Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERENCANAAN UNIT-UNIT PEMBANGKIT PADA PLTD PADANG TIKAR UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOLP Afif Rosidin; Rudy Gianto; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.61692

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki indeks keandalan sistem pembangkit milik PT. PLN (Persero) yaitu unit PLTD Padang Tikar di area Kecamatan Batu Ampar. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode LOLP (Loss Of Load Probability). Unit pelayanan PLTD Padang Tikar merupakan perusahaan penyedia energi listrik yang melayani beban pelanggan di Kecamatan Batu Ampar secara isolated (tidak interkoneksi dengan pusat listrik lainnya). PLTD Padang Tikar memiliki 11 unit pembangkit dimana 5 pembangkit mengalami gangguan permanen sehingga tersisa 6 pembangkit dengan total daya mampu yang dibangkitkan 2080 KW. Kebutuhan energi listrik di PLTD Padang Tikar sampai dengan bulan Juni 2022 dengan beban puncak tercatat 1.950 KW. Sehingga jika dihitung nilai LOLP dengan memperhatikan nilai beban harian didapatkan 4,8021454198 hari/tahun. Dari hasil perhitungan nilai LOLP tersebut artinya nilai keandalan pada PLTD Padang Tikar saat ini tidak standar. Untuk memperbaiki nilai LOLP, penulis mengusulkan 3 skenario. Skenario pertama dengan merencanakan untuk mengganti unit pembangkit lama yang memiliki kapasitas 160 KW dengan unit pembangkit baru yang memiliki kapasitas 1000 KW. Skenario pertama memiliki total kapasitas 2920 KW dengan asumsi nilai FOR untuk unit pembangkit baru 0,01 didapatkan 0,1944801440 hari/tahun. Pada skenario kedua dengan merencanakan penambahan unit pembangkit baru yang memiliki kapasitas 1000 KW, sehingga total kapasitas menjadi 3080 KW. Pada perhitungan skenario kedua didapatkan nilai LOLP 0,0488192753 hari/tahun. Kemudian pada perencanaan skenario 3 yaitu menambahkan 2 unit pembangkit baru dengan kapasitas masing-masing 500 KW dan total kapasitas terpasang menjadi 3080 KW. Pada skenario 3 didapatkan nilai LOLP 0,0110234871 hari/tahun pemadaman. Dari hasil perhitungan nilai LOLP pada skenario 1, skenario 2, dan skenario 3 dapat dikatakan bahwa ketiga skenario yang penulis usulkan sudah memenuhi nilai standar keandalan yang ditetapkan. Perencanaan skenario yang terbaik ialah pada skenario 3, yaitu menambahkan 2 unit pembangkit baru dengan kapasitas masing-masing 500 KW.
Penyelesaian Economic Disptach Pada Pembangkit Termal Menggunakan Metode Harmony Search Algorithm Muhammad Wirawan Suryono; M. Iqbal Arsyad; Rudy Gianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.47362

Abstract

Untuk melayani beban dengan nilai tertentu maka yang perlu diperhatikan adalah beberapa daya yang harus dibangkitkan oleh setiap unit pembangkit sehingga diperoleh biaya pembangkitan yang ekonomis atau biasa juga disebut dengan Economic Dispatch. Untuk mengatasi masalah Economic Dispatch berbagai teknik optimasi telah diterapkan, salah satunya adalah metode Harmony Search Algorithm.HSA telah banyak perhatian karena ada beberapa kelebihan diantaranya pada sistem yang kompleks HSA dapat mengungguli, mudah diimplementasikan, dan komputasi waktu yang cepat bila dibandingkan dengan metode Artificial Intelegence (AI) lainnya. Metode Harmony Search Algorithm (HSA) adalah metode yang terinspirasi dari pertunjukan seni musik dengan mekanisme pencarian menggunakan harmoni atau bunyi nada yang terbaik sehingga terlihat bagus didengar. Adapun tahapan untuk mencari HSA adalah inisialisasi, membangun Harmony Memory, improvisasi Harmony baru, update Harmony Memory, dan mengecek pemberhentian kriteria. Untuk mencari hasil yang terbaik metode tersebut dibandingkan dengan metode Quadratic Programming. Hasil selisih biaya bahan bakar yang telah didapatkan  untuk 6 unit generator beban 425 MW sebesar 1,5187 $/h dengan prosentase , beban 850 MW sebesar 8,0635 $/h dengan prosentase , beban 1275 MW sebesar 133,6319 $/h dengan prosentase . Hasil selisih biaya bahan bakar yang telah didapatkan untuk 20 unit generator beban 1325 MW sebesar 33,6381 $/h dengan prosentase , beban 2650 MW sebesar 569,8115 dengan prosentase , beban 3000 MW sebesar 1,9812 $/h dengan prosetanse . Hasilnya didapatkan selisih angka yang cukup besar dan HSA mampu memberikan hasil yang optimal pada sistem 6 unit generator dan sistem 20 unit generator HSA mengungguli Quadratic Programming. Masalah komputasi Harmony Search Algorithm lebih lama dibandingkan dengan Quadratic Programming sehingga dapat disimpulkan bahwa HSA adalah solusi terbaik karena pencarian dilakukan secara random dan untuk nilai parameter sangat mempengaruhi hasil dari metode HSA.
ANALISA AUDIT ENERGI PADA GEDUNG DINAS PERHUBUNGAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MEMPAWAH - Gusnaldi; Rudy Gianto; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48531

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu hal yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari – hari dimana energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia pada zaman ini. Maka dari itu Tujuan penelitian akan Menentukan nilai Konsumsi Energi Listrik (IKE) di gedung Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah, serta mencari peluang hematan energi pada gedung DPLH Kabupaten Mempawah serta Merekomendasikan penghematan energi pada jangka pendek dan jangka menengah. Pada data konsumsi energi listrik gedung DPLH Kabupaten Mempawah dapat dilihat dari data rekening pembayaran dari tahun 2016 -2020 yang memiliki dua perhitungan lantai 1 (satu) dan lantai 2 (dua) dengan menggunakan metode Studi literatur, Teknik Observasi, Metode Analisis Komparatif, sehingga penelitian audit energi awal didapatkan total IKE pada lantai 1 (satu) sebesar 105.512,20 kWh dengan biaya sebesar Rp. 141.700.774,- per tahun dan pada lantai 2 (dua) sebesar 99.027,46 kWh dengan biaya sebesar Rp. 132.991.898,- per tahun, berdasarkan standar IKE yang ditetapkan yaitu 240 kWh / m2 pertahun. Gedung DPLH Kabupaten Mempawah memiliki total IKE yang tergolong efisien. Pada total konsumsi yang didapat masih bisa menekan IKE dengan melakukan Peluang Hemat Energi (PHE) dengan cara penggantian lampu SL Neon ke lampu LED dan penggantian Refrigerant Sintetic HCFC-R22 dengan menggunakan Refrigerant Musicool menghasilkan perbandingan sesudah penggantian tersebut mampu menekan penurunan Konsumsi Energi Listrik dari penggunaan konsumsi lampu sebesar 35%, sedangkan pada penggunaan AC sebesar 15% dari total konsumsi Energi Listrik pada gedung DPLH kabupaten Mempawah.
STUDI PENYAMBUNGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS DARI PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) PADA SISTEM 20 KV DI KABUPATEN SANGGAU Dodi Afri Rizal; Rudy Gianto; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.46711

Abstract

Pemanasan global mendorong pemerintah menyerukan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). PLN mendukung kebijakan tersebut dengan mengizinkan Distributed Generation (DG) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) tersambung dengan sistem distribusi apabila memenuhi persyaratan dalam S.K/DIR/0357/2014. Lokasi penempatan DG ditentukan dekat dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Dalam hal ini dipilih Kecamatan Kembayan dengan produksi 60 ton TBS/jam dengan titik sambung melalui Penyulang Kembayan. Sebelum PLTBG disambungkan dengan jaringan distribusi 20 kV, dilakukan simulasi dengan ETAP agar penyambungan sesuai standar S.K/DIR/0357/2014. Parameter dalam standar yaitu profil tegangan dan rugi-rugi daya aktif. Kondisi eksisting GH Tanjung dilayani oleh GI Sanggau melalui Penyulang Meliau. Hasil simulasi menunjukkan drop tegangan tertinggi saat Waktu Beban Puncak (WBP) sebesar 23% dan rugi-rugi daya terbesar 14,05% terjadi pada Penyulang Kembayan. Setelah penyambungan PLTBG ke Penyulang Kembayan, drop tegangan tertinggi saat WBP adalah 5,55% pada bus Balai dan rugi-rugi daya 13,22% terjadi pada Penyulang Kembayan. Penyambungan PLTBG memperbaiki profil tegangan sehingga tidak drop lebih dari 10%. Rugi-rugi daya total mengalami penurunan 6,42% saat WBP. Berdasarkan hasil pengujian, persyaratan untuk penyambungan PLTBG ke GH Tanjung sistem 20 kV Sanggau melalui Penyulang Kembayan telah dipenuhi.
STUDI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAYA LISTRIK GEDUNG POLI RUMAH SAKIT UMUM DERAH KABUPATEN SANGGAU Danu Himawan; Junaidi -; Rudy Gianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42563

Abstract

Gedung Poli Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sanggau merupakan salah satu jenis badan layanan umum yang merupakan ujung tombak dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Gedung Poli pada saat ini masih dalam tahap persiapan pembangunan struktur gedung. Gedung Poli ini terdiri dari 2 lantai. Untuk merencanakan kebutuhan instalasi listrik pada bangunan, khususnya Gedung poli diperlukan perencanaan secara matang agar sistem tersebut mampu bekerja dengan sangat efektif, efisien serta sistem tersebut memiliki keandalan dan keamanan yang baik. Kenyamanan dalam bekeja dan beraktifitas tentunya tidak terlepas dari penyediaan penerangan dan sistem sirkulasi udara yang baik terutama untuk penerangan pada malam hari serta pengkondisian udara pada setiap ruangannya. Dalam  merencananakan instalasi tersebut dibutuhkan metode studi literatur, dalam tahap perencanaan dilakukan beberapa perhitungan yaitu dimensi ruangan, indeks ruang, efisiensi dan armatur sedangkan untuk tata udara harus diketahui terlebih dahulu BTU/hr sesuai kebutuhan ruangan. Untuk mencapai semua itu, instalasi penerangan dan tata udara Gedung poli ini akan direncanaan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia, berdasarkan SNI 03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung dan SNI 03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. Dengan adanya standar – standar tersebut penulis bisa menentukan jumlah armatur lampu, intesitas maksimum pencahayaan dan kapasitas maksimum air conditioner berdasarkan besar ruangannya sesuaui dengan Staandar Nasional Indonesia.
EVALUASI KINERJA MOTOR INDUKSI 3 FASA 100 HP / 75 KW PADA PANEL STAR – DELTA DI PDAM TIRTA RAYA ADI SUCIPTO KUBU RAYA - Sarjono; Rudy Gianto; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Evaluasi  Kinerja Motor Induksi 3 fasa 100 hp / 75 kw pada panel star – delta di PDAM Tirta Raya Kubu Raya. Membandingkan kinerja sistem motor induksi secara real dan yang sesuai dengan nilai efesiensi kerja motor. Motor listrik termasuk kedalam kategori mesin listrik dinamis dan merupakan sebuah perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.. Kecepatan motor induksi tiga fasa sangat tergantung jumlah kutub pada stator dan frekuensi sumber tegangan.  Efisiensi motor induksi adalah ukuran keefektifan motor induksi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang dinyatakan sebagai perbandingan antara daya keluaran dan daya masukan dan biasanya dinyatakan dalam persen juga sering dinyatakan dengan perbandingan antara keluaran dengan keluaran ditambah rugi - rugi. Efisiensi maksimum terjadi sekitar 80 – 95 % dari rating output mesin, dimana nilai yang lebih tinggi terdapat pada motor-motor yang besar. Jika beban yang diberikan melebihi beban yang menghasilkan efisiensi maksimum, maka rugi-rugi beban bertambah lebih cepat daripada output, konsekuensinya efisiensi berkurang. efisiensi beban minimum, beban setngah dan beban maksimum, masing-masing ialah 85,86 %, 84,40 %, dan 82,52 %. Dari nilai efisiensi yang didapat, kinerja motor merk TITAN di PDAM Tirta Khatulistiwa bekerja dengan baik.
Analisis Penggunaan Bentonit Gypsum Dan Garam Sebagai Zat Aditif Untuk Soil Treatment Pada Sistem Pentanahan Menggunakan Elektroda Batang Tri Juniardi; Rudy Gianto; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48521

Abstract

Proteksi sistem tenaga listrik dan peralatan listrik tidak akan pernah lepas dari sistem pentanahan (grounding), sistem pentanahan sangat diperlukan untuk menjadi jalur pelepasan arus gangguan kedalam tanah agar tidak merusak peralatan listrik. Kebutuhan akan sistem perntanahan yang baik sangat diperlukan dan hal yang menjadi parameter utamanya adalah nilai resistansi pentanahan, dimana semakin rendah nilai resistansi pentanahan makan akan lebih optimal melindungi peralatan listrik. Upaya menurunkan resistansi pentanahan telah banyak dilakukan satu diantaranya dengan melakukan soil treatment menggunakan zat aditif untuk mengkondisikan tanah agar terus lembab karena kemampuannya dalam menyerap air. Bentonit, gypsum dan garam menjadi zat aditif yang sering digunakan namun belum ada yang mencoba menggunakan ketiga zat aditif tadi dengan harapan kelebihan masing-masing dapat dimaksimalkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penambahan bentonit, gypsum dan garam untuk menurunkan resistansi pentanahan pada tanah gambut serta menemukan komposisi campuran paling efektif dari ketiga zat aditif tersebut dalam menurunkan resistansi pentanahan. Nilai resistansi pentanahan awal sebelum penggunaan zat aditif sebesar 50,9 Ω. Penggunaan 30% bentonit - 30% gypsum - 10% garam menjadi campuran paling efektif dengan resistansi yang didapat sebesar 9,09 Ω dan presentase laju penurunannya mencapai 82,14%. Kemampuan zat aditif untuk menurunkan resistansi pentanahan sangat tergantung pada waktu dan kandungan air, karena zat aditif perlu waktu untuk dapat diserap oleh tanah disekitar elektroda pentanahan dan perlu waktu untuk menyerap air agar menjaga kelembaban tanah.