Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI POSYANDU ASOKA WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS WAISAI KABUPATEN RAJA AMPAT Dirgantari Pademme; Novita Mansoben
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 2, Septemb (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Imunisasi merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan seseorang dalam mempertahankan perlindungan terhadap penyakit. Data Kementrian Kesehatan tahun 2016 menunjukan bahwa indikator capaian imunisasi sebesar 91,58%. Provinsi dengan capaian 100% adalah Provinsi Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Tengah, sedangkan Papua Barat sebesar 83,88%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat pada tahun 2017 mencatat bahwa jumlah imunisasi lengkap pada bayi sebanyak 487 bayi (38,1%) dari sasaran cakupan imunisasi sebanyak 1277 bayi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi di Posyandu Asoka Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Waisai Kabupaten Raja Ampat. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2019 di Posyandu Asoka Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Waisai Kabupaten Raja Ampat. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 75 responden. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: Hasil variabel pengetahuan diperoleh nilai p = 0,000 dan variabel sikap diperoleh nilai p = 0,000 maka Ha diterima yang berarti ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Posyandu Asoka Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Waisai Kabupaten Raja Ampat. Kesimpulan: ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Posyandu Asoka Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Waisai Kabupaten Raja Ampat. Kata Kunci : Kelengkapan Imunisasi Dasar,Pengetahuan, Sikap
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 2 KOTA SORONG Maylar Gurning; Risky Pratiwi; Novita Mansoben
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 5 No. 2 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v5i2.111

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian dismenore di dunia sebesar 90% dan angka kejadian dismenore pada wanita di Indonesia yaitu 64,25% yang terdiri atas 54,89% mengalami dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Dismenore primer diderita oleh remaja sebesar 75% dengan tingkat nyeri yang berbeda-beda. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 2 Kota Sorong. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan design one group pre test – post test. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Kota Sorong pada tanggal 15 Agustus sampai 20 September 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 remaja putri yang mengalami dismenore dengan sampel keseluruhan remaja putri dari populasi menggunakan teknik stratified random sampling dan instrumen yang digunakan dalam mengukur nyeri adalah numeric rating scale untuk mengetahui skala dismenore. Hasil: penelitian didapatkan penurunan skala dismenore untuk nilai pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi ? 0,000 yang artinya terdapat pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan dismenore. Kesimpulkan dan saran: penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 2 Kota Sorong. Saran diharapkan bagi pihak sekolah dapat bekerja sama dengan pihak puskesmas dalam melakukan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi pada remaja putri
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TOXIC RELATIONSHIP PADA REMAJA Maylar Gurning; Dirgantari Pademme; Novita Mansoben; Inggerid Agnes Manoppo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.878-883

Abstract

Manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan dalam berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Anak usia remaja sering terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau  disebut toxic relationship, baik itu hubungan dengan teman atau sahabat,  saudara, orang tua bahkan lingkungannya. Toxic relationship pada masa remaja sering dilakukan dalam bentuk kekerasan dalam beracaran yang merupakan masalah yang sering terjadi dan meluas di masyarakat. Bukti menunjukkan bahwa adanya kekerasan dalam berpacaran (KDP) sudah semakin meluas. Data menunjukkan bahwa rata-rata KDP dalam lingkup siswa SMA dan mahasiswa adalah 22% dan 32%. Fakta yang didapat setelah survei kepada 300 remaja, bahwa satu dari lima remaja mengalami kekerasan seksual, sedangkan dari sejumlah 8.234 kasus yang ditangani oleh Lembaga Layanan Mitra Komnas Perempuan, kekerasan dalam pacaran menempati posisi kedua dengan 1.309 kasus, sebagai jenis kekerasan terhadap perempuan yang ditangani oleh Lembaga Layanan Mitra Komnas Perempuan sepanjang tahun 2021. Oleh karena itu pemberian edukasi terkait toxic relationship dapat memberikan masukan dan pengetahuan pada remaja tentang bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari hubungan yang toxic. Metode pelaksanaan pengabdian dengan memberikan pre dan post test untuk mengukur pengetahuan remaja tentang toxic relationship. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukan peningkatkan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.