat iritan secara terus-menerus tanpa perlindungan yang memadai. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas kerja dan berdampak pada kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis kontak iritan pada pemulung di Desa Terjun. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di Desa Terjun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada November 2024–Januari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 58 orang. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia <45 tahun (50%), berjenis kelamin laki-laki (58,6%), dan berpendidikan rendah (51,7%). Mayoritas responden tidak patuh menggunakan alat pelindung diri (65,5%) dan memiliki personal hygiene yang buruk (63,8%). Kejadian dermatitis kontak iritan ditemukan pada 65,5% responden. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya kejadian DKI pada pemulung berkaitan dengan rendahnya kepatuhan penggunaan APD dan buruknya personal hygiene.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Kebersihan Organ Genitalia Eksterna Sebagai Upaya Pencegahan Keputihan Pada Penghuni (Wanita) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padang Sidempuan Tahun 2023 Syarifah Harahap
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7489

Abstract

Banyaknya warga Biro Kelas II B Padangsidimpuan yang mengalami keputihan dengan kurangnya pengetahuan cara mengatasi keputihan, hal ini akan mempengaruhi kesehatan reproduksi, dimana keputihan ini dapat memicu kemandulan dan kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan. perempuan termasuk penghuni Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan kebersihan organ genetik luar sebagai upaya pencegahan keputihan pada warga Kelas II B Padangsidimpuan Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan desain eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga Kelas II B Padangsidimpuan sebanyak 34 orang. Sampel sebanyak 34 orang (total sampling). Kemudian diuji statistik dengan program komputer menggunakan Uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian dengan analisis bivariat pada post test menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan tentang kebersihan organ genital luar sebagai upaya pencegahan keputihan (p = 0,016) dan sikap dengan tindakan tentang kebersihan organ genital luar sebagai upaya pencegahan. mencegah keputihan dengan (p = 0,008). Dari hasil yang di dapat, disarankan kepada warga Kelas II B Padangsidimpuan untuk lebih banyak mencari informasi dan membaca buku tentang kebersihan organ genetik luar sehingga dapat memotivasi diri untuk lebih mengenal kesehatan reproduksi khususnya yang benar. pembersihan genetik organ genetik eksterna, Keputihan dan bahaya yang terjadi bila salah satu organ genetik dibersihkan secara eksternal.