Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Urine Kelinci Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Lailatul Hikmah; Abdurrahman Salim; Abdul Madjid; Titien Fatimah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/b4ync553

Abstract

Tanaman kakao (Theobroma cacao. L) merupakan komoditas eskpor unggulan yang sangat potensial di negara Indonesia. Sedangkan masa pembibitan bibit yang baik berumur 3 sampai 6 bulan. Pembibitan tanaman kakao yang optimal akan menghasilkan tanaman buah kakao yang berkualitas dengan tingkat hasil panen yang maksimal. Media tanam pada masa pembibitan harus dilakukan pemeliharaan selama proses pembibitan . Salah satu proses pemeliharaan yang dapat digunakan adalah pemupukan. Alternatif pupuk yang dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia atau anorganik dengan memanfaatkan urine hewan kelinci sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dari bahan baku urine kelinci pada masa pembibitan tanaman kakao. Metode penelitian yang digunakan pada yaiu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 4 taraf Perlakuan yaitu POC Urine Kelinci dosis P0 sebanyak 0 ml, P1 sebanyak 50 ml, P2 sebanyak 100 ml, dan P3 sebanyak 150 ml dengan frekuensi pengaplikasian 2 minggu sekali selama umur bibit 90 hari pada tanaman kakao sebanyak 140 bibit. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 90 HST parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 25,64 cm, diameter batang dengan rata-rata 0,43 cm, jumlah daun dengan rata-rata 9,04 helai, berat basah total tajuk tanaman dengan rata-rata 9,36 gram, dan berat kering total tajuk tanaman dengan rata-rata 2,69 gram.
Pengaruh PGPR Akar Kelapa Sawit dan Trichoderma sp. Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Varietas DXP Simalungun Sandi Widiyanto; Irma Wardati; Abdurrahman Salim; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/dn9b6e18

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) berasal dari Nigeria, Afrika Barat. Pembibitan pada budidaya kelapa sawit ada dua tahap, yaitu pembibitan awal (pre nursery) dan pembibitan utama (main nursery). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi PGPR akar kelapa sawit dan Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (elaesis guinnesis jacq.) varietas dxp simalungun di akhir main nursery. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2023 di Laboratorium Lapang Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan untuk penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial terdiri dari 4 perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan, Adapun perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan P0 : tanpa aplikasi PGPR dan Trichoderma sp. P1 : aplikasi PGPR (kerapatan 106  CFU), P2 : aplikasi Trichoderma sp. (kerapatan 109 spora/ml), P3 :aplikasi PGPR (kerapatan 106 CFU) + Trichoderma sp. (kerapatan 109 spora/ml). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah pelepah, volume akar. Hasil dan Diskusi. Aplikasi PGPR dan Trichoderma sp. berpengaruh sangat nyata  terhadap jumlah pelepah 37 MST dan volume akar pada umur 43 MST, berpengaruh nyata terhadap jumlah pelepah 35 MST dan 39 MST, serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang bibit kelapa sawit main nursery. Simpulan. Aplikasi PGPR dan Trichoderma sp. Berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang bibit kelapa sawit main nursery.
Beberapa Macam Media Aklimatisasi Planlet Kelapa (COCOS NUCIFERA L.) Azizy Zaky Zamzamy; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/pape3e95

Abstract

Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Beberapa Macam Media Aklimatisasi Planlet Kelapa (Cocos nucifera L.). Metode Pengumpulan Data.  Pelitian ini dilakukan di Politeknik Negeri Jember provinsi Jawa timur dan dilaksanakan pada Juli 2023 sampai dengan bulan Desember 2023. Rancangan penelitian yang digunakan berupa rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perperlakuan P1 (1 top soil : 1 pasir : 1 pupuk kompos ), P2 (1 top soil : 2 pasir : 1 pupuk kompos ), P3 (1topsoil : 1 pasir : 2 pupuk kompos ), P4 (2 top soil : 1 pasir : 1 pupuk kompos ), yang diulang 6 ulangan, sehingga terdapat 24 unit perlakuan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. ANOVA digunakan untuk mengurangi keragaman data. Apabila diperoleh hasil bedanyata lebih besar dari F-tabel 5% kemudian di uji lanjut menggunakan BNJ 5%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah % planlet hidup, jumlah daun, diameter, dan tinggi tamanan. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa beberapa macam media tidak memberikan pengaruh terhadap persentase hidup, jumlah daun, diameter batang dan tinggi tanaman. Perlakuan P3( 1 Top Soil : 1 Pasir: 2 Pupuk Kompos ) menberikan nilai rata-rata paling tinggi pada setiap parameter perlakuan. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis ragam yang dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ini dapat diambil kesimpulan beberapa macam media tidak nyata memberikan pengaruh terhadap persentase hidup, jumlah daun, diameter plantlet dan tinggi tanaman. Perlakuan P3 (1 top soil : 1 pasir : 2 pupuk kompos) menberikan nilai rata-rata paling tinggi pada setiap parameter perlakuan.
Pengaruh Kombinasi ZPT IAA dan BAP Terhadap Induksi Tunas Tembakau (Nicotiana tabacum L) Varietas Kasturi 2 Secara In Vitro Dewaldi Maulana Abdillah; Abdul Madjid; Irma Wardati; Sepdian Luri Asmono
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/0gce2p66

Abstract

Pendahuluan. Tembakau (Nicotiana tabacum L) Varietas Kasturi 2 dikenal sebagai bahan baku utama industri rokok yang tumbuh dominan di wilayah Jember selama musim kemarau. Budidaya tanaman tembakau selama ini umumnya dilakukan secara konvensional, yang mengakibatkan terbentuknya sifat genetik yang tidak sama persis dengan induknya. Selain itu, melibatkan sejumlah tenaga kerja yang tinggi dan langkah-langkah kerja yang spesifik. Sehingga, teknik kultur jaringan (in vitro) merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi ZPT IAA dan BAP terhadap induksi tunas Tembakau Varietas Kasturi 2. Metode Pengumpulan Data. Penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2023 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 7 perlakuan dengan masing-masing perlakuan 4 kali ulangan dengan konsentrasi P0 (Kontrol (tanpa zpt)), P1 (MS + IAA 0,5 ppm + BAP 1 ppm), P2 (MS +  IAA 0,5 ppm + BAP 2 ppm), P3 (MS + IAA 0,5 ppm + BAP 3 ppm), P4 (MS + IAA 1 ppm + BAP 1 ppm), P5 (MS + IAA 1 ppm + BAP 2 ppm) dan P6 (MS + IAA 1 ppm + BAP 3 ppm). Eksplan yang digunakan adalah daun Tembakau Varietas Kasturi 2 yang masih muda. Hasil dan Diskusi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, apabila hasil menunjukkan pengaruh Berbeda Sangat Nyata maka dilakukan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi ZPT IAA dan BAP Berbeda Sangat Nyata terhadap parameter Waktu Muncul Tunas 11 HIS (P1) , Jumlah Tunas 23.8 (P3), Berat Segar 8 g (P3), Tinggi Tunas 23,4 cm (P3) , Persentase Eksplan Bertunas 100% (P2) dan berbeda tidak nyata terhadap parameter Persentase Eksplan Hidup, Persentase Eksplan Browning dan Persentase Kontaminasi Eksplan. Simpulan. P0. P1. P2. P3. P4, P5, dan P6, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ZPT IAA (Indole Acetic Acid) dan BAP (Benzyl Amino Purine) berpengaruh terhadap parameter pengamatan. Parameter tersebut mencangkup Waktu Muncul Tunas 11.0 hari, Jumlah Tunas 23.8 tunas, Berat Segar 8 gram, Tinggi Tunas 23.4 cm, dan Persentase Eksplan Bertunas 100 % pada Tembakau Varietas Kasturi 2. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi ZPT IAA dan BAP memiliki pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman tembakau varietas kasturi 2.
Pengaruh Pemberian Poc Limbah Kulit Kopi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Varietas Komasti Azura Aulia Putri; Titien Fatimah; Anni Nuraisyah; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/kkybkr43

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffea sp.) merupakan komoditas ekspor yang berperan penting sebagai sumber devisa negara, perkembangan ekonomi daerah, dan pendapatan petani. Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya kopi yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman dan mutu hasil. Pemberian pupuk organik cair merupakan salah satu upaya memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi pada media tanam,salah satunya POC limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi dalam bidang pertanian dapat memperbaiki kesuburan tanah, serta merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun sehingga bagus untuk dijadikan pupuk organik cair oleh masyarakat dan dapat mengurangi limbah kopi yang menjadi permasalahan petani setiap produksi kopi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik bagi pertumbuhan bibit kopi dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) limbah kulit kopi. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2023 sampai Desember 2023, yang bertempat di Lahan Pembibitan Laboratorium Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Analisa Data. Terdiri dari 4 taraf perlakuan POC limbah kulit kopi, perlakuan A0 (Konsentrasi 0%/kontrol), A1 (Konsentrasi 20%), A2 (Konsentrasi 40%) dan A3 (Konsentrasi 60%) dengan frekuensi pengaplikasian 2 minngu sekali selama 18 MST pada tanaman kopi sebanyak 120 bibit. Hasil dan Diskusi. Hasil tertinggi penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 18 MST pada perlakuan A3 dengan konsentrasi 60%, parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 9,83 cm, parameter diameter batang dengan rata-rata 0,24 cm, parameter jumlah daun dengan rata-rata 5,61 cm , berat basah akar dengan rata-rata 0,62 gram, dan berat kering akar dengan rata-rata 0,31 gram. Simpulan. Perlakuan yang tertinggi adalah perlakuan A3 dengan konsentrasi 60%.
Kajian Proses Pembuatan Gula Merah dari Macam Bahan Baku yang Berbeda Risdianto Cahyo Nugroho; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/f9deh514

Abstract

Pendahuluan. Gula merupakan salah satu sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (2020) menyebutkan bahwa, konsumsi gula nasional pada tahun 2020 itu  5,2 juta ton dan 2021 sebesar 5,3 juta ton, sedang produksi gula nasional tahun 2020 sebesar 2,13 juta ton dan 2021 sebesar 2,24 juta ton. Secara umum ada dua jenis gula konsumsi,  pertama gula kristal putih (gula pasir) yang diproduksi dari bahan dasar tebu, ke dua gula merah dan pada akhir-akhir ini dikenal juga ada gula stevia. Industri gula merah merupakan salah satu industri gula tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Menurut data BPS (2020), volume produksi kelapa deres (bahan baku gula merah) tahun 2019 sebanyak 55.928 ton, dan volume produksi tahun 2020 sebanyak 55.600 ton mengalami penurunan cukup significant. Penurunan ini selain sebagai akibat minat generasi pewaris yang enggan meneruskan usaha leluhur, juga sebagai akibat adanya anggapan bahwa proses pembuatan gula merah beresiko tinggi dengan keuntungan yang kurang memadai. Pengrajin gula merah membuat gula merah dengan bahan baku alternatif tebu, bahan baku nira tebu lebih mudah diperoleh. Selain ketersediaan bahan baku nira aren dn nira kelapa selain sulit diperoleh juga tidak menentu bahkan keuntungan yang diperoleh kecil tidak sebanding dengan resiko dan beratnya kerja menderes buah palm itu.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh macam bahan baku nira terhadap rendemen dan kualitas gula merah yang dihasilkan serta volume bahan bakar dan waktu pemasakan. Metode Pengumpulan Data. Terdiri 6 perlakuan yaitu P0: nira kelapa 5 L ,P1 : nira tebu 5 L, P2 nira aren 5 L, P3 nira kelapa 2,5 L + nira tebu 2,5 L, P4 nira tebu 2,5 L + nira aren 2,5 L, P5 : Nira aren 2.5 L + nira kelapa 2,5 L. Dengan parameter pengamatan yaitu penentuan Kadar gula total, dan penentuan waktu pemasakan. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial (RAKNF). Hasil dan Diskusi. Macam bahan baku gula merah berbengaruh nyata terhadap parameter kadar gula total. Kadar gula total terbaik diperoleh dari P5 dengan nilai rata-rata 87,22 %, skor nilai 5, dan kriteria sangat baik. Waktu pemasakan berpengaruh nyata terhadap tingkat kemasakan gula yang dihasilkan. Waktu pemasakan tercepat pada perlakuan P4 (Nira Tebu + Nira Aren) dengan waktu pemasakan 69,75 menit. Simpulan. Hasil uji lapang dan laboratorium menunjukkan bahwa macam bahan baku gula merah berbengaruh nyata terhadap parameter nyata terhadap parameter kadar gula total dan waktu pemasakan.
Implementing K-Nearest Neighbor to Classify Wild Plant Leaf as a Medicinal Plants Zilvanhisna Emka Fitri; Lalitya Nindita Sahenda; Sulton Mubarok; Abdul Madjid; Arizal Mujibtamala Nanda Imron
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v23i1.2220

Abstract

in leaf shape. Therefore, this study aimed to create a system to help increase public knowledge about wild plant leaves that also function as medicinal plants by the KNN method. Leaves of wild plants, namely Rumput Minjangan, Sambung Rambat, Rambusa, Brotowali, and Zehneria japonica, are also medicinal plants in comparison. Image processing techniques used were preprocessing, image segmentation, and morphological feature extraction. Preprocessing consists of scaling and splitting the RGB components and using an RGB component decomposition process to find the color component that best describes the leaf shape and generate the blue component image. The segmentation process used a thresholding technique with a gray threshold value (T) of less than 150, which best separates objects and backgrounds. Some morphological feature extraction used are area, perimeter, metric, eccentricity, and aspect ratio. Based on the results of this research, the KNN method with variations in K values, namely 13, 15, and 17, obtained a system accuracy of 94.44% with a total of 90% training data and 10% test data. This comparison also affected the increase in system accuracy.